Rabu, 06 Februari 2013

Titiana: Seribu Pertanyaan Setiap Hari "Mengapa Anda Mengenakan Hijab?"

Nama saya Titiana, dan nama Muslimah saya ialah Tasnim. Saya memeluk Islam kira-kira 5 tahun yang lalu, Alhamdulillah. Saya berasal dari Kyrgizstan, Asia Tengah dan kini berada di Dubai, kira-kira 9 bulan. Saya dilahirkan di 60 kilometer dari ibukota negara saya dan tinggal dengan kedua nenek dari ibu dan ayah. Merekalah yang bertanggungjawab atas pendidikan saya. Saya sangat menyayangi mereka dan teramat rindu dengan mereka.
 
Sebelum memeluk Islam, saya hanyalah seorang pemerhati. Saya mengamati Muslim dan kehidupan mereka. Kami punya beberapa buah masjid di negara kami, tetapi saya bukanlah seorang muslim ketika itu. Saya hanya melihat mereka menunaikan shalat Subuh di akhir Ramadan, begitu ramai Muslim di Central Square dan mereka menunaikan shalat bersama, Masya Allah. Begitu menakjubkan. Selepas memeluk agama Islam, saya mengenali banyak orang baru dan apa yang saya perhatikan bahwa banyak sekali anak-anak muda yang memeluk agama Islam di seluruh dunia dari berbagai bangsa.

Alhamdulillah, setiap tahun di akhir bulan Ramadan, Central Square tidak punya ruang kosong untuk shalat, Alhamdulillah.
 
Mencari kebenaran
Saya pernah mengikuti nenek ke gereja Ortodoks. Saya turut dalam group paduan suara. Saya pernah menyanyi lagu-lagu Kristen bersama nenek saya. Ia menyenangkan tetapi terdapat banyak konflik dalam diri saya.Karena ketika saya masih kecil, saya tidak memahaminya. Saya ke gereja dan saya tidak memahami mengapa mereka berdoa di hadapan gambar dan simbol? Terdapat konflik besar dalam jiwa dan raga saya. Selepas beberapa waktu, saya hanya bertanya dengan nenek saya mengapa mereka berdoa di hadapan gambar? Dan tidak ada siapapun yang memberikan saya jawaban yang benar.
 
Karena inilah saya melanjutkan pencarian. Saya benar-benar ingin mencari sesuatu untuk jiwa saya, untuk raga saya, demi memuaskan hati dengan agama yang sayat anut. Saya melihat ke berbagai agama lain, untuk mencoba sesuatu, untuk mencari sesuatu yang dekat dengan diri saya, di jiwa saya, di raga saya. Saya mencari pada buku-buku, perpustakaan, dan internet mengenai berbagai agama lain di dunia. Saya berminat dengan Hinduisme dan Buddhisme sekadar untuk mengetahui konsep agama ini. Hanya lima tahun yang lalu, saya menemukan Islam. Alhamdulillah. Ia begitu menakjubkan sekali seolah-olah seperti menemukan sebuah dunia baru. Sebuah lembaran baru bermula dalam hidup saya.
 
Ketika saya berusia 19-20 tahun, saya mula membaca Injil karena ingin mencari kebenaran; mengapa kita berada di muka bumi ini? Mengapa Tuhan menciptakan semua makhluk? Dan apa yang kita lakukan di atas bumi ini? Bagaimana dengan bintang-bintang, bagaimana dengan alam ini, berkaitan semuanya? Dan apakah misteri terbit dan terbenamnya matahari? Saya mula membaca bagian lama Injil. Tetapi ketika saya membaca versi baru Injil, terdapat perbedaan yang begitu besar sekali, ini justru menambah persoalan kepada saya.
 
Oleh itu, saya meneruskan pencarian. Saya ingin tahu mengenai semuanya ini. Begitu banyak sekali persoalan yang timbul dan saya bertanya kepada banyak orang di gereja. Saya bertanya kepada nenek mengenai hal ini dan bagaimana saya mendapati perbedaan di antara Injil bagian lama dengan yang baru. Saya hanya ingin mengetahui kebenarannya.
 
Saya menemui banyak orang yang baik. Mereka berdakwah kepada saya, alhamdulillah. Saya mulai mendapat pengetahuan dari mereka. Mereka menjelaskan berbagai perkara kepada saya seperti bagaimana mengambil wudhu dan menunaikan shalat. Sungguh menarik dapat mendengar hadis-hadis Rasulullah Saw, mengenai kehidupannya dan perilaku dalam Islam; apa yang harus kita lakukan dan apa yang tidak harus kita lakukan. Semua ini terjadi begitu lambat sekali, selangkah demi selangkah. Tidak ada paksaansedikitpun. Saya hanya mengetahui Islam lebih mendalam.
 
Setiap hari saya mempelajari sesuatu yang baru, dan banyak sekali fakta mudah dalam Islam. Yang paling saya senangi ialah tidak ada perantara antara kamu dan Allah Swt. Dan anda bisa langsung memohon dari Allah, tidak perlu meminta kepada orang lain pergi ke gereja dan anda sendiri yang bisa berdoa terus kepada Allah. Keimanan ini menjadi semakin teguh, Allah baru saja membuka hati, mata dan telinga saya dan saya kemudian mengucapkan syahadah (tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya). Alhamdulillah, saya telah menjadi seorang muslimah pada hari itu dan saya tidak akan pernah melupakannya. Sebuah lembaran baru bermula dalam kehidupan saya. Alhamdulillah.
 
Kehidupan saya sebagai seorang muslim
Saya berusaha untuk menjelaskan agama saya, bagaimana kehidupan dalam Islam? Ia begitu berbeda sekali. Memang saya menghadapi banyak problema terutama dari kedua orang tua dan nenek saya. Mereka berkata, "Mengapa anda bisa jadi begitu, mengapa anda mengubah agama anda dari Kristen kepada Islam." Dan sehingga hari ini, mungkin saja mereka tidak paham mengapa saya mengubah agama saya, dan saya berusaha untuk menjelaskan bahwa Allah adalah Tuhan, Dia Maha Esa, Dia tunggal, dan kita hanya menyembahnya dalam lima waktu setiap hari. Alhamdulillah.
 
Saya mulaishalat lima waktu sehari semalam, sungguh menakjubkan ketika anda shalat, jarak waktu antara satu shalat dengan satu lagi membuat diri anda begitu gembira, alhamdulillah.
 
Saya mula mengenakan hijab setahun yang lalu, alhamdulillah. Mula-mula saya shalat, kemudian saya berdoa, "Ya Allah, jadikanlah saya orang yang lebih kuat, jadikanlah Islam saya kuat". Karena ketika saya memasuki kamar shalat, saya menutup diri saya dan selesai shalat, saya melepaskannya dan pergi keluar, saya berusaha untuk membuat iman saya lebih kuat. Saya memohon kepada Allah semoga Dia menjadikan hijab sebagai pakaian harian saya, Alhamdulillah setahun kemudian saya mulai menutup diri saya. Saya bekerja di sebuah universitas ketika itu. Saya mengajar di sana, saya memiliki banyak mahasiswa termasuk para dosen dan profesor, lebih dari 2 ribu 500 orang, semuanya datang kepada saya dan berkata, "Ow, kenapa anda mula mengenakan hijab? Jelaskan kepada kami, apa yang telah terjadi?"
 
Saya berkata, "Saya mengetahui tentang Islam dan anda juga tahu tentang Islam. Alhamdulillah! Saya telah memeluk agama Islam dan mengenakan hijab."
 
Tetapi dalam keluarga saya, masih terdapat konflik yang besar. "Mengapa anda mengenakan hijab? Mengapa anda memakai kerudung? Mengapa anda mengenakan pakaian yang lain?"
 
Seribu pertanyaan setiap hari "Mengapa anda mengenakan hijab?"
 
Ketika saya berhasrat untuk pergi ke universitas, saya bertanya kepada ibu saya warna kerudung apa yang harus saya pilih, dengan pakaian apa warnanya cocok, dan sebagainya.
 
Dan dia berkata, "Lebih baik anda tidak memakai kerudung!".
 
Saya tidak dapat menerima apa yang dikatakan oleh ibu saya. Saya berharap dia dapat memahami jiwa saya dan merasakan apa yang terdapat dalam lubuk hati saya. Alhamdulillah, sebulan kemudian ibu saya menawarkan hadiah untuk saya. Dia menghadiahkan sehelai kerudung berwarna hijau untuk saya! Ini merupakan tanda bahwa Allah berada di sisi saya. Ibu saya mulai memahami mengapa saya memeluk agama Islam dan itu merupakan satu hal yang serius bagi saya. (IRIB Indonesia/onislam.net)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar