Rabu, 06 Februari 2013

Nicole: Kesempatan Buat Saya, Ketika Ada Yang Bertanya Anda Seorang Muslim?

Nicole berasal dari Dallas. Dia telah memeluk Islam pada bulan Mei 2007. Sebelum itu dia merupakan seorang penganut Baptis.
 
Dahulunya dia seperti seorang yang kehilangan. Untuk beberapa tahun yang lalu dia melewati fase kehidupan dimana dia mencari sesuatu yang berbeda dari apa yang sedang dia lewati ketika itu.
 
Sebenarnya agama Baptis yang dianutinya agak baik. Dia ke gereja, dan mengikuti agama tersebut. Kemudian dia melewati satu fase dimana dia tidak lagi mengenali realita berkaitan banyak hal: Adakah surga itu? Adakah neraka itu? Apa yang akan terjadi kemudian hari? Apakah yang akan saya perkatakan ketika bertemu dengan Tuhan? Semua persoalan ini berputar di kepala saya.
 
Saya minum alkohol. Saya melakukan hal-hal yang dilakukan oleh kebanyakan orang Amerika. Saya bekerja di klub malam, dan menjadi fotografer. Banyak sekali perbuatan yang saya lakukan tetapi tidak ada kaitannya dengan Tuhan. Saya benar-benar memerlukan sebuah perubahan.
 
Kemudian, teman-teman memberitahu saya berkaitan dengan eramah yang bisa saya akses di Youtube. Saya mula melihatnya, dan mendengar segala hal berkaitan dengan Islam. Saya begitu tertarik dengannya, sehingga saya terjaga sampai jam lima pagi. Saya duduk di hadapan komputer dan melihat serta mendengar ceramah-ceramah orang-orang Amerika yang memeluk agama Islam. Pengalaman yang mereka tempuh. Kelihatan seperti apa yang mereka lalui, sama seperti yang saya lalui. Saya merasakan dapat memahaminya, karena mereka juga dulunya penganut agama kristen, mereka menghadapi berbagai tantangan, dan mereka menemui sesuatu yang memberikan jawaban kepada pertanyaan mereka. Dan itulah yang saya inginkan. Saya inginkan jawaban. Saya tidak ingin seseorang sekadar memberitahu saya apa yang harus saya percayai. Saya ingin mengetahui mengapa, dan bagaimana ia akan memberi kesan atas kehidupan saya, dan bagaimana saya bisa menerapkannya dalam kehidupan.
 
Saya menemuinya dalam Islam. Saya mempelajari agama ini untuk beberapa lama sebelum saya mengikuti kelas di masjid. Semakin pula saya tenggelam dalam buku-buku dan apa saja yang bisa saya gapai untuk mendalami agama ini. Akhirnya saya mengucapkan syahadah. Saya tidak lagi menoleh ke belakang dan saya mengubah segala yang ada dalam kehidupan saya: teman-teman saya, lemari pakaian saya, pekerjaan saya, dan semuanya. Saya berubah serta merta dan ternyata itu tidaklah begitu sulit.Karena saya mengetahui apa yang harus saya lakukan. Saya mengucapkan syukur karena Allah telah mengaruniakan saya dengan agama Islam.
 
Mulanya memang agak sulit bagi kedua orang tua saya. Mereka masih terbiasa dengan pandangan dan pikiran lama. Saya memberitahu ibu saya bahwa saya sedang mempelajari Islam sebelum memeluk agama ini dan saya memang menaruh minat terhadapnya. Saya pikir dia tentu mengira bahwa ini hanyalah satu fase dalam kehidupan. Apabila saya memberitahu bahwa saya telah memeluk agama Islam, barulah dia mengetahui bahwa saya serius dengan apa yang saya katakan.
 
Apa yang baik ialah dia melihat perubahan yang saya lalui. Dia melihat sebelum dan bagaimana kemudian saya berubah. Dia melihat saya berpakaian lain dari sebelumnya. Dia melihat saya berhenti dari melakukan segala yang diharamkan dalam agama. Dia juga menyadari bahwa setelah memeluk agama Islam dan saya semakin dekat dengan Tuhan dan hal ini membuat dia gembira. Anda tahu, jika Islam telah membawa saya dekat dengan Tuhan maka dia gembira. Sudah tentu, hal ini bertambah mudah apabila dia memahaminya.
 
Saya tidak merasa terganggu oleh faktor-faktor dari luar. Semuanya saya lakukan sendiri. Saya ke kelas sendiri, dan saya juga belajar semua hal sendiri. Saya tidak melakukannya karena orang lain. Jika anda tidak merasakan dalam hati, jika ia tidak menyentuh hati dan perasaan anda maka ia tidak akan kekal dalam diri anda. Saya pernah melihat ada anak-anak gadis yang masuk dan keluar Islam karena mereka sekadar ingin bersama seseorang. Kemudian ketika lelaki itu meninggalkannya, diapun meninggalkan Islam. Saya banyak sekali menyaksikan hal ini. Ia harus menyentuh hati anda, merasa keimanan dan memakai hijab serta hal-hal lain. Ia harus berada dalam hati jika tidak ia tidak akan menetap dalam diri anda.
 
Dulu saya memang punya banyak teman sebelum saya memeluk agama Islam. Saya sering ke klub-klub dan hal-hal seperti itu. Hal yang sering dilakukan oleh anak muda. Dan mereka melihat saya berubah, dan itu tidak terjadi dalam semalam. Saya melewati transisi dan mereka melihat hal ini karena saya merupakan orang yang terbuka. Mereka mengetahui apa yang sedang saya lakukan.
 
Mereka melihat saya semakin menjauhkan diri dari klub-klub malam dan tidak lagi melakukan hal-hal yang pernah saya lakukan dulu. Apabila saya berkata kepada mereka tentang apa yang sedang saya lakukan dalam kehidupan baru saya, mereka berkata: Wow! Dia sedang melakukan pergerakan dalam kehidupannya dan kita masih saja ditahap yang sama. Kawan-kawan saya memahami apa yang sedang saya lakukan dan mengapa saya tidak lagi bersama mereka.
 
Saya juga menulis dalam blog saya mengenainya, saya menguploadnya dan mengundang sekumpulan orang untuk melihat dan membacanya. Banyak sekali gadis-gadis yang tidak punya agama, sekadar melewati kehidupan mereka dan melakukan apa saja yang mereka inginkan. Mereka mengunjungi situs saya dan ketika mereka membacanya, mereka mengatakan bahwa mereka menangis setelah membacanya, mereka merasa tersentuh hati dan mereka melihat kembali apa yang mereka lewati dalam kehidupan mereka. Mereka pikir, sudah tiba waktunya mereka juga berubah.
 
Alhamdulillah, semakin ramai teman bicara tentang apa yang saya lalui dulu dan setelah berubah, semakin mereka melihat diri mereka dan berpikir, saya juga boleh melakukannya. Mereka bereaksi seperti itu dan menghormati keputusan yang telah saya buat.
 
Setelah berhenti kerja di klub dimana saya mengambil foto, saya mencari kerja di bidang lain. Apa lagi ketika saya memakai hijab, saya melihat beberapa perubahan. Saya banyak melakukan wawancara untuk mendapatkan pekerjaan. Tetapi kini, semuanya telah berlalu. Jujurnya, saya mengenakan pakaian Islami dan hadir dalam wawancara. Saya memperlihatkan kebolehan dan kemampuan saya. Dan saya tidak menghadapi masalah dalam hal ini.
 
Sering kali sebagai seorang Amerika, saya mendapat banyak pertanyaan. Tetapi hal itu merupakan peluang dan kesempatan. Contohnya, ketika saya berjalan, ada saja orang yang akan berhenti dan bertanya kepada saya; Adakah anda seorang Muslim? Karena mereka mengetahui anda adalah seorang Amerika. Saya juga tidak melepaskan kesempatan berharga tersebut dan berkata: Ya, saya seorang muslim dan menceritakan kepada mereka mengapa saya menganut Islam.
 
Mereka akan berpikir: "Wow!" (IRIB Indonesia/onislam.net)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar