Sabtu, 07 Juli 2012

Kisah Mantan Missionaris Mendapat Hidayah

Bismillahirrohmanirrohiim. . .

Sebelum saya menulis perjalanan hidup menggapai hidayah, sedikit saya beritakan tentang keluarga saya. Sebenarnya saya terlahir dari keluarga muslim jika dilihat dari silsilah ummi yang notabene dari Madinah, tapi tidak dengan Abi yang memang terlahir dari keluarga Nashrani. Disini saya tidak mau membahas kedua orang tuaku selain mereka mempunyai history sendiri terlebih lagi tidak banyak yang saya ketahui tentang mereka , kenapa saya bisa diasuh dan dibesarkan kakek dan nenek yang tidak lain adalah orang kafir ??? maaf, saya sendiri tidak bisa menjawab dan bagi saya hal itu tidaklah penting sekarang.

Delapan bersaudara, itulah banyak saudaraku yang Insya Allah kebanyakan dari mereka adalah orang-orang berilmu jika dilihat dari kacamata pendidikan yang mereka tempuh . Alisya Nafisah, saudara perempuan yang pertama alumnus Al-Azhar, yang kedua Andina Lhara As-Saity juga alumnus Al-Azhar, yang ketiga Muhammad Reayan Al-Sudaes beliau alumnus Universitas Madinah dan sekarang lagi persiapan tesis S2nya di Ummul Qura’ mekkah, yang keempat Putri Efsan yang tidak lain satu-satunya sodaraku yang juga dibesarkan kakek – nenek sama halnya denganku beliau juga memeluk agama Kristen, yang kelima Akbar Al-Magethy dan kedua adik kembarku Syafa dan Syifa.


Akan ada tanda tanya bagi kalian bagaimana bisa saya dan kakak saya ( Putri Efsan )memeluk agama Kristen.??? Sedangkan sodara-sodaraku berpendidikan yang cukup lumayan. Pertanyaan ini yang sampai sekarang saya juga tidak tau jawabanya, karena memang tidak pernah saya tanyakan. Sekilas itulah keluargaku. . .

Perjalanan Singkat Menyesatkan Ummat

Silvia Maria Magdalena, begitulah nama ini dulu yang banyak menyesatkan ummat islam. Bagaimana saya bisa menyesatkan ummat islam lebih dari 1000 orang hanya dalam kurun waktu kurang dari setahun ???

Perlu ketahui sejak umur 5 tahun saya sudah di didik untuk menjadi seorang penginjil. Injil dalam bahasa Indonesia, Inggris, barnabas, didache dll saya pelajari sejak umur 5 tahun. Pada umur 10 tahun saya sudah bisa berdakwah meskipun hanya untuk seumuran atau kata lainnya mengajar injil. Umur 13 tahun baru saya merambah kegereja-gereja sebagai aktivis. Dan pada umur 15 tahun inilah saya tergabung dalam misi yang sudah kalian dengar MISIONARIS

Awal saya bergabung tidaklah cukup berperan karena masih dalam tahap pembelajaran, baru satu tahun kemudian saya menjadi orang yang benar menyesatkan ummat, baik dari kalangan Kyai, Ustadz, dosen, mahasiswa dan lingkugan setempat. Dalam pergerakannya kami cukup terorganisir, banyak markaz yang kami bangun dari daerah Surabaya, gresik, jombang, yogyakarta, dan beberapa tempat lainnya bahkan Aceh yang dulunya disebut serambi mekkah tidak lepas dari target kami Misionaris laknatullahi. Markas inilah yang sering kami jadikan tempat untuk menyusun segala sesuatunya. Markas ini tidaklah tersembunyi seperti apa yang kalian sangka. Salah jika kalian beranggapan para misionaris bermarkaz di tempat yang tersembunyi dari masyarakat sekitar. Justru tempat kami ( Surabaya ) dan lainnya berdempetan, khusus yang disurabaya dan jogja memang kedua tempat itu mempunyai area bawah tanah hingga kesannya tersembunyi.

Perlu diketahui juga saya adalah seorang dari Kristen ( gereja ) Pantecosta Tibernakel daerah Surabaya. Meskipun saya seorang non-muslim taip saya adalah pengikut yesus yang taat, saya mengharamkan babi, khamr, bahkan hari ibadah saya adalah hari sabtu meskipun minggunya saya juga harus ke gereja karena memang kewajiban sebagai seorang Penginjil / aktivis gereja. Awalanya saya tidak pernah berfikir untuk menyesatkan ummat islam karena saya tahu betapa kuatnya iman mereka, begitulah anggapan saya sebelumnya.

Kenapa Saya jadi Misionaris dan Berhasil Mengkafirkan 1000 orang lebih ???

Ini berawal dari perbincanganku dengan seorang kyai setempat. Beliau merasa kasihan karena saya bukanlah orang islam sampai akhirnya beliau bertamu kerumah dengan didampingi oleh beberapa rekannya. Banyak hal yang mereka sampaikan tentang islam, cukup menarik dan antusias saya mendengarkan, tapi kemudian saya bertanya, Apa yang kalian dapatkan dari islam ? Surgakah ? sudah pastikah jaminan surga pada ummat islam ? tidakkah anda tahu tentang hadist shahih bahwa ummat islam hanya 1 golongan selamat ? Apakah anda termasuk golongan tersebut ? atau anda menganggap saya tidak pernah belajar tentang Al-Qur’an dan Hadist ? jika sekiranya Islam bisa memberikan jaminan tentu saya sekarang beragama Islam . Terdiam. . .terdiam . . .mereka hanya diam yang kemudian mereka bertanya tentang Agamaku, saya jelaskan panjang lebar tentang jaminan surga. Pengampunan dosa dan yang lainnya. Cukup berhasil untuk membuat mereka berfikir dan mereka ulang keyakinan mereka, yang awalnya ingin meluruskan saya justru merekalah yang saya sesatkan. Tiga hari kemudian beliau ( kyai ) mengatakan “ Tolong Babtis saya untuk menjadi seorang pengikut yesus “ !!! cela ini tidak saya serta merta terima justru saya memfaatkan kedangkalan tauhid dan Aqidah beliau dan akhirnya saya ajukan syarat bahwa beliau bisa memeluk agama Kristen dengan syarat ikut mendakwahkan ajaran yesus kepada santri-santrinya. Cukup berhasil karena sebulan kemudian pesantren itu ditutup dan jadilah mereka kafir. – Astagfirullahal adzhimi –

Aksi saya dan teman-teman tidak berhenti sampai disitu, keberhasilan saya mengkafirkan seorang kyai diumur yang masih belia cukup disambut oleh rekan-rekan. Bahkan sampai-sampai urusan dunia dipenuhi oleh antek-antek misionaris. Rumah , mobil, dan semua terpenuhi yang membuat saya semakin bergairah menyesatkan ummat ( Naudzbillah min dzalik ). Hal-hal yg kami lakukan dalam menyesatkan ummat banyak sekali diantaranya, kami mengirimkan sebagian untuk beroperasi disekolah-sekolah, kampus-kampus, jangan heran jika kalian dapati orang berjilbab lebar dikampus yang ternyata mereka adalah misionaris, jangan heran juga jika sekiranya 50 orang kurang lebih mereka pasti ada di berbagai kampus universitas baik negeri maupun swasta, hal ini masih biasa, hal yang tidak bisa kita nalarkan pemalsuan kitab suci Al-Qur’an, kami menghampiri berbagai toko buku dengan alasan mengganti dengan Al-Qur’an yang baru berikut terjemahannya ( secara gratis ) untuk memudahkan belajar padahal didalamnya telah kami sisipkan berbagai ayat-terjemahan yang menyesatkan ,seperti ayat imamat, judas, mukminin dll. Cukup sempurna misi kami. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun ribuan orang yang telah kami kafirkan dari berbagai kota di negeri ini ( astaghfirullahal-adzimi ).

Kalian pasti bertanya, Apa yang kita dapatkan ???? Tidak ada. . .tidak ada yang kami dapatkan kecuali kepuasan, kenapa karena kami ( misionaris ) sangat benci Islam terlebih Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam yang sangat mulia. Kami beranggapan megkafirkan ummat muslim adalah sebagai pembalasan terhadap baginda yang sangat mulia Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Karena semakin sesat ummatnya semakin sedihlah beliau rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Rasa sakit beliau yang dialami adalah kebanggan bagi kami. ( Astahfirullahal Adzhmi )

Perdebatan dengan Sang Kakak ( Akbar Al-Magethy )

Aksi menyesatkan ummat muslim yang saya lakukan mungkin terdengar oleh keluarga yang di madinah atau mungkin kedatangan mereka ke Indonesia hanya sekedar untuk dakwah. Saya ingat waktu itu saya jemput mereka di bandara juanda dengan sopirku, maklum masih umur 16 tahunan belum dapat SIM ( jangan dibaca Surat Ijin Menyesatkan ummat ). Mereka hanya bertiga kak reayan, kak akbar dan adik syafa. Cukup kaget melihat kehadiran mereka kembali apalagi kedua kakakku yang saya anggap waktu itu norak, bagaimana tidak penampilan mereka seperti kampungan, apakah mereka dimadinah orang tidak punya ? miskinkah keluargaku disana ? hingga pakaian mereka aneh bin muhal. Yang lebih aneh lagi kakakku ( Akbar ) dia membawa sebilah pedang ditutupi kain putih,seingatku dulu itu. Penasaran akhirnya saya tanyakan untuk apa barang yang ditutupin kain putih ( pedang ), Dia menjawab untuk mencari darah yang halal untuk dikorbankan, mungkin dia hanya becanda, tapi cukup merinding mendengarnya, apalagi saya baru 2 kali bertemu dengan kakakku ini, jadi tidak tahu bagaimana karakter dan sifatnya.

Hari selanjutnya kami jalani bersama-sama, banyak perubahan yang mereka lakukan dalam rumah yang awalnya ada gambar-gambar bernyawa, patung yesus-kristus mereka buang, tapi bagi saya tidak masalah karena tujuanku hanya satu yaitu “ mengkafirkan mereka “. Semenjak kedatangan mereka suasana rumah, apalagi hati saya merasa tenang keseharian yang mereka lakukan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, sebenarnya saya risih n gelisah tapi lama-kelamaan terbiasa terlebih lagi yang membacanya adikku syafa, subhanallah saya merasakan batin ini tenteram . hah….yang namanya setan selalu ada, bisikan-bisikan terus menghantuiku. Yang harusnya mungkin dapat hidayah tertunda krn bisikan Iblis Laknatullahi.

Bulan ramadhan, bulan suci buat ummat islam. Selalu menggema ayat-ayat suci Al-Qur’an baik dalam masjid dan dirumah. Saya merasa terasingkan saat yang lain melantunkan ayat-ayat indah itu, saya hanya bisa melamun dan berfikir rencapa apa yang bisa saya lakukan untuk mengkafirkan mereka, keluarlah saran iblis menyuruh saya untuk melakukan perdebatan secara tertutup. Selesai mereka tadarus saya beranikan diri untuk beramah – tamah , dan pada akhirnya saya mengajak salah satu dari mereka untuk berdebat. Mereka siap tapi saya sadar tidak bisa jika dilakukan disini, maka dari itu saya ajak mereka untuk berdebat di markaz dengan alasan sekalian memberikan kebenaran kepada kami ( misionaris ). Singkatnya mereka bersedia setelah istikharah dilakukan. Berangkatlah saya beserta kakakku ( akbar ) ke markaz yang belum terjamah oleh orang asing kecuali hanya yang dikenal saja. Kenapa hanya sendirian ? tidak khawatirkah dia ? bagaimana dia percaya dengan kami ? cukup mudahkah saya mengkafirkan kakakku ? ternyata tidak. . .

Perdebatan berlangsung antara saya dan teman-teman dengan kakakku di markaz yang kesemuanya adalah misionaris. Saya sangat dikagetkan penjelasan kakak tentang, Rukun Islam dalam Bible Injil, penyebutan nama Muhammad dalam kitab para nabi ( Injil, taurat, dzabur, perjanjian lama, perjanjian baru ), ramalan kedatangan Muhammad shallallhu’alaihi wa sallam, Surat keputusan yesus diangkat tuhan oleh paulus Laknatullahi, tentang jaminan surga dimana pengikut yesus yang selamat hanya 144ribu orang saja, dan masih banyak yang kakak uraikan dan hal itu hanya bersumber dalam Bible Injil. Sebenarnya hal ini harusnya tidak meruntuhkan iman saya sebagai seorang misionaris sejati karena kami memang dididik anti Dalil. Kami sadar yesus bukanlah tuhan, kami sadar paulus hanya berdusta atas nama yesus. Tapi kenapa kita ga’ sadar-sadar bahwa islam adalah agama yang benar, Allah adalah satu-satunya tuhan dan Muhammad adalah nabi akhir zaman ? kebencian kita terhadap islam, hawa nafsu kita yang berlebihan hingga menutup mata hati kita. Entah mengapa saya merasakan iman saya goyah, semua dalil Al-Qur’an dan beberapa Hadist yang saya paparkan dengan sedikit penyimpangan tidak bisa menggoyahkan kakak, bahkan beliau jawab dengan ilmiah, beliau jelaskan dengan sangat tenang. . . subhanallah…Inikah hidayah akan datang ??? dasar Iblis laknatullahi, ada saja yang mereka bisikkan untuk menyesatkan saya….Gagal lagi hidayah yang saya dapatkan…

Pembakaran Ayat Suci Al-Qur’an. Dan Datangnya Hidayah

Pusing saya berfikir tentang perdebatan itu, sesampainya dirumah bukannya malah tenang mendengar adik melantunkan ayat suci Al-Qur’an jusru amarah nafsu ini tidak bisa ditahan lagi. Ada rencana untuk membakar Al-Qr’an yang setiap hari dibacanya. Kira-kira pertengahan ramadhan, kakak-kakakku mendapatkan tugas untuk mengisi kajian-kajian, disitulah saya hanya berdua dengan adikku, tidak ada keinginan lagi untuk menghasut lagi mengkafirkan adikku yang ada dalam pikiran yaitu membakar Al-Qur’an agar ayat-ayatnya tidak bisa terdengar lagi, aneh tidak biasanya saya bersikap seperti ini padahal saya juga sering mendengar bacaan ini bahkan tiap hari, tapi kenapa adik yg masih berumur 10 tahunan yang membacanya menjadi gelisah, seakan ada kekuatan tersendiri jika dia yang melantunkannya.

Tiba suatu hari kakak mengajaknya jalan-jalan. Kalau tidak salah ini hari ke 17 ramadhan. Biasanya tiap kemana-mana AlQur’an itu dia bawa, entah lupa atau memang ini sudah jalan hidayah , entahlah. . .Al-Qur’an sudah dalam genggaman, saya perhatikan dengan al-Qur’an milik kakak ko’ lain. Kenapa Al-qur’an adik tak berharkat dan sepertinya hanya tulisan tangan. Tanpa piker panjang saya bakar semua Al-Qur’an itu ( setannya sudah ga’ sabar ), padahal awalnya saya hanya punya niatan membakar kepunyaan adek. Lega perasaanku waktu itu,saya bawa untuk memejamkan mata, terdengar adzan azhar. Kemudian datanglah sodara-sodaraku. Sampai waktu maghrib mereka belum sadar bahwa Al-Qur’an telah saya bakar. Sehabis sholat tarawih seperti biasa mereka tadarus dimasjid setempat kecuali adikku syafa, dia hanya mengaji dirumah.

Lama saya lihat adekku yang manis tuh mondar-mandir di dalam rumah, saya tahu dia sedang mencari Al-Qur’an-nya. Mungkin karena lelah dia segera ambil wudhu’ dan duduk menghadap kiblat. Kemudian dia melantunkan Ayat-Ayat suci tanpa Al-Qur’an didekatnya. Kaget . . .Takjub. . .Apakah dia menghafalnya kitab setebal itu ? bagaimana bisa di umurnya yang masih 10 tahun ? kali ini bisikan setan tidak bisa mempengaruhiku, saya dengarkan dengan hikmah, saya akui selama ini jika adikku baca Al-Qur’an hati ini tenang, sampai akhirnya saya tertidur dengan sendirinya di sofa.

Saya merasakan ada sesuatu yang bergerak, saya buka mata perlahan-lahan ternyata adikku menyelimutiku, tanpa saya duga dia juga mencium keningku. Sambil dia bisikkan “ Laa Ilaaha Illallahu MuhammadRasulullah “ , meneteslah air mataku, saya merasakan getaran hati yang sebelumnya saya rasakan. Saya perhatikan dia dari kejauhan masih mencari Kitabnya. Merasa bersalah. . bersalah. .saat itulah saya putuskan untuk jujur padanya.

Hidayah Keajaiban Surat Al-Isra’

Ramadhan hari ke 18, saya lihat adikku duduk bersama kak akbar dan kak reayan bercanda, entah kenapa saya senang melihat keakraban mereka, saya bertekad untuk jujur mengatakannya bahwa Al-Quran-nya telah saya bakar. Keberanian itu hilang, saya teringat dengan kakakku Akbar perkataannya bahwa dia mencari darah halal untuk dikorbankan, saya urungkan niat saya. Jujurnya saya takut dengan kakakku yang satu ini meskipun murah senyum tapi kelihatannya canda dia serius. Lebih baik nunggu waktu yang tepat.

Akhirnya, kakak-kakakku pergi untuk mencari nafkah . kesempatan ini tidak saya sia-siakan, menghampirinya kemudian membuat suasana lebih akrab. Karena memang baru kali ini saya bisa mengobrol banyak dengan adikku. Kuberanikan diri untuk mengatakan bahwa Al-Qur’an-nya telah saya bakar di samping rumah. Reaksi dia langsung lari mencari Al-Quran-nya sekembalinya dia hanya mendapatkan potongan ayat. Sambil dia meneteskan airmata “ ini adalah satu-satunya pemberian abi semasa abi hidup, ini Al-Qur’an ditulis abi sendiri untuk pipit mbak “ airmata itu semakin menjadi tapi anehnya tidak ada kemarahan dalam dirinya. Saya tidak tega melihatnya menangis, saya dekati dia kemudian memeluknya. “ Maafkan saya dek “ hanya itu yang bisa saya katakan. “ Al-Qur’an ini pemberian Abi semasa hidupnya “ berulang kali dia mengatakannya. “ Al-Qur’an ini teman pipit mbak, Asal mbak tau Al-Qur’an akan selalu ada dalam hati pipit, Mbak bakar atau buang tetap ayat-ayatnya ada dalam hati pipit “ itulah yang saya ingat sampai sekarang kata-katanya, akhirnya dia meninggalkanku sendirian di depan teras rumah. Saya penasaran dengan potongan ayat yang tidak terbakar itu, tanpa berfikir panjang saya langsung ke Toko buku untuk mencari Al-Qur’an terjemahan.

Berjam-jam saya cari tidak ketemu-ketemu, merasa putus asa saya minta bantuan salah seorang disampingku, mungkin karena melihat pakaian lengkap dengan attribute gereja, mereka mengerti dan berusaha mencari-cari ayat apakah itu. Karena tidak berharkat dan memang itu tulisan tangan mungkin tidak jelas dan paham. Berjam-jam sudah mencari akhirnya ketemu juga…ternyata ayat itu adalah “ AL-ISRA’ AYAT 111 “ Saya baca terjemahannya “Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.”

Membaca ayat itu secara tiba-tiba saja tersentak, saya bawa pulang Al-Qur’an terjemahan itu, sesampainya dirumah saya cari adekku. Saya dapati dia sedang duduk sendiri, tak ada keraguan untuk mendekatinya. “ tolong bacakan surat Al-Isra’ dari awal sampai akhir “ sambil saya berikan Al-Quran yang saya pegang. Dia buka surat Al-Isra’ kemudian dia membacanya dengan terjemahannya. Subhanallahu tanpa sengaja air mata ini menetes tiada hentinya. Selesai adikku membaca ayat tersebut, saya mantabkan hati ini untuk dituntun membaca kedua kalimat syahadat.

Ramadhan dan Iedul fitri di Madinah

25 ramadhan, setelah semua keluarga mendengar ke Islaman-ku saya beserta kakakku ( putrid Efsan ) dibawa ke madinah, sesampainya disana tambah tenanglah hati saya. Disanalah saya menjalani kehidupan selanjutnya sampai iedul fitri tiba. Banyak kejadian-kejadian yang penuh hikmah selama saya disana yang tidak bisa saya tulis karena tebatasnya ruang dan waktu. Termasuk perjalanan I’tikaf beserta kakakku ( putri Efsan ).

Begitulah perjalananku mungkin tidaklah menarik seperti apa yang kalian kira karena memang ini bukanlah cerpen yang bisa meninabobokan, mudah-mudahan apa yang saya tulis bermanfaat. Selama ini saya tidak ada keberanian untuk menuis kisah hidupku karena beberapa factor, tapi entah mengapa saya memberanikan diri. Silahkan yang mau menghujat atas kelakuanku terhadap agama kalian. . . Tapi perlu kalian tahu sekarang bahwa saya adalah seorang muslimah. Nikmat terbesar yang pernah saya dapatkan sepanjang hidupku adalah“ ISLAM “ – I LOVE ISLAM -

Jazakumullahu khairon

Dari sahabatmu yang berlumur dosa

Thiffal Izzah Ramadhani
http://bloghidayah.wordpress.com/2011/09/20/kisah-mantan-missionaris-mendapat-hidayah/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar