Rabu, 06 Februari 2013

Ismail Abu Adam: Resep Mencari Kebenaran, Jujur dan Mintalah Bantuan Kepada Allah!

Nama saya Ismail Abu Adam. Dulu saya merupakan penganut Kristen. Kami biasa ke gereja tetapi itu bukanlah merupakan satu rutinitas bagi keluarga saya. Ada masanya saya rajin ke gereja dan ada masanya saya tidak pergi ke gereja. Semua berjalan sampai saya mencapai usia 20 tahun. Pada waktu saya menjadi termotivasi dan begitu antusias. Saya menjadi seorang pengamal Kristen yang taat untuk satu waktu. Saya seolah-olah dilahirkan kembali untuk menganut Kristen. Saya pernah mengamalkan Kristen Roman Katolik dan juga Evangelical.
 
Setelah beberapa tahun mengikuti ajaran Kristen, dan berusaha untuk menerapkan kepercayaan dengan mengamalkannya serta menjadi seorang penganut Kristen yang baik, dan juga mengajar atau memberitahu orang lain tentang Nabi Isa, atau membaca Injil serta ke gereja menonton program-program televisi Kristen setiap hari. Perlahan-lahan saya juga mulai mempertanyakan ajaran Kristen. Sepertinya ada sesuatu di dalam diri saya yang hilang, dan saya merasakan bahwa saya perlu mencari apakah kekosongan tersebut. Lobang yang terdapat dalam diri saya ini perlu saya isi. Inilah yang telah membawa saya kepada Islam.
 
Lalu apa yang telah menghubungkan saya dengan Islam, walaupun saya adalah seorang Kristen? Nabi Isa as merupakan penghubungnya. Saya mengetahui bahwa Islam mengajar Muslim bahwa Nabi Isa merupakan seorang nabi yang diutus oleh Tuhan, dan ini sudah mencukupi untuk saya melakukan penyelidikan berkaitan ajaran Islam, dan akhirnya saya meninggalkan Kristen dan beralih kepada Islam.
 
Islam merupakan sebuah agama yang benar. Tidak ada kesangsian apapun dalam pikiran saya. Saya tidak akan meninggalkan Islam. Tidak ada uang sebanyak manapun  di dunia ini yang bisa membuat saya meninggalkan Islam. Tidak ada hukuman apapun yang akan menyebabkan saya meninggalkan Islam. Saya akan menjadi seorang muslim sehingga ajal menjemput saya, insya Allah, dengan bantuan Allah Swt.
 
Bagi saya, begitu banyak sekali contoh dan bukti yang menunjukkan bahwa Islam itu benar. Contohnya, al-Quran sendiri merupakan sebuah mukjizat; bahasa arabnya begitu indah sekali. Begitu banyak sekali statemen saintifik di dalam Quran yang bertepatan sekali dengan sains modern. Terdapat ramalan-ramalan di dalam Quran yang telah terjadi.
 
Masih banyak bukti yang bisa anda gunakan. Terdapat juga bukti praktikal dan personal yang bisa anda renungkan. Jika anda mengikuti Islam dengan iman dan keikhlasan dan mengamalkannya, anda akan dapati kehidupan anda dipenuhi berkah dan Allah membuka pintu-pintu peluang untuk anda yang tidak pernahpun anda bayangkan sebelum ini. Terdapat banyak jalan yang dapat membuktikan bahwa Islam adalah agama yang benar.
 
Ada yang menyebutkan bahwa kita harus mengikuti agama terdahulu, misalnya Kristen lebih dahulu dari Islam. Ini bukan satu pembahasan yang logikal, kononnya al-Quran turun lebih kurang 600 tahun setelah Testament baru, maka kita tidak harus mengikuti Quran, kita haruslah mengikuti Injil. Maka kita bisa membahas bahwa mengapa orang Kristen mengunakan Testament baru bukan Testament lama? Mengapa kita mengikuti Nabi Isa bukan Nabi Musa?.... dan seterusnya.
 
Ia bukan satu yang logis untuk digunakan dalam menentang Islam. Kita sama-sama mempercayai satu Tuhan yang kita panggil Allah dalam bahasa Arab. Tuhan yang sama ditemui dalam kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa, dalam kitab Injil kepada Nabi Isa dan Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Allah merupakan Tuhan yang sama dan makanya anda akan mendapati kesamaan dalam ayat-ayat yang terdapat dalam Testament lama, Testament Baru dan Quran, karena sumbernya sama iaitu Allah. Sudah tentu apa yang dimaksudkan di sini ialah Taurat yang asli dan Injil yang asli, bukan versi hari ini yang tidak pasti akan keasliannya.
 
Ini tidak bermaksud pula seseorang itu bisa mengikuti Kristen atau Judaisme karena sumbernya sama. Allah Swt telah menurunkan Islam dan Quran kepada nabi terakhir,yaitu Nabi Muhammad Saw. Inilah cara hidup yang harus kita anut. Maka sejak dari zaman Rasulullah Saw dan seterusnya, cara kehidupan yang sah adalah Islam. Walaupun Islam mengakui kebenaran Judaisme dan Kristen, tetapi ia telah memansukhkan agama-agama tersebut dan agama-agama itu tidak lagi valid. Kini sebagai seorang penganut agama yang benar dan pengikut Nabi, anda haruslah menjadi seorang muslim.
 
Setelah memeluk agama Islam kehidupan saya lebih berkah bukan saja dalam hal-hal duniawi tetapi juga secara maknawiah. Saya merasakan lebih berkah kini, dan memang terdapat perbedaan jauh antara saya sekarang dengan saya sebelum memeluk agama Islam.
 
Saya tinggal di Afrika Utara, di Timur Tengah, saya punya pengalaman dan saya tahu cara pikir Muslim. Jika anda tinggal di sebuah negara Islam, anda akan melihat orang di sekitar anda, semua mereka muslim, dan mereka menghormati Islam dan Muslim, Quran dan semacamnya. Tetapi jika anda tidak pernah melakukan kunjungan di luar negara-negara tersebut, maka gambarannya berbeda. Di Barat tidak semua orang menghormati Islam, tidak semua orang menyenangi Muslim atau Quran dan sebagainya.
 
Adakah penting untuk anda menyadari hal tersebut, lebih-lebih lagi mereka yang tinggal di negara Muslim, dan melakukan apa yang mungkin dapat anda lakukan untuk mengenalkan Islam kepada dunia luar. Misalnya, jika anda menemui seorang asing, seorang non-muslim, datang ke negara anda atau sebagai seorang turis, berusahalah untuk bersikap lemah lembut dengannya, tunjukkan kepadanya contoh-contoh yang baik dan perilaku Islam yang baik. Anda bisa berusaha menyampaikan ajaran Islam kepada mereka dan menjadi seorang muslim yang baik. Insya Allah orang disekitar anda juga dapat mengambil manfaat darinya.
 
Nasihat saya kepada non-muslim: Sadarlah, kehidupan tidak lama. Apa yang anda lihat disekitar anda dalam dunia ini tidak akan berakhir selamanya, termasuk diri anda sendiri. Anda akan menemui ajal suatu hari nanti. Saya juga akan menemui ajal satu hari nanti. Ini merupakan satu realita yang disepakati bersama. Carilah kebenaran dengan penuh keikhlasan. Carilah kebenaran selagi hayat masih dikandung badan. Selidikilah Islam, dan juga agama-agama lain. Bersikap jujurlah dan berpikiran terbuka. Sedapat mungkin jangan bersikap bias. Dan ketika anda melakukan penyelidikan terhadap Islam, lihatlah al-Quran. Renungilah sejarah Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Lihatlah betapa berani dan ikhlasnya mereka. Lihatlah mukjizat-mukjizat yang telah Tuhan turunkan kepada mereka. Mereka adalah orang-orang Badui yang tidak mengenal huruf, dan jumlah mereka begitu sedikit sekali. Tetapi Islam bisa menjadi kekuatan iman yang besar dan superpower dunia. Malah hari inipun Islam merupakan sebuah kekuatan yang sedang tidur. Ini berlaku karena Allah menggunakan orang-orang sederhana ini dan menyebarkan Islam setelah mereka.
 
Jujurlah, minta bantuan dari Allah, dan Allah akan membimbing anda kepada Islam seperti yang dilakukan kepada saya. Jika anda benar-benar ikhlas, dan anda ingin diselamatkan dan masuk surga di akhirat kelak, maka bersikap tuluslah! (IRIB Indonesia/onislam.net)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar