<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868</id><updated>2012-01-31T19:43:52.640+07:00</updated><category term='Luar Negeri'/><category term='Dakwah'/><category term='Indonesia'/><title type='text'>KISAH-KISAH PENCERAHAN</title><subtitle type='html'>Hidayah Bisa Datang Darimana Saja, Walaupun Anda Tidak Menginginkannya</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>395</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-4285866651242214145</id><published>2012-01-18T09:37:00.000+07:00</published><updated>2012-01-18T09:37:07.494+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Genne Netto : Mencari Tuhan menemukan Allah</title><content type='html'>al-islahonline.com :&lt;br /&gt;Dalam Islam hanya Tuhan yang bisa mengampuni dosa, bukan Pendeta atau Pastor&lt;br /&gt;Saya tidak diusir, tidak dimusuhi dan tidak dikeluarkan dari keluarga saya. Keluarga juga tidak pernah menyatakan kata buruk tentang Islam di depan saya. Hanya saja saya dianggap “gila”. Tidak apa apa. Nabi Muhammad (s.a.w.) juga dianggap “gila” oleh kaum Quraisy jadi saya tidak boleh sakit hati karena sebenarnya enak kalau bisa masuk kategori yang sama dengan Nabi (s.a.w.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut penuturan beliau :&lt;br /&gt;Nama saya Genne Netto, sejak tahun 1995 saya telah menetap di Jakarta, Indonesia, dan pada saat saya bertemu dengan orang baru, mereka selalu penasaran tentang latar belakang saya. Mereka ingin tahu tentang bagaimana saya bisa belajar bahasa Indonesia dengan baik, pindah ke Indonesia dan akhirnya masuk Islam. Lewat bab ini, saya ingin menjelaskan latar belakang diri saya dan bagaimana caranya saya menjadi tertarik pada Islam. :foto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kecil dan mencari tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lahir di kota Nelson, sebuah kota kecil di Pulau Selatan di Selandia Baru (New Zealand) pada tanggal 28 April, tahun 1970. Bapak dan ibu saya bertemu di Nelson, menikah dan mendapat tiga anak; saya nomor dua. Bapak berasal dari Birma (yang sekarang dinamakan Myanmar) dan setelah Perang Dunia II, kakek saya pindah ke Selandia Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu lahir di Selandia Baru dan leluhurnya adalah orang Inggris dan Irlandia. Ibu dibesarkan di sebuah perternakan domba dan sapi di pulau selatan Selandia Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia kecil saya sudah merasa kurang betah di Selandia Baru. Keluarga saya beragama Katolik dan Ibu saya berkulit putih tetapi saya masih merasa berbeda dengan orang lain. Kakak dan adik saya mendapatkan mata biru dan rambut coklat yang membuat mereka lebih mirip dengan orang berkulit putih yang lain. Tetapi mata saya berwarna coklat-hijau dan rambut saya hitam, dan hal itu memberi kesan bahwa saya bukan orang berkulit putih asli. Jadi, saya orang mana? Orang barat? Atau orang Asia? Saya sudah mulai merasa tidak betah dan oleh karena itu saya berfikir banyak tentang dunia dan siapa diri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membesar terus dan berfikir terus tentang berbagai macam hal, terutama tentang agama, dunia dan alam semesta. Seringkali saya melihat bintang dan dalam kesunyian larut malanm saya berfikir tentang luasnya alam semesta dan bagaimana diciptakan. Dari umur 9 tahun saya mulai membaca buku tentang agama dan topik serius yang lain. Saya ingin tahu segala-galanya: agama, dunia, budaya, sejarah, alam semesta… semuanya! Seingat saya, hanya saya yang tertarik pada dinosaurus pada usia itu. Teman-teman saya yang lain tidak mau tahu tentang dinosaurus karena saat itu film Jurassic Park belum muncul. Hanya saya yang sering membaca tentang topik serius seperti pembuatan piramida, agama Buddha dan Hindu, sejarah dunia, luasnya alam semesta dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti anak kecil yang lain, saya juga diajarkan agama oleh orang tua saya, karena mereka sebelumnya juga diajarkan oleh orang tua mereka. Di dalam ajaran agama Katolik ada banyak hal yang membingungkan saya. Setiap saya bertanya tentang Tuhan dan agama Kristen, saya seringkali mendapat penjelasan yang tidak memuaskan. Saya menjadi bingung dengan konsep Trinitas, di mana ada Tuhan, Yesus, dan Roh Kudus, dan semuanya Tuhan tetapi Tuhan hanya satu. Tuhan menjadi manusia, dan manusia itu mati, tetapi Tuhan tidak bisa mati, tetapi manusia itu adalah Tuhan. Saya menjadi bingung dengan pastor yang mengampuni dosa orang dengan mudah sekali tanpa bicara kepada Tuhan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau pastor salah dan dosa saya belum diampuni? Apakah saya bisa mendapatkan bukti tertulis dari Tuhan yang menyatakan bahwa saya sudah bebas dari dosa? Bagaimana kalau saya bertemu dengan Tuhan di hari akhirat dan Dia menyatakan bahwa dosa saya belum diampuni? Kalau saya berprotes dan menunjuk pastor yang meyakinkan saya bahwa tidak ada dosa lagi, Tuhan cukup bertanya “Siapa menyuruh kamu percaya pada omongan dia?” Siapa yang bisa menyelamatkan aku kalau pastor keliru dan dosa aku tetap ada dan dihitung oleh Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai berfikir tentang bagaimana saya bisa mendapatkan penjelasan tentang semua hal yang membingungkan saya. Akhirnya jalan keluar menjadi jelas: saya harus bicara empat mata dengan Tuhan! Hanya Tuhan yang bisa menjawab semua pertanyaan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, saya menunggu sampai larut malam. Saya duduk di tempat tidur dan berdoa kepada Tuhan. Saya menyuruh Tuhan datang dan menampakkan diri kepada saya supaya saya bisa melihat-Nya dengan mata sendiri. Saya menyatakan bahwa saya siap percaya dan beriman kepada Tuhan kalau saya bisa melihatnya sekali saja dan mendapatkan jawaban yang benar dari semua pertanyaan saya. Kata orang, Tuhan bisa melakukan apa saja! Kalau benar, berarti Tuhan juga bisa muncul di kamar saya pada saat disuruh muncul. Saya berdoa dengan sungguh-sungguh dan menatap jendela di kamar, menunggu cahaya Tuhan masuk dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menunggu lama sekali. Sepuluh minit. Lima belas minit. Mana Tuhan? Kata orang, Tuhan Maha Mendengar, berarti sudah pasti mendengarkan saya. Saya menunggu lagi. Melihat jendela terus. Menunggu lagi. Kenapa Tuhan belum datang? Barangkali Dia sibuk? Kena macet? Saya melihat jendela lagi. Setelah menunggu sekian lama dan benar-benar memberi kesempatan kepada Tuhan untuk muncul. Tetapi Tuhan ternyata sibuk pada malam itu dan Dia tidak hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu membuat saya bingung. Bukannya saya sudah berjanji bahwa saya akan percaya kepada-Nya kalau Dia membuktikan bahwa Diri-Nya benar-benar ada? Kenapa Dia tidak mau menampakkan Diri kepada saya? Bagaimana saya bisa percaya kalau saya tidak bisa melihat-Nya? Saya menangis dan tidur. Besoknya saya berdoa lagi dengan doa yang sama. Hasilnya pun sama: Tuhan tidak datang dan saya menangis lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan contoh logika seorang anak kecil. Dalam pengertian seorang anak, apa yang tidak terlihat, tidak ada. Apalagi sesuatu yang begitu sulit didefinisikan seperti konsep “tuhan”. Pada saat itu, terjerumus dalam kebingungan, saya memutuskan untuk tidak percaya kepada Tuhan dan menyatakan diri “ateis” (tidak percaya kepada tuhan mana saja). Saya memberitahu kepada Tuhan bahwa saya sudah tidak percaya kepada-Nya. Dan saya memberitahu Tuhan bahwa Dia memang tidak ada dan semua orang yang percaya kepadanya adalah orang bodoh saja yang hanya membuang waktunya. (Dalam kata lain, saya ngambek terhadap Tuhan.) Di dalam hati, saya berbicara kepada Tuhan dengan suara yang keras supaya Dia bisa mendengar dengan jelas pernyataan saya bahwa Tuhan tidak ada!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari-hari yang berikut, saya memberi waktu kepada Tuhan untuk datang dan minta maaf karena tidak sempat datang dan menampakkan diri pada hari sebelumnya. Saya sudah membuat pernyataan yang jelas. Tuhan semestinya mendengar pernyataan saya itu dan memberi tanggapan. Tetapi tidak ada tanggapan dari Tuhan. Akhirnya saya mencapai kesimpulan bahwa Tuhan itu memang tidak ada. Sudah terbukti. Kalau ada Tuhan, Dia pasti akan mendengar doa saya dan menampakkan diri. Kenyataan bahwa Tuhan tidak menampakkan diri membuktikan bahwa Tuhan tidak ada!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersekolah terus dan sembunyikan kenyataan bahwa saya tidak percaya kepada Tuhan. Kalau ada yang menanyakan agama saya maka saya menjawab “Katolik” saja. Selama SD, SMP, dan SMA saya belajar terus tentang dunia tetapi sudah malas mempelajari agama secara serius, kecuali untuk mencari kekurangannya, karena saya menanggap agama itu sesuatu yang membuang waktu saja tanpa membawa hasil. Kebetulan, setelah lulus SMA, orang tua saya memutuskan untuk berpindah ke Australia. Kebetulan, saya memutuskan untuk ikut juga daripada tetap di Selandia Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Australia, saya berusaha untuk masuk kuliah Psikologi di Universitas Queensland pada tahun 1990. Saya mau menjadi seorang psikolog anak. Kebetulan, lamaran saya itu tidak diterima karena nilai masuk saya kurang tinggi. Sebagai pilihan kedua, saya ditawarkan kuliah Pelajaran Asia di Universitas Griffith. Di Australia, seorang siswa yang tidak diterima di fakultas pilihan pertamanya, akan ditawarkan fakultas atau universitas yang lain. Setelah satu tahun, dia bisa pindah kembali ke pilihan pertamanya asal nilainya bagus. Kebetulan, saya menerima tawaran untuk masuk Fakultas Pelajaran Asia dengan niat akan pindah ke Fakultas Psikologi setelah satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan, di dalam Fakultas Pelajaran Asia pada tahun pertama semua siswa wajib mengambil mata kuliah Bahasa Asia. Ada pilihan Bahasa Jepang, Cina, Korea, dan Indonesia. Kebetulan, saya memilih Bahasa Indonesia karena sepertinya paling mudah dari yang lain. Saya hanya perlu mengikuti mata kuliah itu selama satu tahun saja jadi sebaiknya saya mengambil yang termudah. Kebetulan, dalam waktu enam bulan, nilai saya sangat baik, termasuk yang paling tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba kami diberitahu ada 3 beasiswa bagi siswa untuk kuliah di Indonesia selama 6 bulan. Saya tidak mengikuti seleksi karena berniat pindah fakultas pada akhir tahun. Tiga teman dipilih. Kebetulan, salah satunya tiba-tiba menyatakan ada halangan dan dia tidak bisa pergi ke Indonesia. Proses seleksi dibuka lagi. Ada seorang dosen yang memanggil saya dan bertanya kenapa tidak mengikuti seleksi dari pertama kali. Saya jelaskan niat saya untuk pindah fakultas pada akhir tahun pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyatakan “Gene, kemampuan kamu dalam bahasa Indonesia sudah kelihatan. Kenapa kamu tidak teruskan saja Pelajaran Asia. Dalam waktu 2 tahun kamu sudah selesai. Belum tentu kamu senang di bidang psikologi, tetapi sudah jelas bahwa kamu ada bakat bahasa. Coba dipikirkan kembali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya memutuskan untuk meneruskan pelajaran saya di Fakultas Pelajaran Asia itu dan mengikuti proses seleksi untuk beasiswa tersebut. Kebetulan, setelah proses selesai, saya dinyatakan menang dan akan diberangkatkan ke Indonesia pada tahun depan (1991). Sekarang saya menjadi lebih serius dalam pelajaran saya karena sekarang ada tujuan yang lebih jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam hanya Tuhan yang bisa mengampuni dosa, bukan Pendeta atau Pastor&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Pada suatu hari diadakan acara barbeque (makanan panggang) untuk Klub Indonesia. Semua orang Indonesia di kampus diundang untuk bergaul dengan orang Australia yang belajar tentang Indonesia. Pada saat saya sedang makan, ada orang Indonesia yang datang dan kebetulan dia duduk di samping saya. Dia bertanya “Kamu Gene, ya?” Ternyata dia pernah dengar tentang saya dari seorang teman. “Apakah kamu pelajari agama Islam, Gene?” Saya jelaskan bahwa memang ada mata kuliah tentang semua agama di Asia termasuk agama Islam. “Apakah kamu juga tahu bahwa dalam Islam hanya Tuhan yang bisa mengampuni dosa? Tidak ada pendeta atau pastor yang boleh mengampuni dosa orang!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya begitu kaget, saya berhenti makan dengan hotdog di tengah mulut. Saya suruh dia menjelaskan lebih mendalam lagi. Ini bukan sebuah kebetulan! Inilah sebuah jawaban yang telah saya cari selama 10 tahun. Di dalam Islam hanya Tuhan yang berhak mengampuni dosa. Apakah mungkin di dalam agama Islam ada logika dan ajaran yang bisa saya terima? Apakah mungkin ada agama yang benar di dunia ini? Dari semua kebetulan yang membawa saya ke titik itu, tiba-tiba semuanya terasa sebagai sesuatu yang terencana, dan sama sekali tidak terjadi secara tidak sengaja. Yang saya lihat adalah serangkaian kebetulan yang membawa saya ke kampus itu dan bahasa Indonesia. Tetapi dari pandangan orang yang percaya kepada Allah, tidak ada kebetulan sama sekali di dunia ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari saat itu saya mulai mempelajari dan menganalisa agama Islam secara mendalam. Saya mulai membaca buku dan mencari teman dari Indonesia yang beragama Islam. Secara pelan-pelan saya mempelajari Islam untuk mencaritahu apakah agama ini benar-benar masuk akal atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1991, saya dan dua teman kuliah menjalankan beasiswa untuk kuliah di Indonesia. Saya belajar di Universitas Atma Jaya di Jakarta dan kedua teman yang lain itu dikirim ke Salatiga dan Sulawesi. Pada saat saya di Atma Jaya (sebuah universitas Katolik), sebagian besar teman saya adalah orang Islam. Kenapa bisa begitu? Memang ada orang Islam yang kuliah di Atma Jaya, dan saya merasa sudah paham semua kekurangan yang ada di dalam agama Kristen, jadi saya tidak tertarik untuk bergaul dengan orang yang beragama Kristen. Saya lebih tertarik untuk menyaksikan agama Islam dan pengikutnya dan oleh karena itu saya menjadi lebih dekat dengan beberapa orang yang beragama Islam. Kalau ada teman yang melakukan sholat, saya duduk dan menonton orang itu dan memikirkan tentang apa yang dia lakukan dan kenapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kembali ke Australia setelah 6 bulan di Jakarta, saya menjadi salah satu siswa yang bahasa Indonesianya paling lancar di kampus. Oleh karena itu, saya sering bergaul dengan orang Indonesia. Secara langsung dan tidak langsung saya pelajari agama Islam terus. Saya membaca buku dan berbicara dengan orang Indonesia di mana-mana. Setelah selesai kuliah Bachelor of Arts, saya mengambil kuliah tambahan selama satu tahun di fakultas pendidikan untuk menjadi guru bahasa. Pada saat yang sama saya mengikuti seleksi untuk beasiswa kedua, kali ini dari Perkumpulan Wakil Rektor Australia (Australian Vice Chancellors Committee). Beasiswa ini hanya untuk satu orang per bagian negara dan, kali ini, saya bebas memilih lokasi kuliah di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, saya terpilih, dan mendapatkan beasiswa untuk kuliah satu tahun di Universitas Indonesia. Setelah selesai kuliah tambahan di Fakultas Pendidikan, Universitas Griffith, pada tahun 1994 saya berangkat sekali lagi ke Jakarta untuk belajar di Fakultas Sastra di UI. Selama satu tahun di UI, seperti waktu saya ada di Atma Jaya, saya bergaul terus dengan orang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Februari, tahun 1995, saya duduk sendiri di lantai pada tengah malam dan menonton shalat Tarawih, tayangan langsung dari Mekah. Saya melihat sekitar 3-4 juta orang melakukan gerakan yang sama, menghadap arah yang sama, mengikuti imam yang sama, berdoa dengan ucapan yang sama, berdoa kepada Tuhan yang sama. Saya berfikir: Mana ada hal seperti ini di negara barat? Orang yang berkumpul untuk pertandingan bola yang paling hebat di dunia cuma beberapa ratus ribu. Tidak pernah ada orang sebanyak ini berkumpul si suatu tempat untuk menonton bola, mengikuti suatu pertandingan, atau bahkan mendengarkan Paus bicara. Ini benar-benar luar biasa! Dan tidak ada tandingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama satu tahun itu saya teruskan pelajaran agama saya. Tidak secara formal atau serius, tetapi dengan memantau dan mencermati. Kalau ada ceramah agama di TV, dari Kyai Zainuddin MZ atau Kyai Anwar Sanusi dan sebagainya, maka saya mendengarkannya dan memikirkan maknanya. Dan secara pelan-pelan saya mendapatkan ilmu agama dari berbagai macam sumber. Pada akhir tahun 1995 itu saya sudah merasa sulit untuk menolak agama Islam lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang bisa saya salahkan dalam ajaran agama Islam karena memang Islam didasarkan logika. Semua yang ada di dalam Islam mengandung logika kalau kita mau mencarinya. Apa boleh buat? Saya mengambil keputusan untuk masuk Islam. Akan tetapi, saya seharusnya kembali ke Australia dan mengajar di sekolah di sana. Saya mulai berfikir tentang bagaimana saya bisa mempelajari agama Islam di sana? Ada masjid di mana? Dari mana saya bisa mendapatkan makanan yang halal? Dari mana saya bisa mendapatkan guru agama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya saya akan sulit hidup sebagai orang Islam kalau harus hidup di luar negeri. Kalau saya mau menjadi orang Islam dengan benar maka saya harus menetap di Indonesia untuk belajar. Akhirnya saya mengambil keputusan untuk menetap di Indonesia dan masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kembali ke Australia dan pamit dengan orang tua. Saya memberitahu mereka bahwa saya mau kerja di Indonesia untuk beberapa waktu. Ibu berpesan: “Silahkan kembali ke Indonesia, tapi jangan masuk Islam, ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pandangan orang barat, Islam tidak bagus jadi wajar kalau Ibu menyuruh saya untuk menjahui sesuatu yang dianggap buruk. Saya lupa kapan saat persisnya saya memberitahu orang tua bahwa saya sudah masuk Islam. Kalau tidak salah, saya sudah kembali ke Indonesia, mendapatkan pekerjaan, masuk Islam, dan sudah mulai sholat, sebelum saya memberitahu mereka. Tentu saja mereka menanggap bahwa saya kehilangan akal. Tetapi alhamdulillah, mereka masih berbuat baik kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak diusir, tidak dimusuhi dan tidak dikeluarkan dari keluarga saya. Keluarga juga tidak pernah menyatakan kata buruk tentang Islam di depan saya. Hanya saja saya dianggap “gila”. Tidak apa apa. Nabi Muhammad (s.a.w.) juga dianggap “gila” oleh kaum Quraisy jadi saya tidak boleh sakit hati karena sebenarnya enak kalau bisa masuk kategori yang sama dengan Nabi (s.a.w.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1995, saya telah menetap di Jakarta dan bekerja sebagai seorang guru bahasa Inggris. Saya belum ada niat untuk kembali hidup di tengah-tengah orang kafir. Saya berniat untuk menetap di sini terus (selama belum diusir) dan mempelajari agama Islam dengan sebaik-baiknya. Banyak orang asing menanggap saya aneh karena mau menetap di negara yang miskin, kotor, penuh dengan korupsi dan sebagainya. Mereka itu memiliki pandangan yang keliru. Komentar mereka benar, tetapi saya juga melihat masjid, orang yang sholat, adzan, Al Qur'an di rumah orang, makanan yang halal, anak-anak yang tidak mau bezina atau menjadi mabuk, dan banyak hal yang lain yang jauh lebih besar manfaatnya. Oleh karena itu, semua kekurangan yang disebut-sebut oleh orang kafir itu menjadi tidak bermakna dan kurang terasa. Keindahan Islam bisa menutupi semua kekurangan yang diciptakan oleh manusia di negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Alhamdullilah, di sini saya mendapatkan teman-teman yang terbaik di dunia. Belum pernah saya mendapatkan teman seperti teman yang saya jumpai di sini. Bagi saya, persahabatan mereka adalah suatu hal yang sangat nikmat, apalagi saya harus tinggal di sini tanpa keluarga. Karena takut memalukan mereka, saya tidak akan sebutkan namanya. Semuanya memiliki kedudukan sebagai saudara di dalam hati saya. Mereka yang membantu saya sehari-hari untuk selalu ingat kepada Allah dan tidak menyimpang dari jalan yang benar. Mereka yang menjadi contoh konkret bagi saya tentang kehidupan seorang Muslim. Mereka yang menggantikan keluarga yang menganggap saya gila, karena teman-teman ini justru bangga dengan usaha saya untuk menjadi orang yang beriman. Sering ada orang bertanya “Kenapa kamu tidak pulang ke Australia dan berdakwa di sana?” Jawabannya adalah: belum tentu di sana ada orang yang mau mendengar kalau saya bicara, tetapi di sini, justru banyak yang tertarik karena jarang ada orang bule yang masuk Islam, menetap di sini dan bisa berbahasa Indonesia. (Secara kebetulan!) Saya juga tidak mau kembali ke sana karena dengan demikian, saya harus tinggalkan teman-teman saya di sini dan juga guru-guru agama saya. Semoga semua yang mereka lakukan untuk membantu saya belajar agama dibalas Allah swt. karena saya sama sekali tidak sangup menjadi orang baik tanpa bantuan terus dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga sisanya dari buku ini adalah sesuatu yang menarik bagi anda yang membacanya. Semoga lewat tulisan ini, semua yang saya pahami sebagai seorang Muslim di Indonesia akan menjadi bahan pikiran untuk kita semua. Perjuangan saya dari luar negeri sampai masuk Islam dan menetap di sini adalah sebagian dari rencana Allah. Saya belum tahu kenapa Allah membawa saya ke Indonesia dan memberi saya kelancaran dalam bahasa Indonesia. Apakah semua itu hanya untuk diri saya sendiri? Atau apakah ada tujuan Allah yang lebih luas yang belum saya pahami? Apa yang Allah inginkan dari saya? Apa yang bisa saya lakukan untuk ummat Islam dan Allah sebagi balasan terhadap semua nikmat yang telah Allah berikan kepada saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali, lewat buku ini, ada beberapa hamba Allah yang akan mulai memikirkan Islam dengan cara baru. Barangkali akan ada beberapa orang yang menjadi lebih dekat kepada Allah setelah membaca dan memahami pikiran saya. Saya bukan seorang ustadt. Saya bukan ahli agama. Yang bisa saya berikan kepada ummat Islam untuk membantu kita semua menjadi ummat teladan di dunia hanya sebatas komentar saja. Barangkali Allah memberikan saya kehidupan sampai sekarang supaya saya bisa bicara kepada anda lewat buku ini. Insya Allah ada tujuan Allah yang membawa hikmah buat ummat Islam lewat komentar saya ini. Saya juga mohon Allah mengangkat semua sifat sombong dan takkabur dari hati saya dan menjadikan saya seorang hamba Allah yang bermanfaat bagi Allah dan bermanfaat bagi ummat Islam. Amin amin ya robbal alamin. Semoga menjadi rahmat bagi kita semua (mualaf.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau sekarang ini aktif dalam kegiatan "Pengajian Mualaf Bule di daerah Kuningan". Yang bersangkutan Mr. Genne Netto tinggal di Jakarta, saat ini telah menjadi anggota milist mualafindonesia@yahoogroups.com bergabung dengan yang lainnya dalam membantu mualaf dan calon mualaf … Blogs ybs &lt;a href="http://genenetto.blogspot.com"&gt;http://genenetto.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-4285866651242214145?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/4285866651242214145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2012/01/genne-netto-mencari-tuhan-menemukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/4285866651242214145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/4285866651242214145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2012/01/genne-netto-mencari-tuhan-menemukan.html' title='Genne Netto : Mencari Tuhan menemukan Allah'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-1775734257693666736</id><published>2012-01-18T09:33:00.000+07:00</published><updated>2012-01-18T09:33:58.744+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Kisah Ketua Paderi Seluruh Sabah Masuk Islam</title><content type='html'>al-islahonline.com : Menjelang Perhimpunan Agung UMNO Mei 11 - 13 dan dengan gejala murtad terus bergolak agak elok perwakilan UMNO merenung kembali temuramah ekslusif oleh Jamilah Aini Mohd. Rafiei bersama Ustaz Tajuddin Othman Abdullah (Reverend Thomas Laiden), bekas Paderi Besar Gereja-Gereja Seluruh Sabah. BEKAS Paderi Besar Sabah, TAJUDDIN OTHMAN ABDULLAH, mengupas perbandingan yang cukup ilmiah di antara agama Islam dan Kristian berdasarkan pengkajian yang cukup mendalam lagi terperinci berasaskan pengalaman menjadi Paderi Besar Kristian selama 12 tahun. Apa yang dihuraikan beliau itu adalah iktibar buat mereka yang MURTAD DARI AGAMA ISLAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kristian menurut kitab Injil yang asal jika dikaji sedalam-dalamnya, maka jawapan akhir yang akan ditemui adalah ISLAM. Hakikat ini telah dibuktikan oleh ramai orang Kristian yang akhirnya mendapat hidayah Allah dan kemudiannya memeluk agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi apa yag paling menakjubkan kali ini, kita berpeluang berkongsi pengalaman hidup yang tiada tolok bandingannya bersama USTAZ TAJUDDIN OTHMAN ABDULLAH, seorang bekas paderi besar di seluruh Sabah, yang dilahirkan sebagai seorang Kristian dan menghabiskan sebahagian besar dalam hidupnya untuk belajar menjadi paderi. Beliau yang selama ini berada di tahap paling tinggi dan mulia sekali di Sabah kerana berkedudukan untuk mengampunkan segala dosa yang dilakukan oleh orang-orang Kristian Sabah, contohnya orang yang paling berpengaruh ketika itu, Pairin Kitingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalamannya sebagai Bekas Paderi di sekitar 80-an membuatkan beliau banyak mengetahui selok belok agama termasuk agama Islam. Setelah puas mengkaji, akhirnya Allah memberikan hidayah kepadanya dengan memilih Islam sebagai jalan hidup. Beliau kini bertugas di Majlis Agama Islam Melaka di bahagian Unit Kristianologi. Bersama seterusnya dengan JAMILAH AINI MOHD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAFIEI, turut hadir SUZILAWATI ROZAINOR ABBAS dengan jurufoto WAN ZAHARI WAN MOHD. SALLEH yang berdialog dengan beliau di Masjid Al-Azim (Negeri), Air Keroh, Melaka, baru-baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMASA KRISTIAN saya dikenali sebagai Paderi Thomas Laiden. Saya berasal dari Sabah dan berketurunan Solok. Agama asal saya ialah Roman Katholik. Saya mendapat pendidikan di Seminary Kepaderian Vatican Itali, iaitu institusi kepaderian terulung di Itali dan di dunia dengan dibiayai oleh Persatuan Kristian Sabah. Saya tamat pengajian pada tahun 1985 seterusnya bertugas sebagai paderi di Vatican. Seterusnya saya memohon untuk kembali ke negeri asal saya, iaitu Sabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1988 saya ditukarkan ke Sabah dan berkhidmat sebagai paderi. Saya bertugas di Gereja St. Mary dan Persatuan Gereja Roman Katholik Sabah seluruh Sabah yang berpusat di Kota Kinabalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga saya terlalu kuat berpegang pada agama Kristian. Itulah sebabnya bapa menghantar saya ke Vatican, dengan harapan agar saya menjadi seorang paderi yang dikira jawatan yang terlalu mulia. Saya mempunyai ramai adik-beradik tetapi kesemuanya perempuan. Saya adalah anak lelaki tunggal dalam keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa menjadi paderi, saya banyak membuat kajian mengenai agama Kristian, Buddha, Hindu dan Islam. Ketika itu saya tidak tahu langsung tentang keindahan dan kecantikan Islam dan tidak pernah terlintas di fikiran untuk ke situ. Tambahan pula saya dibesarkan di dalam keluarga yang kuat mengamalkan agama Kristian. Saya aktif bergiat dalam dakyah Kristianisasi yang cenderung kepada banyak buku-buku Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah banyak membuat kajian, saya terfikir apabila saya dilantik menjadi paderi, saya mendapat kesimpulan yang saya sudah mula meragui agama yang saya anuti. Konflik Diri Yang Tidak Terbendung, ianya ketara di sekitar 1988, apabila sebagai seorang paderi diberi tanggungjawab yang besar iaitu untuk mengampunkan dosa manusia. Timbul di fikiran saya bagaimana saya sebagai manusia biasa bisa mengampunkan dosa manusia lain sedangkan para Nabi dan Rasul yang diutuskan Allah, mereka ini tidak sanggup mengampun dosa manusia dan tidak mampu mengampunkan dosa manusia. Saya mula serius membuat kajian mengenai Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila saya diberi tanggungjawab mengampun dosa orang-orang Kristian seluruh Sabah, jadi masa itu saya rasakan seolah-olah agama ini sengaja direka-reka oleh manusia. Seterusnya pada tahun 1989 saya kembali ke Vatican untuk membuat Kursus Kepaderian di sana selama tiga tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog Dengan Pope John Paul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana saya telah berjumpa dengan ketua paderi tertinggi seluruh dunia iaitu Pope John Paul. Saya telah berdialog dengannya dan bertanya akan perkara yang memusykilkan saya sepanjang saya menjadi paderi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berkata kepadanya, "Paul, saya sekarang rasa ragu dengan agama yang kita ini". Dia terkejut dan bertanya, "Apa yang kamu ragukan?" Saya berkata, "Cuba John Paul fikirkan sendiri, kita ini seorang manusia biasa. Di negeri saya Sabah, di negeri saya sendiri setiap malam Ahad saya mengampunkan dosa orang Kristian yang beratus-ratus orang yang datang mengaku buat dosa. Mereka harap saya yang mengampunkan dosa mereka sedangkan para Nabi pun tidak pernah melakukannya." Beliau berkata, "Wahai Paderi Thomas, kamu ini dilantik menjadi seorang paderi, maka kamu ini seorang yang suci dan tidak mempunyai sebarang dosa," Saya katakan yang saya merasakan diri saya mempunyai dosa. Beliau seterusnya menyambung, "Memang kita manusia ini mempunyai dosa. Nabi Adam sendiri mempunyai dosa. Apabila seseorang yang telah dilantik menjadi paderi bermakna kamu ini telah dilantik oleh Jesus Christ. Jesus Christ tidak ada dosa maka kita sebagai paderi ini tidak mempunyai dosa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di situlah saya mula tidak percaya pada agama Kristian yang mengatakan ulamak-ulamak Kristian tidak mempunyai dosa. Saya katakan pada Paul yang ulamak Kristian itu pembohong. Dia terkejut lalu berkata, "Thomas, kamu telah dihantar hingga ke peringkat tertinggi untuk menjadi paderi, kenapa kamu berkata demikian. Cuba kamu jelaskan kenapa kamu kata agama Kristian pembohong".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyoalnya, "Jesus Christ itu Tuhan atau Nabi?" Beliau menjawab, "Dia Tuhan." "Saya bertanya kembali, Pernahkah orang nampak Tuhan? Bagaimana wujudnya Tuhan? Siapa Tuhan kita sebenarnya, Jesus Christ (Nabi Isa) atau Allah bapa? (Allah)." Beliau mengatakan Jesus itu Tuhan. Saya menyoal kembali, "Apa matlamat utama Jesus Christ diutus ke dunia?" Beliau menjawab, "Untuk menebus dosa bangsa manusia, semua bangsa dan agama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saya katakan padanya kenapa perlu ada paderi tukang ampun dosa jika Jesus Christ sudah menebus dosa semua manusia. Di situ dia mula pening dan terpinga sambil berkata, "Paderi Thomas awak ini telah dimasuki iblis sehingga berani mempertikaikan Kristian." Saya katakan padanya,"Kita seorang paderi yang suci, bagaimana iblis boleh masuk?" Saya juga katakan padanya saya mempunyai ibu-bapa dan adik-beradik, apabila ibu-bapa saya membuat dosa mereka mengaku di hadapan anak, kerana kedudukan saya ketika itu sebagai seorang paderi. Jadi saya terfikir bagaimana saya seorang anak boleh mengampunkan dosa ibu-bapa. Sepatutnya seorang anak yang meminta ampun dari ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 Rukun Kristian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas perdebatan itu Pope John Paul meninggalkan saya, sebagai seorang paderi beliau tidak boleh marah kerana marah merupakan satu dosa. Di dalam Kristian mempunyai tujuh rukun iaitu:-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i). Ekaristi Pembaptisan - seseorang yang ingin memeluk Kristian, mereka mesti dibaptiskan air suci.&lt;br /&gt;ii). Ekaristi Pengakuan - mengaku dosa di hadapan paderi&lt;br /&gt;iii) Ekaristi Maha Kudus - memakan tubuh Tuhan (Khusti kudus)&lt;br /&gt;iv) Ekaristi Minyak Suci - air suci&lt;br /&gt;v). Ekaristi Krisma - penerima ekaristi Maha Kudus layak menerima Krisma&lt;br /&gt;vi) Kristi Imaman - menjadi paderi&lt;br /&gt;vii). Ekaristi Perkahwinan - hanya untuk penganut awam (Paderi tidak menerima ekaristi ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air Suci (Holy Water)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kristian air suci atau lebih dikenali sebagai Holy Water, adalah paling bernilai sekali. Untuk menjadi seorang Kristian, seseorang perlu menjalani Ekaristi Pembaptisan iaitu meminum air ini. Ia diperolehi dari proses uzlah yang dijalani sebelum menjadi paderi. Jika tidak mempunyai akidah yang benar-benar kuat, akidah boleh rosak disebabkan air ini. Contohnya ialah seperti apa yang berlaku ke atas seorang doktor perempuan Melayu di Selangor. Setelah minum, beliau langsung tidak boleh mengucap, hatinya telah tertutup. Menurutnya beliau sudah tidak yakin lagi dengan agama lain kecuali Kristian sahaja kerana melalui Kristian beliau boleh melihat Tuhan Jesus yang turun setiap malam. Itulah permainan iblis. Sesiapa yang meminum air tersebut dapat melihat apa sahaja. Sebaik sahaja doktor tersebut meminumnya, akhirnya beliau memeluk Kristian. Saya pergi menemuinya, dia katakan kepada saya Islam tidak benar, hanya Kristian agama yang benar kerana umatnya boleh melihat Tuhan. Apabila saya tunjukkan air itu kepadanya sambil bertanya pernahkah beliau meminumnya. Beliau menjawab memang pernah meminumnya semasa beliau belajar di Indonesia; apabila pergi ke gereja beliau akan diberi minum air tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menyatakan kepada saya beliau akan hidup dan mati dalam Kristian. Saya membacakan kepadanya surah Al-Kahfi di samping memintanya mengamalkan surah tersebut setiap masa. Alhamdulillah ama-kelamaan keadaannya semakin pulih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah permainan sihir sebenarnya. Tidak siapa dapat melawan ilmu Allah, hanya ilmu Allah sahaja yang berkesan menghapuskan permainan sihir. Tidak lama kemudian beliau kembali mengucap dan terus menangis. Saya katakan kepadanya saya sudah terlalu berpengalaman dengan taktik Kristian. Itulah, cara memikat orang untuk ke agama Kristian cukup mudah, tidak mengapa jika tidak percaya kepada agama Kristian, tetapi apabila minum air itu segala-galanya akan berubah. Setelah saya mempelajari Islam barulah saya tahu rupanya iblis ini boleh menyerupai bermacam rupa. Kekuatannya hanya pegangan akidah.. Tetapi Holy Water ini sekarang tidak boleh lagi diedarkan di Malaysia kerana orang yang pembuatnya di biara Vatican telah memeluk Islam dan membongkar rahsia ini. Ramai orang sudah tahu mengenai air ini dan mula berhati-hati dengan setiap apa yang meragukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekaristi Maha Kudus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun yang kedua pula iaitu Ekaristi Maha Kudus bermaksud memakan tubuh Tuhan. Saya pernah berhujah dengan John Paul mengenainya. Saya katakan padanya sedangkan Firaun yang zalim itupun tidak pernah memakan tubuh tuhan kenapa pula kita sebagai ulamak Kristian boleh makan tubuh tuhan?.&lt;br /&gt;Saya jelaskan kepadanya, apabila semua paderi memakan Khusti Kudus (sejenis makanan yang diimport khas dari Itali) bermakna itu satu penghinaan kerana tubuh tuhan boleh dimakan. Kata beliau, itu memang sudah menjadi rukun Kristian dan tidak boleh dipertikaikan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang paling merbahaya ialah Holy Water. Khusti Kudus tidak mempunyai rahsia apa-apa, ia seolah-olah seperti roti yang dicampur dengan bahan lain. Berlainan dengan Holy Water yang kesannya cukup kuat. Bayi-bayi yang baru dilahirkan pun dibaptiskan. Terdapat sesetengah klinik yang membaptiskan bayi walaupun bayi tersebut Islam. Bagi kepercayaan Kristian setiap bayi yang baru lahir wajib dibaptiskan kerana ia mempunyai dosa, ia menyimpan dosa pusaka yang ditinggalkan datuk-moyang mereka. Ia berlainan dengan Islam, Islam meletakkan bayi yang baru lahir itu adalah dalam keadaan fitrah (bersih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya agama Kristian ini salah. Di dalam semua kitab tidak ada mengenai agama Kristian. Kristian ini baru sahaja berkembang oleh seorang Paul yang pertama di zaman Julius kemudian beliau mengembangkannya. Asal agama Kristian ialah dari agama Yahudi dan Nasara. Tetapi di Romawi ia dinamakan Kristianisasi. Jika kita meneliti didalam kitab Nabi Isa (Injil) tidak ada disebut Kristian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya semua ulamak Kristian tahu mengenai kedudukan agama Islam. Pernah terjadi dalam tahun '78, semasa itu saya terjumpa kitab yang menyatakan kebenaran dan Nabi Muhammad. Tetapi semasa itu saya tidak begitu memperdulikannya. Di dalam kitab tersebut ada menyebut mengenai Ahmad iaitu Nabi Muhammad s.a.w&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Ketika itu saya masih belajar di Vantikan, oleh kerana saya kurang sihat saya tidak dapat mengikut kelas pengajian. Saya diberi tugas oleh seorang paderi untuk menjaga sakristi perpustakaan yang terdapat di gereja untuk menjaga kitab-kitab di situ. Paderi tersebut mengatakan kepada saya,Thomas, kamu perlu menjaga kesemua kita-kitab di sakristi ini tetapi kamu tidak boleh membuka almari." Beliau menunjukkan kepada saya almari yang dimaksudkan. Saya hairan kerana beliau melarang saya membuka almari tersebut sedangkan kuncinya diserahkan kepada saya. Sifat manusia, apabila dilarang maka itulah yang ingin dibuatnya. Ketika itu semangat saya terlalu berkobar-kobar untuk mengetahui isi kandungan kitab yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s. Saya mengambil kitab itu dan menyembunyikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab tersebut ditulis di dalam bahasa Hebron. Ia masih saya simpan hingga ke hari ini dan saya dalam proses untuk&lt;br /&gt;menterjemahkannya ke dalam bahasa Melayu. Ia menjadi rujukan kepada saya, dan sebagai bukti untuk berdebat dengan orang-orang Kristian. Saya telah utarakan kepada Majlis Agama Islam Melaka, jika boleh saya ingin menterjemahkannya dan sebarkan kepada orang ramai. Pihak Majlis tidak berani melakukannya, menurut mereka ia akan mengancam nyawa saya kerana dengan pendedahan kitab tersebut rahsia Kristian akan tersebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi kitab tersebut sama dengan al-Quran. Rupa-rupanya barulah saya mengetahui semasa upacara mengangkat sumpah dalam proses beruzlah pada hari yang ke 39, setiap paderi akan meletakkan tangan mereka ke atas kitab yang dibalut dengan kain putih yang diletakkan di atas bantal. Tidak siapa dibenarkan membukanya dan lihat isi kandungannya. Berbalik kepada kisah saya mencuri kitab tersebut, selepas kehilangannya paderi yang menyerahkan kunci kepada saya dahulu memanggil saya dan bertanya apakah saya ada mengambilnya. Saya menafikan dengan mengatakan tidak pernah mengambil kitab tersebut. Hati saya nekad untuk tidak mengaku dan menyerahkannya kerana saya ingin mengkaji kitab tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebabkan seseorang bakal paderi tidak boleh berbohong, beliau mempercayai pengakuan saya. Akhirnya pada keesokannya iaitu pada hari mengangkat sumpah, disebabkan Injil tersebut telah hilang, mereka meletakkan kitab suci al-Quran (yang dibalut dan sentiasa tersimpan di almari) sebagai ganti kitab yang hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran digunakan di dalam upacara mengangkat sumpah? Semua paderi tidak tahu hal ini kecuali saya. Pada masa itu saya terfikir, apa gunanya jika kita bersumpah di atas kitab al-Quran tetapi masih tidak beriman dengannya? Bermakna semua paderi telah bersumpah di atas al-Quran tetapi kufur selepas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyingkap saat saya didatangkan hidayah ialah ketika saya sudah tamat belajar dan bertugas di Gereja St. Mary, Sabah. Pada suatu malam Ahad pada tahun 1991, saya bersembahyang dengan cara Kristian di hadapan tuhan-tuhan saya iaitu. Tuhan Bapa, Ibu Tuhan (Mary) dan Anak Tuhan (Jesus Christ). Ketika itu saya terfikir di dalam hati, patung-patung ini diukir oleh manusia, saya menyembahnya setiap hari di dalam bilik.' Apabila saya selesai sembahyang saya meletakkannya di bawah tempat tidur. Hati saya berkata, alangkah hinanya Tuhanku.&lt;br /&gt;Kenapa aku boleh meletakkannya di bawah tempat tidur yang boleh aku baringkan dan letak sesuka hatiku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turunnya Hidayah Malam itu, selesai sembahyang saya mengambil sehelai kertas dan saya tulis diatasnya, "Tuhan, diantara agama Islam, Kristian, Hindu dan Buddha aku telah mengetahui semua agama ini. Malam ini tolonglah tunjukkan kepadaku manakah di antara tiga agama ini yang benar bagiku". Setelah itu, tak tahulah saya katakan bagaimana mengantuknya mata saya yang tak pernah-pernah saya alami rasa mengantuk yang lain macam, mata saya langsung tidak boleh terangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya tertidur. Pada malam itu, pada saya mungkin bagi para Nabi boleh dianggap mimpi tetapi menurut saya mungkin Tuhan ingin memberikan hidayah kepada saya. Di dalam tidur, saya merasakan seolah-olah saya menaiki lif dari satu tingkat ke tingkat lain sehingga tingkat tujuh, ketika itu mata saya tidak boleh dibuka kerana di hadapan saya ada satu cahaya yang terang benderang menyuluh. Saya bertanya kepada seorang yang berdiri di hadapan saya, orangnya MasyaAllah terlalu tinggi. Jarak diantara kaki dan kepala umpama langit dan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya kepadanya, Negeri apakah ini?" Beliau berkata kepada saya, "Awak tidak layak masuk ke negeri ini, ini negeri umat Nabi Muhammad s.a.w." Saya meminta keizinannya sekali lagi untuk masuk tetapi beliau tetap tidak membenarkan. Dari luar saya dapat lihat di dalamnya ada satu jalan umpamanya titi yang halusnya seperti sehelai rambut. Saya tak berani katakan ia Titian Sirat atau apa-apa kerana tidak mengetahui apa-apa ketika itu. Saya hairan kenapa orang yang berjubah dan bertudung mereka melintas jalan itu dengan mudah sedangkan saya langsung tidak boleh mengangkat kaki. Penjaga itu berkata lagi, "Awak tidak boleh masuk, tetapi awak lihatlah bagaimana keadaan mereka yang beragama Yahudi dan Nasara (Kristian)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah terkejutnya saya apabila melihat orang-orang Kristian yang kepalanya dimasukkan ke dalam api umpama dijadikan kayu api. Saya terkejut dan sedar hanya Islam agama yang benar. Akhirnya saya tersedar seelok sahaja azan subuh dilaungkan dari masjid berhampiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bangun dan membersihkan badan saya. Saya menuju ke kereta. Pemandu telah bersedia membawa saya tetapi saya menolak pelawaannya dan katakan kepadanya saya ingin pergi ke satu tempat yang orang lain tidak boleh ikut serta. Saya memandu kereta menuju ke sebuah masjid di atas bukit. Ketika saya tiba, mereka sedang berjemaah menunaikan fardu Subuh, saya menanti seketika sebagai menghormati agama mereka. Setelah selesai, saya pergi menemui imam yang bertugas ketika itu. Saya katakan kepadanya yang saya ingin memeluk Islam hari itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau terkejut dan berkata kepada saya, "Awak ini di bawah Pairin Kitingan, Ketua Menteri Sabah, susah kami hendak Islamkan awak, tambahan pula awak paderi besar seluruh Sabah." Saya katakan padanya," Awak jangan bimbang sebab dosanya saya yang ampun, hal dia tidak perlu dibincangkan. Apa yang saya mahu, hari ini saya mahu peluk Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluk Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seterusnya imam tersebut berkata lagi, "Awak tak boleh masuk Islam sekarang sebab awak perlu mengisi borang, tandatangan surat akuan sumpah dahulu, baru awak boleh masuk Islam." Dengan agak kasar saya katakan kepadanya, "Kalau beginilah caranya untuk memeluk Islam, lebih baik orang masuk Kristian. Kalau masuk Kristian, hari ini terus dibaptiskan dan menjadi Kristian. Untuk masuk Islam pun perlu isi borang ke? Baiklah, jika hari ini saya turun ke bawah dan ditakdirkan tiba-tiba saya dilanggar kereta dan mati, maka apa akan jadi kepada saya dan siapa yang akan bertanggungjawab?" Akhirnya imam tersebut menyuruh saya mengucap dua kalimah syahadah. Maka pada pagi Ahad itu saya telah sah sebagai Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Kekuatan Diri setelah selesai mengucap, saya kembali ke rumah saya. Ketika saya melalui kawasan gereja, orang ramai sudah penuh menunggu saya untuk upacara pengampunan. Mereka melambai tangan ke arah saya. Saya membalas kembali lambaian mereka. Ketika itu seakan ada satu kekuatan dalam diri saya. Saya keluar dari kereta dan membuat pengumuman di hadapan mereka. Saya katakan kepada mereka, "Kamu ini jika sembahyang pun berdosa, kalau tak sembahyang lagi bagus." Kemudian saya meninggalkan mereka yang kelihatan seperti kehairanan. Saya meneruskan perjalanan menuju ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam rumah semua ahli keluarga sudah bersedia menanti saya untuk ke gereja. Jubah saya sudah siap diseterika. Saya panggil semua ahli keluarga sambil bertanya apakah mereka sudah makan atau belum. Mereka katakan yang mereka sudah makan kecuali Khusti Kudus sahaja yang belum dimakan. Saya katakan itu tidak payah dimakan pun tidak mengapa kerana di kedai banyak roti untuk di makan. Saya membuat pengumuman kepada mereka, saya berkata sambil memandang ke arah bapa saya, "Saya hendak memberitahu kamu sesuatu perkara. Saya belajar di Vatican selama 12 tahun dan sudah terlalu banyak menghabiskan wang bapa. Selama 12 tahun saya belajar, saya tahu bahawa agama yang saya anut ini adalah agama yang salah, agama yang betul adalah Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperangi Keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu saya lihat tidak ada apa-apa riak di wajah bapa dan ahli keluarga saya, tetapi mereka semua terdiam. Saya menyambung kembali, "Tadi saya telah memeluk Islam di masjid bandar sana dan menyuruh saya mengucap. Bermakna hari ini saya sudah menjadi orang Islam." Bapa saya berkata kepada saya, "Oh! kamu sudah Islam! Tidak mengapa!" Seterusnya beliau menuju turun ke dapur. Saya ingatkan tidak ada apa-apa ketika itu. Saya tidak sedar rupa-rupanya beliau pergi mengambil parang panjang dan cuba menyerang saya. Saya yang kebetulan duduk di tepi tingkap di tingkat satu terus terjun ke bawah. Saya melompat dari tingkat atas dengan berkaki ayam. Tuhan masih mahu memanjangkan umur saya. Saya turun dan terus meninggalkan rumah sehelai sepinggang hingga ke hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi pengamalan kedua ibu-bapa saya yang memang cukup kuat berpegang pada agama, apabila seorang anak murtad (keluar Kristian) mereka tidak lagi mengaku anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas itu saya pergi ke Jabatan Agama Islam Sabah. Demi keselamatan diri saya, salah seorang pegawai di sana&lt;br /&gt;menasihatkan saya agar pergi belajar dan keluar dari Sabah. Akhirnya saya merantau ke Semenanjung dan menyambung pengajian saya di Institut Dakwah Kelantan pada tahun 1992 dan seterusnya saya menyambung pula ke Nilam Puri sehingga tahun 1995. Ketika itu saya adalah pelajar yang paling tua sekali. Setelah tamat pengajian, saya menganggur sekejap. Tidak lama kemudian saya diterima bertugas di Majlis Agama Islam Melaka hingga ke hari ini. Kemungkinan juga selepas ini saya akan dipindahkan ke majlis Agama Islam Kelantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini (Melaka) saya ingin menerbitkan buku mengenai kajian Kristian. Tetapi terlalu banyak banyak prosedur yang perlu dijalani. Kini setelah hampir sembilan tahun saya memeluk Islam dan meninggalkan Sabah, saya masih diugut dan dikecam. Namun saya tidak khuatir kerana yakin Allah tetap melindungi hamba-Nya dan yakin ajal maut itu tetap datang walaupun bersembunyi di ceruk mana sekalipun. Kini saya bahagia setelah mendirikan rumah tangga bersama isteri yang cukup memahami jiwa saya. Dalam usia 49 tahun, saya baru mempunyai seorang cahaya mata berusia satu tahun setengah. Islam tidak menyusahkan penganutnya. Jika menjadi paderi perkahwinan tidak dibenarkan tetapi setelah Islam, baru saya tahu betapa indahnya perkahwinan dan zuriat yang merupakan rezeki dari Allah (SWT).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Vatican, orang Kristian yang keluar agama kemudian masuk ke negara tersebut, mereka akan bunuh. Bagi mereka seseorang yang murtad dianggap kotor dan mencemarkan maruah agama. Tetapi adakalanya saya terfikir, jika di sana orang Kristian murtad kenapa ianya tidak terjadi di negara yang pemerintah dan majoriti penduduknya beragama Islam. Itulah yang susahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membuat kajian hampir empat tahun baru mendapat nikmat Islam. Terlalu sukar saya mengecapi nikmat Islam tetapi orang di sini yang memang lahirnya dalam Islam dengan mudah mahu membuang Islam. Di sini saya bertanggungjawab terhadap mereka yang murtad, jika yang tidak berpengetahuan tidak mengapa tetapi yang sedihnya yang murtad ini ialah mereka yang mempunyai pendidikan hingga ke peringkat tertinggi dan mempunyai pendapatan yang melebihi dari keperluan bulanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah saya katakan kepada seorang doktor, "Doktor, suatu ketika dahulu saya menerima gaji bulanan sebanyak RM5,000 sebulan, dilengkapi dengan pembantu rumah, pemandu dan rumah serba lengkap. Kehidupan saya terlalu mewah di Sabah. Tetapi doktor, kenapa saya sanggup melepaskan itu semua semata-mata kerana Islam! Gaji doktor sekarang terlalu mencukupi tetapi mengapa perlu tinggalkan Islam?" Saya memang cukup marah dan terkilan apabila mendengar orang yang ingin murtad. Minta maaf jika saya katakan, mengapa terlalu bodoh sangat sehingga sanggup menanggung dosa besar? Umat Islam dari segi ekonomi sebenarnya terlalu mencukupi cuma cara pelaksanaannya yang agak longgar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesatuan gereja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat Kristian, dari segi kerjasama dan ukhuwah mereka begitu kuat. Semasa saya menjadi paderi dahulu, apabila saya masuk ke sesebuah kampung untuk berdakwah saya dibekalkan beberapa ribu wang. Ini kerana gereja di seluruh dunia bersatu padu. Meskipun dari segi politik berbeza dan bermusuh tetapi untuk menghancurkan Islam mereka mesti bersatu. Mereka berkata jika di negara Barat, penduduk penganut Kristian tidak bersembahyang pun tetapi mereka tetap Kristian. Gereja di sana setiap hari Ahad kosong kerana setiap hari Ahad diadakan acara perlawanan bola sepak di kalangan paderi. Orang ramai pergi menyaksikan acara tersebut. Itu yang mereka minat. Oleh sebab itu peruntukan untuk di sana sudah tidak ada lagi. Sebagai alternatifnya mereka akan mengalihkan peruntukan itu untuk disalurkan ke negara Asia terutamanya ke Indonesia dan Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kuatnya kerjasama di antara mereka. Bagi mereka tidak perlu berdakwah untuk orang Barat yang sudah sedia Kristian sebab untuk mereka memeluk Islam sukar. Yang lebih penting ialah misi mengkristiankan orang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pandangan saya, saya lihat orang Islam agak susah untuk bersatu. Masing-masing mempunyai fikrah yang berbeza dan hidup dalam kelompok sendiri. Kadangkala di kalangan orang Islam sendiri bergaduh. Ini berlainan dengan orang Kristian yang amat menitikberatkan soal kebajikan. Namun bukan semua orang Islam begitu, masih ramai di kalangan mereka yang bijak. Semasa saya menjadi paderi, saya memberikan tumpuan kepada orang miskin. Pernah terjadi di Perak, saya telah menghabiskan beratus ribu untuk mereka, mereka mengambil wang tersebut tetapi tidak memeluk Kristian. Selepas saya Islam, saya pergi menemui mereka, senarai nama mereka masih ada dalam simpanan saya. Setelah saya periksa rupa-rupanya mereka ini masih Islam walaupun pada awalnya mereka berjanji untuk memeluk Kristian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah mereka tidak berdendam pada saya sebaliknya mereka membelanja saya makan setelah mengetahui saya telah memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah Kelemahan Pendakwah Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya saya terfikir kenapa ketika Barat menjajah kita, orang Melayu tidak murtad sedangkan pada hari ini negara yang pemerintahnya Islam tetapi orang Melayu boleh murtad dengan begitu mudah sekali. Kelemahan kita ialah pendakwah Islam kadang-kadang boleh kalah dengan pendakwah Kristian. Saya beri contoh seorang kawan saya yang pernah sama-sama belajar dengan saya semasa di Vatican dahulu. Beliau pernah menyatakan kepada saya, orang Yahudi sekarang sedang memberi tumpuan kepada kajian al-Quran dan Hadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan pada saya; "Wahai Thomas, (dia tetap memanggil saya dengan nama Kristian walaupun saya telah Islam), Allah ada mengatakan di dalam salah sebuah ayatnya yang bermaksud; "Tidak akan masuk syurga melainkan orang-orang yang beragama Yahudi dan Nasara." Sekarang kami pendakwah Kristian mahu pandai membaca al-Quran, terjemahan dan hadis. Kami mempunyai kursus khusus mengkaji al-Quran dan Hadis. Awak lihatlah apa yang telah dikatakan oleh Tuhan mu itu." Saya katakan kepadanya, "Betul apa yang awak baca ini. Kami membaca al-Quran bukanseperti apa yang awak faham. Memang benar awak membaca ayat itu tetapi al-Quran ini jika awak tafsir separuh-separuh itu tidak betul. Al-Quran bukan seperti Injil yang boleh ditafsir separuh-separuh. Saya dahulu apabila belajar al-Quran mengambil masa sehingga tiga tahun baru khatam. Saya ucapkan terima kasih pada awak kerana hanya enam bulan awak sudah boleh membaca al-Quran." Saya katakan lagi padanya, "Sebenarnya awak tidak tahu tafsir al-Quran. Maksud sebenar ayat tersebut ialah "Telah berkata mereka (orang-orang Yahudi dan Nasara), tidak akan masuk syurga melainkan orang Yahudi dan Nasara, sedangkan semua itu hanyalah merupakan angan-angan kamu yang kosong." Itu bukan firman Allah, kata-kata itu adalah keluar dari mulut orang-orang Yahudi sendiri. Paderi tersebut masih belum faham lalu bertanya, "Apakah angan-angan kosong itu?" Saya katakan,"Setiap hari Ahad kamu makan tuhan kamu. Apabila kau menghadap Khudsi Kudus sambil berdoa bermakna kamu telah memakan tuhan kamu. Untuk apa kamu berbuat demikian?" Beliau tidak boleh berkata apa-apa walaupun mukanya telah merah padam. Saya katakan kepadanya, "Kamu tidak boleh marah. Kalau kamu marah, siapakah yang akan mengampunkan dosa kamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu tidak mengapa jika diutarakan di hadapan mereka yang faham, tetapi apa yang saya bimbangkan bagaimana jika ayat itu dibacakan di hadapan mereka yang tidak faham dan rendah pengetahuan agamanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Sasaran Kristian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program mereka kini ialah berdakwah kepada orang Islam yang menghabiskan masa di kaki-kaki lima terutamanya golongan remaja yang bermain gitar. Mereka akan katakan, jika bermain di kaki lima tidak mendapat apa-apa bayaran, lebih baik bermain lagu di gereja setiap hari Ahad dengan pendapatan lumayan. Dari situ ramai yang tertarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi wanita Islam pula, yang saya perhatikan senarai namanya terlalu ramai orang Melayu yang memohon menukar nama di Jabatan Pendaftaran Negara (JPN). Itu yang menyedihkan saya. Di JPN, beratus nama sedang menunggu, apabila pihak JPN meluluskan nama- nama tersebut, maka akan murtadlah nama-nama itu. Itu kelemahan undang-udang negara, kami tidak boleh berbuat apa-apa kerana mereka ini berpegang pada peruntukan yang mengatakan apabila seseorang yang berumur 18 tahun ke atas bebas beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ikhtiar kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang wanita berjumpa saya tetapi keadaannya meragukan. Beliau memakai tudung. Saya menggunakan isteri saya untuk memerhatikan wanita ini. Bila mereka tinggal berdua, barulah saya tahu di dalam tudungnya itu ada salib. Isteri saya memberitahu saya. Saya memanggilnya. Saya katakan kepadanya, "Kamu tidak sayangkan Islam ke? Tolong buang benda yang ada di dalam tudung kamu itu". Dia tidak mengaku, tetapi saya yakin beliau memakainya. Sejurus kemudian beliau mengeluarkan rantai salib di lehernya dan mengatakan beliau sengaja memakainya tanpa mempunyai niat apa-apa. Saya katakan padanya yang saya dahulu memakai rantai yang lebih besar daripadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya megambil rantai tersebut dan menyimpannya di pejabat saya untuk dibawa ke pihak atasan dan menerangkan bagaimana seriusnya penyakit ini di kalangan anak remaja kita. Wanita jika tidak kuat pegangan memang mudah dipengaruhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga taktik orang-orang Yahudi yang menjadikan perkahwinan sebagai langkah paling mudah untuk memurtadkan gadis Islam. Untuk berkahwin, mereka (lelaki Kristian) akan memeluk Islam, kemudian akan membawa isterinya ke negara asalnya dan memurtadkan isterinya itu. Kemenangan Islam, Keadilan Sejagat 'Sesungguhnya orang-orang yang berkata: Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka beristiqamah, turun kepada mereka malaikat Allah berkata: jangan kamu takut dan jangan berdukacita, dan bergembiralah dengan syurga yang dijanjikan kepada kamu.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh JAMILAH AINI MOHD. RAFIEI,&lt;br /&gt;turut hadir SUZILAWATI ROZAINOR ABBAS&lt;br /&gt;dengan jurufoto WAN ZAHARI WAN MOHD. SALLEH&lt;br /&gt;Terbitan : 24 Mei 2002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,853.240.html?PHPSESSID=ubdfi8jvk3cse15blo37b55890&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-1775734257693666736?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/1775734257693666736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2012/01/kisah-ketua-paderi-seluruh-sabah-masuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/1775734257693666736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/1775734257693666736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2012/01/kisah-ketua-paderi-seluruh-sabah-masuk.html' title='Kisah Ketua Paderi Seluruh Sabah Masuk Islam'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-9091798386276824087</id><published>2012-01-18T09:30:00.000+07:00</published><updated>2012-01-18T09:30:13.364+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Adrie Oral Lolowang : Islam agama terakhir dan pelengkap</title><content type='html'>al-islahonline.com : Nama lengkap saya Adrie Oral Lolowang, saya dipanggil Adrie tetapi lebih banyak orang memanggil saya Oral karena nama tersebut adalah nama kesayangan. Saya dilahirkan di Tompasa Baru, sebuah desa di daerah kabupaten Minahasa Selatan - Manado - Sulawasi Utara pada tanggal 5 -10-1972. Saya lahir dari keluarga Pendeta atau keluarga Pelayan Rumah Tuhan yang sering disebut Keluarga Lewi, ka-rena bapak saya pendeta, kakek saya pendeta dan buyut saya-pun Pendeta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setamat SMA th. 1991, saya melanjutkan belajar di Sekolah Alkitab di kota Malang- Jawa Timur, dan setelah tamat dari Sekolah Alkitab saya langsung ditugaskan di daerah Cileungsi sebagai Pengerja atau Pembantu Pendeta. Selama bertugas di Cileungsi, saya tinggal di Kenari Mas hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1997 saya melanjutkan belajar ke Sekolah Alkitab di Cianjur-Jawa Barat., Pada tahun 2003, saya melanjutkan pendidikan di salah satu sekolah tinggi Theologia di Jakarta untuk mendapatkan kesarjanaan dibidang theologi - S1/Sth- namun tidak sampai selesai. Pada tahun 2005 saya kembali melanjutkan pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Theologia di Lampung cabang Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1995 saya menjadi Pengajar Pendidikan Agama Kristen di SMA Negeri 1 - Cileungsi dan telah mengikuti Penataran Guru-Guru Agama Kristen tingkat Propinsi sebanyak tiga periode yaitu pada tahun 1995, 1999 dan 2003 yang dilaksanakan oleh Bimas Kristen Jawa Barat, dan berhenti menjadi penga-jar setelah memeluk agama Islam. Setelah menjadi guru honorer selama 10 tahun, seharusnya pada tahun 2006 ini, saya akan mengikuti pengangkatan PNS sebagai guru agama Krsiten tetapi batal karena memeluk agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2003, saya dipercaya memimpin Badan Kerja Sama Gereja yaitu gereja-gereja di tingkat Kecamatan sebagai Sekretaris untuk periode 2003-2007, namun pada tahun 2004 saya memutuskan untuk tidak aktif dalam Badan Kerja Sama Gereja tersebut. Jabatan terakhir saya adalah sebagai Gembala atau Pimpinan salah satu Jemaat sebuah Gereja dan berhenti setelah memeluk agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam agama terakhir dan pelengkap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dua sampai tiga tahun saya memendam dan mengubur gejolak dan pemberontakan dalam batin saya, saya merasakan bahwa pemahaman yang saya dapatkan dalam agama Kristen, sepertinya harus ada sesuatu yang melengkapi semua yang aku yakini. Semakin menyelidik kebenaran tentang Alkitab dalam pelajaran Theologia semakin saya mendapatkan kemungkinan kekeliruan dalam Alkitab. Semakin saya belajar tentang Alkitab semakin saya mendapati Islam agama yang dapat menyempurnakan keyakinan yang selama ini saya pelajari dalam Perbandingan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhir dari semua gejolak dan pemberontakan yang ada dalam batin saya adalah saya menyadari dengan sendirinya bahwa saya merasa yakin dan menyimpulkan Islam sebagai Agama Terakhir dan Agama Penyempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apakah lantas saya langsung memutuskan untuk memeluk Islam dan meniggalkan agama kebanggaan saya, bapak saya, kakek saya dan buyut saya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu tidak mtngkin??.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata hati kecil saya : ?Lihatlah jabatanmu dan lihatlah keluargamu, yang telah memberikan kecukupan dan kebanggaan hidup selama ini, apakah kamu akan meninggalkan semua itu untuk memeluk agama Islam ? Apakah Islam dapat mengganti pekerjaan dan jabatan untuk masa depan kamu ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul apa kata hati kecil saya, apakah setelah memeluk Islam saya dapat memperoleh kecukupan hidup atau bahkan kebanggaan, apakah saya bisa mendapatkan pekerjaan setelah saya masuk Islam, atau siapkah saya mengambil semua resiko yang mungkin terjadi karena memutuskan untuk masuk Islam ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan tersebut terus bergejolak, melahirkan keraguan dan pemberontakan dalam batin saya, walaupun saya telah mengetahui kebenaran Islam, tetapi, saya tidak berani mengambil resiko untuk keluar dari Kristen dan melepaskan apa yang telah saya dapat selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan, tetapi saya mulai melakukan perlawanan dan pemberontakan yang sebetulnya tidak perlu, mulai dari melawan pimpinan gereja yang menurut saya beliau keliru dalam mengambil kebijakan hingga pemberontakan yang saya lakukan dalam keluarga, misalnya saya sering tidak di rumah hingga berbulan-bulan hanya untuk menyembunyikan gejolak kebenaran dalam batin dan saya sering melakukan hal yang tidak baik, misalnya saya pernah mendekati seorang perempuan muslim yang tidak mungkin akan diterima oleh Gereja karena jabatan Pendeta dan Guru Agama. Kristen tidak bisa dikotori dengan pergaulan dengan wanita yang bukan istrinya. Saya sering mengambil barang milik keluarga sebagai pelampiasan ketidak puasan dalam beberapa hal yang saya temui dalam keluarga saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, saya masih tetap melakukan tugas sebagai Pendeta dan Guru Agama seperti sebelumnya, dan apa yang saya lakukan pasti semua itu dapat dikatakan penuh dengan kemunafikan. Hingga pada akhirnya, sebagai Pimpinan Jemaat dan seorang guru, saya mulai melakukan hal-hal yang tidak benar karena saya mulai ragu terhadap apa yang selama ini saya yakini dan tidak dapat menyembunyikan sikap keraguan saya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan masuk Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat 18-11-2005 sekitar jam 15.00 WIB, seusai mengajar Pendidikan Agama Kristen dan mengarahkan Panitia Natal Pelajar Kristen 2005 yang saya pimpin, dengan pikiran dan batin berkecamuk, yang seharusnya selesai tugas itu saya langsung pulang ke rumah, tetapi saya justru berbalik arah untuk mencari masjid dan seorang ustadz atau kiai yang bisa memberi jawaban terhadap apa yang saya cari selama ini dan setidaknya mengislamkan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sebuah masjid, saya masuk lihat kanan-kiri sambil menunggu orang yang bisa saya temui untuk menyelesaikan pergolakan hidup ini. Ternyata sudah hampir 2 jam saya di masjid itu, tidak ada seorangpun yang saya jumpai yang kira-kira bisa memberi petunjuk bagi saya. Lalau saya memutuskan keluar dari masjid tersebut untuk mencari masjid yang lain dengan harapan dapat menjumpai seseorang yang dapat memberi petunjuk kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terlalu lama akhirnya nampak menara masjid yang tingi, maka langsung saya langkahkan kaki menuju masjid tersebut dan melakukan hal sama seperti pada masjid yang pertama, yaitu tengok kanan-kiri sambil menunggu seseorang yang dapat diharapkan bisa memberikan petunjuk atas permasalahan yang saya alami. Rupanya Allah SWT masih memperpanjang jalan saya untuk mendapatkan jawaban kebenaran, karena hingga beberapa jam tidak seorangpun yang saya jumpai yang kira-kira bisa memberikan petunjuk bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak mungkin saya terus menunggu, maka saya coba menuju ke warung samping Masjid dan memberanikan diri bertanya kapada penunggu warung tersebut apakah ada kiai atau ustadz di sekitar masjid ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, rupanya Allah SWT masih memperpanjang jalan usaha saya, karena ternyata penunggu warung tersebut baru sebulan bekerja di tempat itu sehingga tidak dapat memberikan jawaban seperti yang saya inginkan, bahkan nama daerah tempat dia tinggalpun tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saya teringat bahwa di depan jalan ada plang sebuah yayasan dan terdapat nomor Telepon Yayasan Pengobatan. Karena yayasan tersebut berada dekat dengan masjid, pikir saya, tentulah orang yang ada dalam yayasan tersebut mengetahui ada tidaknya kiai atau ustadz di sekitar masjid tersebut. Maka saya beranikan untuk menelpon yayasan tersebut dan langsung menanyakan tanpa basa-basi apakah ada kiai atau ustadz yang dapat membimbing saya untuk masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari seberang telepon yang saya hubungi memberi jawaban bahwa kebetulan pemilik yayasan itu sudah biasa meng-Islam-kan orang. Akhirnya dengan diantar oleh penerima telepon tadi, saya menemui pimpinan yayasan itu untuk mau meng-Islam-kan saya. Kata hati saya, untuk sementara saya akan merahasiakan ke-Islam-an kepada orang lain, cukup diri saya telah meyakini Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya Allah SWT masih memperpanjang tekad saya untuk sampai kepada Islam, karena ternyata, setelah saya kemukakan keinginan saya, pimpinan Yayasan tidak langsung mau menerima niat baik saya, padahal menurut prasangka saya dan mungkin juga menurut prasangka kebanyakan orang, saya akan langsung diterima dengan sambutan hangat bagai orang yang baru lahir bahkan seperti raja baru yang dihormati dan dihargai, tetapi justru tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengintrogasi saya seperti seorang tersangka, bertanya tentang indentitas, latar belakang dan banyak hal tentang saya secara detil dan teliti, mereka tidak langsung meng-Islam-kan saya seperti yang saya harapkan, tetapi mereka mempersilahkan saya untuk datang kembali besok hari untuk di-Islam-kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu 19-11-2005 saya kembali ke tempat itu, dan karena saya belum di khitan, sebagai bagian dari jalan saya untuk memeluk agama Islam, hari itu juga saya dikhitan, dan pada hari Minggu 20-11-2005 jam 18.30 WIB saya dibimbing membaca dua kalimat syahadat dan sekaligus memakai nama Islam Muhammad Syawaludin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kisah ini ditulis, pihak gereja telah mengetahui ke-Islam-an saya, saya masih tinggal di gereja bersama istri yang juga pimpinan jemaat, tentu saja saya tidak bisa selamanya tinggal di dalam gereja, karena geraja tersebut adalah rumah dinas saya dari ke-gereja-an dan gereja hanya diperuntukkan bagi orang-orang Kristen, dan saya harus siap terusir dari gereja tersebut yang berarti saya akan terpisah dengan keluarga saya untuk menempuh jalan yang lain yaitu jalan menuju keselamatan dunia-akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa dan dukungan dari saudara-saudaraku sesama muslim, sangat saya harapkan, agar saya tegar berada di jalan Islam hingga matiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuturan Bapak Adrie Oral Lolowang - Muhammad Syawaludin kepada team al-islah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Bapak Syawaludin yang dikasihi Allah SWT?.,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. 31:14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. 31:15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Kuasa lagi Maha terpuji &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,853.240.html?PHPSESSID=ubdfi8jvk3cse15blo37b55890&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-9091798386276824087?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/9091798386276824087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2012/01/adrie-oral-lolowang-islam-agama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/9091798386276824087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/9091798386276824087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2012/01/adrie-oral-lolowang-islam-agama.html' title='Adrie Oral Lolowang : Islam agama terakhir dan pelengkap'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-1882047621907137323</id><published>2012-01-18T09:26:00.000+07:00</published><updated>2012-01-18T09:26:13.085+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Gejolak Iman Gadis Filipina</title><content type='html'>al-islahonline.com : “Thanks Flor!” kataku sambil membukakan pintu kepada tamu yang baru saja pamitan pulang. Tamu ini saya undang untuk kepentingan interview dalam rangka menyelesaikan sebuah tugas Qualitative Research. “You know what..?” lanjutnya sebelum melangkahkan kakinya ke lift “I will tell you something. A surprise. Very surprising..!” lanjutnya sambil memberikan teka-teki yang membikin saya jadi semakin penasaran saja. “I will embrace Islam!”. Sambil tersenyum, diutarakan kalimat terakhir ini dengan mata yang berbinar, menyuarakan ungkapan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“What?” tanyaku seolah tidak percaya dengan kata-katanya. “You are going to be a Moslem?” “Yes! You don’t believe it?” “I can read even Surah Al Ikhlas!” Subhanallah! Flor, begitu saya biasa memanggil nama singkatnya, membacakan ‘Qul huwallahu ahad…….dan seterusnya hingga ayat yang keempat. Sempurna!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya hari itu saya tertimpa bulan purnama! Rejeki yang sangat besar, yang diturunkan oleh Allah SWT dari langit. Kebahagiaan itu tidak terkira, meskipun Flor belum benar-benar menjadi seorang Muslimah. Dia belum membacakan Syahadat di kantor pengadilan. Tapi saya yakin bahwa yang diungkapkan kepada saya, terucap dari hati yang paling dalam. Segera aku hubungi sejumlah rekan-rekan, memberitahu kabar gembira ini. Beberapa sms saya terima mengungkapkan syukur, ‘Alhamdulillah’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Florence tidak main-main. Gadis asal Visayas, negerinya Presiden Aroyo ini, sudah lima tahun lebih saya kenal. Kami bekerja di sebuah rumah sakit umum. Selama itu pula saya mengenalnya sebagai seorang Katolik yang taat. Saya melihat Flor tidak seperti kebanyakan perempuan asal Filipina lainnya yang cenderung ‘bebas’. Ia membatasi diri dari pergaulan yang cenderung menghilangkan ‘jati diri’ orang-orang asli Filipina. Flor tadinya memang rajin ke gereja. Namun dalam 4 tahun terakhir ini, dia tanpa saya ketahui, ternyata sudah banyak belajar tentang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“One day...” katanya. “Saya seperti umumnya anak-anak muda Filipina yang menggandrungi musik, sedang berjalan-jalan ke kota. Saat itu, saya melewati sebuah toko kaset yang saya pikir jual lagu-lagu” ceritera Flor memulai perkenalannya dengan Islam. “Saya amati semua kaset-kasetnya berbahasa Arab. Tadinya saya tidak ambil peduli, toh banyak lagu-lagu yang memang berbahasa Arab kan?” begitu jelasnya. “We are not selling songs !” kata sang penjual, seorang Arab setengah baya menjawab pertanyaan Flor yang meminta jika ada kaset lagu-lagu Barat. “Terus kaset-kaset apa ini?” tanya Flor ingin tahu. “Ini kaset-kaset tentang Islam!” jawab sang penjual. “Alright! Give me something good!” pinta Flor. Orang Arab tersebut bukannya memberikan kaset, namun beberapa brosur tentang Islam. Katanya “Kalau anda mau belajar tentang Islam, jangan belajar Al Quran terlebih dahulu. Masih sulit. Anda pelajari buku-buku yang ‘ringan’ ini!” Maka, diberikanlah sejumlah buku-buku kecil yang berisi informasi tentang Islam kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itulah Flor semakin bimbang dengan keyakinannya sebagai seorang Katolik. Sebaliknya, dia makin rajin mengkaji Islam. Mempelajarinya, bahkan belajar Bahasa Arab. Suatu hari Flor pernah mendatangi sebuah kantor pengadilan untuk bertanya kepada seorang ahli hukum agama. Padahal orang tersebut sedang sibuk mengurusi klien-kliennya. Saat itulah Flor mendekat, dan ditanya “Yes... young lady?” kata sang hakim. “I want to know about Islam!” jawab si Flor. Mendengar jawaban Flor, sang hakim langsung menunda klien-kliennya, kemudian mempersilahkan Flor duduk didepannya, sambil berkata “Sit..here...please!” Flor pun gembira. Demikian pula sang hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flor mengaku tidak mengalami hambatan mempelajari Islam ini. Tantangan yang dihadapi bukan datang dari keluarganya, namun justru yang dia lihat di lapangan.”People are not practcing Islam!”Begitu tuturnya, jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mom... I have a very good news for you...” kata Flor suatu hari ketika dia menelepon ibunya di Filipin sana. “Tentu saja saya bisa menduga anakku!” Jawab ibunya yang mengungkapkan kegembiraan. “Aku tahu kamu punya teman laki-laki ya?” kata ibunya mencoba menerka berita gembira tersebut, yang ternyata salah. Sebagaimana biasa, di Filipina (Baca: juga di Indonesia!), pacaran diantara anak-anak muda bukan hal yang asing. Dan para orangtua justru menyetujuinya begitu saja! Astaghfirullah! “No Mom..!”kata Flor. “Bukan itu yang saya maksud. Aku sedang menemukan jalan hidup baru...agama baru...!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar dugaan, ibunya Flor justru mendukung. Subhanallah!. “Anakku...” kata sang ibu. “Kamu sudah dewasa dan bisa berdiri sendiri. Aku serahkan kepadamu tentang jalan hidup yang bakal kamu tempuh. Jika itu yang membuat kamu bahagia...maka jalanilah...! “ Dan..Florence menangis.......Haru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Florence hanyalah satu diantara sekian ratus ribu orang-orang Filipina yang ‘kembali’ ke pangkuan Islam. Kalau anda membaca (http://www.geocities.com/WestHollywood/Park/6443/Philippines/mt1.html), akan anda dapatkan ceritera dimana seorang bekas reporter televisi juga ‘kembali’ ke Islam. Rivera namanya, Filipin asalnya, mengatakan “Sebelum saya menjadi seorang Muslim, konsentrasi saya hanyalah uang, serta bagaimana agar hidup ini enak. Namun sekarang saya bertanya kepada diri saya sendiri ‘untuk apa semua ini?’ kata Rivera. Seperti halnya Flor, Rivera juga satu diantara sekian ratus ribu orang yang mulanya Kristen dan kemudian memeluk Islam sejak tahun 1990.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kantor pusat Islam yang bernama The Office of Muslim Affairs memperkirakan sedikitnya 20 ribu orang Filipina kembali ke Islam. Oarng yang memeluk Islam mereka sebut dalam Bahasa Tagalog, Bahasa Nasional Filipina sebagai ‘Balik Islam’. Tidak jauh dengan Bahasa Indonesia kan? Mereka lebih suka disebut sebagai istilah ini dibanding ‘Riverts’dalam Bahasa Inggris. Mereka tinggal di Luzon, ditengah kehidupan tradisi Katolik yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan menunjukkan diantara 6, 599 juta orang local komunitas Islam disana, 200 ribu diantaranya adalah kaum Balik Islam ( http://www.manilatimes.net/others/special/2003/nov/17/20031117spe1.html ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak peristiwa September 11 yang menyerang Amerika Serikat, jumlah mereka yang ingin mempelajari Islam lebih dalam memang semakin banyak. Bahkan menurut Shariff Solaiman Gonzales, pemimpin International Worldwide Mission, mereka sempat kehabisan buku karena jumlah permintaan yang meningkat tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Filipina yang pertama memeluk Islam dimulai dari mereka yang bekerja di Timur Tengah, khususnya Saudi Arabia dimana diterapkan hukum syariah. Mereka begitu terkesan dengan apa yang ditemui disana, sehingga ketika kembali ke Filipina, mereka terapkan pola kehidupan serupa didalam keluarga, bahkan diperkenalkan kepada teman-temannya, juga lingkungan mereka. Demikian pengakuan Ahmad Santos, Presiden Balik Islam Unity Congress yang memeluk Islam di tahun 1991.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah artikel yang berjudul ‘The Philippines Historical Overview’ ( http://www.hawaii.edu/cseas/pubs/philippines/philippines.html ), disebutkan lebih dari 60 juta penduduk Filipina saat ini, 5-7% diantaranya Muslim. Muslim Filipina ini lebih memiliki kesamaan dengan negara tetangganya Malaysia dan Indonesia dibanding saudaranya sendiri Kristen Filipina. Kaum Kristen Filipina telah ‘dididik’ Spanyol lebih dari 400 tahun lamanya untuk memerangi kaum Muslim disana. Oleh karena itu, hingga sekarang pun, Muslim Filipina tidak lebih diperlakukan layaknya mimpi buruk. Bahkan menurut rekan kerja saya Hermie de Villa, seorang mekanik mobil asal Manila yang Katolik, para orangtua sering menakut-nakuti anak-anaknya dengan gambaran sadis perilaku kaum Muslimin Mindanao. Meskipun kenyataannya, Spanyol lah yang harus menjadi ‘hantu’ bagi anak-anak Filipina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah Potter, gadis Filipna lainnya, yang memeluk Islam ketika di California (AS), mengaku tidak pernah berhubungan dengan orang-orang Islam, kecuali sesudah memeluk Islam ( http://forums.gawaher.com/index.php?act=ST&amp;f=115&amp;t=981&amp; ). Praktek keagamaan Katolik di Filipina menurutnya tidak lebih dari praktek perdukunan selama ini. Karena banyak orang-orang Kristen yang tidak memahami ajaran mereka. Khadijah akan memberikan sumbangan informasi tentang Islam dan Muslim Filipina lewat internet. Islamlah yang menurut dia telah mengajarkan bahwa praktek perdukungan adalah haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana ceritera Flor, beragam latar belakang mengapa orang-orang Filipina mulai tertarik terhadap Islam. Ditengah-tengah hujatan bahkan oleh Presiden Filipina sendiri yang secara tidak langsung ingin ‘memberangus’ keberadaan Abu Sayyaf, dan kaum Muslimin Mindanao, ternyata Islam adalah agama yang tercepat pergerakan pertumbuhannya di Filipina, sesuai pengakuan Balik Islam diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya di Filipina, di Australia pun dalam 25 tahun terakhir ini komunitas Islam telah berlipat ganda. Menurut sensus tahun 2001, terdapat sedikitnya 281.578 orang Islam, atau 40% kenaikannya dibanding sensus 1996, atau 91% meningkat dalam dekade terakhir ( http://www.geocities.com/WestHollywood/Park/6443/Fastest/australia.html ). Diperkirakan saat ini umat Islam di Australia berjumlah 350-450 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Perancis, menurut Hadi Yamid, koresponden Islam Online (IOL), dalam 50 tahun terakhir setidaknya terdapat 50 ribu warga Perancis memeluk Islam. Mereka katakan Islam telah berhasil mengisi kevakuman kebutuhan spirual mereka ( http://www.geocities.com/WestHollywood/Park/6443/Fastest/french.html ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mexico, Islam juga mulai dikenal. Kota Mexico yang berpenduduk terpadat di dunia dan didominasi Katolik ini, kini mulai mengenal trend baru, refleksi dari kejadian yang serupa di Amerika Latin, yakni ribuan orang Katolik memeluk Islam. Demikian menurut Centro Cultural Islamico de Mexico yang membuka pintu untuk Islam 6 tahun yang lalu. Baca selengkapnya di ( http://www.geocities.com/WestHollywood/Park/6443/LatinAmerica/mexico1.html ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah artikel yang berjudul ‘Islam Lure More Latinos’, karya Christ L. Jenkins, di Washington Post, edisi 7 Januari 2001, Islam disebut sebagai agama yang mulai menjalar dalam kehidupan orang-orang Amerika Latin. Di Amerika Serikat, negara adidaya yang paling berpengaruh di muka bumi ini, kenaikan jumlah penganut Islam lebih mengejutkan lagi. Dalam artikel yang berjudul ‘The Fastest Growing Religion ‘ karya Moon Lion ( http://druidry.org/obod/news/growth_paganism.html ), dari tahun 1990 hingga 2001, Islam tumbuh sangat mengesankan: 109%! Lihat di http://www.gc.cuny.edu/studies/key_findings.htm Bahkan hal ini diakui oleh Hillary Clinton (Istri Bill Clinton) di Los Angeles Time, 31 Mei 1996. Pengakuan yang sama datang dari ABC News, NEWSDAY, New York Times, USA Today, Encyclopedia Britannica, CBS News, Times Magazine, CNN, dan masih banyak lagi ( http://www.geocities.com/Pentagon/3016/fastest.htm ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah hujatan terhadap kaum Muslimin sebagai dalang teroris, agama Islam dianggap sebagai agama pedang, bahwa jenggot dan jilbab sebagai simbol kekolotan, ironisnya telah membuktikan diri sebagai agama yang paling populer dan banyak diminati. Subhanallah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasanya bisul ini sudah pecah!” begitu pengakuan Flor saat menentukan pilihannya bahwa Islam lah yang tepat. Menyimpan keyakinan dalam diri namun tidak sesuai dengan suara hati memang seperti halnya menyimpan bisul dalam tubuh. Sakit sekali! Sekali bisul merekah dan pecah, hilanglah rasa sakit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti agama lain yang berupaya menarik perhatian kaum Muslimin dengan berbagai materi duniawi, Islam tidak lah demikian. Florence, Rivera, Khadijah Potter, dan Sharif Gonzales hanyalah segelintir dari ratusan ribu ‘mantan’ kaum Nasrani Filipina yang tidak tertarik oleh Islam karena bujukan materi. Sebaliknya, kemurnian ajaran Islam telah mampu membawa jiwa mereka untuk kembali berpikir bahwa ajaran yang satu ini memang benar-benar bagi orang yang mau menggunakan akalnya. Islam, the fastest growing religion! (eramuslim)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-1882047621907137323?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/1882047621907137323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2012/01/gejolak-iman-gadis-filipina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/1882047621907137323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/1882047621907137323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2012/01/gejolak-iman-gadis-filipina.html' title='Gejolak Iman Gadis Filipina'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-109816270367293872</id><published>2012-01-18T09:07:00.002+07:00</published><updated>2012-01-18T09:07:44.695+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Xenia Dituntun Anaknya Menemukan Islam di Usia Senja</title><content type='html'>ATHENA - Sebelum pergi ke Inggris, Xenia hanya mengenal satu agama, Kristen Ortodoks. Dia lahir, dibesarkan, dan tinggal di Athena, Yunani, Sebelum akhirnya terbang ke Inggris tahun 1970-an untuk melanjutkan pendidikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri inilah, cakrawalanya terbuka. Ia mengenal ada banyak agama di dunia ini. Islam salah satunya. Namun, ia tak berniat mempelajarinya, karena nyaman dengan agama yang dianutnya sejak kecil. "Saya dibesarkan dalam keluarga yang hangat walau tak begitu taat beribadah," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai kuliah, ia tak kembali ke negerinya. Seorang pemuda setempat memikat hatinya, dan mereka menikah. Belakangan, ia baru tahu suaminya sangat berminat pada Islam. "Agama tak begitu berperan dalam kehidupan keluarga saya...maka saya pun tak ambil pusing dengan orientasi keyakinan suami saya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah, mereka tak pernah mendiskusikan agama.  "Dia menghargai keyakinan saya, demikian pula sebaliknya," katanya. Belakangan ia tahu, suaminya telah menjadi Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersuami seorang Muslim, cakrawalanya tentang Islam terbuka. Di sekolah, ia hanya tahu hal negatif tentang agama ini. Begitu juga di media yang dia baca. Namun di rumah, ia menemukan oase yang berbeda, melalui suaminya. Namun, ia masih belum tergerak hatinya belajar Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia hanya mempelajari Islam sedikit, demi menjawab pertanyaan anak-anaknya. Seiring berjalannya waktu, sang anak lebih condong memilih Islam, mengikuti agama sang ayah. "Saya mengantar mereka ke masjid, tapi saya tak ikut turun. Saya menunggu di mobil saja," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dua anaknya menginjak remaja, suaminya meninggal dunia. Xenia sungguh terpukul. Ia memutuskan untuk pulang ke negeri asalnya, Yunani. Anak-anaknya, memilih tetap tinggal di Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bandara, ia menerima SMS anak lelakinya yang termuda, "Mum, kami mencintaimu dan kami tak ingin engkau berbeda dari kami ketika kelak kau berpulang seperti papa. Please, jadilah Muslimah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia merenungi SMS sang anak. "Untuk pertama kalinya setelah 30 menikahi pria Muslim, saya membaca isi Alquran," katanya, yang mengaku awalnya ogah-ogahan membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengaku takjub dengan kitab suci almarhum suaminya itu, kendati hanya membaca terjemahannya saja. Untaian kata-katanya sungguh indah, katanya, begitu untaian ceritanya. "Itu bukan bahasa manusia. Itu bahasa Tuhan semesta alam," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari membaca Quran pula ia tahu, Islam bukan agama baru. Islam telah dianut oleh nabi-nabi terdahulu. "Ini lebih mudah dimengerti, bahwa hanya ada satu Tuhan, tanpa partner, dan para nabi adalah utusan-Nya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, ia merasa tak berperantara antara dirinya dan Tuhan. "Hanya saya dan Pencipta saya," kata Xenia yang kini berusia 60 tahun lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengaku mulai rajin "curhat" pada Tuhan. "Aku berbicara pada Alllah dimana saja. Dia mendengar saya, dan memantapkan hati saya," ujarnya. Sampai di satu titik, ia bulat tekad untuk bersyahadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Xenia, Islam adalah sistem yang sempurna. Allah tak hanya menurunkan Alquran, tapi juga mengutus Muhammad SAW untuk menjadi "contoh nyata" bagaimana Alquran diaplikasikan. "Jalan menuju surga itu berliku. Allah mengirim panduan menuju ke sana, melalui Alquran dan Muhammad," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Xenia juga menyatakan, beda dengan agama lain yang penuh doktrin, Islam mengajak umatnya untuk berpikir. "Islam tak bilang, 'Inilah dia, kau harus mengikutinya sekarang!' Tapi Allah bilang, 'Lihat, lihatlah sekelilingmu. Lakukan perjalanan, lihatlah tubuhmu, langit, alam, mengapa kau tak melihatnya (sebagai tanda-tanda kebesaran Allah?)," katanya, yang mengaku bersyukur telah menemukan islam, kendati memulianya di usia senja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redaktur: Siwi Tri Puji B&lt;br /&gt;Sumber: Greek Rethink, New Convert&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-109816270367293872?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/109816270367293872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2012/01/xenia-dituntun-anaknya-menemukan-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/109816270367293872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/109816270367293872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2012/01/xenia-dituntun-anaknya-menemukan-islam.html' title='Xenia Dituntun Anaknya Menemukan Islam di Usia Senja'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-5359338656714359855</id><published>2012-01-18T09:06:00.000+07:00</published><updated>2012-01-18T09:06:09.565+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Menjadi Muallaf Melalui Penelitian Ilmiah</title><content type='html'>PILIHAN menjadi muallaf bagi Alex Hendra Lukman, bukanlah sebuah keputusan yang terjadi tiba-tiba. Namun, proses itu telah dilaluinya sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Bergaul dengan banyak sahabat muslim, membuatnya tertarik mempelajari agama Islam lebih dalam. Rasa ketertarikannya pada agama Islam itulah akhirnya mengubah keyakinan yang sejak kecil telah dianutnya. Setelah melakukan penelitian panjang terhadap Islam, ia pun mantap memilih Islam sebagai agamanya.&lt;br /&gt;Sejak kecil Alex –panggilan  Alex Hendra Lukman– lahir dalam keluarga Pancasilais. Masing-masing anggota keluarga memiliki keyakinan yang berbeda. Menariknya, semuanya tetap menghargai apa pun keyakinan yang dianut anggota keluarga yang lain. Rasa toleransi telah hidup dalam keluarga besar Alex.&lt;br /&gt;“Saat saya sekolah di Pemancungan, saya banyak bergaul dengan teman-teman muslim. Dari merekalah saya belajar Islam sedikit demi sedikit. Keputusan mengubah akidah saya bukan terjadi secara instan, tapi melalui proses cukup panjang. Tak mudah bagi saya membuat keputusan tersebut, mungkin bagi orang-orang yang sejak kecil sudah beragama Islam tak merasakan apa yang saya rasakan. Saya menjadi muallaf lewat proses pemilihan bukan terlahir sebagai muslim,” ujar Alex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ….Saya menjadi muallaf lewat proses pemilihan bukan terlahir sebagai muslim…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski banyak bergaul dengan muslim, tak berarti Alex langsung mengubah keyakinannya. Ia mulai melakukan perbandingan dengan agama yang dianutnya, serta agama lainnya. Menurutnya, pada dasarnya setiap agama mengajarkan kebaikan. Namun, ia merasakan ajaran Islam jauh lebih komprehensif membahas tatapergaulan di masyarakat. Ia pun terus menggali informasi dan pengetahuan tentang ajaran Islam dari berbagai sumber. Semakin ia menggali ajaran Islam, rasa ketertarikannya terhadap Islam semakin kuat.&lt;br /&gt;“Rasa ketertarikan mempelajari Islam di saat SMA tak cukup membuat saya segera berubah keyakinan. Saya tetap dengan keyakinan saya. Saat kuliah di Luftanza, Jerman, saya juga bergaul dengan banyak orang muslim ditempat itu. Terkadang saya juga ikut-ikutan puasa kalau teman-teman berpuasa. Hal itu terjadi secara otomatis saja, karena saya menghormati agama mereka,” ucapnya.&lt;br /&gt;Ketua Umum DPD PDIP Sumbar ini berada di Luftanza dari tahun 1990 sampai 1996. Di sana ia bekerja sambil kuliah. Di tempat itu pun ia kembali menggali ajaran Islam dari rekan-rekannya. Baginya semakin ia mengenal lebih banyak soal ajaran Islam, rasa ketertarikannya semakin kuat. Namun, saat menempuh pendidikan di tempat itu, ia masih saja belum berani membuat keputusan berpindah agama.&lt;br /&gt;Tahun 2007, setelah melalui proses yang cukup panjang, Alex memutuskan berpindah agama. Ia pun menghubungi Buya Masoed Abidin untuk mengislamkan dirinya. Keinginan berpindah agama tersebut didukung Buya Masoed Abidin dan juga Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi yang kala itu masih menjabat sebagai Gubernur Sumbar. Waktu itu, Gamawan Fauzi dan mantan Wakil Gubernur Sumbar Marlis Rahman, jadi saksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    …Tahun 2007, setelah melalui proses yang cukup panjang, Alex memutuskan berpindah agama…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Prosesi saya menjadi muallaf dilakukan di Gubernuran, disaksikan banyak orang. Sebetulnya, saya tak mau juga perpindahan keyakinan diketahui banyak orang. Bagi saya, urusan agama adalah urusan individu dengan tuhan. Tak ada korelasinya dengan sesama manusia,” ucapnya&lt;br /&gt;Jika sebelumnya Alex hanya belajar ajaran Islam, setelah masuk Islam ia mulai melaksanakan ajaran secara sungguh-sungguh. Bagi Alex menjalankan shalat dan ibadah puasa pertama di bulan Ramadhan, bukanlah suatu hal yang berat. Sebab, ia telah terbiasa berpuasa.&lt;br /&gt;“Jika semuanya berasal dari hati tak ada yang sulit. Misalnya saja saat ada orang nonmuslim merokok dan makan di depan saya, tak ada sedikit pun niat saya untuk membatalkan puasa. Bagi saya itulah hakikat dari puasa, yakni menahan diri dari berbagai macam godaan termasuk godaan dari penjual-penjual makanan,” ucapnya.&lt;br /&gt;Empat tahun Alex resmi menjadi muallaf, ia terus menggali pengetahuannya soal ajaran Islam. Jika ada ajaran Islam yang tidak dimengertinya, ia akan langsung menanyakan  persoalan itu pada buya Masoed Abidin. Sebut saja menghitung zakat mall dari harta yang ia miliki. Termasuk menghitung fidyah yang harus dibayarkan istrinya. “Kalau saya bingung, langsung saya koordinasikan bagaimana cara pembayarannya. Sampai hari ini saya masih terus belajar agama Islam. Untuk belajar tentunya tak akan pernah ada kata cukup,” katanya.&lt;br /&gt;Saat memutuskan memeluk agama Islam, Alex mengaku, keluarga besarnya tak mempersoalkan agama baru yang dianutnya. Keluarganya tetap menghargai apa pilihan hidupnya. Bahkan, saat ia belum menikah orangtuanya kerap membuatkan makanan untuk sahur baginya. Padahal, orangtuanya tak muslim. Demikian juga saudaranya yang lain, sangat menghargai agama barunya.&lt;br /&gt;“Kalau mereka makan, minum atau merokok saat saya sedang puasa, biasanya mereka akan sembunyi dari saya. Tapi, kalau mereka tak ingat, ada juga yang makan, minum dan merokok di depan saya. Setelah teringat, dia berhenti makan, minum dan merokok,” katanya.&lt;br /&gt;Alex juga merasa miris atas tudingan sejumlah pihak padanya yang mengatakan kepindahan keyakinannya adalah sebagai salah satu cara menarik dukungan politik. Padahal, pandangan tersebut adalah pandangan keliru. Sebab, hal tersebut tak pernah sama sekali terlintas dalam pikiran dan hatinya. Bahkan, ia baru menjabat sebagai ketua partai setelah cukup lama ia memeluk Islam.&lt;br /&gt;“Saya tak pernah menarik dukungan dengan mendatangi masjid atau pun mengucapkan selamat saat momen-momen perayaan agama Islam. Bagi saya, semua itu sangat prinsip sekali. Ibadah adalah urusan saya dengan tuhan, orang lain tak perlu tahu bagaimana hubungan saya dengan tuhan. Sekarang dari segi mana saya memanfaatkan agama untuk kepentingan politik? Tidak ada kan? Keputusan saya menjadi muslim itu adalah pilihan hati saya, bukan karena adanya embel-embel tertentu,” jelasnya.&lt;br /&gt;Alex juga menyesalkan anggapan miring sekelompok orang yang mengaitkan kepindahan agamanya dikarenakan agar ia bisa menikah. “Memang untuk sesuatu yang baik itu keimanan kita selalu diuji, termasuk saya. Berbagai tudingan miring saat saya baru memeluk Islam kerap datang. Namun, saya berusaha  untuk ikhlas menerimanya. Mungkin, itu adalah ujian juga terhadap keimanan saya,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ….Berbagai tudingan miring saat saya baru memeluk Islam kerap datang. Namun, saya berusaha ikhlas menerimanya. Mungkin, itu adalah ujian keimanan saya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski banyak anggapan orang yang meragukan alasannya untuk berpindah keyakinan, Alex mengaku tidak terpengaruh dengan semua itu. Sebab, kata hati seseorang hanya orang tersebut dan tuhan mengetahuinya. Sementara orang lain hanya bisa menerka-nerka. Manusia dapat saja membohongi orang lain dengan perkataan dan perbuatannya, namun manusia atau muslim tentu tak dapat membohongi penciptanya.&lt;br /&gt;“Makanya, saya tak ambil pusing soal itu. Hanya saya dan tuhan yang tahu apa yang ada dalam pikiran dan hati saya. Manusia lain tidak akan pernah tahu apa yang saya rasakan dan pikirkan. Biarlah itu jadi rahasia  saya dan tuhan saja,” ucapnya. [voa-islam.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari :&lt;br /&gt;http://kristenisasi.wordpress.com/2011/08/24/alex-hendra-lukman-ketua-pdip-sumbar-menjadi-muallaf-melalui-penelitian-ilmiah/&lt;br /&gt;Diposkan oleh PCM KEDUNGGALAR&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-5359338656714359855?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/5359338656714359855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2012/01/menjadi-muallaf-melalui-penelitian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/5359338656714359855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/5359338656714359855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2012/01/menjadi-muallaf-melalui-penelitian.html' title='Menjadi Muallaf Melalui Penelitian Ilmiah'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-164350130652268504</id><published>2012-01-18T09:02:00.000+07:00</published><updated>2012-01-18T09:02:44.577+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Bukan Emosi, Melainkan Logika Rasional yang Antarkan Abdallah pada Islam</title><content type='html'>REPUBLIKA.CO.ID, Ketika memutuskan memeluk Islam, ia tak mendapat dukungan dan panduan khusus dari Muslim lain. Namun tekadnya bulat untuk tetap belajar dan berkontribusi dalam dakwah demi bisa membantu mualaf lain menjalani transisinya dengan lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Abdallah, lelaki berdarah India yang lahir dan besar di Toronto. Kehidupan dia sebelum Muslim adalah campuran antara India, agama Hindu dan budaya barat ala Kanada. "Sehingga ketika saya besar, saya masih mengenal baik budaya, bahasa saya dan juga agama orang tua," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga kerap mendatangi kuil, selalu pergi ke kemah musim panas, sekolah Minggu dan mengikuti kegiatan keagamana. "Jadi saya melalui semua adat istiadat dan ritual baik milik orang tua saya di rumah maupun di sekolah," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu menjadi pelajar, Abdallah mengaku tipe yang serius, terutama saat duduk di bangku SMA. Namun ia juga tetap suka bersenang-senang. "Saya sangat suka musik, bahkan pada usia 11 tahun saya bisa bermain gitar," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanannya menuju Islam, menurut Abdallah jauh dari kebanyakan mualaf lain. "Saya merasa tidak memiliki masalah secara emosional yang mendorong saya menuju kebenaran," tuturya. "Hanya saja sewaktu muda saya sudah merasa tidak cocok dengan agama orang tua," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski, ungkapnya, ada suatu saat ia begitu membela dan taat terhadap agama orang tuanya. "Saya begitu taat seperti kerang. Namun saat itu yang terasa kosong, karena saya sadar bahwa saya hanya mencoba membela diri dan berpikir orang-orang akan menyerang keyakinan ini dari berbagai aspek," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdallah sulit menerima gagasan banyak tuhan untuk disembah. "Itu rasanya tidak cocok untuk saya. Selain itu banyak pemaparan berbeda yang sama sekali tak logis apalagi ilmiah," ujarnya. "Saya tidak puas dengan kebenaran yang saya yakini saat itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun memutuskan untuk meninggalkan agama orang tua pada usia remaja. Keluar dari Hindu ia pun menuju Injil. "Saya membaca kitab itu dan begitu indah karena saat itu ada konsep satu Tuhan. Kalau tidak salah saya temukan itu pada Kitab Perjanjian Lama," tutur Abdallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan yang Abdallah kenal dari Injil, menurutnya sangat baik hati dan di saat bersamaan, hadir konsep nabi, seorang manusia pembawa pesan tuhan dan ia bukanlah entitas Esa. "Bisa saya bilang konsep itu sangat menarik hati saya. Setelah itu pencarian saya terus berjalan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun membuka bagian Kitab Perjanjian Baru. "Lagi-lagi saya bahagia dengan nilai-nilai yang saya temukan. Saya jatuh cinta dengan karakter Yesus. Namun sosok dia sebagai entitas lain Tuhan, sulit saya terima dalam hati, tidak cocok bagi saya," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah ia mulai menolak semua agama dan menjadi atheis untuk beberapa saat. Namun ia pun sulit untuk bisa menerima konsep atheisme. "Karena saya tahun, dari dalam hati ataupun dari logika yang saya temukan di sekitar, semua ini pasti diciptakan oleh sesuatu yang luar biasa. Jadi saya pun terus berjalan dari satu agama ke agama lain, Budha, Katholik, kuil Sikh, bahkan juga kembali berdoa bersama orang tua saya," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya agama yang tak pernah ia usik dan ia lihat saat itu adalah Islam. Mengapa? "Orang tua saya dari India dan tinggal di kota Muslim di sana. Jadi ketika kami dewasa kami bersentuhan dengan Islam, meski mungkin bukan ajarannya, melaikan gaya hidup Muslim di sana," tutur Abdallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia merasa memiliki pehamaman selip. "Setiap kali berpikir tentang Islam maka saya memiliki pandangan mereka adalah teroris, atau menindas hak wanita. Itulah yang menahan saya untuk melihat agama itu lebih jauh," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ia memiliki beberapa teman Muslim di SMA, bahkan ada yang menjadi teman baiknya. Namun karena mereka bukan tipe yang taat beribadah, Abdallah mengaku tak menangkap pesan-pesan Islam lewat perilaku mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saat ia masuk universitas, Abdallah menemukan tempat di mana ia bisa membuka diri dari gagasan apapun. "Saya bisa mempertanyakan apapun dan bahkan diri saya," ujarnya. Hingga akhirnya ia menemukan buku tentang sains dalam Al Qur'an saat hendak menulis tugas akhir untuk gelar sarjana. "Baru itulah saya benar-benar mengkritisi dan melihat apa yang diajarkan oleh Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mengkaji, Abdaallah mengaku dalam kondisi sangat rasional. Ia ingin berpikir berdasar fakta alih-alih emosi. "Karena saya telah melibatkan banyak emosi dalam aktivitas keagamanan sebelumnya dan tak ada yang mengena, sementara yang saya pahami, kebenaran bukan hanya perkara emosi, tapi juga mengandung komponen logis dan rasional," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada momen penentuan itulah justru Abdallah menemukan pencerahan. "Semua bahan bacaan mengenai sains dalam Al Qur'an mulai mendorong saya dengan kuat. Tapi yang pasti momen penentuan itu terjadi ketika akhirnya saya mengucapkan syahadat," aku Abdallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan seusai Memeluk Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah menjadi Muslim, Abdallah bercerita kepada orang tuanya dan orang-orang di dekatnya. Ia juga mulai memelihara janggut. "Mereka pun memiliki pandangan selip terhadap saya, seperti yang pernah saya punya," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Abdallah tak menyalahkan mereka. "Sebenarnya itu disebabkan murni ketidaktahuan dan tak ada seorang pun yang menjelaskan kepada mereka, tak ada yang merangkul mereka untuk memaparkan seperti apa kebenaran dan betapa indahnya Islam itu," kata Abdallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun saat orangtuanya sedikit bereaksi negatif, Abddalah melihat itu sekedar reaksi  emosi. "Mereka toh akhirnya tidak memandang rendah ketika saya akhirnya menjadi orang lebih baik dan mengapa saya memutuskan berubah," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menjadi Muslim, Abddalah tidak menemukan jaringan dukungan atau bahkan web sosial yang bisa memandunya sebagai Mualaf. "Tak ada mesin besar untuk menyebarluaskan kebenaran tentang agama. Karena itu saya berpikir kontribusi pribadi saya akan bermanfaat, sekaligus jalan bagi saya untuk memahami agama ini setiap hari," ujanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya melakukan ini agar bisa memberi panduan pula bagi mualaf lain, membantu mereka melakukan transisi semulus dan semudah mungkin dan membuat mereka memahami bahwa ketika mereka menjadi Muslim, mereka tak akan kehilangan identitas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdallah ingin memastikan bahwa mereka masih tetap diri mereka yang dulu dengan kesukaan, ketertarikan dan hobi masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya pikir hal terbesar yang saya dapat dari Islam adalah kepuasan dalam hati. Saya akhirnya memahami mengapa saya di sini dan mengapa alam semesta diciptakan. Saya merasa menyatu dan sejalan dengan alam di sekitar saya, menyatu dengan setiap manusia, bahkan makhluk-makhluk tuhan," ungkap Abdallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh menimbulkan perasaan indah setiap kali bangun pagi, mengingat Tuhan dan mengingat anugerah yang telah Ia berikan kepada manusia. Itulah yang memunculkan sikap hormat saya terhadap setiap manusia, setiap makhluk, hewan, tumbuhan, apa saja. Islam adalah sistem kebenaran di banyak hal. Saya kini belajar untuk lebih menghormati orang tua, tetangga saya, orang-orang dari keyakinan lain dan dari budaya lain,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya kira ini adalah jenis rasa hormat yang diperlukan, terutama di kekinian di mana kita masih perlu menyembuhkan luka dari masa lalu,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;br /&gt;Sumber: Onislam.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-164350130652268504?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/164350130652268504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2012/01/bukan-emosi-melainkan-logika-rasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/164350130652268504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/164350130652268504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2012/01/bukan-emosi-melainkan-logika-rasional.html' title='Bukan Emosi, Melainkan Logika Rasional yang Antarkan Abdallah pada Islam'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-3611940301155095229</id><published>2012-01-08T11:23:00.002+07:00</published><updated>2012-01-08T11:23:47.851+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Berawal dari Lapangan Sepakbola, Pemuda Prancis Mantap Jadi Seorang Muslim</title><content type='html'>Matthieu Cioccocini. pemuda berusia 22 tahun asal Prancis ini pertama kali belajar agama adalah agama Islam. Sejak kecil, kedua orang tuanya tidak pernah menanamkan pendidikan agama, karena ayahnya seorang ateis dan ibunya yang beragama Katolik juga jarang ke gereja.&lt;br /&gt;Beruntung, Cioccocini yang lahir di kawasan timur laut Prancis--sebuah wilayah yang berdekatan dengan Belgia--sejak usia 13 tahun pindah ke South Western Coast yang banyak komunitas imigran muslimnya. Diantara teman-temannya di kalangan imigran muslim, hanya Cioccocini yang asli orang Prancis.&lt;br /&gt;"Pertama kali menerima pelajaran agama, adalah tentang agama Islam. Terima kasih buat teman-teman dan keluargaku, serta semua kawan-kawan muslim dari Maroko, Turki, Aljazair dan Tunisia," ungkap Cioccocini.&lt;br /&gt;Bersama mereka, Cioccocini sering berolahraga bersama. Suatu hari ketika sedang bermain sepakbola, anggota dari kelompok dakwah Fi Sabilillah datang ke lapangan, dan memberikan ceramah agama Islam. Cioccocini dan teman-temannya menghentikan permainan, dan mendengarkan ceramah itu. Itulah awal Cioccocini mengenal Islam.&lt;br /&gt;Mulanya, Cioccocini menghindar ketika kelompok itu datang dan memberikan ceramah agama Islam. Salah seorang anggota Fi Sabilillah lalu memanggil Cioccocini untuk ikut mendengarkan, kemudian mengundangnya datang ke masjid untuk melihat dan mengetahui sendiri apa dan bagaimana agama Islam.&lt;br /&gt;"Saya datang ke masjid dan mulai tertarik. Saya memutuskan untuk datang lagi ke masjid untuk ikut salat, bertanya pada banyak orang tentang Islam dan saya makin jauh terlibat dalam agama ini," ujar Cioccocini, yang sekarang sedang mengambil gelar master di bidang administrasi bisnis di Universitas Victoria, Selandia Baru.&lt;br /&gt;"Bisa dikatakan, saya sangat tertarik dengan agama Islam, karena sebelumnya saya tidak tahu apa-apa tentang agama. Saya terkagum-kagum, misalnya melihat orang berpuasa, tidak makan apapun di siang hari selama satu bulan. Saya bertanya-tanya, bagaimana bisa orang-orang itu melakukannya," imbuhnya.&lt;br /&gt;"Bahkan hanya selama Ramadan, bahkan dalam beragam manifestasi dalam agama Islam setelah Ramadan, seperti Hari Raya Idul Fitri dan sejenisnya, buat saya sangat menakjubkan. Saya lalu memutuskan untuk mendalami agama Islam," sambung Cioccocini yang bercita-cita ingin terjun ke bidang bisnis internasional.&lt;br /&gt;Usia Cioccocini mungkin masih sangat muda ketika akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Namun kedua orang tua Cioccocini tidak keberatan puteranya masuk Islam. Teman-teman muslim Cioccocini agak terkejut melihat sikap orang tuanya itu, "Oleh sebab itu mereka menganggap saya sebagai anak sendiri, dan ingin banyak membantu saya. Mereka tidak mau saya kecewa. Mereka menganggap saya sebagai bagian dari keluarga besar. Ini sangat mengesankan," ungkap Cioccocini.&lt;br /&gt;Cioccocini memang beruntung karena tidak harus menghadapi penolakan dari kedua orang tuanya, seperti yang sering dialami para mualaf. Kedua orang tua Cioccocini memberikan kebebasan baginya untuk memilih. Di sisi lain, orang tua Cioccocini ingin putra mereka berada di lingkungan yang aman dan bagi ayah-ibu Cioccocini masjid adalah tempat yang aman, tidak seperti jalanan dimana anak-anak bisa saling memaki, mencuri dan tawuran.&lt;br /&gt;"Mereka lebih senang saya berdiam diri di masjid daripada sering keluyuran di jalanan," kata Cioccocini tentang sikap ayah dan ibunya.&lt;br /&gt;Cioccocini berpendapat bahwa Islam adalah hal terbaik untuknya. Islam mengajarkannya untuk saling menghormati pada setiap orang, membentuk pola pikirnya dan mengajarkan bagaimana ia harus berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Islam juga mendorong umatnya untuk selalu belajar dan menuntut ilmu.&lt;br /&gt;"Sayang sekali, beberapa teman saya tidak tertarik atau tidak mau melibatkan diri dengan Islam. Mereka akhirnya menjadi pecandu narkoba atau pecandu minuman keras ... menjalin hubungan pria dan wanita sebelum menikah ... Beruntung saya menemukan Islam dan Islam banyak menolong saya dalam menjalani kehidupa sehari-hari," tukas Cioccocini.&lt;br /&gt;Ia juga berpendapat, Islam "obat penyembuh" bagi mereka yang membutuhkan. Cioccocini mencontohkan, para tahanan di dalam penjara yang berusaha untuk belajar Islam, mereka akhirnya menjadi orang-orang yang sangat baik. Mereka yang kecanduan narkoba atau minuman beralkohol, ketika mengenal Islam mereka bertobat dan menjadi bersih kembali.&lt;br /&gt;"Islam adalah obat penyembuh yang paling manjur, dan Allah Swt. adalah dokter yang paling hebat yang bisa kita temui untuk merawat kita. Jika kita sungguh-sungguh menemukan-Nya, Dia akan banyak membantu kita," kata Cioccocini.&lt;br /&gt;Sejak memutuskan menjadi bersyahadat, Cioccocini mengaku tidak pernah menghadapi persoalan terkait jadi dirinya sebagai orang Prancis sekaligus sebagai seorang muslim. Namun ia tak mengelak, bahwa sekarang ini di Eropa, orang mulai ketakutan melihat perkembangan Islam yang begitu pesat. Mereka melihat Islam sebagai agama yang terlalu cepat masuk ke Eropa dan khawatir melihat banyak orang Eropa yang masuk Islam.&lt;br /&gt;Masyarakat Prancis, kata Cioccocini, pada umumnya percaya saja dengan apa yang diberitakan media massa tentang Islam, bahwa Muslim itu teroris dan senang berpoligami, bahwa perempuan itu direndahkan dan citra negatif lainnya yang ciptakan media tentang Islamd dan Muslim.&lt;br /&gt;"Mereka percaya saja dan tidak berusaha mencari kebenarannya. Mereka tidak berusaha membuka buku dan percaya saja dengan apa yang mereka dengar ..."&lt;br /&gt;"Tapi untungnya, orang-orang di sekeliling saya mulai memahami bahwa Islam tidak seburuk yang mereka sangka, karena mereka melihat perilaku dan sikap saya pada mereka, dan melihat bahwa saya bisa menjadi seorang mahasiswa yang baik, dan Islam tidak sejahat seperti yang mereka yakini selama ini," papar Cioccocini.&lt;br /&gt;"Begitu pula dengan kedua orang tua saya. Saya sempatkan berdiskusi dengan mereka, dan mereka mengatakan bahwa akhirnya mereka tahu kalau Islam adalah hal terbaik untuk saya, bahwa saya sangat beruntung telah menemukan Islam, padahal kedua orang tua saya bukan seorang muslim," sambungnya.&lt;br /&gt;Cioccocini menyatakan sangat bahagia menemukan Islam dan berharap ia bisa istiqomah sebagai seorang muslim. Islam akan menjadi bagian pendidikan untuk anak-anak, istri dan seluruh aspek kehidupannya kelak.&lt;br /&gt;"Saya cuma ingin berpesan pada semua orang, berusahalah dari diri sendiri untuk mengenal Islam. Bukalah buku. Membaca dan belajar bukan hal yang sulit. Anda bisa buka internet atau Youtube dan sejenisnya untuk menemukan Islam. Insya Allah, Allah Swt akan menolong kalian," tandas Cioccocini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://okepress.blogspot.com/2011/10/berawal-dari-lapangan-sepakbola-pemuda.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-3611940301155095229?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/3611940301155095229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2012/01/berawal-dari-lapangan-sepakbola-pemuda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/3611940301155095229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/3611940301155095229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2012/01/berawal-dari-lapangan-sepakbola-pemuda.html' title='Berawal dari Lapangan Sepakbola, Pemuda Prancis Mantap Jadi Seorang Muslim'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-9019017819999696690</id><published>2012-01-08T11:08:00.000+07:00</published><updated>2012-01-08T11:08:52.260+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Mustafa "Steven" Samuel, Syok Saat Pertama Kali Baca Quran</title><content type='html'>Butuh waktu 25 tahun bagi Steven untuk menemukan Islam dan meyakini bahwa Islam-lah agama kebenaran, yang mampu menjawab semua pertanyaan yang selama puluhan tahun mengusik alam pikirannya.&lt;br /&gt;Setelah melalui pencarian panjang, pada tahun 2009, Steven mantap bersyahadat dan hidup sebagai seorang muslim dengan nama islami Mustafa Samuel.&lt;br /&gt;Ia lahir dalam keluarga penganut agama Kristen Ortodoks, dan mengenyam pendidikan di berbagai sekolah Kristen, mulai dari yang berbasis Katolik, Protestan, Maronit, Kristen Ortodoks dan aliran Kristen lainnya. Pengalaman ini membuat Steven memiliki cukup bekal pengetahuan agama, sekaligus membuatnya berpikir kritis terhadap ajaran Kristen yang diketahuinya.&lt;br /&gt;"Saya tidak pernah benar-benar menerima dogma yang diajukan pada saya. Saya adalah orang yang akan selalu menanyakan apa saja, termasuk soal agama," ujar Steven.&lt;br /&gt;Masa Pencarian&lt;br /&gt;Ia mengingat kembali perjalanan hidupnya di era 1990-an, masa dimana ia benar-benar serius mencari tahu tentang banyak hal. Steven juga memutuskan pindah tempat tinggal dari Sydney ke Queensland, karena ia merasa Sydney bukan tempat yang baik buat dirinya.&lt;br /&gt;"Saya pernah bekerja di sebuah toko minuman keras selama lima tahun, dan saya pernah menyaksikan perilaku manusia yang sangat buruk, yang tidak pernah Anda bayangkan. Saya kira, pengalaman ini mengguncang keyakinan saya akan kemanusiaan," ungkap Steven.&lt;br /&gt;Setelah pindah ke Queensland, Steven berusaha mencari kebenaran yang ia inginkan, dan berdoa pada Tuhan agar menunjukkan kebenaran itu, dan ia akan menerimanya.&lt;br /&gt;"Selama masa itu, saya ikut jamaah Mormon, Saksi Yehovah dan jamaah beragam aliran agama Kristen untuk menemukan kebenaran yang saya cari. Tapi saya tidak pernah bisa mendapatkan jawaban yang saya inginkan, 'mengapa saya di sini?', 'apa tujuan keberadaan saya?'" tutur Steven.&lt;br /&gt;Peristiwa serangan 11 September 2001 di AS, menjadi titik balik pencarian Steven. Selama ini, di tengah pencariannya akan kebenaran, Steven tidak pernah melirik ajaran Islam, dan ia tidak tahu sama sekali tentang Islam.&lt;br /&gt;"Saya tidak terlalu berusaha mencari tahu lebih jauh tentang Islam. Tapi saya kira, saya merasa bahwa mungkin umat Islam adalah umat yang benar-benar menjalankan ajaran agamanya dengan benar. Melihat bagaimana seluruh dunia bersikap perang terhadap orang Islam, satu hal yang menurut saya masuk akan, mungkin karena kaum Muslimin berada di jalur yang benar," ungkap Steven.&lt;br /&gt;Namun cahaya Islam belum menerangi hati Steven. Steven masih terus melakukan pencarian dan melakukan perjalanan ke berbagai negara, mulai dari AS, Amerika Tengah, Eropa, termasuk ke Italia untuk bertemu dengan keluarganya, lalu ke Dubai dan Singapura.&lt;br /&gt;Selama lima hari kunjungannya di Dubai, Steven berniat untuk melihat sendiri bagaimana Islam yang sebenarnya, karena Dubai adalah negara muslim. Tapi Steven mengaku kecewa, karena Dubai tidak seperti gambaran kota islami seperti yang ia bayangkan. Tapi ada satu hal yang benar-benar menarik perhatian Steven saat di Dubai.&lt;br /&gt;"Saya pergi ke sebuah museum di sana, dan diseberang jalan museum saya melihat sebuah masjid. Saya benar-benar ingin menyeberang jalan dan melihat masjid itu untuk mencari tahu tentang Islam. Saya tidak sadar hari itu hari Jumat, saat umat Islam menunaikan salat Jumat. Saya belum paham ketika itu. Saya juga mengenakan pakaian kasual seperti yang digunakan warga negara asing lainnya, sementara orang-orang di masjid mengenakan busana lokal. Padahal saya benar-benar ingin sekali ke masjid itu," ungkap Steven.&lt;br /&gt;Hidayah Quran dan Islam&lt;br /&gt;Keinginannya untuk masuk ke masjid tidak pernah tercapai, karena ia harus kembali ke Australia. Steven mulai mencari tahu sendiri tentang Islam. Tahun 2006, ia membeli Quraan pertamanya, yang ia baca dalam kurun waktu 2,5 tahun. Steven mengaku syok, saat membaca isi terjemahan Quran.&lt;br /&gt;"Saya baru tahu kalau Nabi Musa, Nabu Lut dan Nabi Nuh, serta nabi-nabi lainnya juga diceritakan dalam Quran. Saya benar-benar kaget dan berseru dalam hati 'Oh, wow'. Tak ada satu pun dalam Quran yang ingin mengobarkan perang atau mengarah pada kata ekstrimisme atau terorisme, atau apalah. Rasa ingin tahu saya makin besar. Oleh sebab itu, selama dua selanjutnya saya terus mempelajari Islam. Saya baca Quran sekali lagi," papar Steven.&lt;br /&gt;Steven mengaku sudah ingin masuk Islam pada tahun 2008, tapi ia tidak menemukan seorang muslim yang bisa membantunya. Ia mengontak sebuah masjid, mengirim surat elektronik, dan meminta dikirimkan Al-Quran. Tapi tak ada yang menjawab suratnya. Ia jadi berpikir, "Baiklah, mungkin Allah tidak menginginkan saya menjadi seorang muslim" dan ini membuatnya agak panik.&lt;br /&gt;Tahun 2009, Steven kembali ke Sydney dan bertemu seorang muslim yang menurutnya sangat ramah, namanya Samir. Awalnya Steven berpikir Samir bukan muslim karena tidak berjenggot, dan Samir punya menantu bernama Adam yang membuat Steven berpikir keduanya adalah Kristiani.&lt;br /&gt;Saat itu, Steven sudah tahu bagaimana caranya salat, yang ia pelajari lewat internet. Steven bahkan sudah mulai menunaikan salat seperti layaknya muslim, sejak seminggu sebelum ia memutuskan untuk mengucapkan syahadat. Ia juga mulai meninggalkan kebiasaan minum minuman beralkohol dan tidak lagi makan daging babi.&lt;br /&gt;Suatu hari, Samir membawakannya satu box pizza dan minuman ringan. Ia bertanya pada Samir apakah makanan itu halal, karena saar itu Steven masih mengira Samir bukan muslim. Samir menjawab bahwa pizza yang dibawanya halal. Saat itulah Steven baru tahu kalau sahabatnya itu seorang muslim, dan ia mengatakan, "Oh, saya ingin menjadi seorang muslim."&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Samir membawa Steven ke rumah seorang iparnya dan disanalah Steven mengucapkan dua kalimat syahadat. "Saya merasa sangat-sangat bahagia, dan sejak itu saya tidak pernah lagi menengok ke belakang," tukas Steven alias Mustafa Samuel.&lt;br /&gt;Steven merasakan perubahan besar dalam dirinya setelah menjadi seorang muslim. "Islam membuat saya lebih disiplin dengan kewajiban salat lima waktu, wudu, menahan lapar saat Ramadan, menahan diri untuk tidak makan daging babi dan minum minuman keras. Islam mengubah semuanya, mengubah keseluruhan dinamika kehidupan saya. Saya jadi lebih tenang, tidak mudah marah, lebih seimbang dalam berpikir, jika dulu saya gampang emosi, sekarang saya lebih rileks," papar Steven.&lt;br /&gt;"Islam mengajarkan kita untuk menjadi orang yang sabar. Saya sangat bahagia memeluk Islam karena Islam memberikan saya banyak kebaikan yang tidak saya miliki sebelumnya," tandas Steven.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://okepress.blogspot.com/2011/11/mustafa-steven-samuel-syok-saat-pertama.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-9019017819999696690?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/9019017819999696690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2012/01/mustafa-steven-samuel-syok-saat-pertama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/9019017819999696690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/9019017819999696690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2012/01/mustafa-steven-samuel-syok-saat-pertama.html' title='Mustafa &quot;Steven&quot; Samuel, Syok Saat Pertama Kali Baca Quran'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-8421644070863815362</id><published>2012-01-08T10:47:00.000+07:00</published><updated>2012-01-08T10:47:26.232+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Stendly Delon; Masuk Islam Karena Tertarik Azan</title><content type='html'>Muhammad Ramadan (Stendly Delon), Pemain Film &amp; Sinetron Terkenal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usianya yang ke-49, Stendly Delon, akhirnya menemukan jalan kebenaran. Pria kelahiran Makassar ini mengucapkan dua kalimat syahadat pada 1 Oktober 2006. Bukan hanya itu, Stendly juga mengubah namanya menjadi Muhammad Ramadan. Berikut penuturannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAYA lahir di Makassar sekitar 49 tahun silam. Lingkungan saya adalah muslim yang taat, saya tumbuh di Makassar sejak kecil. Teman-teman saya adalah muslim semua, ketika saya bermain dengan mereka, saya sering tertegun melihat mereka salat. Waktu itu, usia saya masih sekolah dasar kelas lima. Sejak saat itu, di hati saya sebenarnya saya punya keinginan untuk menjadi muslim, tapi keinginan itu belum terlaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerinduan saya terhadap Islam sudah lama. Dalam hati saya bertanya-tanya, kapan saya menjadi mualaf? Sampai akhirnya saya lulus SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu, saya dibesarkan di sekolah Islam, saya masuk SMP negeri Makassar dan SMA Makassar. Murid dan gurunya juga banyak yang muslim. Setelah lulus dari SMA, saya putuskan untuk merantau ke Jakarta karena cita-cita saya waktu itu adalah ingin menjadi bintang film (aktor) terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan saya waktu di Makassar, orang jadi bintang film itu kaya raya dan terkenal. Untuk itu saya ingin melakukan itu. Tahun 1970-an baru saya hijrah ke Jakarta sendiri. Setelah saya tiba di Jakarta saya bertemu dengan Pak Firman Bintang. Waktu itu beliau aktif jadi wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JADI BINTANG FILM&lt;br /&gt;Sementara saya menekuni cita-cita menjadi aktor, mulai pertama kali jadi figuran, model sinetron, hingga akhirnya saya dipercaya menjadi bintang film ternama. Saya berteman dengan Pak Firman Bintang, yang sekarang dia sebagai direktur Bintang inova Picture, kurang lebih 15 tahun silam. Setiap saya bertemu dengan dia, saya selalu tanya soal Islam. Saya juga utarakan niat awal saya untuk menjadi mualaf. Tapi, beliau menyarankan agar saya belajar lebih dulu soal&lt;br /&gt;Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bertanya kepada Pak Firman Bintang, saya terlebih dahulu mempelajari ajaran Islam melalui buku dan bertanya kepada temen-teman saya di lokasi syuting. Bahkan, Pak Firman sering menjadi guru saya soal Islam. Setiap kali saya bertemu Pak Firman, saya utarakan terus menerus untuk menjadi mualaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, Pak Firman menjawabnya dengan bijaksana. Dia bilang, "Jangan karena dekat dengan orang muslim, lantas ikut-ikutan muslim. Kamu harus yakini Islam, sebagai jalan yang benar dan terakhir," demikian katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya hidayah Allah itu datang pada 1 Oktober 2006. Pak Firman mengadakan acara syukuran dan buka puasa bersama anak-anak yatim dan kru film Bintang Inova Citra Picture. Karena kebetulan saya bermain sinetron di bawah asuhan Pak Firman, saya langsung menemui beliau. Saya utarakan kembali niat saya untuk menjadi mualaf dan ternyata Pak Firman merespon niat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENJADI MUALAF&lt;br /&gt;Dari situlah proses mualaf saya terjadi. Sekitar pukul 06.00 Wib, di bawah Asuhan Dr Husen Shihab, saya baca dua kalimat syahadat disaksikan oleh keluarga besar bintang dan jamaah. Begitu saya menjadi muslim, saya lalu melakukan hal-hal yang diwajibkan oleh Islam, semisal khitan, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi muslim ketika usia 49 tahun. Ini sungguh luar biasa karena meski sejak sekolah dasar mengenal Islam, tapi baru sekarang merasakan hidayah dan kesempatan menjadi muslim. Bisa dibayangkan berapa tahun sisa hidup saya diperuntukkan untuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun alhamdulillah, ternyata Allah meridai langkah saya. Saya bangga telah menjadi muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski agak terlambat karena usia, saya tetap semangat seperti anak muda. Saya seperti anak yang baru lahir kembali, apalagi hari ini bulan Ramadan, saya juga ikutan puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya bersemangat sekali belajar salat dan baca buku, bahkan saya membandingkan alkitab dengan Alquran. Menurut saya, islam sangat baik dan agama yang lurus. Karena Islam mempunyai aturan yang jelas terhadap umatnya. Meski saya dulu beragama Kristen, tapi saya jarang sekali ke gereja. Alasannya, gereja di lingkungan rumah saya tidak ada, tempatnya sangat jauh sehingga membuat saya malas untuk pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di lingkungan tetangga kanan kiri adalah muslim, saya dan keluarga satu-satunya yang non-Muslim. Itulah sebabnya mengapa saya dari dulu tertarik Islam, karena sejak saya bangun tidur, saya selalu mendengar azan sampai waktu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERTARIK AZAN&lt;br /&gt;Kali pertama saya tertarik Islam karena suara azan. Di usia yang masih kecil, saya sudah senang dengan suara azan. Bahkan saya sampai hapal azan, kebetulan letak rumah saya dekat masjid. Ketika mendengar suara azan rasanya hati ini damai sekali, saya nggak tahu kenapa ketika mendengar azan, saya teringat dan seperti terpanggil itu. Rasanya damai sekali mendengar kalimat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, suara azan dengan saya sudah akrab, seperti layaknya diri, sendiri. Waktu saya mengucapkan kalimat syahadat, temyata banyak teman-temah banyak yang mendukung, baik dari kalangan film maupun dari artis, mereka memberi ucapan selamat kepada saya. Bahkan keluarga besar saya juga seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan orang tua saya moderat, mereka mengajarkan agama dengan baik, mereka bilang tujuan semua agama baik dan agama tidak pernah mengajarkan kejelekan seperti mencuri dan membunuh. Mereka semua percaya, keyakinan adalah datangnya dari dalam hati, makanya ketika saya jadi mualaf, dia hanya menyarankan agar melaksanakan ajaran agama dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau kamu sudah pilih Islam, maka jalanilah dengan baik dan sungguh-sungguh," katanya. Termasuk kakak saya yang muslim, dia mengucapkan seperti itu, karena dalam keluarga saya semua demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIPROTES SAHABAT&lt;br /&gt;Namun, jauh dari dugaan saya penolakan kali pertama datang dari sahabat dekat saya yang non-Muslim. Ketika mendengar saya masuk Islam, mereka langsung telepon saya, mereka bilang, "Apa kamu nggak salah pilih pindah ke Islam? Kamu sudah gila!" Padahal saya sadar dan tidak gila. Mereka bilanglah macam-macam yang intinya mereka kurang setuju dengan tindakan saya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya sadar, saya orangnya suka mengalah, saya menghindar ketika ditanya macam-macam soal islam. Karena saya takut terjadi konflik fisik, dan itu rasanya akan menyulitkan saya. Apalagi ini bulan puasa, saya tidak ingin terjadi konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya sudah punya jawaban, saya bilang sama mereka, keluarga saya tidak ada yang menentang apalagi sahabat saya. Ya, itulah perjalanan hidup saya soal Islam. Saya bangga dengan keadaan sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Nurani 305 (Minggu ke 2 November 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,853.165.html?PHPSESSID=ubdfi8jvk3cse15blo37b55890&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-8421644070863815362?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/8421644070863815362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/stendly-delon-masuk-islam-karena.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/8421644070863815362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/8421644070863815362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/stendly-delon-masuk-islam-karena.html' title='Stendly Delon; Masuk Islam Karena Tertarik Azan'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-1235129231589977714</id><published>2012-01-08T10:44:00.000+07:00</published><updated>2012-01-08T10:44:47.861+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Tan Lip Siang; Tenang setelah Menjadi Muslim</title><content type='html'>Tan Lip Siang, Pengurus DPP PITI 2000-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayah itu memang milik Allah. Kalau tidak dicari, maka hidayah juga tidak akan datang dengan sendirinya. Demikian juga dengan Tan Lip Siang, alias HM Syarif Siangan Tanudjaya SH, pengurus DPP PITI Periode 2000-2005. Dia menemukan Islam setelah sekian lama berada dalam keresahan. Bagaimana kisahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA aslinya adalah Tan Lip Siang. Namun, dia masuk Islam pada tahun 1975, berganti nama menjadi HM Syarif Siangan Tanudjaya SH. Laki-laki yang sekarang menjabat sebagai pejabat notaris yang diangkat oleh pemerintah untuk wilayah kerja Kodya Bekasi, Jawa Barat ini mengaku tertarik Islam berawal dari hati yang selalu resah, disebabkan penderitan hidup, dari hidup yang biasa senang berbalik menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada ajaran agama Kristen, saya temukan dan saya ketahui adalah ketentuan-ketentuan akan dosa warisan. Maksudnya, akibat dosa Adam dan Hawa, mengakibatkan manusia menanggung dosa warisan. Artinya, sekalipun bayi yang baru dilahirkan sudah harus dianggap tidak suci lagi, akibat "dosa warisan" Adam dan Hawa itu," papar Syarif mulai bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERTOLAK BELAKANG&lt;br /&gt;Namun, menurutnya, begitu dia menyimak ayat lain dalam alkitab dirinya semakin bingung mengenai dosa warisan. Misalnya, dalam alkitab disebutkan ketika Yesus ditanya oleh seorang Farisi, "Apakah yang menyebabkan anak tersebut menjadi cacat? Mungkinkah karena dosa kedua orang tuanya atau dosa siapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus menjawab kepada orang Farisi tersebut, "Anak ini menjadi cacat, akibat dosa ibu-bapaknya dan bukan dosanya sendiri. Tetapi karena Allah akan memperlihatkan kasih-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dua ketentuan dalam kandungan Alkitab ini, sungguh membuat saya bingung. Sehingga, pada saat itu saya sempat berpikir, mengapa tuhan orang Kristen membuat umatnya menjadi resah hingga saya merasa kesulitan untuk menyimpulkan makna yang terkandung dalam ayat-ayat Alkitab?" kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena masalah itulah, tambah Syarif, keimanannya kepada Yesus menjadi sirna, sebab Yesus belum mampu membuat hatinya tenteram dan mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya kemudian berbalik kepada agama Budha dan Konghucu. Mulailah saya bersembahyang di vihara lalu belajar meditasi dan tidak makan daging atau yang bernyawa pada waktu-waktu tertentu (Cia-Cay), sembahyang penghormatan kepada arwah leluhur, kemudian sembahyang ke Klenteng Toapekong (tempat penyembahan atau tempat ibadah kepada Tian, dewa-dewa orang Cina), untuk memohon Popi Peng An (keselamatan) dan hoki (peruntungan yang baik)," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MIMPI ANEH&lt;br /&gt;Meski sudah sedemikian jauh melangkah, ternyata petualangannya menuju prinsip keimanan yang sesungguhnya belum juga ditemukan. Sementara, perjalanan hidupnya saat itu, dari waktu ke waktu makin terasa sangat mencekam. Sebagai leveransir bahan bangunan, alat tulis kantor (ATK) dan pemborong, ternyata   relasinya banyak yang beragama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari mereka, saya mulai mengenal tata cara ibadah Islam. Misalnya, sebelum menunaikan ibadah salat, seseorang harus terlebih dulu mengambil air wudu (bersuci). Dan, yang lebih menarik perhatian saya adalah tentang kewajiban umat Islam menunaikan ibadah puasa, zakat, dan tentang pokok ajaran (akidah) ketuhanannya, yakni tauhid (mengesakan Allah), yaitu Allah itu Maha Esa (tunggal). la tidak beranak dan tidak diperanakkan dan tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya," ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, sebelum dirinya masuk islam, dia mengalami pengalaman menarik melalui mimpi. "Dengan  penuh  rasa takut saya berlari, dikejar oleh lima orang bersenjata yang hendak membunuh saya. Saya terpojok di suatu sudut. Para penjahat itu makin mendekat ke arah saya, dan tanpa saya sadari, tangan saya terasa menggenggam senjata sejenis keris. Lalu, dengan satu dorongan, entah mendapat kekuatan dari mana, saya berteriak, "Allahu Akbar" tiga kali. Sungguh menakjubkan, kelima penjahat bersenjata itu, semuanya musnah dan hangus bagaikan lembaran-lembaran kertas terbakar," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUALAF SEMUA&lt;br /&gt;Setelah mimpi itu, dia mulai membulatkan pendirian dan keyakinan untuk memeluk agama Islam. "Hal ini saya rundingkan terlebih dulu dengan kekasih saya. Keputusan Vera, kekasih saya itu, tidak keberatan saya memilih agama Islam," kata pengusaha yang sekarang menetap di Jakarta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, sejalan dengan dirinya, tuntunan taufik dan hidayah Allah SWT, Vera pada tahun 1983 mendapat petunjuk ke jalan yang lurus. la menjadi muslimah dengan kesadarannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kini, lengkap dan utuhlah sudah keluarga saya sebagai keluarga muslim, sebagai awal perjalanan hidup kami untuk mengukuhkan serta memantapkan pengabdian dan ibadah kami kepada Allah SWT," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Nurani 256 (24-30 november 2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,853.165.html?PHPSESSID=ubdfi8jvk3cse15blo37b55890&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-1235129231589977714?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/1235129231589977714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/tan-lip-siang-tenang-setelah-menjadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/1235129231589977714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/1235129231589977714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/tan-lip-siang-tenang-setelah-menjadi.html' title='Tan Lip Siang; Tenang setelah Menjadi Muslim'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-3392205068955848313</id><published>2012-01-08T10:42:00.000+07:00</published><updated>2012-01-08T10:42:54.979+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>R. Erna R.S.: Tertarik Salam dan Kesucian Islam</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;R. Erna R.S., Aktivis Gereja Protestan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak jalan yang bisa dilalui kalau Allah sudah memberi hidayah. Seperti yang dialami R Erna RS, seorang wanita yang aktif dalam kegiatan gereja. Sebagai putri pentolan Kristen Protestan di daerahnya, wajar bila Erna juga mengikuti jejak sang ayah. Namun, hidayah Allah mampu membuka pintu hatinya. Berikut liku-liku kisahnya menemukan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBENARNYA saya dilahirkan dari keluarga Kristen Protestan yang taat. Kedua orang tua saya adalah orang yang sangat tekun menjalankan ibadah, baik ke gereja maupun ibadah yang diadakan di lingkungan masyarakat. Berkat ketelatenannya itu, ayah saya dipercaya memimpin gereja di suatu distrik atau wilayah di tempat tinggal kami. Tak heran, jika kami -anak-anaknya- mengikuti jejak beliau, aktif di lingkungan yang sarat dengan aktivitas kerohanian itu.&lt;br /&gt;Tentu saja, sebagai anak tertua, saya lebih menonjol dalam bidang kerohanian. Sejak kecil, saya biasa mengikuti Sekolah Mingguan. Saya selalu menjadi panutan bagi yang lain. Saya selalu terpilih sebagai duta atau wakil teman-teman dari gereja untuk mengikuti pertandingan atau perlombaan-perlombaan yang diadakan gereja secara rutin setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga dewasa dan sampai saya pindah ke kota Jakarta, kemampuan saya dalam berorganisasi di bidang kerohanian di lingkungan gereja maupun kantor-sangat diperhitungkan. Di sini, saya pun selalu dipercaya memegang kepengurusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun banyak kegiatan yang saya ikuti di gereja, bahkan sampai menyita waktu, baik malam maupun siang hari, sejauh itu saya hanya senang dan gembira pada saat kegiatan itu berlangsung. Tetapi jika kegiatan itu berakhir, maka yang tinggal hanyalah penat, bosan, dan capek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MERASA RESAH&lt;br /&gt;Demikianlah kehidupan rutinitas saya yang selalu monoton tanpa ada perasaan lega atau bahagia, sehingga ada rasa rindu menanti kegiatan kegiatan gereja lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hal-hal ini tidak membuat saya merasa berarti, suatu ketika saya coba-coba non-aktif dari kegiatan, namun tidak ada bedanya. Maksudnya, meskipun saya tidak aktif, tetapi kerinduan ingin kembali bergabung dengan teman-teman atau kegiatan gereja, sama sekali tidak ada. Karena hal inilah, saya mulai berpikir dan koreksi diri mengenai masa depan saya. Apakah saya bisa hidup tanpa arah yang pasti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, pada suatu waktu saya tertegun dan merenungi hidup, mengapa kehidupan saya hanya sebatas senang-senang sementara, tanpa ada kedamaian atau kebahagiaan dalam sanubari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu hari terjadi peristiwa yang tidak mungkin saya lupakan sepanjang hidup saya. Saya pergi meninggalkan rumah (pada waktu itu saya tinggal bersama paman). Saya melakukannya karena ada hal yang tidak bisa saya terima atas perlakuan keluarga paman kepada saya. Selanjutnya, saya mengontrak rumah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat seperti itu, tak satu pun teman-teman seiman menolong saya. Mereka malah mencemooh saya dengan praduga yang tidak berujung pangkal. Tapi, saya merasa bahagia di saat saya jauh dari keluarga, saya menemukan suatu contoh yang arif di lingkungan tempat tinggal saya yang baru dengan warganya yang mayoritas beragama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERTARIK SALAM&lt;br /&gt;Di sini, kaum muslimin setiap bertemu atau berkunjung tidak lupa mengucapkan salam, "Assalamu'alaikum." Sepengetahuan saya, pengucapan salam yang menjadi wajib bagi seorang muslim itu, tidak dikenal di lingkungan Kristen. Bagi umat Kristen tidak ada salam khas yang wajib diucapkan jika saling bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, masalah kebersihan dan kesucian bagi umat Islam sangatlah dijunjung tinggi. Maksudnya, meskipun kita sedang kotor (bagi wanita haid) itu tidak menjadi masalah untuk masuk ke dalam gereja menjalankan ibadah dan memegang Alkitab. Saya pun tidak pernah mendengar yang namanya bersuci atau hadas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari sanalah saya mulai tertarik mempelajari agama Islam, walaupun secara sembunyi-sembunyi karena takut diketahui oleh orang lain, terutama oleh adik saya yang kebetulan tinggal bersama saya. Ternyata, sepandai-pandainya saya menyimpan niat, toh akhirnya tercium juga oleh adik saya. Terjadilah percekcokan. Meskipun demikian, saya tidak menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai belajar menjalankan ibadah salat, meskipun saya belum masuk agama yang saya pelajari ini. Sampai akhirnya teman saya mengusulkan agar saya berdialog tentang agama Islam dan Kristen, untuk lebih membuka wawasan saya mengenai agama Islam. Setelah melakukan dialog itu, rasanya tempat saya yang hakiki, memang di agama islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASUK ISLAM&lt;br /&gt;Ternyata, teman saya mengetahui kegundahan saya itu. la pun menyarankan jika sudah mantap, masuklah ke agama Islam. Jangan setengah-setengah. Berkat bantuannya, saya diantar ke Pondok Masjid Pondok Duta, Cimanggis. Pada tanggal 10 September 1994 setelah shalat magrib, saya mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat, disaksikan anggota remaja Masjid Pondok Duta, karena bertepatan dengan pengajian remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, sejak saat itu saya merasa seperti baru dilahirkan dan hidup ini terasa berarti, ditambah petuah pak ustad dan teman-teman remaja masjid. Dan yang paling saya kagumi, ada seorang ibu yang menghadiahkan saya benda berharga yang belum pemah saya miliki. Dan sampai sekarang ibu itu adalah figur yang saya kagumi. Saya ingin seperti beliau yang selalu bertindak sabar dan arif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu kehidupan saya berubah dan yang drastis adalah sikap keluarga dan teman-teman di lingkungan kerja saya. Mereka mengucapkan tuduhan-tuduhan yang sangat menyakitkan dan bahkan sampai teror pun datang. Tapi meskipun demikian, berkat pertolongan Allah SWT dan doa teman-teman seiman, teror dan tuduhan pun berangsur-angsur hilang seiring bergulirnya waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, setelah saya menjadi muslimah, ridha Allah tak henti-hentinya datang. Saya diberi jodoh, dan kini telah dikarunia dua orang anak, putra dan putri. Semoga mereka menjadi anak yang saleh dan salehah. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Nurani 258 (08-14 Desember 2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,853.165.html?PHPSESSID=ubdfi8jvk3cse15blo37b55890&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-3392205068955848313?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/3392205068955848313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/r-erna-rs-tertarik-salam-dan-kesucian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/3392205068955848313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/3392205068955848313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/r-erna-rs-tertarik-salam-dan-kesucian.html' title='R. Erna R.S.: Tertarik Salam dan Kesucian Islam'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-7293798486404169364</id><published>2011-12-12T11:37:00.000+07:00</published><updated>2011-12-12T11:37:45.387+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Perjuangan Mempertahankan Keyakinan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Assalamualaikum Wr Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum aku memulai cerita aku ini, izinkanlah aku untuk memohon maaf apabila ada pihak2 yang tidak berkenan dengan cerita aku ini, terutama keluargaku. Untuk itu nama2 orang dan tempat tidak akan aku sebutkan.&lt;br /&gt;Aku ucapkan terimakasih untuk Retno (bukan nama sebenarnya) dari Univ. T. di kotaku yg mau&amp;nbsp; menuliskan kisah sejati aku ini. Semoga kisah sejati aku ini menjadi inspirasi buat orang yg membacanya atau mengalami hal yg sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan Hidayah pada kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, panggil saja "Mawar", beurusia 30an thn dilahirkan di sebuah pulau di sebrang pulau jawa, di kota P. Aku lahir sebagai anak terakhir dari 4 bersaudara. Kakakku yg pertama dan kedua, laki2, sedangkan yg ketiga perempuan. Kami berasal dari keluarga keturunan dan kami merupakan generasi ke 4 yg sudah menetap di negri ini. Kakek buyut kami merupakan pendatang dari negri jauh dr sebrang di awal abad 20. Keluarga kami memulai bisnis benar2 dari bawah, menurut cerita orang tua kami, dulu kakek buyut kami hanya berjualan dengan pikulan bahan2 kebutuhan pokok seperti gula, garam, beras dll keluar masuk kampong. Usahanya baru berkembang dengan pesat setelah pada tahun2 awal setelah kemerdekaan, pemerintah pada waktu itu mulai menggalakan usaha yg dilakukan oleh bangsa sendiri/pribumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu dikenal istilah Ali Baba. Ali untuk pangggilan pribumi, sedangkan Baba untuk warga keturunan seperti kami. Waktu itu pengusaha pribumi asli diberikan kemudahan perizinan usaha, bahkan mengimport dari negara2 lain, tapi umumnya mereka tidak punya banyak modal. Waktu itu banyak warga keturunan yg mempunyai banyak modal kemudian membeli ijin usaha yg diperoleh olah para bribumi tsb, sehingga mereka secara mudah melakukan export import dengan negri2 tetangga (singapura, Malaysia, hongkong, dll) yg pada waktu itu memang juga dikuasai olah warga dari etnis kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, bisnis keluarga kami benar2 menjadi semakin besar dan merambah ke segala bidang, mulai dari pertambangan, tambang emas, property, perkebunan, dll. Boleh dibilang kekayaan keluarga kami sudah diatas rata2 dari orang kaya di negri ini, above than ordinary rich.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta kekayan kami yg amat melimpah itu sampai orang tua kami kadang kala risau seandainya tiba2 kami sekeluarga (tiba2) meninggal sehingga tak ada yg mengurus harta yg sedemikian banyaknya itu. Untuk itu kami sekeluarga tak pernah melakukan perjalanan dengan pesawat secara bersama2. Andai kami sekeluarga akan melakukan liburan pada saat dan tempat yg sama, maka biasanya kami dibagi menjadi 2 atau 3 penerbangan, Papa dan mama satu pesawat, dan kami sisanya juga dibagi 2 penerbangan yg lain. Sehingga apabila terjadi sesuatu musibah, maka akan tetap ada bagian keluarga kami yg masih selamat, dan tetap bisa mengurus bisnis dan kekayaan kami. Aku sengaja cerita panjang lebar latar belakang keluarga kami, sebab ini akan berhubungan sekali secara emosi dengan kisah aku selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa kami lahir dan dibesarkan di pulau ini, selepas sekolah menengah atas beliau melanjutkan sekolah bisnis di negri H, sehingga begitu kembali ke negri ini, beliau manjadi businessman yg amat handal, dan mempunyai banyak teman2 bisnis di berbagai negara. Papa sebenarnya orang yg rendah hati, pendiam, bicaranya terukur dan seperlunya, jarang marah pada anak2nya. Sedangkan mama, sebenarnya berasal dari pulau lain, dia dulu pernah bekerja pada perusahaan kakek kami (orang tua dari papa), sebelum akhirnya bertemu papa dan menikah. Mama orangnya keras, pintar, lincah, banyak pergaulan, sehingga kadang kami berpikir, papa seperti takluk pada mama. Banyak kebijakan perusahaan yg berasal dari ide mama, dan memang selalu sukses. Papa dan mama, memang pasangan yg serasi, saling mengisi kekurangan. Masa kecil aku lalui dengan penuh kebahagian, dan sejak SD sampai SMA aku disekolahkan di sebuah sekolah swasta terkemuka di kota kami, yg siswanya banyak berasal dari anak2 pejabat, bupati, gubernur, dll. Aku berbaur dengan siapapun tanpa memandang golongan, agama dan ras. Kadang aku diundang untuk mampir bermain ke rumah mereka (anak bupati, gubernur) sepulang sekolah, sehingga aku mengenal labih dekat dengan keluarga mereka. Ini pula yg kelak bermanfaat buat perusahaan keluarga aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekolah kami, ada pelajaran agama untuk tiap2 pemeluknya. Pada saat itu tiap ada jadwal pelajaran agama tertentu, maka bagi pemeluk agama yg lain diperbolehkan keluar kelas, tapi boleh juga tetap tinggal dikelas apabila memang menghendaki. Jadi misalnya hari ini giliran pelajaran agama Islam, maka murid2 non muslim diperbolehkan meninggalkan kelas, begitupula sebaliknya apabila ada pelajaran agama lain. Tapi aku sendiri sering tetap tinggal dikelas mendengarkan apa yg diajarkan ibu guru agama Islam di kelas kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 ku semua....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa aku yg sejak lahir dididik secara non muslim, bahkan tiap minggu aku beribadah di tempat ibadah kami, merasa tertarik dengan ajaran agama Islam. Aku sendiri tak tahu datangnya dari mana. Semacam ada panggilan dari hati aku yg paling dalam, tapi saat itu aku pikir mungkin itu hanya rasa keingintahuan semata, bukan mendalami secara jauh dan mendalam. Tiap mendengar azan, entah kenapa hati aku selalu bergetar.&lt;br /&gt;Di rumah kami yg besar, kadang hanya aku seorang diri, orang tua kami selalu sibuk di Jakarta sehingga hanya beberapa hari dirumah dalam sebulan, kakak2 aku ada yg sudah kuliah di luar negri, sehingga rumah mempunyai 6 kamar yg besar2, yg seharusnya cukup untuk menampung 20 orang, hanya dihuni oleh aku sendiri. Pembantu, sopir, satpam, tinggal di pavilion khusus untuk mereka yg terletak terpisah dengan rumah induk. Dalam kesunyian itu hati aku merasa sejuk tiap mendengar ayat suci Al Quran yg kadang tak sengaja aku dengarkan di TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke pelajaran agama di kelas. Entah mengapa aku makin tertarik untuk mendalami ajaran agama Islam tiap ada pelajaran agama dikelas. Melihat ibu guru yg mengenakan kerudung, dengan wajah yg bersih, bersinar, hati aku terasa sejuk. Dengan melihat wajah ibu guru itu saja aku sudah merasa damai. Tanpa aku sadari kadang aku mencatat apa yg ibu guru itu ajarkan, bahkan aku mulai hapal diluar&amp;nbsp; kepala ayat2 yg pendek2. Itu semua benar2 terjadi begitu saja, tanpa ada aku sadari dan tanpa bisa dicegah oleh diri aku sendiri. Pernah ibu guru tsb menghampiri aku yg tak sengaja, secara reflex mencatat pelajaran tetang haji yg dia tulis di papan tulis. Beliau tahu aku non muslim, dan menghampiri tempat duduk ku, jantung ku berdebar keras membayangkan kemungkinan aku diusir dari kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi.....ternyata beliau dengan senyumnya ramah melihat catatan yg aku tulis, sambil berkata, "Insya Allah kelak suatu saat Mawar bersama dengan ibu melaksanakan ibadah Haji ya.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu hubunganku dengan Ibu guru (sebut saja ibu guru Aisyah) makin akrab, aku hampir tidak sabar menunggu datangnya hari pelajaran ibu Aisyah. Hubunganku dengan beliau bagai anak dan ibu. Tetapi saat itu aku juga tetap mengikuti pelajaran agama yg saat itu masih aku anut, walau lebih banyak melamun, bahkan tidak mencatat sama sekali apa yg diajarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gadis remaja, tinggiku sekitar 160cm, tentu sedang mekar2nya dan giat2nya mancari pacar. Teman2ku banyak yg mengatakan kalau tubuhku indah, proporsional, berwajah oriental, bakalan banyak menarik perhatian laki2. Plus dengan latar belakang keluarga ku yg amat berkecukupan, makin banyak laki2 yg tergila2 padaku. Entah kenapa saat itu aku tidak tertarik dengan laki2 yg berasal dari etnis ku. Tiap hari jumat melihat siswa2 pria melakukan ibadah shalat jumat, hatiku langsung bergetar,&amp;nbsp; membayangkan andai salah seorang dari mereka adalah pacarku, dengan wajah bersih bersinar dan masih basah tetesan air wudhu, berjalan ke masjid di seberang sekolah, ah...alangka indahnya membayangkan wajah2 tersebut. Tapi saat itu aku tahu diri, aku yg berasal dari etnis keturunan, apakah ada laki2 pribumi yg mau menjadikan aku pacarnya. Aku tahu masih banyak dari mereka yg membedakan ras, dan berpacaran dengan ras kami masih dianggap memalukan, bahkan bisa jadi ejekan dan gunjingan di lingkungan keluarganya.&lt;br /&gt;Aku pernah berpacaran dengan anak bupati dikota ku, tapi kemudian dia memutuskan hubungan kami, dikarenakan ayahnya akan mencalonkan diri menjadi Gubernur, dan dia tidak mau ada anggota keluarganya yg bisa menghambat pencalonan tsb. Misalnya anaknya dengan berpacaran dengan ras lain (??). Walau alasan itu amat sangat mengada2 tapi aku terima dengan lapang dada. Memang aku sudah menyadari akan ada penolakan, karena aku berasal dari etnis non pribumi. Aku tahu orang tuanya tentu tak merestui anaknya berhubungan terlalu jauh dgn orang yg bukan dari ras mereka, dan berlainan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau begitu hatiku sudah bulat untuk kelak memiliki pasangan hidup seorang pribumi, dan aku bahkan bersedia memeluk Islam sebagai agama ku. Kelak keputusan hidupku ini akan menjadi perjalanan panjang dan penuh cobaan dalam hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas SMA aku melanjutkan study ke Ausie lalu ke negri Paman Sam, mengikuti kakak2 ku yg sudah berada disana. Tak banyak yg perlu aku ceritakan dgn masa2 studiku disana. Hampir 5 tahun kemudian aku kembali ke tanah air, dengan gelar master di tangan dan aku mengabdi ke perusahaan keluargaku untuk membesarkan bisnis mereka. Dalam waktu singkat perusahaan&amp;nbsp; kami memperoleh profit yg amat meningkat, dan terus membesar, serta mulai merambah ke banyak sektor bisnis. Aku banyak memiliki akses ke para petinggi di daerahku karena semasa sekolahku dulu aku sudah mengenal beberapa keluarga mereka. Semua urusan perijinan yg menyangkut perusahaanku, bisa aku selesaikan dengan mudah. Aku masih tetap melajang di pertengahan usia 20an tahun. Banyak pria2 yg berusaha menarik perhatian ku, dari pengusaha2 muda yg sukses bahkan sampai pemilik perusahaan2 besar. Tapi hatiku tak bergetar sama sekali. Aku belum menemukan seseorang yg benar2 menjadi soulmate ku. Sekedar mencari suami amatlah mudah bagiku, ibarat hanya menjentikan jari maka puluhan pria akan mendatangi ku. Tapi aku benar2 mencari seorang soulmate, belahan jiwa sejati untuk mendampingi ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu ketika perusahaan kami memperoleh karyawan baru dari kantor cabang kami di pulau Jawa. Orangnya 3 tahun lebih tua dari ku, wajahnya bersih, dia berasal dari etnis pribumi Jawa. Tutur katanya lemah lembut, sopan, tubuhnya tinggi, proporsional, dan ah...ini dia..dia seorang muslim yg shaleh. Sejak kedatangan dia dikantor kami, para wanita gak habis2nya membicarakan tentang dia, dan berlomba bisa mendapatkan dia. Menurut laporan kantor kami, dia amat rajin, jujur dan berprestasi di kantor yg lama, sehingga dia dipromosikan pekerjaan yg lebih tinggi dan menantang di kantor kami ini. Kebetulan kerjaan yg akan dia kerjaan akan menjadi satu divisi dengan ku. Sehingga aku akan banyak berhubungan dengan dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula2 di bulan2 pertama aku masih bersikap 'Jaim' jaga image, karena aku ini anak dari pemilik perusahaan ini. Tapi lama2, hatiku gak bisa berbohong,.. hatiku sedikit tapi pasti, luluh juga... aku mulai jatuh cinta. Pernah suatu ketika sehabis mengunjungi kantor gubernur aku satu mobil dengan dia. Ditengah jalan dia minta ijin padaku untuk berhenti sebentar di masjid raya di kota ku untuk shalat ashar. Dari dalam mobil, aku perhatikan gimana dia berwudhu, lalu melangkah masuk ke masjid dan melakukan ibadah....ahhh. .andai aku kelak bisa mengikuti di belakang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal2nya aku memanggil dia dengan sebutan formal dikantor 'Pak' dan dia juga memanggilku 'Ibu'..tapi lama2 kelamaan secara tak sengaja aku mulai memanggil dia 'mas', karena aku sering lihat keluarga jawa memanggil orang yg lebih tua, suami, kakak, dengan sebutan mas. Mulanya dia agak rikuh tiap aku panggil demikian, tapi lama kelamaan mulai terbiasa,. Tapi itu&amp;nbsp; hanya aku lakukan apabila hanya sedang berdua dengan dia, tidak didepan orang2 kantor. Akupun mulai meminta dia memanggilku 'Dik', aku merasa risih tiap kali dia panggil aku 'Ibu Mawar'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan waktu, sesuai pepatah jawa, "witing tresno jalaran soko kulino", cinta akan tumbuh karena terbiasa selalu bersama2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2ku.. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan gimana awal kisah cinta kami...didalam mobil yg disupiri sopirku, kami sama2 duduk dibelakang. Awalnya kami hanya membicarakan dan membahas berkas2 pekerjaan, kadang secara tak sengaja tangan kami saling sentuhan. Dan dia secara sopan segera menarik, dan minta maaf..Ah..sebel rasanya..padahal akulah yg menginginkannya. Tapi itu tak berlangsung lama, pada akhirnya&amp;nbsp; dia takluk juga, kadang aku biarkan tangan dia memegang berkas, lalu aku pura2 membahasnya sambil tanganku menyentuh jari dan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang aku genggam jarinya,..dan lama kelamaan dia memberikan response..dia juga menggenggam tanganku...ahh. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kalau mobil kami sudah mau sampai tujuan, aku pura2 minta supirku untuk kembali ketempat lain, aku pura2 ada yg tertinggal.. padahal aku hanya ingin berlama2 dengan dia (sebut saja mas Fariz) di mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika aku pura2 ada yg tertinggal dan suruh sopirku membawa kami berdua ke rumah ku. Begitu mobil kami memasuki halaman rumahku yg besar, wajahnya tampak pucat pasi. Dia tampak ketakutan dan gugup. Dia bilang nanti kalau papaku (alias big boss dia) akan marah kalau melihat dia jam kerja begini malah mampir kerumah dia. Aku bilang tak perlu takut, bukankah aku, anaknya big boss, yg membawa dia kesini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir setahun sudah dia bekerja bersama denganku, dan hubungan kami sudah makin erat, tapi dia belum menyatakan cintanya padaku. Mungkin dia takut aku akan menolaknya, apalagi keyakinan kami pada saat itu masih berlainan. Hingga suatu ketika dia menelponku, dan mengajak bertemu disuatu restoran di luar kota, dia memintaku datang tanpa sopir. Dia tidak mau ada orang kantor yg melihat kami berdua. Di restoran itu dia menyatakan cintanya padaku...langsung saat itu juga aku terima. Dan aku katakan pada dia, kalau aku merasa mas Fariz adalah soulmate ku. Aku akan bersedia memeluk Islam mengikuti agama yg dia anut. Aku juga katakan kalau memang aku sudah sejak lama tertarik dengan agama Islam, jadi mas Fariz semoga bisa menjadi pembimbingku. Aku bisa melihat air mata dia meleleh dari kedua matanya. Seumur hidupku baru kali ini aku melihat seorang laki2 berlinangan air mata karena aku, tak terasa akupun tak kuasa menahan airmataku meleleh dipipiku. Aku yakin aku sudah mendapatkan 'Soulmate' ku dan akan aku pertahankan sampai kapanpun dan dengan cara apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kantor kami tetap bekerja seperti biasa, seperti tak ada hubungan suatu apapun. Tetapi diluar kantor kami benar2 sepasang kekasih yg lagi jatuh&amp;nbsp; cinta, dia mulai mengajariku shalat, dan sedikit2 bacaan doa. Dia memang benar2 lelaki yg taat, dia menjaga kesopananku, tak pernah melebihi batas, walau kadang aku yg menggoda, tapi dia selalu bilang, sabar..tunggu tanggal mainnya. Tapi serapat apapun kami tutupi hubungan kami, akhirnya sedikit demi sedikit bocor juga oleh orang2 kantor kami. Sampai akhirnya terdengar di telinga papaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari tiba2 papaku datang ke ruanganku, padahal papaku amat sangat jarang datang ke ruang kerja ku, kalau ada keperluan biasanya aku yg dipanggil menghadap. Aku lalu diajak bicara berdua dengan beliau. Mula2 papa tidak menanyakan hubungan ku dengan Fariz, tapi sedikit demi sedikit dia mulai mengarahkan pembicaraan ke arah sana. Sampai akhirnya dia menanyakan kebenaran hubungan ku dengan Mas Fariz. Aku tak sanggup menjawab, wajahku tertunduk. Papaku terus menatapku, menunggu&lt;br /&gt;jawabanku. Aku tak sanggup berbohong, kalau aku bilang tidak, itu bertolak belakang dengan hati ku, sebaliknya kalau aku bilang iya, aku khawatir kerjaan Mas Fariz akan manjadi taruhannya. Akhirnya aku hanya bisa menangis....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Mas Fariz tidak hadir lagi dikantor, menurut orang2 kantor, dia dipindahkan kembali ke pulau Jawa mulai hari ini, dan aku mulai kehilangan kontak dengan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu kemudian dia menelpon ku, dia cerita panjang lebar, bahwa pada hari itu, setelah papa menemui ku, ternyata papa langsung menemui dia, dan keesokan paginya dia sudah harus kembali ke kantor yg lama. Dia juga cerita kalau keadaan makin parah, karena nyaris tiap karyawan dikantornya sudah mendengar kabar hubungan dia dengan aku. Dan banyak yang menggunjingkan kalau mas Fariz, mengincar harta dan kedudukan, karena berpacaran dengan anak pemilik perusahaan. Dia sampai berulang kali menyebut nama Allah, dan bersumpah kalau dia mencintaiku bukan karena itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua minggu kemudian, dia memutuskan mengundurkan diri dari perusahan kami, tapi kami tetap saling berhubungan melalui telp. Dia berjanji mencoba mancari pekerjaan di perusahaan lain yg punya cabang di kotaku, sehingga bisa bekerja dikotaku dan kembali menemui ku. Tuhan memang sudah berencana, akhirnya 3 bulan kemudian mas Fariz sudah mendapat pekerjaan dan di tempatkan kembali di kotaku walau dengan gaji yang jauh lebih kecil. Dia bilang sekarang sudah bebas berhubungan dengan ku, dia tidak ada ikatan apa2 dengan perusahaan ku. Tak ada yg bisa melarang. Aku amat terharu, dia&amp;nbsp; korbankan karir pekerjaannya karena aku. Aku berjanji apapun yg terjadi aku tak akan tinggalkan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kami bebas behubungan tak perduli lagi dengan omongan orang2 kantor, karena dia toh tak lagi bekerja di perusahaan kami ini. Tapi ternyata papa kembali mengetahui ini, dan kali ini malahan mama ikut turun tangan. Aku diceramahi habis2an..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sebenarnya tidak membeda2kan ras, mereka tidak keberatan aku berhubungan dgn siapapun, tapi mereka mulai curiga kalau aku mulai akan pindah keyakinan. Dan itu mereka kurang bisa&amp;nbsp; menerima. Aku sudah jelaskan baik2 bahwa aku sudah cukup dewasa dan bisa mengambil keputusan buat hidupku sendiri tanpa tergantung papa dan mama. Ternyata jawabanku yg demikian itu membuat mereka tambah murka dan tersinggung. Mereka katakan bahwa tanpa mereka jalan hidupku tidak akan seperti ini. Banyak orang yg akan rela mati demi merasakan hidup seperti ku. Rumah mewah, sopir tersedia tiap saat, mobil mewah ada di garasi, uang melimpah, dihormati kemana aja pergi, dll. Mereka juga katakan, tanpa mereka aku tak akan pernah sanggup memperoleh kehidupan spt ini. Aku hanya menangis mendengar apa yg mama papa ku katakan. Tapi hatiku sudah bulat apapun yg terjadi aku tak akan tinggalkan Mas Fariz. Cinta pertamaku dan terakhir.Walau orang tua ku terus menentang, cintaku ke mas Fariz tak pernah surut. Akupun makin giat memperdalam agama Islam. Seringkali aku saat istirahat kantor, aku pergi ke toko buku besar di Mal. Aku baca2 buku tentang Islam. Pernah aku ajak orang kantor untuk ikut aku ke toko buku tsb. Dan dia tegur aku, karena dia pikir aku salah memilih bagian rak buku. Dia&amp;nbsp; ingatkan aku kalau aku di bagian rak buku2 Islam. Aku bilang memang benar, aku mau membaca buku2 tentang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin hari hubunganku dengan papa mama makin renggang. Padahal aku sudah bicara sebaik mungkin dengan mereka. Kakak2ku semuanya juga sudah terprovokasi. Mereka mulai menjauhiku. Kedua kakak laki2 ku sudah menikah dan menetap di Jakarta menjalankan perusaahan kami disana, sehingga papa dan mama sekarang lebih banyak menetap dikota kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirumah, perlakuan mereka makin hari makin berubah terhadap ku. Aku makin dianggap bukan lagi bagian keluarga mereka. Tiap makan malam, mereka tak lagi mengajakku makan bersama2 di meja makan. Pembantu dirumah baru disuruh memanggilku untuk makan apabila papa mama dan kakak perempuanku sudah selasai makan, dan makanan yg ada dimeja makan, sisa mereka, yg aku makan. Pembantu tidak diperbolehkan menambah makanan. Bayangkan, aku memakan seadanya sisa dari mereka. Andai mereka makan ayam, maka aku hanya tinggal kebagian ceker dan kepalanya saja. Bisa dibayangkan bagaimana sakit hatiku rasanya. Tapi aku tetap bersabar, dan mas Fariz selalu mengingatkan aku untuk tetap berbakti pada orang tua. Padahal kalau aku mau, bisa saja aku pergi ke restoran yg paling mahal di kota ku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak dari semua itu terjadi pada suatu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak perempuanku memang sebenarnya kasihan kepadaku, sehingga kadang dia menyimpan sebagaian makanan yg baru dimasak didapur. Sehingga pada saat mama papa selesai makan, dia diam2&amp;nbsp; menghidangkan untukku. Suatu ketika secara tak terduga, papa mama ku kembali ke meja makan, dan mereka memergoki kakak ku yg membawa makanan yg dia simpan di dapur untukku. Langsung mamaku merebut piring yg dibawa kakakku, dan melemparkannya ke lantai..Sambil menyindir, bahwa kakakku tak perlu kasihan pada ku, karena aku sanggup hidup tanpa diberi makan dari mama papa dan bisa hidup&lt;br /&gt;mandiri tanpa mereka. Ohh....Mereka rupanya sudah amat membenciku.. .Hancur berkeping2 hatiku pada saat itu. Aku hanya bisa menangis, tapi aku tak menyesal, dan aku akan terus bertahan dengan pilihan hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Fariz, menyarankan aku untuk bicara baik2 dengan mama dan papa, mudah2an mereka akan luluh dan mengerti. Suatu malam, aku berkesempatan mendatangi dan berbicara dengan mereka, dan aku secara baik2 dan sopan, tak lupa meminta maaf apabila aku salah pada mereka. Aku jelaskan baik2 pada mereka apa yg hatiku rasakan, aku tumpahkan semuanya. Tetapi justru itu membuat mereka tambah murka, mereka juga malah menuduhku telah diguna2, dan menyarankanku supaya sadar. Oh Ya Allah...Aku sehat wal afiat, Insya Allah saat itu tak ada satupun guna2 pada diriku. Semua keinginanku adalah murni dari hatiku, panggilan jiwaku, yg tak bisa lagi aku cegah. Aku jelaskan pada mama dan papa, bahwa aku sudah cukup umur, dan bukan lagi gadis remaja lagi, sehingga apapun keputusanku, aku bisa pertanggungjawabkan. Aku bisa mandiri andai keputusan hidupku itu memang menghendaki demikian. Papa dan mamaku tetap pada pendirian mereka, bahkan mereka menantangku, kalau sanggup hidup mandiri, sekarang juga serahkan seluruh harta ku yg aku punya selama ini, yg aku dapat selama hidup&amp;nbsp; dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tekatku sudah bulat. Malam itu pula seluruh kartu credit, ATM, buku2 bank, aku serahkan pada mereka. Uang yg aku punya benar2 hanya tinggal yang ada di dompetku. Aku sepertinya tinggal&amp;nbsp; menunggu waktu saja untuk meninggalkan rumah ini. Keesokan paginya, karena ada suatu keperluan aku&amp;nbsp; ingin membuka lemari besi tempat penyimpanan surat2 berharga di rumah kami. Tetapi berulang kali aku mencoba, aku tak bisa membukanya. Ternyata nomor kombinasinya sudah diubah oleh mama papaku. Padahal didalamnya ada barang2 penting pribadiku, seperti Ijasah, perhiasan, dll. Aku mencoba menelpon papaku, menanyakan hal ini, dan lagi2 aku mandapatkan jawaban yg menyedihkan hatiku. Papaku menyindirku, kalau sanggup hidup mandiri, kenapa masih mau membuka lemari besi milik keluarga, pasti ada barang2 yg mau dijual didalamnya. Aku benar2 sudah dikucilkan, dan mereka benar2 mencoba menyiksaku dengan cara demikian, sehingga mereka pikir aku akan menyerah, dan akhirnya mengikuti apa yg mereka mau. Aku adukan semua itu ke mas Fariz, dan aku katakan kalau aku akan meninggalkan rumah orang tua ku. Dia tak bisa berkata apa2. Hanya ingatkan aku jangan sampai memutus silaturahmi dengan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 ku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari setelah kejadian itu, aku benar2 meninggalkan rumah. Aku akan tinggal kost didekat kantorku. Aku berpamitan baik2 pada mama dan papa ku. Tapi mereka menolehpun tidak. Aku masih punya cukup uang di dompet. Aku bersumpah tak akan meminta uang lagi sepeserpun dari mereka.&lt;br /&gt;Aku bertekad membuktikan kata2 ku untuk hidup mandiri tanpa harta siapapun demi mempertahankan keyakinan ku. Selama aku bekerja diperusahaan papaku, memang secara formal aku di gaji sesuai dengan posisi kerjaku di perusahaan.Tapi disamping itu tiap bulan, tentu diluar formal perusahaan, aku mendapat uang saku dari papa ku yg lumayan banyak, hampir 20x lipat dari gaji resmiku. Sehingga penghasilan total sebulan bisa cukup untuk hidup mewah setahun. Bahkan seluruh uang simpananku di bank, sudah mencapai 10 digit. Tentu bukan jumlah sedikit. Bahkan mungkin cukup untuk biaya hidup seumur hidupku tanpa bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berharap perusahaan papaku masih memberikan gajiku, dan itu aku anggap memang uang hasil kerjaku, bukan pemberian. Tapi diakhir bulan aku tak memperoleh sepeserpun. Aku sudah meminta agar bisa diberikan cash. Ketika aku tanyakan ke bagian pembayaran gaji, ternyata mereka sudah diperintahkan papaku untuk menahan gajiku. Ya Allah, mereka benar2 melakukan cara apapun agar aku benar2 menderita dan pada akhirnya menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu juga aku langsung mengundurkan diri dari perusahaan papaku itu.&amp;nbsp; Aku tinggalkan perusahaan itu selama2nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku adukan hal ini pada mas Fariz dia amat sangat sedih dan meminta maaf padaku, karena gara2 dia hidupku jadi menderita. Dia rela andai aku tidak kuat dan merubah keputusan. Aku peluk dia, dan aku pastikan keputusanku tak akan berubah, dan aku makin ingin bisa hidup bersama dia.&lt;br /&gt;Saat itu hanya dialah sandaran hidupku. Dengan berlinangan air mata, dia sekali lagi menanyakan padaku, apakah aku menyesal dengan keputusanku, dan apakan aku rela bila menjadi muslimah dan menjadi istrinya. Saat itu juga aku cium tangannya, dan aku katakan, aku korbankan seluruh kehidupanku hanya untuk bisa hidup bersamanya, dan aku tak akan mudur ataupun menyesalinya, apapun yg terjadi aku akan hadapi iklas lahir dan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, dengan diantar mas Fariz aku mengucapkan 2 kalimah syahadat di sebuah masjid dikota kami, disaksikan imam dan beberapa jemaah masjid tsb. Akhirnya penantian panjangku tercapai sudah, walau harus mengorbankan kehidupanku. Tapi aku tak pernah menyesali. Mas Fariz lalu mengajakku segera menikah di kota kelahirannya, karena kebetulan perusahaan tempat dia bekerja akan&amp;nbsp; memindahkan dia ke pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menikah, kami berdua mendatangi rumah papa dan mama, kami akan mohon restu baik2 pada mereka. Tetapi bapak satpam yg berjaga dipintu gerbang mengatakan kalau dia diperintahkan untuk tidak membuka pintu apabila kami berdua datang. Sebenarnya bapak satpam tersebut bersedia membuka pintu karena dia masih mengenalku. Tapi aku melarangnya, karena khawatir akan mencelakakan pekerjaan dia. Biarlah cukup aku saja yg menderita, aku tak ingin orang lain ikut terkena akibatnya. Aku tinggalkan secarik surat, yg isinya memohon doa restu dari mama papa, bahwa aku akan menikah dengan mas Fariz, juga aku katakan kalau aku sudah jadi muslimah. Aku bisa lihat mata bapak satpam itu berkaca2 sewaktu aku katakan aku sudah jadi mualaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya keluarga mas Fariz menanyakan ketidakhadiran keluargaku di pernikahan kami. Tapi setelah mas Fariz ceritakan panjang lebar, akhirnya keluarga mau memahami. Kami menikah secara sederhana di kota tempat keluarga mas Fariz bermukim. Keluarganya amat sangat menerimaku dengan hangat, mereka sama sekali tidak mempermasalahkan ras keturunanku. Malah ibu mertuaku amat sayang padaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menikah, aku dan mas Fariz menetap di pulau Jawa. Aku amat sangat bahagia, bisa menjadi pendamping hidup dia. Aku merasakan dia bukan sekedar suami, tapi memang benar2 soulmate hidupku, yg aku cari2 sepanjang hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hidup dirumah yg sederhana dan hari2ku aku lalui dengan penuh kebahagiaan, dan aku tak mengeluh sedikitpun dengan yg mas Fariz berikan untukku. Aku tak lagi bekerja, karena aku benar2 ingin mengabdi pada suamiku, dan disamping itu semua ijasahku masih tersimpan di lemari besi di rumah mama papa, aku tak bisa melamar pekerjaan dimanapun. Aku juga tak mau meminta surat keterangan bekerja di perusahaan papaku. Aku ingin buktikan bisa hidup mandiri dengan suamiku. Mas Fariz amat sangat menyayangiku, tiap pagi sebelum berangkat ke kantor dia memeluku. Tiap hari aku bawakan dia 'lunch box' untuk makan siang karena aku tak mau makanan yg masuk ke perutnya berasal dari masakan orang lain. Aku benar2 posesif, ingin memiliki dan melayani dia secara total. Setiap hari aku bangun sebelum dia bangun, dan aku baru tidur setelah dia benar2 tidur, untuk memastikan dia sudah benar2 tak perlu aku layani lagi. Aku siapkan celana, baju, kaus kaki dia tiap pagi sebelum berangkat kerja. Sehingga dia tak perlu lagi memikirkan pakaian apa yg harus dia pakai tiap pagi. Bahkan aku potongkan kukunya bila sudah panjang Pokoknya dia benar2 aku jadikan pangeran bagi diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap malam sebelum tidur, kami selalu mengobrol dan saling mengajarkan bahasa. Dia mengajariku bahasa jawa, sadangkan aku mengajari dia bahasa mandarin. Dia amat cepat belajar mandarin, dalam waktu singkat dia sudah menguasai beberapa kata2 yg umum diucapkan, kadang dia mengajak ku bicara mandarin dirumah. Memang perusahaan tempat dia bekerja milik keluarga dari etnis keturuan seperti aku, dan banyak behubungan dengan warga keturunan, sehingga bila mampu berbahasa mereka akan merupakan keuntungan tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika dia pulang membawa sepeda motor, dia katakan kalau kantornya memberinya pinjaman cicilan motor. Memang hanya sepeda motor, tapi aku sangat bahagia sekali dengan yg dia dpatkan. Berulangkali dia minta maaf tidak bisa belikan aku mobil mewah seperti yg aku pernah aku miliki dulu. Aku katakan pd dia motor yg sekarang kita miliki bagiku jauh lebih mewah&amp;nbsp; dari mobil yg dulu aku miliki. Karena motor ini bukan sekedar dibeli dengan uang, tapi juga cinta, yg tak akan ternilai berapapun banyaknya uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan perkawian kami amat indah, kalau dirumah nyaris kami tak bisa berjauhan. Karena tiap hari bagi kami adalah bulan madu, maka hanya setahun kemudian lahirlah anak pertama (dan satu2nya) kami. Bayi laki2 itu kami namai, sebut saja 'Faisal'. Mas Fariz yg membacakan Azan dan qomat, ketika bayi kami lahir. Aku merasa lengkap sudah kebahagiaanku. Tiap hari aku tambah bahagia bisa merasakan ada 2 orang "Fariz" didalam rumahku. Saat mas Fariz ke kantor, aku di temani Fariz kecil, bayiku. Oh alangkah bahagianya. Aku mencintai 2 orang yg sama darah dagingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun sudah anak kami hadir bersama kami. Mas Fariz terus bercita2 ingin mendatangi orangtua ku, oma opa si Faisal. Dia benar2 ingin memperkenalkan cucu mereka dan menyatukan aku dengan papa mama ku lagi. Dia berharap dengan kehadiran Faisal, akan meluluhkan hati orang tuaku.&lt;br /&gt;Tapi tiap kali aku menelpon papa mama ku masih bersikap seperti dulu, bahkan waktu aku katakan bahwa mereka sudah mempunyai cucu dari ku, mereka hanya menjawab, kalau mereka tidak merasa mempunyai keturunan dari ku..Ohh malangnya anakku. Aku amat sedih, teganya papa dan mama ku berkata spt itu. Aku masih memaklumi apabila mereka membenciku, tapi jangan pada anakku, cucu mereka, darah daging mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Fariz hanya menyuruhku bersabar, dia percaya kelak papa dan mama akan menerima mereka. Tapi sebelum harapan mas Fariz terpenuhi, musibah mulai datang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, mas Fariz pulang kerumah lebih awal, dia cuma merasa gak enak badan seperti orang masuk angin. Aku menyuruhnya segera istirahat dan tidur, dan memberi obat penghilang sakit. Malam harinya, tubuhnya mulai panas dan menggigil. Keesokan paginya aku mengantar dia ke dokter, waktu itu dokter hanya katakan kalau mas Fariz hanya demam biasa sehingga hanya diberi obat penurun panas, dan disuruh istirahat. Tapi malamnya tubuh nya tetap panas, dan menggigil, bahkan sampai mengigau. Aku sudah ajak mas Fariz untuk ke rumah sakit keesokan harinya. Tapi dia menolak, karena dia  bilang hanya demam biasa, dan tak apapa, beberapa hari pasti sembuh. Sampai hari ke empat kondisinya makin parah, akhirnya disampai tak&amp;nbsp; sadarkan diri, bahkan dari hidungnya kaluar darah. Dengan&amp;nbsp; pertolongan para tetangga, suamiku segera dibawa ke RS. Hasil pemeriksaan darahnya menunjukan trombositnya hanya tinggal 26ribu. Padahal orang normal harus diatas 150rb. Suamiku terkena demam berdarah, Dokter menyalahkan aku kenapa tidak segera dibawa ke RS lebih awal, karena serangan terberat demam berdarah adalah pada hari 5. Kalau kondisi tubuh tidak kuat, bisa amat berbahaya. Besoknya, hari ke 5, memang benar2 makin parah kondisi suamiku, napasnya makin berat, trombositnya belum beranjak naik, tubuhnya udah benar2 digerogoti penyakit itu, malam itu setengah mengigau, dia memanggil namaku, lalu aku genggam tangannya dan aku dekati telingaku ke mulutnya, aku bisa dengarkan dia mencoba mengucapkan sesuatu, dan air matanya meleleh. Dia coba ucapkan kata2 "Maafkan aku" lalu aku tenangkan dia, kalau tak ada yg perlu dimaafkan. Aku iklas lahir bathin mendampingi dia. Setelah mendengar kata2ku, dia tampak tenang, lalu dengan satu tarikan napas dia coba mengucapkan "Lailahailallah" lalu dia pergi selama2nya meninggalkan aku. Dia pergi di pelukan ku. Aku ingat suatu ketika dia pernah berucap, andai Tuhan mengijinkan, dia ingin meninggal terlebih dahulu dari aku, dan dalam pelukanku, sebab ia ingin aku menjadi orang terakhir dalam hidupnya yg dia lihat. Aku sempat memarahi dia, jangan bilang seperti itu. Tapi dia bilang serius, kalau dia gak akan sanggup kalau aku yg meninggalkan dia terlebih dahulu. Ternyata Tuhan benar2 mengabulkan&amp;nbsp; permohonan dia. Orang yg aku jadikan sandaran satu2nya dalam hidup ini telah pergi selama2nya. Tak terkirakan amat sedih dan hancurnya hatiku. Andai aku tak ingat dengan si kecil Faisal, mungkin aku sudah ingin segera mengusul mas Fariz dialam sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Fariz benar2 orang yg jujur dan baik, waktu penguburan seluruh rekan2 kerja, bahkan big boss tempat bekerja hadir. Waktu aku tanyakan apakah ada hutang piutang mas Fariz yg harus aku selesaikan. Mereka katakan tidak ada sama sekali, bahkan kantornya memberikan santunan 4x gaji, ditambah uang duka dari rekan2nya. Aku juga ditawarkan bekerja di perusahaan tsb. Tapi untuk saat itu aku benar2 gak sanggup melakukan apapun. Aku merasa setengah dari nyawaku sudah hilang. Selama 3 bulan aku berduka, aku tak sanggup pergi dan melakukan apapun. Bahkan tiap tidur, aku masih&lt;br /&gt;membayangkan mas Fariz disampingku. Akhirnya untuk semantara waktu aku tinggal dengan ibu mertuaku, supaya Faisal ada yg mengasuh. Rumah dan motor aku jual, karena aku tak sanggup membayangkan kenangan bersama mas Fariz tiap aku melihatnya. Hampir setengah tahun tinggal dengan mertuaku, sampai akhirnya aku putuskan kembali ke kota asalku. Sebenarnya ibu mertuaku amat baik dan sayang padaku. Tapi aku tahu diri gak mungkin selamanya bergantung pada siapapun. Aku harus bisa mandiri, membesarkan anakku, satu2nya hartaku yg tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pulang ke kota asalku dengan sisa uang yg aku punya. Lalu aku mengontrak rumah, dan membuka toko kecil2an di depannya. Tetapi mungkin karena aku masih terus berduka dan terbayang suamiku, sehingga aku kadang kurang memikirkan usahaku ini, sampai akhirnya usahaku ini bangkrut. &lt;br /&gt;Tokokupun aku tutup, uangku habis untuk membayar tagihan2 para suplier barang, semantara&amp;nbsp; penjualanku tak seberapa menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sebenarnya tidak pernah putus asa, apapun aku jalani asal halal. Pernah aku coba jadi pelayan restoran, tapi hanya beberapa bulan, karena anakku tak ada yg jaga. Sampai akhirnya aku benar2 kehabisan uang, tak sanggup lagi membayar kontrakan. Dengan membawa koper isi pakaian, aku menggendong anakku, berjalan tanpa tujuan. Aku benar2 bingung akan kemana. Pernah terlintas di benakku untuk kembali ke keluargaku. Tapi justru dengan kondisi seperti ini mereka pasti akan merasa menang. Mereka akan tertawa terbahak2 dan terus bisa mengejek ku seumur hidupku, bahwa aku gagal dalam memilih jalan hidup. Akhirnya ditengah rasa putus asa, aku teringat masjid tempat dulu aku pertama kali mengucapkan kalimat sahadat. Masjid itu memang bukan masjid raya dikota kami, tapi karena masjid yg tua dan bersejarah, maka banyak jemaah yg datang. Aku berpikir, dulu aku memulai jalan hidupku dari masjid itu, sehingga kalaupun jalan hidupku berakhir aku ingin di masjid itu pula. Aku datangi masjid tsb. Dan aku shalat mohon petunjuk. Anakku karena kelelahan tertidur di&amp;nbsp; sampingku. Aku tak punya uang untuk membeli makanan. Akhirnya aku hanya bisa menangis.&lt;br /&gt;Rupanya tangisku didengar oleh seorang bapak, dan beliau rupanya imam masjid tersebut, dan dia yg dulu membimbingku membaca syahadat. Aku tak lupa dengan wajahnya, tetapi dia pasti sudah tak ingat dengan wajahku, karena wajahku tak sesegar dulu lagi. Sewaktu aku perkenalkan diriku dan aku katakan bahwa aku dulu mualaf yg beliau bimbing, dia langsung ingat tapi juga kaget dengan kondisiku yg seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku ceritakan semuanya pada beliau, sebab aku merasa tak ada lagi orang di dunia ini yg aku jadikan sandaran hidupku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai mendengar ceritaku, dia menyuruh aku agar jangan pergi kemana2, dan tetap tinggal di masjid, beliau juga menyuruh salah seorang jemaah untuk membelikan makanan untuk aku dan anakku. Sebentar kemudian&amp;nbsp; dia pergi meninggalkan ku, sambil berpesan akan segera kembali menemuiku (rupanya dia pergi mencari tempat untuk aku bisa tinggali). Tak lama beliau kembali menemui ku, sambil tersenyum dia katakan, mulai malam ini aku sudah memperoleh tempat tinggal. Aku diajak ke belakang masjid, disitu ada sebuah bagunan tambahan yg terdiri dari beberapa ruangan. Biasanya ruangan itu untuk gudang menyimpan peralatan masjid, seperti tikar, kursi2, dll. Salah satu ruangnya tampak sudah kosong, dan dia menunjuk bahwa itu lah rumah ku. Aku boleh menempatinya selama mungkin aku mau. Ruang disebelahnya ditempati olah pak tua penjaga masjid, sehingga aku ada yg menemani. Ruangan tsb hanya berukuran kurang lebih 2x2m. Pak Imam masjid itu juga menambahkan, kalau nanti aku diberikan honor sekedarnya, kalau mau membantu2 membersikan masjid, sehingga cukup untuk makan. Bahkan beliau menambahkan kalau aku bisa datang kerumahnya sekedar2 membantu2 istrinya memasak, kerena memang rumah beliau hanya beberapa ratus meter dari masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulilah, aku amat bersyukur ternyata Allah mendengar doaku. Aku ingat, bahwa Allah tak akan menguji hambanya dengan melebihi beban yg sanggup dia pikul. Aku sudah bersyukur bisa memperoleh tempat berteduh, walau hanya kamarnya kecil (jauh lebih kecil dibanding kamar mandiku, saat dirumah orang tuaku). Ada lagi yg membuatku merasa tenang, karena ku tinggal berdekatan dengan rumah Allah, tiap aku merasa sedih, aku tinggal masuk kedalam masjid, dan mengadukan langsung pada Allah. Karena tinggal dekat dgn masjid, otomatis shalatku tak terlewatkan sekalipun. Alhamdulilah hidupku sedikit2 demi sedikit mulai tenang. Aku sering membantu istri pak Iman memasak dirumahnya, dan sebagai imbalannya, beliau selalu membekali makanan untuk aku bawa pulang. Sehingga aku tak perlu risau memikirkan makanan sehari2. Kalau pak Imam sekeluarga ada keperluan keluar kota, akulah yang dititipi untuk menjaga rumahnya, dan aku bisa tinggal dirumahnya. Sebenarnya mereka sudah menawarkan aku untuk tinggal bersama&amp;nbsp; mereka. Tapi aku tahu diri tak mau terus menerus merepotkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaanku rutinku tiap hari adalah, membersihkan halaman masjid, membersihkan kaca2 jendela, Sedangkan pak tua mengepel lantai masjid. Tiap minggu aku mendapakan honor sekedarnya dari hasil kotak amal di masjid, tapi kadang aku tak mendapatkan sepeserpun, karena kadang sudah habis untuk keperluan masjid, tapi aku lakukan itu dengan senang hati dan iklas. Sementara ini aku benar2 ingin mengabdi pada Masjid ini, sebagai tanda terimakasih ku. Aku tak mau bersusah payah kesana kemari mencari pekerjaan, Aku percaya kelak masjid ini pula yang akan memberiku jalan memperoleh pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang malam hari aku duduk2 diteras masjid, mengobrol dengan pak tua. Dia bercerita kalau anak2nya masih ada di kampung, tapi dia juga tak mau merepotkan anak2nya. Selama masih kuat, dia tak mau merepotkan orang lain. Lalu saat giliran aku cerita, kadang aku bingung harus cerita apa..??? Apa aku ceritakan kalau dulu aku pernah naik kapal pesiar keliling eropa, atau aku pernah menginap di hotel mewah di las vegas, atau aku punya apartment mewah di Australia..Ahh pasti dia akan tertawa dan menganggap aku berhayal, sebab jangankan tinggal dihotel, sekarang ini uang yg aku punya tak lebih banyak dari 20ribu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu tiap minggu aku bisa membeli peralatan make up, eye shadow, lipstick, dll jutaan rupiah. Sekarang ini make up ku hanyalah air wudhu ku tiap aku shalat. Tetapi justru banyak yang mengatakan kalau wajahku tetap bersih, cantik, alami. Kadang orang berpikir aku masih memakai make up. Yah..mungkin Allah yang memakaikan make up untuk ku. Kecantikan datang dari dalam. Inner Beauty. Banyak yg bilang, dengan mata sipit ku dibalik kerudung, aku terlihat cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa aku sudah hampir 2 tahun menetap di masjid itu, anakku sudah sekolah di SD dekat masjid milik suatu yayasan dan tanpa membayar sepeserpun. Aku hanya membelikan seragam dan alat2 sekolah. Bahagianya hatiku melihat anakku sudah masuk sekolah..oh, seandainya mas Fariz masih ada dan melihat anak kita dihari pertama pergi ke sekolah.. Anakku rupanya tumbuh besar dalam keprihatinan, sehingga dia sangat tahu diri, dia tak pernah sekalipun merengek2 minta dibelikan ini itu seperti layaknya anak2 lain. Pernah hatiku amat terenyuh. Ketika dia pulang sekolah dengan kaki telanjang, sambil menenteng2 sepatunya. Sambil tertawa, tanpa mengeluh, dia malah menunjukan sepatunya kepadaku "Ma, sepatu Faisal udah minta makan". Maksudnya sepatunya udah robek depannya, seperti mulut minta makan. Melihat dia tertawa, akupun ikutan tertawa, walau hatiku rasanya ingin menangis. Andai dia tahu, dulu mamanya selalu memakai sepatu berharga jutaan rupiah, sekarang ini membelikan sepatu anakku yg murahpun aku belum sanggup. Alhasil selama 2 hari anakku kesekolah memakai sepatu yg robek itu, sampai akhirnya aku belikan sepatu bekas. yg lebih layak dipakai. Aku bersyukur mempunyai anak yg amat tahu diri. Tak mau membebani ibunya. Memang anak yg shaleh akan menjadi bekal yg amat bernilai buat orang tua. Pak Imam masjid kadang menengok kami, dan menanyakan keadaan kami. Dia sering cerita, gimana istri nabi Muhammad dulu hidupnya jauh lebih menderita, tetapi tetap tabah menghadapi cobaan dan tak goyah keimanannya. Beliau kadang bilang, kalau aku pasti akan jadi ahli surga. Berulangkali dia bilang, kalau orang lain gak akan mungkin sanggup  menghadapi cobaan ini, tapi aku tetap bertahan memegang keyakinan, meninggalkan kenikmatan dunia yg justru pernah aku peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu siang, aku melihat ada mobil datang ke halaman masjid, dari dalam mobil itu keluar 2 orang yg aku masih kenal. Yang satu perempuan bernama tante Grace, yg satunya lagi laki2 oom Albert. Mereka berdua merupakan lawyer untuk perusahaan dan keluarga kami. Entah gimana mereka bisa mengetahui aku ada disini. Mereka membawa sebundel amplop, dan mengajak aku berbicara. Aku bisa lihat mata tante Grace yg memerah menahan air mata sewaktu dia melihat tempat aku tinggal. Bahkan oom Albert suaranya bergetar seperti lehernya tersekat menahan sedih. Mereka katakan diutus oleh orang tua kami. Karena orang tua kami sudah tahu gimana keadaan ku sekarang. Mereka katakan didalam amplop yg mereka pegang isinya surat2 bank, ATM, Ijasahku, yg bisa aku miliki lagi. Bahkan aku dijemput untuk pulang ke rumah mama papa ku. Sejenak aku berbahagia, aku pikir orang tuaku sudah terbuka hatinya, aku bisa pergunakan uang yg cukup banyak itu untuk hidup yg lebih baik dgn anakku. Tetapi dengan suara terpatah2 om Albert melanjutkan, bahwa mama dan papa memberi syarat. Ketika aku tanyakan apa syaratnya. Mereka berdua nyaris tak sanggup melanjutkan pembicaraan. Tante Grace makin menunduk menahan tangis. Akhirnya om Albert mengatakan kalau syaratnya aku dan anakku harus kembali ke keyakinan yg dulu aku anut. Saat itu juga aku langsung menjawab, kalau aku tak akan mau menerima amplop itu, dan aku katakan agar kembalikan ke orang tuaku. Mereka amat sangat minta maaf padaku, karena mereka tahu aku tersinggung. Tapi aku juga sadar mereka hanya menjalankan tugas. Bahkan tante Grace menambahkan, andai mengikuti hati nurani pasti mereka udah serahkan itu amplop pada ku tanpa syarat apapun, tapi mereka terikat profesi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka pamit meninggalkan ku. Tapi beberapa saat kemudian mereka balik kembali menemui ku, aku pikir mereka akan membujukku. Tapi rupanya mereka berinisiatif memfoto copy ijasah2 ku dan menyerahkan copynya ke aku. Mereka lakukan atas inisiatif mereka sendiri, walau dengar resiko kehilangan pekerjaan. Mereka katakan hanya itu yg bisa mereka bantu untukku. Oh terima kasih Tuhan... Sedikit2 Tuhan memberikan jalan untuk ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku punya bukti kalau dulu aku pernah sekolah tinggi sampai di luar negri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya Tuhan sudah cukup mengujiku, dan sepertinya aku mulai diberikan rewards atas ketabahanku selama ini. Tuhan mulai memberikan jalan yg terang untuk ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi di halaman masjid tampak 2 orang perempuan yg sedang mengamati bangunan masjid. Satunya seorang bule entah dari negri mana, sedangkan satunya lagi perempuan lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan pak tua sedang di halaman, sehingga mereka menghampirinya, masjid tsb memang unik, karena merupakan bangunan tua, dengan arsitektur melayu kuno, sehingga kadang sering dikunjungi orang, dan biasanya pak tua lah yg menjadi juru bicara, karena memang dia yg tahu sejarah masjid tsb. Akupun banyak mendapat carita dari pak tua tentang masjid tsb sehingga aku tahu banyak pula tentang sejarah masjid tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya perhatikan dari jauh, dua orang pengunjung itu ngobrol dengan pak tua, sampai akhirnya aku lihat si bule agak kebingungan. Didorong rasa ingin tahu, aku hampiri mereka. Dengan sopan aku perkenalkan diri, dan menawarkan diri untuk membantu. Ternyata si bule itu adalah mahasiswi arsitektur dari Australia yg sedang melakukan study, sedangkan pendampingnya adalah mahasiswi arsitektur dari univ. T di kotaku yg bertugas sebagai penterjemah, panggil saja 'Retno'. Rupanya si&lt;br /&gt;mahasiswi lokal tsb kurang lancar bahasa Inggrisnya sehingga membuat si bule kadang kebingungan mendengar terjemahan cerita dari pak tua. Dengan sopan pula aku ajukan diri untuk membantu si bule itu. Dengan bahasa inggrisku yg sangat lancar aku ceritakan dari awal sampai akhir semua tentang masjid tsb. Aku ajak pula berkeliling ke tiap sudut masjid. Si bule tambah takjub ketika aku katakan pernah study di negrinya. Retno terus memandangiku setengah tidak percaya tentang diriku. Setelah puas mendapatkan informasi, sebelum pulang Retno berjanji akan menemui ku kembali segera, ada yg ingin dia tanyakan lebih banyak ttg diriku katanya. Aku dengan senang hati akan menerima&amp;nbsp; kedatangannya kapan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian Retno memang benar2 kembali datang menemuiku, kali ini dia sama sekali tidak membicarakan perihal arsitektur masjid. Tapi&amp;nbsp; tentang diriku. Dia amat ingin tahu tentang diriku, akhirnya aku ceritakan dari awal sampai saat ini perjalanan hidupku ini. Dia amat bersimpati dan berkeinginan menolong ku. Walau aku tidak mengharapkan pertolong orang lain, tapi aku hargai niatnya membantuku. Dia bilang dengan pendidikan ku dan kemahiranku berbahasa asing, pasti aku akan dapatkan pekerjaan, apalagi aku sekarang sudah mempunyai bukti fotocopy ijasah ku. Kira2 seminggu kemudian dia kembali datang kepadaku, dan menyuruhku membuat surat lamaran, bahkan dia sendiri yg membawa kertasnya dan amplopnya. Dia katakan di rektorat univ memerlukan beberapa tenaga honorer. Aku terharu ada orang lain yg peduli mau membatuku tanpa pamrih, aku ucapkan banyak terimakasih padanya. Bagiku dia seperti diutus Tuhan untuk menolongku. Tak lama kemudian aku mendapat kabar gambira, aku dipanggil menghadap ke rektorat universitasnya untuk test dan wawancara. Sebelum berangkat aku shalat memohon kapada Allah agar diberikan kelancaran. Anakku aku titipkan pak tua, yg memang sudah aku anggap sebagai orang tuaku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulilah semua test aku lalui dengan lancar, bahkan sewaktu wawancara bahasa Inggris, justru akulah yg lebih menguasai ketimbang yg&amp;nbsp; mewawancaraiku. Dia sampai menyerah, dan mengatakan bhs inggrisku udah perfect melebihi kemampuan dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sampai seminggu kemudian, Retno mendatangiku lagi, kali ini dia tampak gembira sekali, dia katakan dalam beberapa hari aku akan mendapat surat dari rektorat, yg isinya penerimaan aku sebagai karyawan. Dia bisa lebih dulu tahu karena ada temannya yg bekerja disana. Langsung aku menuju masjid dan bersujud sukur lama sekali. Aku merasa telah lulus segala test yg diujikan Allah terhadapku. Memang kadangkala aku sering bertanya pada Allah, apakah karena aku mualaf sehingga Allah kurang percaya dengan keimananku, sehingga perlu mengujinya dengan ujian yg amat berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau sebagai karyawan honorer tapi aku sudah bersukur, yg penting aku sudah memperoleh&amp;nbsp; penghasilan yg layak. Kerjaanku membantu bagian keuangan di rektorat, memang sesuai dengan ilmuku, tetapi mulai banyak orang yg tahu kalau aku lulusan dari luar negri. Setiap ada seminar dan memerlukan makalah dalam bahasa Inggris pasti aku yg diberikan tugas tambahan untuk menyusunnya. Akupun banyak membantu menterjemahkan litelatur2 asing untuk dipergunakan para mahasiswa. Nyaris sejak 3 tahun terakhir, aku tidak pernah membeli baju baru. Dengan gajiku sekarang aku sudah bisa membeli lagi. Aku amat sangat senang bukan main, bisa membelikan pakaian yang bagus2 untuk anakku. Bahagia rasanya melihat anakku bisa aku berikan pakain yg layak. Pakaian sekolahnya yg sudah menguning, sekarang sudah aku belikan yg baru putih bersih, dan juga sepatu baru. Sepatunya yg dulu robek, masih aku simpan sebagai kenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian aku sudah mampu mengontrak rumah sendiri, sebelum aku meninggalkan masjid tsb tak lupa aku berpamitan kerumah pak Imam, aku ucapkan banyak terimakasih atas pertolongannya, beliau katakan yg menolong bukan dia tetapi Allah SWT yg menolongku. Aku peluk dia lama sekali, dan aku katakan dahulu aku mengucapkan syahadat didepan dia, dan aku tak akan pernah mengingkarinya seumur hidupku, apapun yg terjadi. Sebelum pergi, aku sempat memandangi kamarku untuk terakhir kali, sempat beberapa menit aku tertegun, membayangkan, mungkin kelak ruangan ini akan dipakai oleh orang2 yg senasib seperti aku.....Aku berharap Semoga Allah memberi&lt;br /&gt;kekuatan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku melewati segala cobaan, Tuhan tampaknya terus menerus memberikan semacam rewards kepadaku, belum genap setahun aku bekerja, pihak rektorat memberikan kabar, kalau statusku akan di tingkatkan menjadi karyawan tetap, bahkan beberapa dosen senior sudah menawariku untuk membantu mengajar. Memang rekan2 kerjaku mengatakan, kalau karirku bakal amat bagus, karena orang dengan kemampuan sepertiku amat dibutuhkan. Mereka bilang, kesuksesanku hanya menunggu waktu saja. Aku hanya bisa mengucap puji syukur Alhamdulilah. Andai dulu aku sering berdoa dengan linangan air mata kesedihan, sekarangpun aku masih sering menangis ketika berdoa, tapi kali ini aku menangis bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini aku masih sendirian, aku bertekad membesarkan anakku sebaik2nya, bagiku aku masih merasa istri dari mas Fariz. Masih sulit rasanya menggantikan dia dihatiku. Seperti yg aku pernah katakan, dia bukan hanya suami, tetapi soulmate ku, dan tak tergantikan. Tetapi entah kalau Allah mempunyai rencana lain untukku. Tiap memandang anakku, aku&amp;nbsp; seperti melihat mas Fariz. Seperti dia masih mendampingiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulilah dengan penghasilanku sekarang ini aku kini bahkan sudah&amp;nbsp; mampu membeli sepeda motor untuk keperluan transportasiku. Kadang diakhir pekan aku berboncengan dengan anakku jalan2 rekreasi. Kadangkala aku sengaja lewat depan rumah orang tuaku, sambil aku katakan bahwa itulah rumah opa dan oma. Sering anakku bertanya, "Ma kapan kita pergi main kerumah oma-opa? " Aku tak bisa menjawab, karena menahan air mata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu aku terus berdoa, semoga suatu saat kelak, kedua orangtuaku dibukakan pintu hatinya, kalaupun tidak mau menerima aku lagi, mohon terima anakku, cucunya, darah daging mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;Mawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ceritakan kembali oleh Retno (2508) Di Kota P &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,853.180.html?PHPSESSID=ubdfi8jvk3cse15blo37b55890&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-7293798486404169364?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/7293798486404169364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/perjuangan-mempertahankan-keyakinan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/7293798486404169364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/7293798486404169364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/perjuangan-mempertahankan-keyakinan.html' title='Perjuangan Mempertahankan Keyakinan'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-2035783137061209080</id><published>2011-12-12T09:35:00.000+07:00</published><updated>2011-12-12T09:35:26.028+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>El-Payage; Masuk Islam karena Kagumi Alquran</title><content type='html'>Saiful Islam El-Payage,&lt;br /&gt;Putra Pendeta -- Peserta Mimbar dai TPI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenang dan tanpa ada paksaan, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kepindahan keyakinan Payage dari Kristen Protestan ke dalam Islam. Pria yang begitu populer di acara Mimbar dai TPI ini kini sudah duabelas tahun hidup dalam naungan Islam. Seperti apa kisahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMILIKI seorang ayah yang berprofesi sebagai pendeta di tanah kelahiran Payage, di daerah Wamena, Papua membuat Payage begitu lekat dengan didikan Kristen sejak ia kecil. Sangat bisa dimaklumi pula kalau ia juga seorang penganut Kristen taat dan begitu tekun beribadah. Seiring bergulirnya waktu, suatu kali ketika Payage yang ketika itu me-masuki usia empatbelas tahun tengah menonton televisi, tiba-tiba saja tayangan televisi itu begitu menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat itu saya begitu kagum dengan pendidikan yang ada di Jawa. Pendidikan di Jawa begitu bagus. Demikian juga dengan fasilitasnya. Apa yang saya lihat itu sampai terbawa dalam mimpi," kenang Payage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BELAJAR DI JAWA&lt;br /&gt;Sejak saat itu angan-angan Payage mulai dipenuhi keinginan untuk bisa menuntut ilmu di jawa. Maka suatu hari mengadulah Payage kecil itu pada salah seorang tetangganya yang berasai dari Pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waktu itu saya cerita pada tetangga saya yang kebetulan berasai dari Situbondo, Jawa Timur. Saya bilang saya ingin ikut dia pulang ke Jawa supaya keinginan saya untuk bisa sekolah di Jawa tercapai," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tetangganya mengatakan bahwa di tempat tinggalnya belum ada sekolah Kristen, yang ada baru sekolah Islam. "Karena keinginan saya begitu kuat, maka keesokan harinya saya bilang pada tetangga saya itu kalau saya mau masuk islam. Tapi tetangga saya malah bilang jangan terburu-buru, soalnya ini masalah agama, sesuatu yang tidak boleh dianggap main-main. Tidak boleh ada paksaan untuk berpindah keyakinan," cerita Payage panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, karena Payage dengan bersungguh-sungguh menyampaikan kalau ia benar-benar ingin masuk Islam, maka sang tetangga ini pun luluh juga. Ketika ia pulang ke Jawa, Payage pun diajaknya pula dengan seizin orang tuanya. Payage pun segera masuk islam begitu sampai di Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KARENA ALQURAN&lt;br /&gt;Perihal alasan masuk islam, dengan tegas dikatakan oleh Payage kalau ia sungguh tidak merasa ada pihak yang menekannya untuk masuk Islam, Ia masuk Islam karena memang itu sudah menjadi keyakinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam Quran kan sudah ditegaskan, Wa innaka la tahdi man habiba, wa lakinna Allah man yasak." Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kecuali bagi orang yang dikehendaki-Nya. Mungkin itulah yang terjadi pada saya. Jadi seperti kisah Sayidina Abu Bakar. Beliau kan masuk Islam karena Alquran dan saya yakin saya masuk Islam juga karena Alquran," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkan, sebelum membulatkah tekat masuk Islam dia sudah sering mendengarkan orang mengaji. Dan dia juga sudah sering bertanya pada orang-orang yang aktif di kegiatan semacam majelis taklim. "Saya banyak bertanya tentang bagaimana itu Islam. Saya sudah cukup memahami Islam waktu itu. Kalaupun akhirnya saya, masuk Islam karena ingin bersekolah di jawa itu   hanya semacam wasilah, proses, atau perantara saja. Jadi, hidayah ataupun baroqah dari Allah supaya saya masuk Islam itu sudah jauh saya terima sebelum itu," terang santri dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Sukorejo, Situbondo ini menegaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELUARGA SETUJU&lt;br /&gt;Beruntung Payage, keputusannya untuk berpindah keyakinan itu tidak mengalami pertentangan dari orang tuanya. Bahkan, hubungan orangtua-anak ini sampai sekarang tetap baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah, tidak ada permasalahan antara saya dan orang tua. Saya sering berdoa semoga ayah saya diberikan petunjuk oleh Allah untuk masuk Islam. Saya tetap menghormati beliau. Karena biar bagaimanapun secara hubungan horizontal beliau itu kan tetap ayah saya. Hanya hubungan secara vertikal saja yang tidak sama. Saya tidak berhak melarang beliau untuk itu," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, setelah duabelas tahun memeluk Islam, ada banyak hal yang dipelajari dan dikagumi pria kelahiran Papua, 4 April 1979 ini. la mengaku begitu kagum dengan ajaran islam yang begitu kaffah dan universal. Karena dalam Islam segala hal yang sedemikian kecilnya saja sudah diatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam islam tata cara orang menghadap Tuhan ada aturannya. Masak menghadap Tuhan harus memakai sepatu? Padahal sepatu itu kan nginjak tanah dan lain sebagainya. Kalau dalam islam itu tidak hanya bersih tapi kesucian juga. Jadi, menghadap Tuhan itu harus bersih dan suci," akunya jujur. Selain itu Payage juga mengaku mengagumi isi Alquran yang hingga saat ini tidak pemah berubah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alquran itu diturunkan dalam bahasa Arab, yang diturunkan dari Lautul Mahfud sampai Nabi Muhammad. Sampai sekarang masih tetap bahasa Arab. Tapi kalau injil, sepengetahuan saya itu diturunkan dalam bahasa aslinya itu bahasa Ibrani, tapi sekarang kan sudah ada bermacam-macam bahasa, ada yang Jawa, Inggris dan sebagainya. Dari situ kan bisa dipertanyakan kemurnian ajarannya." tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Nurani 250 (06-12 Oktober 2005) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,853.165.html?PHPSESSID=ubdfi8jvk3cse15blo37b55890&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-2035783137061209080?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/2035783137061209080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/el-payage-masuk-islam-karena-kagumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/2035783137061209080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/2035783137061209080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/el-payage-masuk-islam-karena-kagumi.html' title='El-Payage; Masuk Islam karena Kagumi Alquran'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-8142507993961236791</id><published>2011-12-12T09:28:00.000+07:00</published><updated>2011-12-12T09:28:18.040+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Fauzuddin Ahmad Overing, Pengkhotbah dan Tokoh Masyarakat Belanda</title><content type='html'>Tertarik Islam karena Bersih dari Mitos&lt;br /&gt;Berawal dari membaca buku-buku tentang Islam, Fauzuddin Ahmad Overing, pengkhotbah dan tokoh masyarakat Belanda pun tertarik ajaran islam. Dari pencariannya, dia menyatakan, hanya Islam agama yang bebas dari mitologi. Berikut penuturannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADALAH sulit untuk mengatakan bagaimana mula pertamanya saya tertarik dunia Timur. Hanya saya ingat, mula-mula saya belajar bahasa Arab pada waktu saya duduk di bangku sekolah dasar, sewaktu umur saya belum lebih dari 12 tahun, 30 tahun yang lalu. Akan tetapi, karena tidak ada yang membantu, saya hanya mendapat kemajuan sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sendirinya pelajaran bahasa Arab itu telah menyebabkan saya dapat mengenal Islam. Saya membeli beberapa macam buku tentang itu walaupun semua itu ditulis oleh pengarang-pengarang Barat dan karenanya tidak selalu dapat diterima. Akan tetapi, saya yakin bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Tuhan dan pengetahuan saya tentang itu terbatas, kalau tidak ada seseorang yang menunjuki saya kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DARI BUKU&lt;br /&gt;Buku yang sangat berpengaruh atas diri saya adalah "E.G. Browne's History of Persian Literature in Modern Times". Buku istimewa ini berisi bagian-bagian dari dua syair yang menentukan keimanan saya kepada Islam, yaitu "Tarji-Band" oleh Hatif Ishfahan dan "Haft Band" oleh Muhtashim Kashan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syair Hatif Ishfahan adalah yang kali pertama berpengaruh atas jiwa saya karena dia telah memberikan gambaran yang indah dari jiwa yang sedang kebingungan dalam perjuangannya mencari konsepsi hidup yang lebih tinggi. Dan, saat saya menemukan, tentunya dalam tingkat yang lebih rendah, perjuangan saya dalam meneliti hakikat kebenaran. Walaupun saya tidak dapat menerima semuanya, tapi dia telah mengajarkan kepada saya suatu hakikat besar dan tinggi, yaitu bahwa Allah itu hanya satu. Tidak ada yang lain dan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan keinginan ibu saya dan untuk melaksanakan niat saya sendiri, saya masuk ke sebuah sekolah khusus yang memberi pelajaran agama Kristen. Tapi, bukan karena saya percaya kepada prinsip-prinsipnya. Soalnya, hanyalah karena beberapa pengetahuan Kristen itu diperlukan sebagai pengetahuan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSIH MITOLOGI&lt;br /&gt;Di akhir pelajaran saya memberikan pernyataan bahwa saya percaya dan telah memeluk Islam. Tentu saja ini membuat situasi kacau. Keimanan saya pada usia belasan tahun itu masih bukan hasil pemikiran, tapi suatu keimanan yang tulen yang belum dipersenjatai dengan logika untuk melawan alam pikiran kebendaan secara Barat. Di sinilah kadang-kadang orang bertanya, mengapa orang itu memilih Islam? Dan, mengapa orang itu tidak memegang agama yang di-bawanya lahir (kalau ada)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya terdapat dalam pernyataan itu sendiri, sebab Islam menghendaki supaya orang sesuai dengan jiwanya, dengan alam, dengan Allah, yakni Islam itu mengandung penyerahan kepada kehendak Allah. Keindahan dan keagungan Alquran itu tidak nampak dalam terjemahannya ke dalam bahasa lain. Saya ingin menunjukkan di sini sebagian kalimat Alquran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan rela dan disukai. Masuklah dalam lingkungan hamba-hamba-Ku dan masuklah dalam surga-Ku." (Al-Fajr 27 s.d. 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu saya berani mengatakan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang bersih dari mitologi, tidak seperti agama Kristen dan lain-lain agama. Coba perhatikan perbedaan antara kepercayaan Kristen yang mengatakan bahwa seorang anak itu bertanggung jawab atas dosa-dosa yang dilakukan oleh nenek-moyangnya dan firman Allah SWT dalam Alquran, "Dan tidaklah seseorang itu berbuat melainkan atas tanggung-jawabnya sendiri; dan seorang yang berdosa itu tidak memikul dosa orang lain." (Albaqarah 164)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, firman Allah SWT, "Aku tidak menuntut/memerintahkan kepada seseorang melainkan seukuran kemampuannya". (Al-An'am: 152)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Nurani 236, 30 Juni - 06 Juli 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,853.150.html?PHPSESSID=ubdfi8jvk3cse15blo37b55890&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-8142507993961236791?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/8142507993961236791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/fauzuddin-ahmad-overing-pengkhotbah-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/8142507993961236791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/8142507993961236791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/fauzuddin-ahmad-overing-pengkhotbah-dan.html' title='Fauzuddin Ahmad Overing, Pengkhotbah dan Tokoh Masyarakat Belanda'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-2494101581530873985</id><published>2011-12-12T09:26:00.002+07:00</published><updated>2011-12-12T09:26:42.595+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Ismail Wieslaw Zejieski, Sosiolog, Reformer, dan Tokoh Masyarakat Polandia</title><content type='html'>"Islam, Agama Paling Sempurna"&lt;br /&gt;Karena kebebasan yang diberikan oleh ayahnya yang atheis, membuat Ismail Wieslaw Zejieski berpikir bebas. Meski pendidikan dan lingkungannya sejak kecil tidak mengenalkan pada Islam, tetapi atas hidayah Allah, melalui beberapa penelitian akhirnya dia menemukan jalan menuju al-Islam. Berikut kisahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAYA lahir di Krakov, Polandia pada tanggal 8 Januari 1900 dan keluarga bangsawan Polandia. Ayah saya walaupun beliau seorang atheis, cukup toleran terhadap anak-anaknya untuk mengikuti pelajaran agama pada gereja Katolik Roma yang dianut oleh sebagian besar bangsa Polandia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu saya juga memeluk agama Katolik. sejak usia anak-anak, saya sudah biasa menghargai agama dan saya yakin bahwa agama itu unsur penting dalam kehidupan seseorang dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan kedua, di rumah kami, ayah saya sejak masih muda sering bepergian ke negara-negara Eropa. Beliau sering menceritakan pengalaman-pengalamannya kepada kami yang menimbulkan kesan suasana internasional pada jiwa kami sehingga soal-soal kebangsaan, kedaerahan, dan kebudayaan itu tidak memberatkan pikiran saya. Bahkan, saya selalu merasa bahwa tanah air saya itu adalah dunia seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JALAN TENGAH&lt;br /&gt;Kenyataan ketiga ialah dalam rumah kami ada semangat "jalan tengah". Ayah saya walaupun beliau seorang keturunan keluarga aristokrat, beliau tidak menghargai permainan kelas-kelas yang tidak dapat dibuktikan dan membenci segala macam bentuk paksaan atau dictatorship dalam bentuk apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga tidak menyetujui kegiatan-kegiatan revolusioner yang bertentangan dengan ketentraman umum. Malahan beliau tertarik kepada perkembangan (evolusi) yang berlangsung atas dasar tradisi yang baik yang diwariskan oleh para leluhur kami. Dalam kenyataan beliau merupakan model seorang yang menyetujui "jalan tengah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah mengherankan bahwa sesudah saya menjadi seorang pemikir bebas dan tertarik secara khusus kepada soal-soal kemasyarakatan, saya menempuh "jalan tengah" juga dalam memecahkan segala kesulitan sosial, politik, ekonomi, dan kebudayaan. Saya selalu merasa bahwa tindakan-tindakan ekstrim itu bertentangan dengan tabiat umumnya kemanusiaan dan karena itu maka tindakan kompromi adalah satu-satunya jalan yang bisa menyelamatkan alam kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya bahwa organisasi kemasyarakatan harus berdasarkan kebebasan yang berdisiplin atau dengan lain perkataan, organisasi yang menghormati kebebasan dan kebijaksanaan tradisi. Kita harus memperkembangkan tradisi-tradisi itu supaya sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MERAGUKAN TRINITAS&lt;br /&gt;Tidak pula mengherankan bahwa saya dididik dalam semangat "jalan tengah" supaya menjadi "orang jalan tengah" juga. Bolehlah disebutkan bahwa saya ini adalah seorang traditionalist progressive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berusia 16 tahun, saya banyak meragukan macam-macam kepercayaan yang diajarkan oleh Gereja Katolik Roma yang "tidak akan pernah salah" itu. Saya tidak sanggup mempercayai trinitas, perpindahan korban kepada daging dan darah Yesus (transubstantiation), perantaraan yang dilakukan oleh para pendeta antara manusia dengan Allah, atau tentang tidak bisa salahnya Paus dan keefektifan kata-kata magis yang diberikan oleh para pendeta dalam gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bisa menyembah Maria, para pendeta, patung-patung, gambar-gambar dan lain-lain. Akhirnya saya mengingkari segala apa yang pernah saya percayai dan tidak lagi mau mempedulikan soal-soal agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pecahnya perang dunia ke-ll telah menyebabkan tumbuhnya kembali rasa keagamaan dalam jiwa saya. Tuhan telah membuka mata saya, dan saya berpendapat bahwa manusia memerlukan ideologi, dan memang tidak mungkin&lt;br /&gt;manusia tanpa ideologi, jika manusia ingin selamat dari kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENEMUKAN ISLAM&lt;br /&gt;Bagi saya jelas bahwa hanya agamalah yang bisa memberikan banyak ideologi kepada dunia. Hanya saja, manusia zaman sekarang ini tidak mungkin bagaimanapun mempercayai agama yang segala kepercayaan dan peribadatannya tidak bisa diterima oleh akal dan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari itu saya yakin bahwa kemanusiaan hanya bisa dipimpin oleh suatu agama yang memberikan ajaran-ajaran yang lengkap dan sempurna, baik mengenai hidup perseorangan maupun mengenai hidup masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan keyakinan itulah, saya telah mempelajari bermacam-macam agama, terutama tentang sejarah dan prinsip-prinsip quakerism (Shahibiyah), unitarianism (aliran Kristen yang tidak mempercayai Trinitas), buddism dan bahaism. Akan tetapi tidak ada satu pun di antara agama-agama tersebut yang dapat memuaskan saya secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya menemukan Islam. Sebuah poster kecil dengan nama "Islamo esperantiste regardata" ditulis dalam bahasa esperanto oleh seorang Muslim bangsa inggris, Mr Ismail Colin Evans, telah membuka kuping saya untuk mendengar panggilan Tuhan Itu terjadi pada bulan Februari 1949. Kemudian saya terima lagi sebuah poster lain yang bernama "Islamo chies relegio" dari Darut Tabligil Islam, Postbox 112 Cairo disertai beberapa buku karangan Maulana Muhammad Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telah menemukan kenyataan bahwa islam sesuai dengan pikiran saya.  Dalam Islam saya menemukan perundang-undangan yang sempurna meliputi segala persoalan hidup, yang mampu memimpin perseorangan dan masyarakat menuju kerajaan Tuhan di bumi; perundang-undangan yang cukup elastis untuk menyesuaikannya dengan kondisi modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AGAMA SEMPURNA&lt;br /&gt;Sebagai seorang teoris tentang kebudayaan dan kemasyarakatan, saya mengagumi lembaga sosial Islam, terutama zakat, hukum bagi waris, larangan riba, larangan perang agresif, kewajiban ibadah haji dan bolehnya poligami dalam batas-batas tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam semua dasar Islam tersebut terdapat jaminan untuk dapat menempuh jalan hidup yang lurus, yang tengah-tengah antara kapitalisme dan komunisme, ketentuan-ketentuan yang cermat mengenai hak penuntutan antara negara, peletakan dasar-dasar untuk mencapai keselamatan hakiki sebagaimana yang dapat diterima akal, perumusan solidaritas persaudaraan Islam dengan bermacam-macam kebangsaan, bahasa, kebudayaan, dan kelas sosialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama ini juga meletakkan dasar-dasar hukum perkawinan. Suatu dasar yang secara mutlak tidak bertentangan dengan keadilan biologis dan fakta-fakta kemasyarakatan. Dasar hukum ini sangat berbeda dan jauh lebih baik daripada dasar perkawinan monogami yang dianut oleh bangsa-bangsa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tutup pengakuan saya ini dengan memanjatkan puji pada Allah SWT yang telah menganugerahkan nikmat besar kepada saya yakni menunjuki saya ke jalan agama yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Nurani 235, 23 -29 Juni 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,853.150.html?PHPSESSID=ubdfi8jvk3cse15blo37b55890&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-2494101581530873985?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/2494101581530873985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/ismail-wieslaw-zejieski-sosiolog.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/2494101581530873985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/2494101581530873985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/ismail-wieslaw-zejieski-sosiolog.html' title='Ismail Wieslaw Zejieski, Sosiolog, Reformer, dan Tokoh Masyarakat Polandia'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-315718039821291886</id><published>2011-12-12T09:25:00.000+07:00</published><updated>2011-12-12T09:25:02.617+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Lady Evelyn Zeinab Cobbold, Bangsawan Inggris</title><content type='html'>"Islam Selesaikan Kesulitan, Menciptakan Kedamaian"&lt;br /&gt;Hidayah Allah itu tidak diketahui kapan datangnya. Seperti dialami oleh Lady Evelyn Zeinab Cobbold, bangsawan Inggris. Dia tiba-tiba sudah mencintai Islam, setelah lama mempelajari dan merasakan kedamaian Islam. Berikut penuturannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTANYAAN terbanyak yang saya terima, ialah: kapan dan mengapa saya memeluk agama Islam? Saya hanya bisa menjawab bahwa tidak mungkin saya dapat memastikan secara persis detik-detik yang menentukan, sewaktu cahaya keislaman memancar masuk ke dalam jiwa saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas ialah bahwa saya sudah menjadi orang Islam. Kejadian ini bukan satu keanehan jika orang ingat bahwa islam itu adalah agama fitrah (natural religion). Ini berarti bahwa seorang bayi itu akan tumbuh menjadi seorang pemuda Islam jika dia dibiarkan hidup di atas fitrah-nya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AGAMA AKAL&lt;br /&gt;Seorang kritikus Barat pernah membenarkannya dengan perkataan, "islam is the religion of common sense" atau "Islam adalah agama akal." Setiap bacaan dan pelajaran saya tentang Islam bertambah, bertambah pulalah keyakinan saya bahwa Islam itu adalah suatu agama yang paling praktis dan paling mampu menyelesaikan segala kesulitan dunia dan membawa alam kemanusiaan ke jalan keamanan dan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah maka saya tidak ragu-ragu dalam kepercayaan saya bahwa Allah itu SATU/ESA, dan bahwa Musa, Isa, dan Muhammad SAW serta nabi-nabi lain yang sebelumnya itu adalah para nabi yang diberi wahyu oleh Tuhan bahwa kita manusia semua tidak dilahirkan dalam dosa, dan kita tidak memerlukan seorang perantara dalam menghadap Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua mampu menghubungkan jiwa kita dengan Dia sembarang waktu, dan manusia itu, sampai Muhammad dan Isa sekalipun tidak ada yang bisa menjamin apa-apa untuk kita dari Allah dan bahwa keselamatan/kebahagiaan hidup kita itu tergantung kepada cara hidup dan amal perbuatan kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Islam" berarti tunduk dan menyerah kepada Allah. "Islam" juga berarti selamat dan aman. Sedangkan seorang muslim itu ialah orang yang beriman dan melaksanakan ajaran-ajaran Allah sehingga dia bisa hidup dengan aman di hadapan Allah dan dalam lingkungan makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGARUH  POSITIF&lt;br /&gt;Islam berdiri di atas dua pokok. Pertama ialah Keesaan Allah dan kedua ialah  persaudaraan yang meliputi seluruh alam kemanusiaan. Islam bebas dari teologi dogmatis yang memberatkan. Lebih dari itu semua, Islam adalah suatu agama yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ibadah Haji -suatu peribadatan yang tidak bisa dijelaskan pengaruhnya dengan kata-kata- orang melihat dirinya sebagai satu anggota dalam sebuah pergumulan besar dari seluruh dunia pada kesempatan suci di tanah suci, untuk bersama-sama dengan segala kekhusyukan mengagungkan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian tumbuhlah dalam jiwanya kesan tentang agungnya idealisme Islam, yakni terbukanya kesempatan baik untuk bersama-sama masuk dalam kancah percobaan kerohanian yang dianugerahkan Allah SWT kepada alam   kemanusiaan. Menziarahi tempat kelahiran Islam, bekas-bekas perjuangan Rasulullah SAW sewaktu beliau mengajak alam kemanusiaan yang sesat supaya kembali kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kehidupan yang penuh berkah itu membangkitkan kesan dalam semua hati dan ingatan kepada perjuangan lama makan banyak waktu, yang dijalankan oleh Muhammad SAW dalam tahun-tahun yang penuh pengorbanan. Semua itu berpengaruh dalam jiwa dan melebur dalam semburat cahaya langit yang menerangi seluruh jagad raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSATUAN UMAT&lt;br /&gt;Bukan itu saja, dalam ibadah haji itu masih ada yang lebih penting lagi, yaitu membuktikan adanya persatuan di kalangan kaum muslimin. Kalau ada suatu hal yang dapat mempersatukan kekuatan umat Islam yang bercerai-berai dan memberinya corak persaudaraan dan semangat kerja sama, maka ibadah haji-lah yang dapat membuktikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan ibadah haji terdapat kesempatan untuk mempertemukan semua bangsa dari seluruh dunia untuk saling berkenalan dan bertukar pikiran tentang hal ihwal masing-masing, dan mempersatukan tenaga dalam usaha kemaslahatan bersama dengan mengesampingkan soal-soal negeri tempat tinggal, perbedaan golongan dan mazab, warna kulit atau kebangsaan. Semua bersatu dalam satu ikatan persaudaraan besar dalam akidah yang mengilhami bahwa mereka-lah sebenarnya yang pantas menjadi pewaris keagungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Nurani 232, 02-08 Juni 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,853.150.html?PHPSESSID=ubdfi8jvk3cse15blo37b55890&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-315718039821291886?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/315718039821291886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/lady-evelyn-zeinab-cobbold-bangsawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/315718039821291886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/315718039821291886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/lady-evelyn-zeinab-cobbold-bangsawan.html' title='Lady Evelyn Zeinab Cobbold, Bangsawan Inggris'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-9202516368399730572</id><published>2011-12-12T09:22:00.000+07:00</published><updated>2011-12-12T09:22:57.627+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Muhammad John Webster, Presiden Misi Islam di Inggris</title><content type='html'>Kecewa dengan Alquran Terjemahan Non-Muslim&lt;br /&gt;Bila hamba Allah dengan sungguh-sungguh mencari hidayah, Allah akan memberikan jalan-Nya. Seperti yang dialami oleh Muhammad John Webster, Presiden Misi Islam di Inggris. Sebelum masuk Islam dia berjuang menemukan kebenaran dengan mempelajari semua agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAYA lahir di kota London dan saya tumbuh sebagai orang Kristen Protestan. Pada tahun 1930, sewaktu saya masih berumur belasan tahun, saya menghadapi berbagai kesulitan yang biasa dijumpai oleh setiap pemuda yang cerdas yang mempergunakan akal pikirannya, yaitu mengenai beberapa persoalan hidup sehari-hari yang pada dasarnya bertalian dengan tuntutan agama. Di sinilah saya mulai menemukan kelemahan agama Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Kristen adalah satu kepercayaan campuran yang menganggap dunia sebagai dosa sambil berusaha menyesuaikan dirinya dengan kenyataan-kenyataan hidup dan menggantungkan harapan kepada kehidupan akhirat. Sebagai hasilnya, ditetapkanlah melaksanakan keagamaan pada hari Minggu secara khusus yang dianggap tidak ada bandingannya dalam hari-hari lain dalam seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu Inggris menghadapi masalah-masalah kemiskinan dan ketidaktentraman masyarakat. Agama Kristen tidak berusaha sedikitpun untuk menyelesaikannya. Karena itulah, maka dengan semangat seorang pemuda dan pengaruh emosi yang melebihi pengaruh ilmu pengetahuan, kepercayaan saya kepada gereja itu menjadi luntur, dan jadilah saya seorang komunis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAJARI AGAMA&lt;br /&gt;Akan tetapi komunisme hanya memberi kepuasan terbatas dan tertentu kepada pemuda-pemuda emosional berumur belasan tahun. Lalu tidak lama kemudian kelihatan tabiatnya yang buruk berdasarkan perjuangan yang tidak pernah akan berhenti. Setelah saya menolak komunisme dengan dasar materialismenya, mulailah saya mempelajari falsafah dan agama-agama. Saya mulai mempelajari keadaan sekeliling saya, suatu hal yang menyebabkan saya memeluk pantheisme, suatu agama yang menganggap suci kepada alam dan menghormati undang-undangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami orang-orang Barat menemui kesulitan untuk mengenai Islam, sebab sejak terjadinya perang Salib ada satu komplotan tersembunyi atau pertimbangan yang keliru tentang soal-soal ke-lslaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pada waktu saya tinggal di Australia, saya telah minta satu copy Kitab Suci Al-Qur'an pada Sydney Public Library. Akan tetapi sesudah saya membaca kata pengantar dari penterjemahnya, saya merasa adanya fanatisme yang menentang Islam secara terang-terangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, lalu saya tutup saja buku itu dan saya tinggalkan. Di sana tidak ada Al-Qur'an terjemahan seorang Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAGUMI ALQURAN&lt;br /&gt;Beberapa minggu kemudian pada waktu saya ada di Perth, Australia Barat, saya sekali lagi menanyakan pada perpustakaan satu salinan Alquran dengan syarat penerjemahnya seorang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bisa menggambarkan dengan kata-kata tentang tanggapan saya yang langsung sesudah saya membaca surat pertama di dalamnya, yakni Surat Al-Fatihah dengan ayat-ayatnya yang tujuh.  Kemudian saya  membaca&lt;br /&gt;sejarah kehidupan Rasulullah SAW. Saya menghabiskan waktu beberapa jam di perpustakaan hari itu dan saya telah menemukan apa yang sebenarnya saya inginkan, yakni dengan karunia Allah SWT saya telah menjadi orang Islam. Padahal sebelum itu saya belum pernah bertemu dengan orang Islam. Hari itu saya keluar dari perpustakaan dengan perasaan lesu, akibat kesungguhan saya berpikir dengan semangat yang meluap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BACA SYAHADAT&lt;br /&gt;Pengalaman saya selanjutnya ialah saya masih bertanya kepada diri sendiri, apakah itu benar-benar suatu kejadian atau hanya impian? Sungguh sulit bagi saya untuk mempercayai apa yang telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya keluar dari perpustakaan untuk minum secangkir kopi. Di tengah perjalanan saya melihat pada sebuah gedung tinggi ada tulisan "Moslem Mosque". Lalu saya katakan kepada diri saya waktu itu juga, sesudah engkau mengetahui kebenaran, engkau wajib mengikutinya segera. Laa ilaaha illallah, muhammadurrasulullah.&lt;br /&gt;Demikianlah dengan rahmat dan kurnia Allah SWT saya telah menjadi seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Nurani 233, 09-15 Juni 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,853.150.html?PHPSESSID=ubdfi8jvk3cse15blo37b55890&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-9202516368399730572?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/9202516368399730572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/muhammad-john-webster-presiden-misi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/9202516368399730572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/9202516368399730572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/muhammad-john-webster-presiden-misi.html' title='Muhammad John Webster, Presiden Misi Islam di Inggris'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-652005124193839326</id><published>2011-12-12T09:17:00.000+07:00</published><updated>2011-12-12T09:17:09.327+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Navis B. Jolly, Cendekiawan asal Inggris</title><content type='html'>"Ternyata Islam Paling Benar"&lt;br /&gt;Hidayah memang harus dicari. Seperti yang dilakukan Navis B. Jolly, cendekiawan asal Inggris. Dia 'menemukan' Islam setelah melakukan perbandingan dan mendalami semua agama di dunia. Berikut kisahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAYA lahir dalam lingkungan masyarakat Kristen. Saya dibaptis di salah satu gereja di Inggris serta mengikuti sekolah gereja. Waktu saya masih berumur belasan tahun telah membaca kisah Yesus Kristus, seperti yang terdapat dalam Injil. Saya yakin bahwa pada tahun-tahun yang sebentar itu. saya adalah seorang Kristen yang bersemangat. Kemudian berbareng kemajuan saya dalam belajar dan hubungan saya yang erat dengan Injil serta segala sesuatu yang bersangkutan dengan kekristenan, terbentanglah luas di hadapan saya kesempatan berpikir mengenai apa yang saya baca dan saya saksikan, mengenai apa yang saya lakukan dan saya percayai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai merasa tidak puas mengenai beberapa hal. Pada waktu itu juga saya meninggalkan sekolah gereja dan saya menjadi seorang atheis tulen, tidak mau percaya kepada agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAJARI SEMUA AGAMA&lt;br /&gt;Saya mulai mempelajari agama-agama yang ada di dunia. Saya mulai agama Buddha. Saya pelajari dengan sungguh-sungguh itu jalan yang delapan dan ternyata memang tujuannya baik, tapi kurang memberi petunjuk dan kurang terperinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam agama Hindu saya dihadapkan bukan hanya kepada tiga. tetapi kepada beberapa ratus Tuhan yang masing-masing memiliki kisah sejarah yang sangat fantastik dan tidak mungkin bisa diterima oleh akal saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya membaca sedikit tentang agama Yahudi, tapi sebelum itu saya telah cukup banyak membaca tentangnya dalam Perjanjian Lama yang menunjukkan bahwa agama Yahudi itu tidak dapat memenuhi beberapa nilai yang mesti dimiliki oleh sesuatu agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bimbingan seorang sahabat, saya mulai mempelajari soal-soal ilmu kerohanian, dan untuk itu saya harus menghadiri majelisnya yang dikuasai oleh roh-roh orang yang sudah mati. Tapi, saya tidak meneruskan praktik ini lebih lama karena saya yakin sepenuh-nya bahwa hal itu tidak lebih dari sekadar dorongan kejiwaan dan saya menjadi takut untuk melanjutkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehabis perang dunia, saya berhasil mendapat pekerjaan pada sebuah kantor di London. Tapi, pekerjaan itu tidak mengurangi perhatian saya terhadap soal-soal agama. Pada suatu hari sebuah surat kabar lokal memuat sebuah artikel yang saya sanggah dengan sebuah tulisan, yaitu mengenai ketuhanan Yesus sebagaimana tersebut dalam Injil. sanggahan saya itu menghasilkan banyak hubungan antara saya dengan para pembaca yang di antaranya terdapat seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TELAAH ISLAM&lt;br /&gt;Mulai saya berbicara dan berdiskusi tentang Islam dengan kenalan saya yang baru ini. Pada setiap tinjauan saya tentang macam-macam segi dari agama ini saya terjatuh. Walaupun saya pikir hal itu tidak mungkin, saya harus mengakui bahwa yang sempurna telah sampai kepada kita melalui seorang manusia biasa, sedangkan pemerintah-pemerintah yang paling baik pun di abad ke-20 ini tidak mampu melebihi perundang-undangan yang diberikan wahyu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan negara-negara maju itu selalu mengutip susunannya dari Islam. Pada waktu itu saya bertemu dengan beberapa orang kaum Muslimin dan beberapa orang gadis Inggris yang meninggalkan agama mereka (Kristen) dan dengan segala kemampuan mereka membantu saya dalam mengatasi segala kesulitan yang saya hadapi. Hal itu terjadi karena memang kami muncul/lahir dalam satu lingkungan. Tenaga/bantuan mereka dicurahkan tanpa pamrih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telah membaca banyak buku-buku. Saya ingat di antaranya ialah buku "The Religion of Islam", "Mohammad and Christ" dan "The Sources of Christianity". Buku yang terakhir ini banyak menunjukkan persamaan antara agama Kristen dan cerita-cerita khayal zaman penyembahan berhala purba. Ini sangat mengesankan saya Yang terpenting dari semua itu ialah bahwa saya telah membaca Alquran. Saat kali pertama, nampak seakan-akan kebanyakan isi Alquran itu berulang-ulang dan saya belum percaya sepenuhnya atas semua isinya. Namun, saya merasa bahwa isi Alquran itu telah meresap ke dalam jiwa saya secara sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERCAYA ALQURAN&lt;br /&gt;Selang beberapa malam, saya menemukan keinginan dalam jiwa saya untuk tidak melepaskan lagi Alquran dari tangan saya. Kebanyakan yang menarik perhatian saya ialah persoalan yang ajaib, bagaimana bisa terjadi bahwa petunjuk yang demikian sempurna itu sampai kepada alam kemanusiaan melalui manusia yang bersifat kekurangan. Kaum Muslimin sendiri selalu mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW itu manusia biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, saya mengerti bahwa menurut Islam, rasul-rasul itu adalah orang-orang yang tidak pernah berbuat dosa dan bahwa wahyu bukan perkara baru, sebab dahulu wahyu pernah diturunkan kepada para nabi Yahudi dan bahwa Isa (Yesus) adalah nabi terakhir dari kalangan bangsa Yahudi. Namun, sebuah teka-teki selalu menggoda pikiran saya, mengapa wahyu itu tidak diturunkan kepada rasul-rasul abad ke-20? Jawabnya, saya pikir ialah apa yang diterangkan oleh Alquran bahwa Muhammad SAW adalah rasul Allah dan nabi penutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu jawaban yang sempurna dan tidak bisa dibantah karena bagaimana bisa jadi diutus lagi rasul-rasul sesudah Muhammad SAW sedangkan Alquranul-Majid adalah sebuah kitab lengkap yang menjelaskan segala sesuatu dan membenarkan segala yang ada di hadapan kita dan bahwa Alquran itu kekal untuk selama-lamanya tanpa penggantian dan perubahan, sebagaimana dinyatakan oleh Alquran dan diperkuat dengan kenyataan, sesungguhnya Aku telah menurunkan Alquran dan Aku menjaganya (Al-Hijr: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASUK ISLAM&lt;br /&gt;Saya yakin telah terpengaruh ajaran dari atas mimbar-mimbar Kristen yang menentang Islam soal poligami. Saya mengira bahwa saya dapat melancarkan kritik mengenai masalah itu, karena waktu itu saya yakin bahwa teori Barat tentang monogami itu lebih baik daripada teori kolot yang menyerukan poligami. Soal itu saya bicarakan dengan sahabat saya, orang Islam itu yang dengan kontan mengemukakan bantahan yang meyakinkan bahwa bolehnya poligami itu dalam batas-batas tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan sahabat saya itu diperkuat dengan berita-berita yang tersiar dalam surat-surat kabar yang menjelaskan sedikitnya jumlah orang-orang yang mencukupkan diri dalam praktik dengan satu istri saja di Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam tidak ada kewajiban berpoligami, tapi jelas bahwa tanda agama yang sempurna itu ialah memberikan kesempatan untuk itu. Sesudah itu, mulailah jiwa saya menjadi tenang dan berangsur-angsur dapat menerima kebenaran yang dibawa oleh Islam. Akhirnya saya memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Nurani 231, 26 Mei-01 Juni 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,853.150.html?PHPSESSID=ubdfi8jvk3cse15blo37b55890&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-652005124193839326?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/652005124193839326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/navis-b-jolly-cendekiawan-asal-inggris.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/652005124193839326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/652005124193839326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/navis-b-jolly-cendekiawan-asal-inggris.html' title='Navis B. Jolly, Cendekiawan asal Inggris'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-8449769817381093159</id><published>2011-12-12T09:12:00.000+07:00</published><updated>2011-12-12T09:12:14.015+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Mas'udah Steinmann, Mualaf asal Inggris</title><content type='html'>Islam Lebih Sempurna&lt;br /&gt;Masuk Islam merupakan panggilan hati dan hidayah dari Allah. Kalau Sudah mendapat hidayah, hati akan terbuka dan mengakui kebenaran petunjuk Allah. Itulah yang diakui Mas'udah Steinmann, bangsawan Inggris. Berikut kisahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAYA tidak menemukan agama lain yang diakui oleh masyarakat luas, mudah dimengerti dan bersemangat. Tidak ada jalan lain yang lebih dekat kepada ketenangan pikiran dan kepuasan hidup dan tidak ada harapan yang lebih besar daripada islam untuk mencari keselamatan hidup di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam kemanusiaan ini adalah bagian dari keseluruhan. Manusia tidak bisa merasa lebih dari sebuah partikel dalam alam yang sempurna dan mengagumkan ini. Manusia hanya mampu membuktikan tujuan hidupnya dengan cara memenuhi tugasnya dalam hubungan dirinya dengan alam sebagai keseluruhan dan dalam hubungan dengan kenyataan-kenyataan hidup yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah tata hubungan yang serasi antara bagian dan keseluruhan yang bisa membuat kehidupan ini dapat mencapai tujuannya, membawa kehidupan kepada kesempurnaan dan membantu alam kemanusiaan untuk mencapai kepuasan dan kebahagiaan. Di manakah letak posisi agama dalam hubungan antara Allah Al-Khalik dan makhluk-Nya? Di bawah ini adalah pikiran beberapa orang tentang agama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Agama seseorang itu adalah kenyataan pokok yang diakuinya, suatu kepercayaan yang dilaksanakan dalam kenyataan hidupnya, sesuatu yang menguasai seluruh isi hatinya. Dia tahu pasti bahwa yang mengatur/menyusun hubungan dirinya dengan alam dan menentukan kewajiban dan tujuannya itu adalah agama." -Thomas Carlyle dalam bukunya "Heroes and Heroworship". "Agama adalah kenyataan akhir tentang pengertian apa saja yang orang jumpai dalam hidupnya sendiri atau dalam hidupnya sesuatu yang lain dari dirinya." -G.K. Chesterton -dalam bukunya "Come to think of it" "Agama adalah anak harapan dan kekuatiran, menjelaskan alam gaib." -Ambrose Bierce dalam bukunya "The Devil's Dictionary". "Bentuk agama yang benar itu pasti terdiri dari kesetiaan kepada kehendak Tuhan yang menguasai alam dalam mempercayai Risalah-Nya dan dalam meniru kesempurnaan-Nya." - Edmun Burke dalam bukunya "Reflections on the revolution in France". "Semua agama berhubungan dengan kehidupan dan kehidupan beragama ialah berbuat baik." - Swedenborg dalam bukunya "Doctrine of Life." "Semua orang memiliki semacam rasa beragama, sewaktu ketakutan atau untuk hiburan." - James Harrington dalam bukunya "Oceana." Sewaktu-waktu setiap orang menemukan dirinya berhadapan dengan Yang Gaib, Yang Tidak dimengerti dan dengan tujuan hidupnya!! Pertanyaan dalam dirinya tentang hal itu menimbulkan kepercayaan dan keyakinan atau "agama" dalam artinya yang paling luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya berpendapat bahwa Islam adalah agama yang paling sempurna? Pertama dan sebelum segala sesuatu, agama ini memperkenalkan kepada kita Penguasa Tunggal, Tuhan Al-Khalik: dengan nama Allah yang Pengasih lagi Penyayang. Katakanlah, Dia itu Allah Yang Esa, Allah yang menjadi tempat semua makhluk bergantung; Dia tidak melahirkan anak dan tidak dilahirkan sebagai anak, dan tidak ada satu apa pun yang menyamai-Nya. (Al-lkhlash 1-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Allah-lah kamu akan kembali dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. (Hud 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, di beberapa tempat Alquran menuturkan kepada kita tentang keesaan Al-Khalik yang tidak bisa terlihat dengan mata kepala; Yang Berilmu, Yang Mahakuat, Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Kekal, Yang Penyayang, Yang Pengasih, Yang Pemaaf dan Pengampun, Yang Maha Bijaksana dan Maha Adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Penguasa Tunggal terbukti dalam kenyataan, dan kita berulang kali disuruh supaya membina kesempurnaan dalam hubungan antara Dia dan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah oleh kamu bahwa Allah menyuburkan bumi sesudah gersangnya. Sungguh telah aku jelaskan kepada kamu beberapa ayat, supaya kamu mengerti. (Al-Hadid 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapkanlah! Aku berlindung kepada Tuhan yang mengurus manusia. (An-Nas 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang boleh berdebat bahwa untuk membuktikan pengakuan dan iman kepada Allah, dan supaya bisa hidup bahagia dalam masyarakat itu perlu beriman dan menjalankan perintah Tuhan. Tidakkah kita lihat seorang bapak memberi petunjuk-petunjuk kepada anak-anaknya? Tidakkah kita lihat seorang bapak menyusun dan mengatur kehidupan keluarganya? Sehingga setiap anggota keluarganya hidup bersama-sama secara harmonis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam telah membuktikan dirinya sebagai agama yang sah dan memperkuat kebenaran yang dibawa oleh agama-agama yang terdahulu. Islam juga mengakui bahwa bimbingan yang diberikan Al-quran itu jelas dan bisa diterima akal. Alquran memberi bimbingan ke arah kemajuan hubungan antara Al-Khalik dan makhluk-Nya, menimbulkan kerjasama antara kekuatan-kekuatan rohaniah dan jasmaniah guna menciptakan keseimbangan lahir dan batin dalam membina kehidupan yang aman dan damai dengan diri kita sendiri, faktor yang sangat penting dalam membina keserasian antara orang yang satu terhadap yang lain dan syarat mencapai kesempurnaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan agama Kristen, perhatian utamanya itu hanya bidang kerohanian. Agama Kristen mendakwahkan semacam cinta kasih yang memberatkan pertanggung jawaban para pemeluknya. Cinta kasih yang sempurna pasti menghadapi kegagalan jika untuk mencapainya berada di luar kemampuan tabiat manusia dan bertentangan dengan akal dan pengertian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pun tidak akan ada yang mampu mendekati tingkat ajaran cinta kasih seperti yang didakwahkan oleh agama Kristen. Hanya orang yang memiliki pengetahuan yang mendalam tentang konflik-konflik kemanusiaan berpadu dengan rasa simpati, pengertian serta rasa tanggung jawab yang mungkin bisa sampai mendekati kesempumaan prinsip agama Kristen. Akan tetapi, untuk itu dia harus melepaskan diri dari pertimbangan akalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata S.T.Coleridge dalam bukunya "Aid to Reflection": "Orang yang mulai menjalankan kecintaan secara Kristen melebihi cintanya kepada kebenaran, hal itu akan membawanya kepada cinta golongannya atau gerejanya melebihi cintanya kepada kekristenan sendiri Kemudian akan berakhir pada cinta dirinya sendiri melebihi segala-galanya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mengajarkan supaya kita menghargai Tuhan dan tunduk kepada hukum-Nya, sekaligus menyerukan dan menggalakkan kita supaya mempergunakan akal/logika disertai penjagaan athifah cinta kasih dan saling pengertian. Al quran memerintahkan, sebagai pesan Al-Khalik, kepada semua makhluk-Nya yang berbeda-beda bangsa, golongan dan kedudukannya dalam masyarakat. Katakanlah (olehmu Muhammad)!, hai sekalian manusia! Kebenaran telah datang kepada kamu dan Tuhan kamu. Barangsiapa yang menerima petunjuk, maka dia memperoleh petunjuk untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang sesat, maka dia menyesatkan dirinya sendiri pula. Dan tidaklah aku menguasai kamu. (Yunus 108)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak pemah menemukan agama lain yang bisa diterima akal dan menarik begitu banyak manusia serta mempunyai jumlah pengikut yang begitu besar. Dan, jelaslah bagi saya bahwa tidak ada yang lebih dekat kepada penalaran dan akal dan kerelaan dalam hidup, dan tidak ada harapan yang lebih besar daripada Islam untuk mencapai kebahagiaan hidup di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Nurani 228, 05-11 Mei 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,853.150.html?PHPSESSID=ubdfi8jvk3cse15blo37b55890&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-8449769817381093159?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/8449769817381093159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/masudah-steinmann-mualaf-asal-inggris.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/8449769817381093159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/8449769817381093159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/masudah-steinmann-mualaf-asal-inggris.html' title='Mas&apos;udah Steinmann, Mualaf asal Inggris'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-387286779980764503</id><published>2011-12-12T05:30:00.000+07:00</published><updated>2011-12-12T05:30:25.858+07:00</updated><title type='text'>.: Perjalanan menjadi mualaf : Moch Sandy Tjandra :.</title><content type='html'>Assallammualaikum Wr Wb&lt;br /&gt;Setelah membaca tentang kisah seorang mualaf, dan response yang diberikan tentang kisahnya, saya merasa mungkin kalau saya dapat menceritakan pengalaman saya sampai menjadi mualaf dapat berguna bagi rekan rekan sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri bukanlah seorang penulis, jadi kalau ada kalimat kalimat yang aneh, mohon dimaklumi. Lebih lebih lagi banyak pengalaman pengalaman saya yang dilandasi oleh analisa saya sendiri, jadi kalau terjadi kekeliruan juga mohon diluruskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini akan saya muat menjadi beberapa bagian, sekali lagi sebelumnya saya mohon maaf, tidak ada maksud saya untuk menonjolkan diri, namun hanya ingin menceritakan pengalaman pribadi saya siapa tahu berguna untuk orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya seorang WNI keturunan, seperti keluarga keturunan pada umumnya pendidikan agama didalam keluarga hanya sangat minim. Namun demikian saya beruntung karena saya selalu bersekolah disekolah katholik unggulan sejak dari SD sampai SMA. Disana saya dijejali oleh berbagai macam ajaran kristen, yang menurut saya pada waktu itu oke-oke saja. Saat pertama saya menjadi kristen tulen adalah waktu saya kelas 1 SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sekolah saya pada waktu itu laki semua, maka teman saya mengajak untuk kegereja Pantekosta karena banyak wanitanya. Tentu saja ajakan itu saya terima dengan senang hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata setelah itu saya menjadi sangat tertarik dengan ajaran kristen. Dengan aktif saya melakukan bible study, persekutuan doa dan berbagai kegiatan rohani lainnya. Keluarga saya sempat marah, dianggapnya saya sudah terlalu fanatik cenderung gila. Saya menginjil kemana mana, tanpa peduli apa yang dikatakan oleh orang tua saya. Saya merasa berjuang dijalan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berlalu, sampai pada suatu saat, pendeta saya bercerita bahwa dia kecurian dirumahnya, dan kehilangan sampai US$ 10.000. Saya sangat terkejut, karena banyak dari jemaat gereja tersebut yang miskin sekali. Akhirnya saya tinggalkan gereja tersebut, saya mulai berkelana dari satu gereja ke gereja lain, dari satu pendeta kependeta lain. Entah kenapa, setiap pendeta pasti ada sesuatu konsep yang saya tidak suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan itu, karena saya berguru dari berbagai pendeta dari berbagai aliran, pengetahuan saya tentang agama kristen boleh dianggap sangat cukup. Hampir semua pendeta terkenal pada saat itu pernah saya datangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saya sekolah diUSA, sayapun mendirikan dan mengikuti berbagai persekutuan doa. Dengan semakin bertambahnya ilmu agama saya, terus terang saya menjadi semakin tidak mengerti mengenai ajaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila saya bertanya kepada para pendeta mengenai ketidak tahuan saya, mereka selalu berkata "iman", seakan akan itulah magic word untuk menghentikan logic kita bekerja. Akhirnya ketidak puasan saya menyebabkan saya menjadi apatis, saya hanya berfikir, "Toch saya tidak pernah tahu saya masuk surga atau tidak, lalu ngapain susah susah?." Mereka berusaha meyakinkan saya bahwa dengan mengakui Yesus saya pasti masuk surga, yang saya anggap sedikit tidak masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pertanyaan saya pada waktu itu ( belum pernah ada yang bisa menjawab secara jelas ) adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yudas Eskariot itu masuk surga atau tidak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Argumen saya adalah, Yudas itu adalah salah satu rasul, sebagai orang yang beriman kepada Yesus, yesus telah menjanjikan kehidupan yang kekal (surga), namun demikian Yudas juga telah menghianati Yesus (karena uang), jadi dia jahat/serakah, koq orang serakah bisa masuk Surga ? Sebagian besar orang kristen akan setuju bahwa Yudas masuk neraka, tetapi saya pikir, Yudaslah orang yang paling berjasa sehingga Yesus bisa disalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koq dia dineraka, itu khan sudah takdir dia untuk menghianati Yesus ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah karena Yudas injil (menurut mereka) itu dapat terpenuhi. Yudas adalah kambing hitam yang perlu dikasihani. Pertanyaan ini tidak dapat dijawab oleh umat kristiani, padahal kalau dia mau mengacu kepada ajaran Islam jawabannya mudah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pertanyaan pertanyaan tanpa jawaban terus bergulir dibenak saya tanpa adanya jawaban. akhirnya saya menjadi apatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,853.120.html?PHPSESSID=ubdfi8jvk3cse15blo37b55890&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-387286779980764503?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/387286779980764503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/perjalanan-menjadi-mualaf-moch-sandy.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/387286779980764503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/387286779980764503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/perjalanan-menjadi-mualaf-moch-sandy.html' title='.: Perjalanan menjadi mualaf : Moch Sandy Tjandra :.'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-6564224177015655415</id><published>2011-12-12T05:23:00.000+07:00</published><updated>2011-12-12T05:23:01.966+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Hersince Kristina Yosephania, Alumni Fakultas Tarbiyah IAIN Surabaya</title><content type='html'>Setelah Masuk Islam, Ayah Menjadi Bimbang&lt;br /&gt;Terlahir dalam keluarga beda agama bukanlah keinginan dara manis ini. Namun, setelah lama hidup di antara dua agama; Katolik dan Islam, akhirnya Titik Kristina (21) menentukan pilihan. Wanita jebolan Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel ini memilih Islam karena menurutnya agama ini lebih suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK ada orang yang menyangka kalau gadis mungil berkacamata ini seorang mualaf. Dalam berbagai diskusi di kampus IAIN Fakultas Tarbiayah dia tergolong mahasiswi yang aktif, baik dalam kajian keagamaan maupun kajian umum lainnya. Titik Kristina nama lengkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia dibesarkan dari keluarga beda agama. Ayahnya, Bambang She Suwito Hadi (45) keluarga gerejawan dari Banyuwangi. Sedangkan Turini (40), ibu kandung gadis yang mempunyai nama asli Hersince Kristina Yosephania ini beragama Islam tulen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut wanita yang akrab disapa Kristin ini, kedua orang tuanya nekat menikah meskipun ditentang kedua belah pihak keluarga terlebih keluarga dari ayahnya. "Nenek dari ayah sangat marah ketika ayah memutuskan untuk menikahi ibu, karena ayah digodong (diharapkan) untuk meneruskan gereja yang ada di Banyuwangi," ujar Kristin menceritakan asal terjadinya perbedaan agama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GEREJA &amp; MASJID&lt;br /&gt;Akibat pernikahan dua agama ini, Kristin hidup di antara keduanya. Ketika ibunya ke masjid, Kristin ikut. Begitu pula jika ayahnya ke gereja dia pun ikut serta dengannya. Bahkan Kristin pun mendapatkan nama baptis. Sebagai seorang anak, Kristin belum bisa membedakan kedua agama ini. Saat itu Kristin kecil hanya bisa ikut-ikutan saja. Setiap minggu dia ikut kebaktian di gereja, sedangkan pada hari lain dia ikut mengaji di masjid bersama teman-temannya yang mayoritas muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Kristin kecil di gereja ataupun di masjid baginya sama saja, hanya saja ketika pergi ke masjid dia merasa ada sesuatu yang harus dia persiapkan terlebih dahulu. "Aku selalu terkesan bila ke masjid. Karena kalau mau ke masjid harus dalam keadaan bersih," ujar Kristin mengenang masa kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, perasaan nyaman ketika akan pergi ke masjid itu tidak dirasakanya ketika pergi ke gereja. "Kalau pergi ke gereja, kapan pun aku bisa, bahkan bangun tidur tanpa cuci muka pun tidak masalah," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena perasaan itulah akhirnya Kristin memutuskan untuk masuk Islam. Dia merasa memang selayaknya untuk menghadap Dzat yang maha segalanya harus dalam keadaan terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergi ke sekolah saja kita harus rapi, masak menghadap Tuhan seenaknya?" ujar wanita kelahiran 11 Januari 1984 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRIA MISTERIUS&lt;br /&gt;Setelah balig, saat itulah Kristin merasa ditemani oleh seorang kakek tua berbaju putih. Pria berjanggut panjang seperi dalam dongeng itu benar-benar dirasakan kehadirannya oleh Kristin. Namun anehnya, Kristin tidak merasa takut, bahkan sebaliknya merasa terlindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau aku melakukan kesalahan atau hal yang kurang benar, aku seperti ditegur oleh kakek itu Mbak," cerita Kristin saat ditemui NURANi di rumah kontrakan seorang temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama Kristin tidak menceritakan hal itu kepada orang tuanya. Namun, pada suatu hari, Kristin keceplosan menceritakan kepada ibunya. Mendengar cerita anaknya itu, Turini merasa khawatir dan memutuskan untuk membawa Kristin kepada seorang ustad di daerah Pasuruan. Setelah itu Kristin mendapatkan bimbingan yang lebih intensif dan karena itulah dia memilih masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memutuskan untuk masuk Islam, Kristin dibimbing oleh Ustad Mustaji. Dia digembleng di Pesantren Wahid Hasyim. Di pesantren inilah Kristin yang kemudian dipanggil Titik ini mendapatkan cobaan yang hampir saja menggoyahkan keimanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KULIAH DI IAIN&lt;br /&gt;Meski tidak ada seorang santri pun yang tahu latar belakang Titik, namun entah kenapa ada beberapa santri yang memusuhinya. "Pernah suatu kali, aku dikunci di dalam kamar mandi," cerita Titik mengenang pengalamannya di pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terlintas juga dalam pikiran saya, beginikah wajah orang Islam sesungguhnya?" ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dia alami di pesantren sangat bertolak belakang dengan pengalamannya ketika belum memilih islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dulu teman-temanku selalu mengajak dan merayu aku untuk salat ataupun mengaji di masjid, namun di pesantren sebaliknya seolah aku dihalangi untuk belajar," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pikiran seperti itu terhapus di kala menyadari betapa sabar dan telatennya Ustad Mustaji membimbing dia dan mengajari dia untuk lebih mengenal Islam. Keinginan untuk mendalami Islam tidak pernah pupus dari dirinya. Meskipun nilainya cukup untuk masuk perguruan tinggi umum, namun Titik lebih memilih IAIN sebagai kampus tempat menimba ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AYAH MASUK ISLAM&lt;br /&gt;Keinginannya untuk berbagi dengan orang lain menggiringnya untuk memilih Fakultas Tarbiyah. "Saya ingin menjadi seorang guru agama, Mbak," ceritanya.&lt;br /&gt;Saat ini cita-citanya untuk menjadi guru benar-benar terwujud. Dia kini menjadi tenaga pelajar di sekolah dasar swasta terkemuka di Surabaya. Titik pun dapat membagi ilmu yang dia dapatkan. Setelah Titik masuk Islam, akhirnya sang ayah memilih Islam demi ketentraman keluarganya. Neneknya, Tyas Arum, salah satu tokoh Katolik yang sangat disegani di daerahnya, sangat marah. Mereka pun tidak mau menerima kunjungan anak dan cucunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Nurani 229, 12-18 Mei 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,853.150.html?PHPSESSID=ubdfi8jvk3cse15blo37b55890&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-6564224177015655415?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/6564224177015655415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/hersince-kristina-yosephania-alumni.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/6564224177015655415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/6564224177015655415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/hersince-kristina-yosephania-alumni.html' title='Hersince Kristina Yosephania, Alumni Fakultas Tarbiyah IAIN Surabaya'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-4610736935413693138</id><published>2011-12-12T05:19:00.000+07:00</published><updated>2011-12-12T05:19:56.589+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Selik Baba (a.k.a. Selik Schwartz)</title><content type='html'>Selik Baba memimpin latihan peribadatan Sufi di Masjid Al-Farah Manhattan pada suatu malam. Tetapi sebelumnya dia memberikan ceramah pada dua puluh empat orang Sufi yang hadir. Suasananya seperti orang mendongeng. Mereka duduk sambil menghirup teh, makan anggur, biskuit dan keju, dan kadang-kadang terdengar suara tangis bayi. Semuanya tampak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selik berjenggot, tampak kumal, dan merokok tanpa henti. Dia duduk di sebuah sofa di samping seorang hafiz, seorang qari' yang menghafal 6666 ayat-ayat Al-Quran yang berbahasa Arab. Selik memulai dengan menceritakan sebuah kisah tentang seorang darwis di Turki yang berada di bawah tekanan para pemimpin keagamaan untuk menarik kaum Muslimin ke masjidnya, dan membiarkan masjid-masjid yang lain kosong. Para pimpinan itu memanggil darwis tersebut dan menanyakan pada mereka tentang makna zikr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut cerita Selik, darwis itu menanyakan pada hadirin apakah mereka menginginkan dia menjelaskan makna zikr sebagaimana pemahaman mereka atau sebagaimana pemahaman dia sendiri. Petugas itu menjawab, Saya ingin mengetahui apa yang Anda ketahui. Lalu darwis itu meminta bantuan salah seorang muridnya. Mereka duduk di lantai, membaca doa, dan darwis itu melafazkan "Laa ilaHA!"-tiba-tiba muridnya itu lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darwis itu menyelesaikan ucapannya, "ill ALLAH!" --lalu muridnya itu muncul kembali. Darwis itu mengulang kalimat itu lagi. Semua orang di ruangan itu hilang kemudian muncul kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendengar Selik mendengarkan dengan penuh perhatian tetapi, karena sudah terbiasa mendengar kisah-kisah ajaib seperti itu, mereka tidak bereaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selik kemudian menceritakan kisah bagaimana dia memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya bertemu dengan istri saya, dia bukan seorang Muslim, dan saya tak pernah sekalipun berkata padanya, "Engkau harus masuk Islam." Saya tak pernah mengajarkan apa pun tentang Islam kepadanya, kecuali jika dia bertanya. Ketika dia bertemu Effendi2 kami, dia langsung memeluk Islam pada malam itu juga. Lalu dia mulai melakukan shalat sesekali. Pada suatu hari dia shalat dan hari lain tidak. Saya memberitahunya waktu-waktu shalat. Saya memberitahukan nama-namanya. Apapun yang dia tanyakan. Jika engkau ingin shalat, shalatlah. Itu antara engkau dan Allah. Tetapi secara perlahan-lahan, setiap pagi dia bangun dan melakukan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dia semakin sering shalat. Anda lihat, Allah membimbingnya kepada shalatnya dengan segera. Saya selalu bahagia bila menyaksikan dia shalat, tetapi saya tidak akan terlalu memujinya dan membuat dia merasa rikuh. [Mengetuk-ketukkan jari di atas meja]. Saya terbiasa mengetuk-ketuk di atas kayu sebab itu merupakan tradisi orang Yahudi. Mungkin sama dengan tradisi orang Islam menyebut alhamdulillah.3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah saya, semoga Tuhan meridainya dengan umur yang panjang, berusia delapan puluh empat tahun dan dalam keadaan sehat untuk ukuran usia itu. Dia menerima segala sesuatu yang saya kerjakan. Ayah dan ibu mencintai saya karena saya adalah anak mereka dan apa pun yang saya lakukan selalu mereka setuju. Dan karena mereka begitu baik dan sayang pada saya, saya mencintai mereka dan menurut pada mereka. Ketika saya memeluk agama Islam, saya tidak pernah berkata pada mereka, "Saya memeluk Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tahu saya sering membuat program-program untuk acara radio. Mereka tahu saya telah pergi ke seluruh Timur Tengah, dan bahwa saya mengucapkan "La ilaha ill Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari ayah saya berkata, "Engkau seorang Sufi. Apakah Sufi itu ada hubungannya dengan Islam?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berkata, "Ya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bertanya, "Artinya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjawab, "Artinya itu berhubungan dengan Islam." Sikap saya sama seperti yang saya lakukan terhadap istri saya yang cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata lagi, "Baiklah, apakah itu, Muslim atau apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang saya lakukan terhadap istri saya yang cantik, saya menjawab, "Apakah ayah benar-benar ingin mengetahuinya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun berkata, "Baik, itu artinya saya telah memeluk agama Islam. Saya seorang Muslim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dia berkata [dengan ragu-ragu], "Tidak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya pun berkata, "Ya, itulah yang telah saya lakukan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bertanya, "Apakah itu berarti engkau bukan seorang Yahudi lagi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jawab, "Saya tidak bilang begitu. Saya tidak mengatakan apa pun tentang Yudaisme. Saya seorang Muslim. Saya berdoa sebagai seorang Muslim. Saya tidak pernah mengatakannya kepada ayah karena saya tidak ingin melukai ayah. Engkau ayah saya, tetapi saya harus menjalani kehidupan sebagaimana yang saya yakini. Tetapi saya tidak berusaha menampakkan keislaman saya di hadapan ayah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan terus. Dia bertanya tentang Islam kepada saya. Jika dia bertanya, saya akan menjawab. Suatu hari, ketika sedang duduk-duduk di rumahnya --dia tinggal sekitar tiga puluh lima mil dari rumah saya-- dia berkata pada saya, "Saya ingin membaca Al-Quran. Tahukah kamu cara mendapatkan Al-Quran?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya duduk menemaninya selama lima menit, minum teh. Kemudian saya cium dia. "Saya harus pergi sebentar." Saya segera pulang ke rumah. Saya kembali dan membawakan Al-Quran untuknya. Saya berkata, "Ini, Inilah Al-Quran."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di New Jersey, ada sebuah tempat yang terpisah di pekuburan umum untuk pemakaman kaum Muslimin, sebab seorang Muslim dikuburkan dengan menghadap Ka'bah. Tidak semua pekuburan menyediakan tempat seperti itu. Tetapi kami mengusahakannya. Kami membeli area pekuburan, dan saya mendatangi ayah dan memohon izin agar dimakamkan sebagai seorang Muslim dengan saudara saya Jerrahis, bukan dengan keluarga saya di pekuburan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah saya, alhamdulillah, memberikan izinnya. Tapi jika dia berkata, "Engkau harus dikuburkan di samping saya," saya bersedia dikuburkan di sampingnya --karena dia ayah saya. Tetapi dia memberikan izinnya agar saya dapat dikuburkan dengan saudara-saudara saya sesama Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, alhamdulillah, bila waktu saya telah tiba, maukah Anda membacakan Al-Fatihah untuk orang papa ini. Saya hanya ingin tahu siapa yang akan memandikan saya, hanya itulah yang ingin saya ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,853.135.html?PHPSESSID=ubdfi8jvk3cse15blo37b55890&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-4610736935413693138?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/4610736935413693138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/selik-baba-aka-selik-schwartz.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/4610736935413693138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/4610736935413693138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/selik-baba-aka-selik-schwartz.html' title='Selik Baba (a.k.a. Selik Schwartz)'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-8051338137337375694</id><published>2011-12-12T05:15:00.000+07:00</published><updated>2011-12-12T05:15:08.552+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Prof. Haroon Mustapha Leon</title><content type='html'>Salah satu keagungan Islam ialah bahwa Islam itu berdiri di atas akal dan pikiran, dan tidak menuntut supaya para penganutnya membekukan kemampuan mereka berpikir. Dalam hal ini Islam berbeda dengan kepercayaan-kepercayaan lain yang mengharuskan kepada para pengikutnya supaya percaya saja secara membuta kepada aliran-afiran dan dogma-dogma tertentu, cukup dengan menyerahkan diri kepada kekuasaan Gereja. Sedangkan Islam menganjurkan supaya orang berpikir lebih dahulu sebelum sampai kepada iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. yang mulia telah bersabda: "Allah tidak mencipta sesuatu yang lebih baik dari pada akal. Keuntungan yang Allah berikan adalah atas perhitungan akal, dan ilmu pengetahuan/pengertian adalah 'anak' dari akal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain kesempatan, beliau telah bersabda: "Sungguh saya katakan kepadamu bahwa orang yang melakukan sembahyang, puasa, membayar zakat, haji dan lain-lain amal salih, tidak akan diberi pahala lebih dari kekuatan akal dan pikirannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan tentang talent/bakat yang dikemukakan oleh Sayidina Isa a.s. (Yesus) cocok sepenuhnya dan sejalan tepat dengan ajaran Islam yang selengkapnya berbunyi: "Cobalah dulu segala sesuatu, dan peganglah kuat-kuat sesuatu yang baik." Dalam Al-Qur'an Surah Jum'at, "Allah Yang memberi segala kebaikan dan ni'mat telah memberikan perumpamaan tentang orang-orang yang tidak menggunakan akal dan pikirannya dan bertaklid buta, bahwa mereka itu "seperti himar membawa buku":&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan mereka yang diberi Taurat, kemudian tidak mengamalkannya itu seumpama himar membawa buku. Alangkah buruknya perumpamaan orang-orang yang tidak mempercayai ayat-ayat Allah, dan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim. -- Al-Jumu'ah 5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan pula bahwa Khalifah Ali yang bangsawan dan terpelajar telah bersabda: "Dunia ini gelap, dan ilmu merupakan cahaya. Akan tetapi ilmu tanpa kepercayaan hanyalah bayangan belaka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslimin mempunyai keyakinan bahwa kata "Islam" itu synonym (sama artinya) dengan kata "kebenaran/kepercayaan", dan di bawah sinar Islamlah cahaya ilmu dan akal orang dapat menemukan kebenaran. Akan tetapi untuk mengemukakan ilmu yang mengandung kebenaran itu, orang harus mempergunakan kurnia Allah kepada dirinya yang berupa kemampuan berpikir logis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul kita yang mulia telah menunjukkan keindahan kata-katanya yang menerobos masuk ke dalam jiwa para pendengarnya beberapa hari sebelum beliau wafat. Pada waktu Rasul Agung Penutup semua Nabi dan Rasul, yang atas kebijaksanaan Allah yang bersifat Welas Asih diutus untuk memberi petunjuk kepada ummat manusia ke jalan yang benar dan lurus, sewaktu beliau menelentang di atas pangkuan Siti Aisyah r.a. dikelilingi oleh kaum Muslimin Madinah dalam jumlah yang amat besar, pemuda dan pemudi, pria dan wanita, bahkan anak-anakpun turut hadir, di mana setiap wajah menunjukkan kecintaannya yang ikhlas kepada Nabi dan Rasul pilihan, dengan air mata bercucuran, termasuk air mata para pahlawan yang tidak pernah gentar menghadapi musuh dalam perjuangan menegakkan Islam; mereka berkerumun melihat Pemimpin, sahabat, guru yang kekasih, bahkan seorang Rasul Allah untuk mereka, yang telah mengeluarkan mereka dari kegelapan khurafat menuju cahaya kebenaran yang terang benderang. Beliau sedang berangsur-angsur mendekati batas perjalanan hidupnya yang telah ditentukan Allah s.w.t. dan akan meninggalkan mereka untuk tidak kembali lagi. Tidak heran jika terjadi hujan air mata, semua hati tertimpa kesedihan yang amat berat. Dalam suasana kesedihan yang sedang mencekam berat itulah, salah seorang yang hadir bertanya: "Ya Rasulallah! Tuan sekarang sedang sakit yang sebentar lagi akan mengantar Tuan ke Hadirat Tuhan. Apakah yang harus kami lakukan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjawab pertanyaan itu beliau bersabda: "Pada kamu ada Al-Qur'an."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Sahabat berkata: "Benar, ya Rasulallah. Pada kami ada Kitabullah penerang hati, dan di hadapan kami ada petunjuk yang tidak mungkin salah. Akan tetapi selama ini setiap kali timbul persoalan, kami bisa bertanya, mohon petunjuk dan pendapat Tuan. Sesudah nanti Tuan dipanggil Allah ke Hadirat-Nya -- Ya Rasulallah - di manakah kami dapat menemukan petunjuk?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda beliau: "Kamu harus berpegang kepada Sunnahku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang hadirin bertanya pula: "Akan tetapi ya Rasulallah, sesudah Tuan wafat, akan timbul beberapa kejadian atau persoalan yang tidak pernah terjadi selama Tuan masih ada. Jika demikian, apakah yang harus kami lakukan, dan apa pula yang harus dilakukan oleh orang-orang yang hidup sesudah kami?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan ini, beliau perlahan-lahan mengangkat kepala, sedangkan dari wajahnya memancar cahaya ke-Nabian dan dari matanya keluar sorot semacam kilat. Lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah s.w.t. telah memberikan petunjuk kepada setiap manusia, yaitu hatinya, dan memberikan penunjuk jalan, yaitu akalnya. Pergunakanlah keduanya dalam segala hal, pastilah kamu mendapat petunjuk ke jalan yang lurus, dengan karunia Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,853.135.html?PHPSESSID=ubdfi8jvk3cse15blo37b55890&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-8051338137337375694?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/8051338137337375694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/prof-haroon-mustapha-leon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/8051338137337375694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/8051338137337375694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/12/prof-haroon-mustapha-leon.html' title='Prof. Haroon Mustapha Leon'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-7182358941654675299</id><published>2011-11-11T10:19:00.000+07:00</published><updated>2011-11-11T10:19:03.863+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Muhammad Aman Hobohm</title><content type='html'>Mengapa orang-orang Barat memeluk agama Islam? Ada berbagai sebab yang mendorong mereka berbuat demikian. Pertama ialah bahwa kebenaran itu selalu kuat. Akidah-akidah/kepercayaan-kepercayaan Islam itu semuanya dapat diterima akal (rasional) dan sesuai dengan alam kemanusiaan, dan keistimewaannya lagi ialah bahwa setiap pencari kebenaran yang jujur pasti menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh ialah akidah Tauhid (Monotheisme). Perhatikan bagamana akidah ini menimbulkan rasa harga diri pada manusia, membebaskan jiwa dari belenggu khurafat dan tahayul dan secara alamiah membimbing ummat manusia kepada persamaan, karena semua manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Satu dan hanya mengabdi/beribadah kepada-Nya saja. Bagi orang Jerman khususnya, beriman kepada Tuhan itu merupakan sumber ilham, sumber keberanian dan sumber keamanan/ketenangan. Iman kepada kehidupan akhirat sesudah mati, dapat mengubah pandangan kita terhadap kehidupan dunia, sehingga kehidupan dunia ini tidak lagi menjadi pusat perhatian kita yang terutama, dan sebahagian besar kegiatan kita ditumpahkan dalam usaha mencapai kebahagiaan di akhirat. Iman kepada hisab (perhitungan amal) mengajak manusia supaya meninggalkan perbuatan-perbuatan jahat, sebab hanya kebaikanlah satu-satunya jalan ke arah tercapainya kesenangan yang kekal kelak di akhirat, walaupun perbuatan-perbuatan jahat/buruk itu mungkin menguntungkan di dunia yang bersifat sementara ini. Dan kepercayaan bahwa tidak ada seorangpun yang akan mampu menghindarkan diri dari pembalasan atas segala amal perbuatannya di hadapan keadilan Tuhan, menyebabkan orang akan berpikir dua kali sebelum dia melakukan sesuatu kesalahan atau dosa, dan pastilah kesadaran ini lebih kuat pengaruhnya dari pada angkatan kepolisian yang paling cakap sekalipun di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal lain yang menyebabkan orang-orang luar tertarik oleh Islam, ialah ketegasannya tentang toleransi. Sembahyang lima waktu setiap hari mengajarkan/melatih supaya orang bersikap teliti, dan puasa sebulan menyebabkan orang mampu menguasai nafsu/dirinya sendiri. Sedangkan ketelitian dan disiplin pribadi merupakan tanda orang besar dan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang datanglah soal yang menyebabkan Islam sungguh-sungguh berjaya. Islam adalah satu-satunya ideologi yang berhasil menanamkan dalam jiwa para pengikutnya semangat menguasai batas-batas kesopanan dan moral, tanpa membutuhkan kekuatan pemaksa selain dari hati nuraninya sendiri, sebab seorang Muslim mengetahui bahwa di manapun dia berada, tetap di bawah pengawasan Tuhannya. Kepercayaan inilah yang menghalanginya dari perbuatan maksiat. Dan karena tabiat manusia itu senang kepada kebaikan, maka Islam memberikan ketenangan batin dan ketenteraman hati, dan hal inilah yang tidak ada dalam kehidupan masyarakat Barat dewasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telah merasakan hidup di bawah naungan berbagai peraturan, dan saya telah banyak mempelajari berbagai ideologi, akan tetapi pada akhirnya saya sampai kepada kesimpulan bahwa tidak ada satupun ideologi yang sempurna seperti Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunisme memang mempunyai daya tarik, begitu juga demokrasi duniawi (secular democracy) dan Nazisme. Tapi semua itu tidak ada satupun yang mempunyai peraturan/kode yang komplit untuk mencapai kebahagiaan dan kebaikan hidup. Hanya Islam sajalah yang memberikan peraturan/kode yang komplit/sempurna itu, dan itulah sebabnya mengapa orang-orang baik telah memeluk agama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam bukan hanya teori. Islam adalah praktis. Islam bukan soal-soal sebahagian. Islam berarti penyerahan diri yang sempurna kepada kehendak Allah s.w.t. dan ajaran-ajaran-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,853.135.html?PHPSESSID=ubdfi8jvk3cse15blo37b55890&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-7182358941654675299?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/7182358941654675299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/muhammad-aman-hobohm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/7182358941654675299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/7182358941654675299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/muhammad-aman-hobohm.html' title='Muhammad Aman Hobohm'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-5272750107111269345</id><published>2011-11-11T10:17:00.000+07:00</published><updated>2011-11-11T10:17:10.065+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Mohammad Alexander Russel Webb</title><content type='html'>Saya telah diminta untuk menerangkan kepada anda, mengapa saya, seorang Amerika yang dilahirkan dalam sebuah negara yang secara resmi beragama Kristen, dibesarkan dalam lingkungan yang yang mewariskan atau lebih baik dikatakan menjalankan agama Kristen Orthodox sekte Presbitarian, telah memilih dan memeluk Islam sebagai pembimbing saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kontan saya jawab dengan penuh kesadaran dan kesungguhan, bahwa saya telah menjadikan agama ini sebagai jalan hidup saya, sebab setelah saya pelajari dalam tempo yang cukup lama, ternyata bahwa Islam adalah agama yang terbaik dan satu-satunya agama yang dapat mencukupi kebutuhan rohani ummat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya ingin menyatakan di sini, bahwa saya tidak lahir seperti anak-anak yang lain, yang memiliki semangat keagamaan. Pada waktu saya mencapai usia 20 tahun dan praktis telah dapat menguasai diri sendiri, dada saya serasa sempit melihat kebekuan Gereja yang sangat menyedihkan, sehingga saya bertekad untuk meninggalkannya untuk selama-lamanya. Untunglah bahwa waktu itu saya mempunyai cara berpikir yang mendalam. Saya selalu berusaha untuk menemukan sebab dari segala sesuatu. Ternyata bahwa tidak ada seorangpun dari kalangan para ahli pengetahuan dan ahli-ahli agama yang bisa memberikan kepada saya keterangan yang bisa dimengerti (rasional) tentang kepercayaan Gereja itu. Kedua golongan itu hanya mengatakan kepada saya bahwa persoalan ini termasuk misterius (pelik dan samar), atau dikatakan bahwa soal itu di luar kemampuan saya berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelas tahun yang lalu, saya tertarik untuk mempelajari agama-agama Timur. Saya telah membaca buku-buku yang ditulis oleh Mill, Kant, Locke, Hegel, Fichte, Huxley dan lain-lain penulis ternama yang menerangkan dengan penampilan ilmu pengetahuan yang besar tentang protoplasma (unsur-unsur atom dalam pembentukan jasad makhutk yang hidup) dan monad (bagian-bagian atom dalam hewan yang hidup). Akan tetapi tidak ada seorangpun dari mereka yang bisa menerangkan kepada saya, tentang apakah jiwa/roh itu dan bagaimana atau dimana roh itu sesudah mati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telah banyak berbicara tentang diri saya, dengan maksud untuk menjelaskan bahwa saya masuk Islam bukan hasil pemikiran dan perasaan yang salah, bukan turut-turutan buta, dan bukan dorongan emosi. Akan tetapi adalah hasil penelitian dan pelajaran yang sungguh-sungguh, jujur, tekun dan bebas disertai penyelidikan serta keinginan yang sungguh-sungguh untuk mengetahui kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti akidah Islam yang murni, ialah menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan, dan tanda penjelmaannya ialah ibadat sembahyang. Islam mengajak kepada persaudaraan dan kecintaan ummat manusia sedunia, dan berbuat baik kepada sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam juga menuntut kejernihan akal, kebaikan amal/perbuatan dan kebenaran dalam kata-kata, bahkan Islam mengajak ke dalam kesucian dan kebersihan badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama ini, tidak diragukan, adalah agama yang paling mudah dan paling mampu mengangkat derajat kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,853.135.html?PHPSESSID=ubdfi8jvk3cse15blo37b55890&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-5272750107111269345?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/5272750107111269345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/mohammad-alexander-russel-webb.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/5272750107111269345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/5272750107111269345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/mohammad-alexander-russel-webb.html' title='Mohammad Alexander Russel Webb'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-5041033487073609204</id><published>2011-11-11T10:16:00.000+07:00</published><updated>2011-11-11T10:16:11.235+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Sir Abdullah Archibald Hamilton</title><content type='html'>Sejak saya menginjak usia dewasa, keindahan, kemudahan dan kemurnian Islam itu selalu menarik perhatian saya. Walaupun saya dilahirkan dan dibesarkan sebagai orang Kristen, sebenarnya saya tidak bisa percaya kepada dogma-dogma yang diajarkan oleh Gereja, dan saya selalu menggunakan akal dan pikiran untuk mengatasi keimanan yang membuta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbareng dengan majunya zaman, saya menginginkan kedamaian dengan Maha Pencipta saya, dan ternyata bahwa baik Gereja Roma maupun Gereja Inggris, tidak ada yang bisa inemberikan kepuasan kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memeluk agama Islam, hanyalah untuk memenuhi panggilan hati nurani saya, dan sejak itu saya merasa telah menjadi orang yang lebih baik dan lebih benar dari pada sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada satupun agama yang dimusuhi orang-orang jahil dan berprasangka seperti agama Islam. Pada hal jika orang tahu, Islam itu adalah agama yang memberikan kekuatan kepada orang yang lemah, dan memberikan rasa kecukupan kepada orang yang miskin. Dan ternyata bahwa alam kemanusiaan itu terbagi menjadi tiga golongan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Golongan yang dianugerahi Tuhan dengan harta kekayaan.&lt;br /&gt;   2. Golongan yang harus bekerja berat untuk mencukupi keperluan hidupnya.&lt;br /&gt;   3. Golongan penganggur yang tidak mendapat lapangan kerja atau mereka yang jatuh pailit bukan karena kesalahan mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam juga mengakui bakat luar biasa dan hak-hak perseorangan. Islam itu konstruktif (membangun) bukan destruktif (merusak). Sebagai contoh, jika seorang pemilik tanah yang kaya dan tidak butuh untuk menanaminya, sehingga dia tidak menggarap tanahnya itu berulang kali, maka hak miliknya itu menjadi hak milik umum dan menurut hukum Islam diberikan kepada orang yang pertama menanaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam melarang keras penjudian atau permainan-permainan yang berdasarkan untung-untungan. Islam melarang segala macam minuman keras dan mengharamkan riba yang dapat menimbulkan penderitaan hidup manusia. Jadi dalam Islam, tidak seorangpun boleh menarik untung dari keadaan orang lain yang kebetulan kurang beruntung dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita (kaum Muslimin) tidak percaya kepada aliran Jabariyah (fatalism) yang hanya menunggu nasib semata-mata, tidak pula percaya kepada aliran Qadariyah (predestination) yang menganggap bahwa manusia menentukan nasibnya sendiri. Kita hanya percaya kepada imbalan yang diberikan Allah s.w.t. atas perbuatan dan pemikiran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kita, iman atau kepercayaan yang tanpa perbuatan itu tidak ada artinya, sebab iman itu saja tidak cukup, kecuali jika hidup kita sesuai dengan itu. Kita percaya kepada adanya pertanggungan jawab kita sendiri atas segala perbuatan kita di dunia dan di akhirat. Kita harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita, dan tidak ada seorangpun yang bisa memikul dosa atau kesalahan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mengajarkan bahwa manusia diciptakan atas dasar fithrah, tanpa dosa. Islam juga mengajarkan bahwa manusia, pria maupun wanita, berasal dari satu keturunan (Adam dan Hawa), bahwa keadaan ruhnya sama, dan bahwa Allah s.w.t. inemberikan kekuatan yang sama agar tiap-tiap manusia dapat menempuh hidup sesuai dengan yang dikehendakinya menurut akal, jiwa dan moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira saya tidak perlu berbicara banyak tentang persaudaraan ummat manusia universal dalam ajaran Islam, sebab hal itu sudah merupakan kenyataan yang diakui oleh seluruh dunia. Bangsawan dan rakyat biasa, kaya dan miskin semua sama. Sungguh saya telah melihat kejujuran dan kemurahan hati Saudara-saudara saya kaum Muslimin, dan saya selalu percaya atas segala perkataan dan janji mereka. Mereka selalu memperlakukan saya dengan adil sebagai manusia dan sebagai saudara, dan telah membuktikan keramahan mereka kepada saya, sehingga saya tidak merasa asing dalam lingkungan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan, saya ingin menyatakan bahwa pada waktu Islam membimbing ummat manusia dalam kehidupannya sehari-hari, justru agama Kristen, dalam teori dan praktek mengajarkan kepada para penganutnya supaya berdo'a dan bersembahyang kepada Tuhan pada hari Minggu dan menerkam makhluk-Nya pada hari-hari selebihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,853.135.html?PHPSESSID=ubdfi8jvk3cse15blo37b55890&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-5041033487073609204?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/5041033487073609204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/sir-abdullah-archibald-hamilton.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/5041033487073609204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/5041033487073609204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/sir-abdullah-archibald-hamilton.html' title='Sir Abdullah Archibald Hamilton'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-6355828181830038543</id><published>2011-11-11T10:14:00.002+07:00</published><updated>2011-11-11T10:14:42.628+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Al-Haj Lord Headly Al-Farooq</title><content type='html'>Mungkin ada kawan-kawan saya yang mengira bahwa saya telah terpengaruh oleh orang-orang Islam. Dugaan itu tidak benar, sebab kepindahan saya kepada agama Islam adalah timbul dari kesadaran saya sendiri, hasil pemikiran saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telah bertukar pikiran dengan orang-orang Islam terpelajar tentang agama hanya terjadi beberapa minggu yang lalu. Dan perlu pula saya kemukakan bahwa saya sangat bergembira setelah ternyata bahwa semua teori dan kesimpulan saya persis seluruhnya cocok dengan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran beragama, sebagaimana yang ditegaskan oleh Al-Qur'an, harus timbul dari kebebasan memilih dan putusan yang spontan, dan tidak boleh ada paksaan. Mengenai hal ini, Jesus Al-Masih menyatakan kepada para pengikutnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Dan orang tidak akan dapat menerima kamu atau memperhatikan kata-kata kamu, apabila kamu meninggalkan dia." -- Injil Markus, VI, 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya banyak mengetahui tentang aliran Protestan yang fanatik, yang berpendapat bahwa kewajiban mereka ialah mendatangi rumah-rumah orang Katolik Roma untuk mengusahakan supaya kawan-kawan se-"kandang"-nya itu bertaubat. Tidak bisa diragukan lagi bahwa tindakan yarig menyolok ini, adalah suatu tindakan yang tidak jujur, bahkan setiap jiwa yang murni akan mengutuknya, karena hal itu dapat membangkitkan pertentangan-pertentangan yang menodai keluhuran agama. Maaf saya katakan, bahwa kebanyakan misi Nasrani juga telah mengambil langkah-langkah yang sama terhadap saudara-saudaranya yang memeluk agama Islam. Saya tidak habis pikir; mengapa mereka selalu berusaha memurtadkan orang-orang yang pada hakekatnya lebih dekat kepada ajaran Jesus yang sebenarnya dari pada mereka sendiri?! Saya katakan demikian, sebab dalam hal kebaikan, toleransi dan keluasan berpikir dalam akidah Islam lebih dekat kepada ajaran Kristus, dari pada ajaran-ajaran sempit dari Gereja-gereja Kristen sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh ialah Kredo Athanasia yang mengecam akidah Trinitas dengan keterangannya yang sangat membingungkan. Aliran ini yang sangat penting dan berperanan menentukan dalam salah satu ajaran pokok dari Gereja, menyatakan dengan tegas bahwa dia mewakili ajaran Katolik, dan kalau kita tidak percaya kepadanya, kita akan celaka selama-lamanya. Tapi kita diharuskan olehnya supaya percaya kepada akidah Trinitas. Dengan kata lain. Kita diwajibkan beriman kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Agung, kemudian pada waktu yang sama kita diharuskan menutupinya dengan kezaliman dan kekejaman, seolah-olah kita menutupi manusia paling jahat. Sedangkan Allah swt. amat jauh dari kemungkinan bisa dibatasi oleh rencana manusia lemah yang mempercayai akidah Trinitas atau Tatslits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masilh ada satu contoh lagi tentang kemauan berbuat baik. Saya pernah menerima surat --tentang kecenderungan saya kepada Islam-- dimana penulisnya menyatakan bahwa apabila saya tidak percaya kepada ke-Tuhan-an Yesus Kristus, saya tidak akan mendapat keselamatan. Pada hal soal ke-Tuhan-an Yesus itu menurut pendapat saya tidak sepenting soal: "Apakah Yesus Kristus telah menyampaikan Risalah Tuhan kepada manusia atau tidak?" Jika saya meragukan soal ini, pastilah pikiran saya akan tergoncang. Akan tetapi, alhamdulillah, saya tidak ragu-ragu sedikitpun, dan saya harap bahwa kepercayaan saya kepada Yesus dan segala ajarannya tetap kuat seperti keyakinan setiap orang Islam atau setiap pengikut Yesus Kristus. Sebagaimana yang sering saya kemukakan bahwa agama Islam dan agama Kristen yang diajarkan oleh Yesus sendiri, adalah laksana dua saudara sepupu. Antara kedua agama itu hanya berbeda dengan adanya dogma-dogma dan tatacara yang mungkin tidak diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini manusia sudah mulai menjurus kepada ketiadaan iman kepada Allah s.w.t. manakala mereka diminta supaya percaya kepada dogma-dogma dan kepercayaan-kepercayaan yang berpandangan sempit, dan dalam waktu yang bersamaan manusia haus kepada suatu agama yang dapat berbicara kepada akal dan athifah (sentiment) kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang pernah mendengar bahwa seorang Muslim menjadi seorang atheist? Memang mungkin ada beberapa kejadian, tapi saya sangat meragukannya. Saya tahu ada beribu-ribu orang pria dan wanita, yang dalam hatinya adalah Muslim, akan tetapi secara biasa mereka tidak berani mengemukakan isi hatinya secara terang-terangan, dengan maksud supaya bisa menghindari gangguan-gangguan dan kesulitan-kesulitan yang akan dialami kalau mereka menyatakan ke-Islamannya secara terbuka. Justru saya sendiri mengalami yang demikian itu selama 20 tahun dalam keimanan saya secara terang-terangan yang telah menyebabkan hilangnya pikiran baik dari teman-teman saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telah menerangkan alasan-alasan saya, mengapa saya menghormati ajaran-ajaran Islam, dan saya umumkan bahwa saya sendiri telah memeluk Islam lebih baik dari pada sewaktu saya masih seorang Kristen. Saya hanya bisa mengharap bahwa kawan-kawan saya mau mengikuti contoh ini yang saya tahu adalah suatu contoh yang baik, yang akan membawa kebahagiaan kepada setiap orang yang memandang langkah hidup saya sebagai suatu kemajuan dan jauh dari bersifat bermusuhan terhadap agama Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,853.135.html?PHPSESSID=ubdfi8jvk3cse15blo37b55890&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-6355828181830038543?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/6355828181830038543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/al-haj-lord-headly-al-farooq.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/6355828181830038543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/6355828181830038543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/al-haj-lord-headly-al-farooq.html' title='Al-Haj Lord Headly Al-Farooq'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-4289647213833300911</id><published>2011-11-11T10:08:00.002+07:00</published><updated>2011-11-11T10:08:27.635+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Masuk Islam Ketika Islam Dipojokkan</title><content type='html'>Runtuhnya menara kembar WTC ikut menghancurkan hati Elizabeth (43 tahun), warga Tampa, Florida, Amerika Serikat (AS). Maklumlah, delapan saudaranya meninggal dalam kejadian tersebut. Elizabeth kehilangan seorang paman dan tujuh kemenakan. Perempuan berpangkat sersan satu dan anggota Angkatan Udara itu lahir dari perkawinan campuran. Kakeknya adalah seorang Yahudi, dan neneknya pemeluk Katolik. Di tahun 1997, dia sempat mendatangi sinagog (tempat peribadatan Yahudi) di Tampa untuk meminta bantuan. Waktu itu, dia tergolong keluarga miskin. Namun karena tidak asli Yahudi, Elizabeth ditolak. Selama 8 tahun dia kemudian meninggalkan aktivitas beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa WTC menjadi titik masuknya untuk mengenal Islam. Tak lama setelah kejadian tersebut, aksi kriminal yang berbau kebencian terhadap Islam di Tampa, seperti ditulis harian St Petersburg Times, meningkat. Namun, hal itu malah membuat Elizabeth ingin mencari tahu tentang Islam. Dia melawan arus. Saat Islam dijadikan tertuduh, dan banyak orang menghindar, Elizabeth justru mendekatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengaku sama sekali tidak percaya bahwa nama agama dibawa oleh 19 pembajak pesawat yang menabrak menara kembar itu. ''Saya tidak pernah membenci Islam. Saya tidak pernah membenci Muslim,'' ungkapnya. Kebenciannya terhadap pelaku penghancuran WTC itu sama besar dengan kebenciannya terhadap Jerman yang telah membantai Yahudi dalam peristiwa holocaust.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekagumannya terhadap Islam membesar setelah dia menyaksikan dinamika umat Islam di Maroko dalam perjalanan tiga hari pada 2005. Juni tahun itu juga dia menemui komunitas Muslim di Semenanjung Tampa. Dia lalu memeluk Islam. Janda dua anak inipun merasa nyaman dengan agama barunya. Nama Elizabeth kemudian digantinya menjadi Safia Al Kasaby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Muslim lainnya, Safia mengalami banyak ujian akibat kampanye melawan teroris yang menjadikan umat Islam sebagai sasaran. Sebagian saudara menjauhinya. Tapi untunglah, kedua putri Safia tak pernah mempersoalkan agama baru ibunya. Natalia (10 tahun), putri kedua Safia menganggap bahwa agama ibunya itu menyejukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelaan juga diungkapkan Ada (18 tahun) putri pertama Safia. ''Saya katakan, ibu saya Muslim. Tapi, dia bukan teroris,'' ungkap Ada. Pernyataan Ada ini menunjukkan betapa di masyarakat AS, khususnya, telah berkembang pemahaman bahwa Islam identik dengan teroris. Karena itu, Ada perlu menegaskan bahwa meski memeluk Islam, ibunya bukan teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kurang penempelan label teroris pada Islam juga membuat Paus Benedictus XVI punya interpretasi keliru tentang Islam. Dalam kunjungan enam hari ke Jerman, dia menganggap bahwa berbagai kekerasan yang kini terjadi disebabkan oleh semangat umat Islam untuk mengobarkan perang agama. Dia sama sekali tidak menyadari bahwa posisi Islam telah disudutkan oleh Barat dengan kemasan perang melawan terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kunjungannya itu Paus sempat memberikan kuliah teologi kepada staf pengajar dan mahasiswa University of Regensburg, Jerman, pada Selasa (12/9) lalu. Pada 1970-an, Joseph Ratzinger, nama sang Paus, juga mengajar teologi di universitas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan term jihad dan perang suci, Paus mengutip kritik yang pernah dilontarkan Manuel II, Kaisar Byzantium Kristen yang berkuasa pada abad ke-14 terhadap Nabi Muhammad SAW. 'Tunjukkan padaku apa yang Muhammad bawa. Tentu apa yang kau temukan hanyalah hal yang berbau iblis dan hal yang tak manusiawi,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya, ujar Paus yang masih mengutip Manuel II, adalah perintah Muhammad SAW untuk menyebarkan keyakinannya melalui kekuatan pedang. ''Sang kaisar, menjelaskan secara detail alasan-alasan mengapa menyebarkan keyakinan atau iman melalui kekuatan pedang bukanlah hal yang masuk akal,'' katanya dalam kuliah yang berlangsung 32 menit itu. Untunglah, upaya pelurusan terhadap Islam terus terjadi. Kedok Barat untuk menggunakan isu teroris dalam memojokkan Islam pun pelan-pelan terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya kalangan Muslim yang berusaha membuka kedok itu. Tak kurang seorang profesor linguistik dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Noam Chomsky, ikut membukanya. Dia pernah mengatakan bahwa perang terhadap teroris yang dimaksudkan AS dan sekutunya, itu sebenarnya perang terhadap Islam. Chomsky bukanlah seorang Muslim, tapi dia termasuk kalangan yang ikut mencurigai agenda AS dan dunia Barat dalam gerakan antiterorisme itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Rumania, Traian Basescu, seperti dikutip Xinhua pun ikut terdorong untuk ikut meluruskan persepsi publik tentang Islam. ''Adalah kesalahan yang sangat besar untuk menganggap bahwa terorisme berasal dari Islam,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan para disertir tentara AS yang dikirim ke Irak menambah kuat perlawanan terhadap persepsi Barat itu. Joshua Despain, mantan anggota Angkatan Udara AS mengatakan bahwa dia melihat warga Irak itu sama sekali bukanlah ancaman. Sehingga, pihaknya tak punya alasan sama sekali untuk menyerangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disertir lainnya, letnan satu Chris Harrison, mengungkapkan hal serupa. Dia katakan bahwa warga Irak adalah seperti manusia pada umumnya yang punya ketakutan dan cinta. Karena itu, dia memilih mundur dari kesatuannya. Pengakuan mereka ini jelas berbeda dengan pandangan Presiden AS, George W Bush, yang senantiasa menganggap Irak sebagai ancaman terorisme, tanpa dasar yang jelas. ( fer/afp/irf/RioL)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,853.120.html?PHPSESSID=ubdfi8jvk3cse15blo37b55890&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-4289647213833300911?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/4289647213833300911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/masuk-islam-ketika-islam-dipojokkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/4289647213833300911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/4289647213833300911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/masuk-islam-ketika-islam-dipojokkan.html' title='Masuk Islam Ketika Islam Dipojokkan'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-7028415837566083533</id><published>2011-11-11T10:06:00.000+07:00</published><updated>2011-11-11T10:06:52.283+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Semangat Baru Dakwah Islam di Amerika</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-AyMJmekScXo/TryRKgKTm2I/AAAAAAAADK4/J2R9j9YaKMI/s1600/Frank-Imam-Syamsi-edited.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="278" width="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-AyMJmekScXo/TryRKgKTm2I/AAAAAAAADK4/J2R9j9YaKMI/s400/Frank-Imam-Syamsi-edited.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah telah menurunkan hidayah-Nya, kekuatan sebesar apapun takkan sanggup menahan. Begitu juga yang terjadi pada Sobat Nida satu ini. Kedahsyatan Al-Qur'an telah 'mengembalikan'nya pada fitrah Islam. Namanya Franklin Taveras II, warga Amerika keturunan Dominika-Puerto Rico. Bulan Mei 2005, cowok kelahiran Queens, New York, 6 September 1985 ini resmi menjadi muslim. Kisah masuk Islamnya Franklin benar-benar seru lho, Sobat Nida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan lalu Frank adalah misionaris yang sangat gigih menyebarkan agamanya di sekolah. Hingga suatu hari, ia mendapati di sekolahnya ternyata banyak orang Islam. Semangatnya menggelora untuk menyebarkan agamanya kepada mereka yang dianggap kaum sesat itu. Tapi untuk menyebarkan, tidak mungkin tanpa mengetahui sedikit latar belakang mereka. Maka Frank pun mencari tahu tentang Muslim dan apa keyakinan mereka. Ia juga memperoleh Al-Qur'an, dibacanya habis-habisan. Hanya seminggu membaca Al-Qur'an hatinya gelisah dan ingin mencari lebih jauh tentang Islam. Allah pun mempertemukan Frank dengan beberapa muslim, juga Ustadz Syamsi Ali, Imam Masjid New York asal Indonesia. Dengan hati yang ikhlas dan linangan airmata, Frank pun mengucap syahadah dibimbing Ustadz Syamsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai sampai di situ? Tidak. Frank pun berjanji menebus semangat lalunya menyebar agama lama dengan semangat membara untuk menyebarkan Islam. Dalam waktu singkat, anak kedua dari Franklin (senior) dan Carmen Taveras ini juga berhasil membawa tiga orang teman barunya ke “Islamic Forum for non Muslims” yang diadakan di Islamic Center of New York setiap Sabtu. Alhamdulillah, atas hidayah Allah, ketiga teman Frank tersebut juga mengucap syahadah. Subhanallah, Allahu Akbar. Hingga kini Frank pun terus berdakwah, menyebarkan Islam. Melalui e-mail, Nida berbincang dengan Frank yang baru lulus high school. SMA-nya ini berlokasi di New York City, tak jauh dari WTC, dan Frank ada di sana saat menara kembar tersebut runtuh pada 11 September 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa cerita perjalanan kamu menjadi muslim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur'an adalah alasan utama saya menjadi muslim. Al-Qur'an menyatakan kebenaran pada saya, tentang Allah dan banyak hal. Saya benar-benar tertarik sejak pertama kali membacanya. Saat itu sebenarnya saya sedang taat-taatnya pada agama saya yang lama dan menjadi pastur muda di sekolah. Saat menyadari ada banyak muslim (juga agama lain), saya memutuskan untuk mempelajari beragam tipe agama, sehingga bila saya ditanya tentang agama lain saya dapat menjelaskan. Saya sempat menonton film Malcolm X, pada bagian saat Malcolm shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya sempat mengalami depresi seminggu setelah dibaptis. Saya seperti kehilangan kepercayaan pada Tuhan dan ingin melupakan-Nya. Saat itu adalah bulan terburuk dalam hidup saya. I wanted revenge on God, for making me so confused. Lalu saya ingat film Malcolm X saat dia shalat, saya pun pergi membeli film tersebut. Film tersebut sangat menginspirasi saya untuk lebih jauh mengenal Islam. Saya juga mendapat Al-Qur'an dari internet dan membacanya. I loved the way Islam was, everything I believed in since I was younger was all in Islam. Contohnya, pria disunnahkan memelihara jenggot dan wanita harus menutup aurat (di sini--New York--sebagian besar wanita seperti mengiklankan tubuh mereka pada pria). Al-Qur'an sangat ajaib, apa yang ada di kepala saya, semua bisa terjawab. Yang aneh, selama dua minggu mempelajari Islam, saya menjadi sangat emosional dan tidak dapat mengerjakan film tentang Jesus yang sedang saya buat (Franklin mengambil studi film, red.). And on top of that, I lost all of my Christian friends, karena mereka melihat saya mempelajari Al-Qur'an. Saya biarkan saja, dan yakin hanya Tuhan yang dapat menolong saya. Saya berdoa, 'Tuhan, tunjukkan saya agama yang benar'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berdoa saya bertemu seorang muslim. Dia memberi tahu tentang Islam. Lalu saya bertemu dengan muslim yang lain, ini terjadi hingga lima kali. Saya juga bertemu dengan seorang muslim bernama Adam, dan belum pernah melihat dia sebelumnya. Dia berjanji menemui saya dekat sebuah masjid. Saya pun memutuskan pergi ke masjid, dan melihat ada beragam muslim di sana. Kebanyakan orang Arab dan kulit hitam. Saya pikir ini adalah agama untuk orang Timur, bukan buat saya. Saya kaget ketika melihat Adam, ternyata ia berkulit putih! Setelah shalat, Adam mengenalkan saya pada Imam masjid. Saya berdebat dengan Imam dan dua orang lainnya selama 3 jam, dan akhirnya saya menerima penjelasan mereka. Saya mengucap syahadah seminggu kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana perasaan kamu setelah memeluk Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya saya banyak bertanya tentang Islam. Saya telah menjadi muslim, dan menerima ajarannya serta apa yang Allah katakan dalam Qur'an, tapi saya tetap mencari hal yang melenceng, karena jika saya menemukan satu saja hal yang melenceng dalam Qur'an, maka saya dapat membuktikan bahwa Qur'an salah. But it’s impossible. Saya masuk Islam kaerna hidayah Allah, dan nggak ada seorang pun yang dapat mencegahnya. banyak keajaiban dalam Al-Qur'an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada masalah nggak setelah kamu masuk Islam? Gimana dengan keluarga, teman, dan lingkungan sekitar kamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga tidak tahu tentang keislaman saya, tapi mereka melihat bahwa saya lebih relijius. Saya ingat perkataan Imam Syamsi bahwa 'ketika seseorang masuk Islam, maka mereka harus memberikan kesan yang baik terhadap keluarganya'. Jadi untuk seseorang yang baru masuk Islam atau berniat masuk ke dalam agama Allah, cara terbaik keluarga dan teman-teman tahu adalah dengan mengubah kebiasaan kita, menjadi orang yang lebih baik, berhenti melakukan hal buruk yang pernah dilakukan, jadi keluarga dan teman-teman melihat sendiri bahwa kita lebih baik dibanding sebelumnya. Orangtua saya belum tahu bahwa saya muslim, tapi insyaAllah saya akan memberitahu melalui majalah ini. Sedangkan teman-teman, saya kehilangan banyak setelah menjadi muslim. Saya juga kehilangan relasi saya dalam film. Saya sedang membuat film tentang Yesus saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tertarik sekali ya pada bidang film. Apa kamu punya rencana membuat film yang berhubungan dengan Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang berencana membuat film dan juga komik islami. Islam berkembang pesat di negara ini dan saya percaya ini adalah tanda-tanda dari Allah bahwa hari akhir zaman akan datang tak lama lagi, juga banyak keajaiban dalam Al-Qur'an yang telah terjadi. Allah sedang menyelamatkan sebanyak mungkin manusia dari neraka, tapi itu tergantung juga bagaimana seorang muslim ikut menyebarkan. Saya ingin Islam dikenal lebih baik di negara ini (Amerika), dan saya ingin membuat film tentang Yesus (Nabi Isa); bahwa dia tidak mati, juga film tentang masa muda Nabi Muhammad. If Allah wills, he will use me to do this task, for I trust in him, let Allah guide us all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu punya saran untuk orang yang ingin mempelajari Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat saya Islam adalah lingkaran yang tiada habisnya. Saya ingin tahu lebih banyak, tapi semakin saya belajar semakin sedikit yang saya tahu. Ini membuat saya mengira-ngira; apalagi yang tidak saya tahu? So I want to know more. Tanda-tanda dari Allah sudah jelas, jadi saya sarankan untuk melihat keajaiban Al-Qur'an dan membandingkannya dengan Injil atau Taurat-- yang juga kitab dari Allah tapi telah diselewengkan manusia. Read the Qur'an, if God doesn't tell you through it, or give your clear signs then Islam is false religion.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pendapat kamu tentang Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya tahu Indonesia berpenduduk 88% muslim, pertanyaan saya; mengapa bukan 100%? Pasti sebagian muslim tidak menjalankan tugas mereka. Setiap muslim harus mengambil bagian dalam dakwah Islam, paling tidak membawa satu orang menjadi muslim. Jika seorang muslim telah berusaha dan tidak mendapatkan satu pun pengikut sebelum dia mati, maka Allah akan memberi reward. Muslim di Indonesia dapat menyebarkan Islam melalui internet, but please know what you are talking about and do not speak if you don't know the answer, because blasphemy is a great sin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu punya pesan buat pembaca Annida?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya tiga hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Saya lihat banyak Muslim yang telah Islam sejak lahir. Ini sebuah keuntungan dibanding mualaf. Tapi saya perhatikan banyak yang tidak beribadah. Ini tidak benar, so I tell them to wake up, or they will face the same punishment as the unbelievers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Untuk mereka yang ingin berdakwah kepada nonmuslim, harus selalu membawa Al-Qur'an, jika mereka tertarik kita dapat memberikan mereka Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bacalah Al-Qur'an paling tidak sehari sekali, meski hanya satu ayat. Jika kita mencari pengetahuan Allah, maka Dia pasti akan memberikan. Allah cinta pada orang-orang yang berjuang untuk agama-Nya. [Dee, terima kasih banyak untuk Ustadz Syamsi Ali atas bantuannya]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://majalahannida.multiply.com/journal/item/6"&gt;http://majalahannida.multiply.com/journal/item/6&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-7028415837566083533?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/7028415837566083533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/semangat-baru-dakwah-islam-di-amerika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/7028415837566083533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/7028415837566083533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/semangat-baru-dakwah-islam-di-amerika.html' title='Semangat Baru Dakwah Islam di Amerika'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-AyMJmekScXo/TryRKgKTm2I/AAAAAAAADK4/J2R9j9YaKMI/s72-c/Frank-Imam-Syamsi-edited.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-8815062307301939770</id><published>2011-11-11T09:57:00.002+07:00</published><updated>2011-11-11T09:57:47.153+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Pendeta Orthodoks Terpandang Nyatakan Masuk Islam</title><content type='html'>Seorang pendeta terpandang Rusia, Vladislav Sochin menyatakan tekadnya untuk meninggalkan agama lamanya, Kristen Orthodoks dan masuk agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dilansir situs ‘kokaz center’, Sochin merupakan alumnus fakultas Korsk beraliran Orthodoks dari Akademi Teologi ‘San Petrusberg.’ Dia melakukan aktifitas kegerejaan sejak tahun 2001 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sochin menyiratkan, faktor utama yang mendorongnya meninggalkan agama Kristen dan masuk Islam adalah ketidaktahanan dirinya melihat fenomena syirik dan berhalaisme (paganisme) dalam ritual para pendeta ‘suci’ yang kian marak di kalangan gereja Orthodoks, khususnya yang terkait dengan untuk kebaktian di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lain yang mendorongnya masuk Islam adalah diharuskannya gereja Rusia untuk tunduk terhadap kebijakan politis pemerintah Rusia di mana ia menganggap gereja Orthodoks dalam banyak hal selalu tunduk terhadap kemauan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sochin mengatakan, “Pemimpin agama mana pun harus memiliki kebebasan dalam menyampaikan pendapat dan isi hatinya terkait dengan berbagai masalah, terutama yang erat hubungannya dengan sisi moral, hanya saja gereja Orthodoks tidak pernah memperkenankan hal itu.” (ismo/AH)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://kavkazcenter.com/eng/content/2006/08/21/5360.shtml&lt;br /&gt;http://islam.ru/&lt;br /&gt;http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatakhbar&amp;id=489&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-8815062307301939770?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/8815062307301939770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/pendeta-orthodoks-terpandang-nyatakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/8815062307301939770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/8815062307301939770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/pendeta-orthodoks-terpandang-nyatakan.html' title='Pendeta Orthodoks Terpandang Nyatakan Masuk Islam'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-8183284379797980349</id><published>2011-11-11T09:55:00.002+07:00</published><updated>2011-11-11T09:55:42.020+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Khilafah Harapan Seorang Yahudi Kariet Arbaa</title><content type='html'>Michael Syinofiski, mantan warga Yahudi yang kini menemukan hidayahnya dengan Islam dan mengganti namanya menjadi Mohammed El-Mahdi. Dulunya, ia adalah penganut Yahudi fundamentalis&lt;br /&gt;Hidayatullah.com--Di perkampungan rakyat Tepi Barat-kota Kholil tinggal seorang mantan warga Yahudi yang telah masuk Islam, yaitu Michael Syinofiski. Kini, ia mengganti namanya menjadi Mohammed El-Mahdi. Sebelumnya, ia pernah menetap di pemukiman Kariet Arbaa yang dibangun oleh penjajah Yahudi. Michael atau El-Mahdi yang terlahir 37 tahun yang dibesarkan dari keluarga Yahudi fanatik di  kota Bako-Adjerbaijan itu tidak memperkirakan akan menetap di kota Kholil yang berpenduduk 120 ribu orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun sembilan puluhan, El-Mahdi  bermigran ke Israel setelah bertugas sebagai guru olah-raga pada pasukan tentara merah Israel. Pandangan hidupnya berubah 180 derajat tatkala terjadinya pembantaian umat Islam yang dilakukan oleh pengikut Yahudi fundamentalis, Barukh Goldistan. Saat itu, El-Mahdi, memutuskan untuk meningalkan tempat tingggalnya di pemukiman Yahudi yang juga didiami Goldistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan dan diskusinya tentang agama dengan warga Palestina yang memiliki bengkel mobil di kota Kholil menyebabkan Michael makin mengkaji ulang keyakinan yahudi yang dianutnya. Dia  kemudian berpindah agama menjadi muslim dan kembali ke kota tempat kelahiranya Bako untuk menikah dengan seorang muslimah yang taat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;El-Mahdi mengaku berbahagia dengan sambutan hangat dari tetangga barunya di kota Kholil walaupun dia asli keturunan Yahudi. "Saya dulu adalah Yahudi fundamentalis dan sangat memusuhi kaum muslimin, tetapi sekarang mereka memperlakukan saya sebagai saudara bahkan banyak dari mereka yang memberika bantuan kepada saya, " ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tinggal di pemukiman Yahudi bersama isterinya Sabina dan empat ke empat anaknya di Kariet Arbaa mengaku sangat cemas. "Para pendududuk Yahudi di wilayah pemukiman di tanah milik bangsa Palestina yang dirampas itu, selalu mengacam beberapa kali terhadap saya dan keluarga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejahatan kaum Yahudi pada El-Mahdi dan keluarganya diantaranya melempar rumahnya dengan batu dan menuliskan di tembok rumah dengan pesan-pesan agar dia segera meningalkan pemukiman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemanapun saja kami sekeluarga berangkat kami selalu mendapatkan perlakuan hina dan ejekan apalagi mereka melihat isteri saya yang berbusana muslimah. Bahkan sempat beberapa kali mendapatkan introgasi dari pihak keamanan Israel tetapi hal tersebut tidak mengoyahkan kami karena yang terpenting bagi saya semua anak-anak adalah muslim dan mereka juga telah mengikuti agama yang telah saya pilih sebenarnya," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagian El-Mahdi bertambah setelah  salah seorang temannya Yahudi bernama Zaluom juga menganut agama Islam mengikuti langkahnya. "Saya sangat tahu dan yakin bahwa dia adalah orang yang sanggat baik berbeda dengan penduduk lain yang tinggal di pemukiman Kariet Arbaa, " ujar Zaluom. "Saya akan menjadi Yahudi terus akibat Michael atau saya menjadi seorang muslim sejati seperti dia adalah karena pilihan saya sendiri, "tambahnya. Setelah enam bulan Zauom berdiskusi dan debat dengan El-Mahdi, akhirnya dia mententukan untuk memeluk Islam yang dibawa Mohammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut El-Mahdi, saat memeluk Yahudi, banyak ditemui kejanggalan dan kontradiksi satu sama lain. Kenyataan ini jauh berbeda setelah dia melaksanakan ajaran Islam. "Sungguh saya telah masuk Islam karena yang saya cari adalah kebenaran, itulah pendorang utama saya dalam beragama".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya apakah suatu saat ia mengharapkan Palestina akan menjadi negara yang merdeka dan berdaulat, El-Mahdi menjawabnya dengan tegas, 'tidak akan terjadi hal tersebut tetapi yang akan berdiri adalah negara khilafah Islamiah dengan ibu kotanya Al-Quds As-Syarief yang terbebas dari negara penjajah'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michael kini telah berganti menjadi Mohammed. Namun satu hal peninggalan Yahudinya yang hingga kini belum bisa dihilangkan adalah tato bergambar bintang Daud di salah satu tangannya. menurutnya, biarlah tato itu sebagai tanda mengenang bahwa dia pernah menjadi seorang Yahudi. Namun yang jelas, kini, setiap hari, ia telah menjalankan sholat lima waktu dan membaca Al-Qur’an. (Kiriman Arif Rahman Aiman Muchtar, kontributor Hidayatullah.com di Rabat, Maroko.Disarikan dari TV Aljazeera dan ditayangkan di TV yang sama dan koran Al-Alam yang terbit pada hari Jum’at, 24 Juli 2005 di Rabat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,853.45.html?PHPSESSID=ubdfi8jvk3cse15blo37b55890&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-8183284379797980349?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/8183284379797980349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/khilafah-harapan-seorang-yahudi-kariet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/8183284379797980349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/8183284379797980349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/khilafah-harapan-seorang-yahudi-kariet.html' title='Khilafah Harapan Seorang Yahudi Kariet Arbaa'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-4100112140716579246</id><published>2011-11-11T09:49:00.000+07:00</published><updated>2011-11-11T09:49:19.081+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Sholat di kamar mandi demi kebutuhanku untuk Sholat</title><content type='html'>Namaku Frederica Cynthia, usiaku saat ini adalah 22 tahun, keluargaku adalah penganut agama K*****k (maaf disembunyikan-red), dan mereka sangat taat sekali dalam beribadah, begitu juga aku sebelum tahun 2008, dimana aku menemukan jati diri aku yang sesungguhnya didalam Islam, dan Islam menjawab banyak pertanyaan hidup aku, dan akhirnya aku mantap memeluk Islam sampai saat ini dan InsyaAllah sampai Allah menutup waktuku di dunia ini, amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dibesarkan dalam keluarga k*****k yang taat, dan sepanjang hidup aku selalu mengikuti kegiatan agama tersebut, mulai dari kegiatan rutin sampai ke kegiatan yang merupakan perayaan, setahun sekali, dimana setahun sekali kami selalu memperingati kelahiran “tuhan” kami, sebenarnya sudah sejak lama aku ingin menanyakan, kenapa “tuhan” kok dilahirkan, kenapa “tuhan” melalui proses yang sama seperti aku, atau manusia yang lainnya, dan kenapa “tuhan” harus dilahirkan dari seorang manusia? Pertanyaan pertanyaan ini terlihat sepele dan sederhana, hanya jawabannya sangat tidak bias memuaskan, karena jawaban hanya bersifat asumsi dan asumsi, seperti “tuhan” turun kebumi untuk menebus dosa manusia, nah kenapa juga harus melalui proses yang sama dengan manusia yang lain? Dan jawabannya adalah selalu seputar agar “tuhan” dapat merakyat, tapi ini adalah asumsi juga, lalu jika aku bertanya kenapa dilahirkan seperti manusia biasa? Mereka selalu bilang “tidak, “tuhan” dilahirkan oleh seorang perawan, nah aku bilang itu kan “single mother” atau istilah kerennya sekarang adalah “hamil tanpa suami” lalu aku bilang apa bedanya dengan banyakan orang sekarang yg punya anak tanpa suami? Apakah bias dijamin “ibunya tuhan” itu tidak berbuat (maaf) zinnah? Adakah bukti?, dan jawabannya adalah dengan apa yang tertulis di kitab dan diceritakan,,, ini konyol buat saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam lebih masuk akal karena orang yang mereka sebut sebagai “tuhan” ternyata adalah seorang Nabi dan dalam Islam Nabi tersebut mendapat posisi yang luar biasa, diagungkan, bukan dihina dan dibunuh seperti penjahat di kitab mereka dengan alas an apapun juga, itu membuat “tuhan” mereka nampak hina,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan saya sebagai muslim saya jalani dengan diam diam, baru beberapa bulan kebelakang ini saya mengutarakan kepada orang tua saya bahwa saya adalah seorang muslim, dan banyak perlakuan yang luar biasa, mulai dari mukena saya yang dibuang sehingga saya harus shalat menggunakan sprei yang saya kaitkan dengan peniti, lalu saya dilarang sholat sehingga saya harus sholat di kamar mandi dengan seadanya, dan saya yakin, Allah maha tahu dengan kondisi saya sehingga pada pertengahan April 2010, saya dipertemukan situs http://mualaf.com dan saya bertemu dengan salah satu Pembina disana, yang akhirnya memediasi saya di kampus saya dan dengan orang tua saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah maha baik, saya sangat rasakan, ternyata salah satu dosen yang membantu mediasi saya dimana dia adalah orang filipine ternyata seorang mualaf juga, dan saya baru tahu di detik2 terakhir dia mau memediasi saya dengan orang tua saya, dan juga salah seorang dosen yang mendampingi saya, dimana dia adalah dari suku menado, dan ternyata juga muslim, Subhanallah, pertolongan Allah sangat dekat, saya merasa sangat bahagia saat itu pada saat mereka membantu menjelaskan status saya yang sudah menjadi muslim kepada orang tua saya, hingga sekarang saya masih menjalani kehidupan saya dan InsyaAllah tahun ini adalah Idul Fitri ke tiga dalam hidup saya, dan saya bahagia menjadi muslim. (sebagaimana diceritakan kepada penulis, mohon maaf nama agama sebelumnya saya tutup)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: www.mualaf.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-4100112140716579246?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/4100112140716579246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/sholat-di-kamar-mandi-demi-kebutuhanku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/4100112140716579246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/4100112140716579246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/sholat-di-kamar-mandi-demi-kebutuhanku.html' title='Sholat di kamar mandi demi kebutuhanku untuk Sholat'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-3787870897557960935</id><published>2011-11-01T09:16:00.000+07:00</published><updated>2011-11-01T09:16:45.864+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Satu Pasukan Asal Korsel untuk PBB Masuk Islam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-8RamvHoCRw0/Tq9WYicddvI/AAAAAAAADKs/n0BDryIqOMs/s1600/korean.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="258" width="400" src="http://1.bp.blogspot.com/-8RamvHoCRw0/Tq9WYicddvI/AAAAAAAADKs/n0BDryIqOMs/s400/korean.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kapten San Jin-Gu adalah salah satu komandan Brigade-11SF, pasukan pengaman PBB dari Korea Selatan yg ditugaskan di Iraq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten San dan pasukannya bertugas di wilayah Irbil, Iraq Utara. Ketika bertugas di wilayah tersebut, beliau sering mengamati orang-orang Muslim bersolat berjamaah di Masjid. Kebetulan markas pasukannya berada dekat dengan masjid. Dia sangat hairan dengan gerakan-gerakan solat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh kerana ingin tahu, beliau mencoba meniru seluruh gerakan solat dan mempraktikkan di biliknya secara sendirian. Ketika mempraktikkan itulah dia merasakan ada ketenangan dan perasaan damai yang hadir dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, pergerakan solat tersebut kemudiannya dijadikan program meditasi dalam pasukan yg dipimpinnya (disamping Yoga), dan ternyata sebahagian besar anggota-anggotanya setelah melakukan gerakan2 solat tersebut, mereka merasakan perasaan yg sama, mereka juga merasa lebih tenang dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu Kapten San berinisiatif mempelajari Islam untuk mengenalnya lebih dalam lagi, dan akhirnya dia memutuskan untuk memeluk Islam. Ketika niatnya ingin memeluk Islam disampaikan kepada anggota-anggotanya, beliau berkata : "Aku telah menemukan cahaya kehidupan yg sesungguhnya, aku ingin berada dalam cahaya tersebut, dan cahaya itu adalah Islam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa di duga, secara spontan 37 anggota bawahan yang dipimpin olehya mengangkat tangan mereka, sebagai tanda ikut bersama komandan mereka - juga untuk memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah..!!&lt;br /&gt;Walhamdulillah..!!&lt;br /&gt;Allahu Akbar...!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://forum.vivanews.com/berita-dalam-negeri/213381-satu-pasukan-asal-korsel-untuk-pbb-masuk-islam.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-3787870897557960935?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/3787870897557960935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/satu-pasukan-asal-korsel-untuk-pbb.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/3787870897557960935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/3787870897557960935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/satu-pasukan-asal-korsel-untuk-pbb.html' title='Satu Pasukan Asal Korsel untuk PBB Masuk Islam'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-8RamvHoCRw0/Tq9WYicddvI/AAAAAAAADKs/n0BDryIqOMs/s72-c/korean.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-8368905040364555769</id><published>2011-11-01T08:52:00.000+07:00</published><updated>2011-11-01T08:52:30.622+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Perjalanan Panjang Musisi Inggris Menuju Cahaya Islam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-g0tkBGdRtSg/ToaVeXpwL4I/AAAAAAAADKk/CWSBJMKmnWA/s1600/abdullah_rolle.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="180" width="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-g0tkBGdRtSg/ToaVeXpwL4I/AAAAAAAADKk/CWSBJMKmnWA/s400/abdullah_rolle.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Lahir di Inggris, sejak kecil ia sudah terlibat dalam berbagai produksi musik, bisa memainkan beberapa alat musik dan aktif menyanyi. Hingga ia beralih ke lagu-lagu nasyid dan meluncurkan CD nasyid pertamanya bertajuk "Peace" dalam Konferensi "Global Peace and Unity" di London pada tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah Abdullah Rolle. Ia masuk Islam tujuh tahun yang lalu. Perjalanannya menuju Islam seiring sejalan dengan karirnya yang terus berkembang sebagai artis lagu-lagu nasyid. Inilah kisah perjalanan Rolle menemukan cahaya Islam dan menjadi seorang muslim hingga saat ini;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi, Rolle sedang berjalan di pasar. Tiba-tiba seorang muslim datang padanya dan bertanya apakah ia bisa bicara dengan Rolle sebentar saja. Laki-laki muslim itu bertanya apakah Rolle tahu tentang Islam dan Nabi Muhammad Saw, dan Rolle menjawab bahwa ia tahu bahwa Tuhan adalah pencipta segala sesuatu tapi selama ini ia diajarkan tentang Yesus, bukan tentang Nabi Muhammad Saw. Rolle berusaha mengalihkan pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak pernah serius dengan masalah agama. Beberapa tahun kemudian, saya berbincang dengan seorang muslim tentang Allah yang Mahakuasa, tapi masih belum siap untuk mempertimbangkan apapun tentang Islam atau menjadi seorang seorang muslim," ujar Rolle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya belum pernah bertemu dengan orang seperti itu. Orang-orang yang saya jumpai adalah mereka terlibat dalam bisnis musik dan mereka punya gaya hidup sendiri-sendiri. Makanya, waktu itu, saya tidak melihat peluang untuk tertarik pada Islam. Tapi rupanya, waktunya saja yang belum tiba," sambung Rolle mengenang pengalamannya bertemu dengan muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toko Buku dan DVD yang Mengubah Hidupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pindah ke London Timur, Rolle sering berkunjung ke toko buku Dar Assalam di kawasan West End. Rolle senang mengikuti perkembangan dunia, membaca tentang hal-hal yang bernuansa konspirasi dan kejadian-kejadian di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beberapa hal yang saya baca, ada yang benar dan ada yang tidak. Tapi itu tidak juga membawa saya lebih dekat pada Sang Pencipta. Jiwa saya selalu mencari dan mencari, meski saya tidak menyadari itu seratus persen," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegawai di toko buku selalu memberikan buklet pada Rolle. Ia menerimanya dan hanya menyimpannya di lemari. Ia baru merasa simpati pada umat Islam ketika AS menginvasi Irak dan Rolle membaca semua buklet yang disimpannya. Rolle bertanya pada dirinya sendiri, mengapa dunia selalu menyerang Islam dan umat Islam. Rolle menyaksikan bagaimana media massa menggambarkan umat Islam sebagai teroris. Rolle tahu bahwa media massa belum tentu benar dan tidak selalu menyampaikan kebenaran. Rolle ingin tahu mengapa ada pihak yang menyerang umat Islam. Dalam kebingungannya mencari jawaban, Rolle masuk kamar, bersujud dan berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, di depan toko buku Dar Assalam yang biasa dikunjunginya, Rolle berkata pada anak lelakinya, "Aku butuh sesuatu untuk memberi makan jiwa saya. Buku-buku yang lain tidak memberi dampak apapun buat saya." Anak lelaki Rolle lalu menunjuk sebuah DVD berjudul "What Is The Purpose of Life?" oleh Khaled Yasin. Rolle membeli DVD itu. Di rumah, usai menyaksikan DVD yang dibelinya, Rolle merasa sangat terinspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua hal yang dijelaskan dalam DVD itu, saya merasa sudah tahu semua. Saya tahu apa yang dikatakan di dalamnya adalah kebenaran," kenang Rolle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari DVD itu, Rolle mengetahui bahwa umat Islam menunaikan salat lima waktu sehari. Karena saat itu Rolle masih berkecimpung di jalur musik yang umum, Rolle merasa ia tidak bisa melakukan salat seperti yang dijelaskan dalam DVD tersebut, tapi hatinya yang paling dalam mengakui kebenaran akan perintah salat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan. Rolle jadi sering berkumpul dengan komunitas Muslim dan ia merasakan betapa sahabat-sahabat muslimnya sangat perhatian padanya. "Saya menghabiskan waktu bersama mereka selama dua tahun. Mereka mengajarkan, meluruskan dan mengingatkan saya. Kebanyakan dari mereka adalah pegawai di toko buku itu. Sejak itu saya jadi akrab dengan mereka," ujar Rolle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terkesan dengan perilaku teman-teman barunya itu. "Saya selalu melihat bahwa kebanyakan muslim sikapnya sopan, baik hati dan suka membantu. Mereka sendiri menghadapi berbagai problematika umat di berbagai belahan dunia, tapi sebagai pribadi, muslim yang saya jumpai selalu bersikap ramah pada saya. Saya ingin berusaha agar menjadi orang yang taat, dan saya terus berusaha. Saya ingin seperti mereka," komentar Rolle tentang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu, Rolle sudah meyakini Islam, punya dasar pengetahuan yang lumayan tentang agama Islam dan sedang terus belajar tentang Islam. Teman-teman muslimnya bilang bahwa Rolle harus mendeklarasikan dua kalimat syahadat jika ingin menjadi seorang muslim. Teman-teman muslimnya juga mengingatkan Rolle bahwa kematian selalu mengintai setiap manusia, apalagi yang ditunggunya jika tidak segera menjadi seorang muslim. Tapi, lagi-lagi Rolle merasa dirinya belum siap menjadi seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kebimbangannya, Rolle menyaksikan DVD berjudul "One Islam" oleh Syaikh Fiez di Australia. Dari DVD itu, Rolle belajar tentang tentang Hari Kiamat dalam ajaran Islam. Rasa takut pada Tuhan tiba-tiba mengusik hatinya, jika ia bisa masuk Islam sebelum Hari Akhir itu, maka Rolle akan melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, ia menghubungi teman-teman muslimnya, dan mengatakan bahwa ia siap untuk menjadi seorang muslim. Sahabat-sahabatnya menyambut gembira keputusan Rolle dan menyiapkan acaranya di akhir pekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah resmi menjadi seorang muslim. Rolle kadang merasa iri melihat para ulama muslim. Ia berharap sudah masuk Islam ketika usianya jauh lebih muda. Tapi Allah Maha Tahu yang baik bagi hamba-hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Teman-teman membantu saya pelan-pelan. Di masa awal saya masuk Islam, mereka tidak bilang bahwa musik itu haram. Jika mereka mengatakannya pada saat itu, saya mungkin tidak mau menjadi seorang muslim, karena sedang mengerjakan sejumlah proyek musik. Mereka meyakinkan saya, bahwa sementara itu saya boleh tetap terus bermusik, asalkan saya punya niat sewaktu-waktu saya akan keluar dari dunia musik," tutur Rolle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rolle ingat, tantangan terbesar baginya setelah masuk Islam adalah belajar bahasa Arab dan belajar bacaan salat dan doa-doa dalam bahasa Arab. Ia merasa kembali ke bangku sekolah. Tapi Rolle senang karena akhirnya ia berhasil menghapal beberapa surat Al-Quran dan bisa membacanya. "Sehingga saya bisa salat. Saya hal yang sangat ingin bisa saya lakukan lebih dari apapun juga," tukas Rolle yang belajar praktek salat dan membaca Al-Quran juga dari berbagai DVD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi Artis Nasyid Internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat baru masuk Islam, Rolle masih bekerja sebagai guru musik untuk anak-anak di beberapa sekolah dan menulis beberapa lagu untuk anak-anak yang kabur dari rumah dan ditampung di pusat belajar di kota tempatnya tinggal. Ia jadi banyak tahu kisah-kisah sedih anak-anak itu, dan ingin menolong mereka. Rolle juga aktif di pusat kegiatan masyarakat dan berbisnis dengan menawarkan jasa mengajar musik pada anak-anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kelamaan Rolle berpikiri adakah berkah Allah Swt dengan apa yang dikerjakannya. "Jika saya harus berdiri di hadapan Allah, apa yang akan saya katakan tentang diri saya dan kegiatan saya mengajar musik? Saya akhirnya memutuskan untuk menghentikan aktivitas saya; di sekolah, pusat kegiatan masyarakat dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan musik. Sebagian orang menghormati keputusan saya, sebagian lagi mengatakan bahwa tindakan saya salah," kisah Rolle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu, Rolle tidak berpikir untuk beralih ke musik nasyid, meski ia punya studio rekaman sendiri. Rolle lalu bicara dengan seorang muslim yang ayahnya seorang ulama di Arab Saudi dan pemilik Masjid Tauhid di London. Rolle minta nasehat sahabat muslimnya itu dan akhirnya mulai merintis karir di bidang musik nasyid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, selain aktif dalam berbagai kegiatan bersama komunitas Muslim di Inggris, Rolle memfokuskan karirnya sebagai artis nasyid bertaraf internasional, dan meluncurkan CD lagu-lagu nasyidnya bertajuk "Peace" di Afrika Selatan pada tahun 2009. (kw/oi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/abdullah-rolle-perjalanan-panjang-musisi-inggris-menuju-cahaya-islam.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-8368905040364555769?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/8368905040364555769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/perjalanan-panjang-musisi-inggris.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/8368905040364555769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/8368905040364555769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/perjalanan-panjang-musisi-inggris.html' title='Perjalanan Panjang Musisi Inggris Menuju Cahaya Islam'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-g0tkBGdRtSg/ToaVeXpwL4I/AAAAAAAADKk/CWSBJMKmnWA/s72-c/abdullah_rolle.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-3166653902528183787</id><published>2011-11-01T08:51:00.000+07:00</published><updated>2011-11-01T08:51:39.096+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Soleiman, Puasa Ramadan di Turki Mengantarnya pada Islam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-kmCzVPcGeAc/ToaT_NtPN8I/AAAAAAAADKc/hoXHERpvjPw/s1600/soleiman.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="120" width="160" src="http://4.bp.blogspot.com/-kmCzVPcGeAc/ToaT_NtPN8I/AAAAAAAADKc/hoXHERpvjPw/s400/soleiman.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Setiap mualaf punya pengalaman spiritual yang istimewa, yang mendorong mereka untuk masuk Islam. Begitu pula Soleiman, seorang mualaf yang terkesan dengan agama Islam justru di negeri muslim yang sekuler dan kebijakan-kebijakannya cenderung menindas Islam. Padahal sebelumnya, Soleiman yang dulunya atheis itu, sempat mengunjungi negara-negara Timur Tengah yang dikenal sangat ketat memberlakukan hukum Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pertama kali berkunjung ke Bahrain--waktu itu Soleiman masih atheis--ia berharap bisa menyaksikan sebuah budaya Timur Tengah yang kental dengan warga Islamnya. Tapi yang ia temui jauh dari harapan. Di negara itu Soleiman melihat banyak orang asing dari berbagai negara dan agama, yang datang ke Bahrain untuk bekerja, menacari nafkah. Saking banyanya orang asing, warna islami di negeri muslim itu jadi makan samar dan tertutup oleh kehadiran orang-orang asing itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di Bahrain, saya mendengar suara azan dan saya pikir azan itu sangat indah. Saya bertanya apa arti kata-kata dalam azan dan orang-orang memberitahu saya artinya. Tapi itu cuma sebatas informasi buat saya. Saya lebih mirip seorang turis," kata Soleiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadan di Turki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun terlewati, setelah Soleiman melakukan perjalanan ke negeri-negeri muslim mulai dari Bahrain, Sharjah sampai Dubai, ia berkesempatan berkunjung ke Turki. Di negara setengah Eropa setengah Asia itu Soleiman menemukan sesuatu yang berbeda. Meski ia melihat fakta menyedihkan, di negeri muslim tapi dalam banyak sisi, hal-hal yang islami sengaja digerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di Turki, saya menemukan banyak hal yang luar biasa. Turki memiliki sejarah Islam yang hebat dan secara visual telah membuat saya kagum. Saya menemukan gaya arsitektur islami yang indah dari periode Ustmaniyah," ujar Soleiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Turki, Soleiman juga merasa suasana Ramadan yang berbeda dibandingkan ketika ia tinggal di negara-negara Teluk. Saat di negara-negara Teluk, Soleiman menghabiskan hari-hari di bulan Ramadan seperti warga negara asing lainnya, ia bisa minum secangkir teh pada siang hari di bulan Ramadan. Tapi di Turki ia merasakan sensasi bulan Ramadan yang agak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika Ramadan di Turki, saya memperhatikan adanya korelasi yang jelas antara orang-orang terbaik dengan orang-orang yang berpuasa. Dan itu membuktikan hal-hal yang baik tentang Muslim, sehingga saya tertarik untuk ikut berpuasa," ujar Soleiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski belum menjadi muslim, ia ikut berpuasa saat bulan Ramadan di Turki. Ia merasakan berpuasa itu menyenangkan sekaligus menantang. "Saya menikmati puasa saya, khususnya beberapa menit sebelum azan Magrib, saya menunggu dengan berdiam diri bersama orang-orang lain yang juga menunggu saat berbuka," ungkap Soleiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman berpuasa Ramadan di Turki menginsipirasinya untuk belajar lebih jauh tentang Islam. Saat itu, seseorang memberikan Al-Quran pada Soleiman dengan terjemahan dalam bahasa Inggris. Ia mengaku terpukau saat membaca terjemahan Al-Quran dan merasa tak ada yang asing dengan kitab suci yang dibacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak ada yang aneh di dalamnya, tidak seperti Injil," tukas Soleiman yang mengatakan sulit memahami isi Injil karena banyak hal yang kontradiktif, banyak kisah-kisah yang ganjil dan sepertinya tidak memuat pesan yang dibawa Yesus Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soleiman terus mempelajari Al-Quran dan membaca biografi tentang kehidupan Rasulullah Muhammad Saw. "Kisah kehidupan Rasulullah juga sangat menginsipirasi saya. Ia (Nabi Muhammad Saw.) adalah lelaki yang luar biasa dalam sejarah," kata Soleiman. Pada saat itu, ia merasa belum menemukan orang yang serius berdakwah padanya dan meyakinkannya tentang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Dubai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembalinya dari Turki, Soleiman kembali dikirim ke Dubai. Kali ini, ia bertemu dengan orang-orang yang menurutnya orang-orang yang memang ingin ia jumpai selama ini. Soleiman berteman baik dengan bosnya. Mereka sering makan malam sambil mendiskusikan banyak hal. Atasannya itulah yang membantu Soleiman untuk mempelajari Islam dan mengarahkannnya untuk bertemu dengan orang-orang yang tepat, yang bisa menjawab semua pertanyaan Soleiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekira satu tahun, beberapa pengusaha muslim dari Eropa mengunjungi bos Soleiman untuk memulai sebuah proyek besar, proyek untuk mengenalkan Dinar Emas sebagai mata uang bagi kaum Muslimin. Sang bos mengemukakan proyek itu pada Soleiman dan berkata,"Hei, kamu orang keuangan kan, bagaimana pendapatmu tentang proyek ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah mempelajari Islam, Soleiman masih buta tentang konsep perekonomian islami. Makanya ia langsung menjawab bahwa konsep yang dibawa oleh para pengusaha muslim dari Eropa itu sebagai "sampah", tidak sejalan dengan sistem keuangan internasional dan pasti akan gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bos Soleiman lalu meminta Soleiman sendiri yang menjelaskannya pada pengusaha muslim itu. Mereka lalu makan malam bersama. Saat bertemu, Soleiman mengagumi para pengusaha muslim itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diantara mereka, ada orang Sanyol dan Jerman yang fasih berbahasa Inggris, Mereka sangat berpendidik, sangat bijak dan juga cendekiawan muslim yang hebat. Mereka sudah masuk Islam sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu, sehingga pengetahuan Islam mereka sudah mapan. Orang-orang ini masih berdakwah ke seluruh dunia," puji Soleiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari para pengusaha muslim itu, Soleiman mendapat penjelasan dari sisi pandang keagamaan tentang konsep dinar emas. Sementara Soleiman mempertanyakannya dari sisi pandang logika dan sains. Mereka terlibat diskusi yang hangat. Soleiman ingat, pertemuan itu berlangsung pada hari Rabu dan waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Setelah mendapatkan penjelasan dari sisi religius, para pengusaha muslim itu bertanya pada Soleiman, "Nah, apakah kamu punya pertanyaan lagi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, saya tidak ada pertanyaan lagi. Saya sudah kehabisan pertanyaan," jawab Soleiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengusaha muslim itu lalu bertanya lagi, "Sekarang bagaimana, apakah kamu akan memeluk Islam?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ragu, Soleiman menjawab "ya", bahwa ia ingin memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengusaha muslim itu lalu mengundang Soleiman datang ke rumah mereka. Di sana, ia diberi pengarahan dan nasehat, dijelaskan tentang salat dan wudu. Mereka lalu menuju ke Masjid Jumeirah dan di masjid itu Soleiman mengucapkan dua kalimat syahadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, Soleiman melihat wajah-wajah yang diliputi kegembiraan. Ia mendapat banyak saudara baru yang mengucapkan selamat dan memeluknya. (kw/oi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/soleiman-puasa-ramadan-di-turki-mengantarnya-pada-islam.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-3166653902528183787?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/3166653902528183787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/soleiman-puasa-ramadan-di-turki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/3166653902528183787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/3166653902528183787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/11/soleiman-puasa-ramadan-di-turki.html' title='Soleiman, Puasa Ramadan di Turki Mengantarnya pada Islam'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-kmCzVPcGeAc/ToaT_NtPN8I/AAAAAAAADKc/hoXHERpvjPw/s72-c/soleiman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-6352340495036553955</id><published>2011-10-01T11:19:00.002+07:00</published><updated>2011-11-01T08:53:01.409+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>"Kalau Mau Pindah Agama, Pindahlah ke Islam!"</title><content type='html'>Sally berasal dari keluarga Filipina penganut Katolik yang taat. Ia dididik dengan nilai-nilai dan tradisi ajaran Katolik. Pada usia 15 tahun, Sally masuk biara dan bahagia menjalani kehidupan sebagai biarawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bahagia karena saya bisa melaksanakan tugas-tugas saya sebagai biarawati dan orang-orang di sekeliling saya, termasuk keluarga juga bahagia melihat saya," ujar Sally.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga datang suatu masa ketika Sally mulai bertanya pada dirinya sendiri, setiap malam, "Apa yang saya lakukan di dalam biara ini?" Ia jadi sering pergi ke sebuah kapel kecil dan sederhana dan berdiam diri di sana. Di dalam kapel, Sally mulai mempertanyakan apakah Tuhan benar-benar mendengarnya, karena dalam ajaran Katolik yang ia tahu, disebutkan bahwa Tuhan hadir dalam acara-acara sakramen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pikiran saya dipenuhi oleh pertanyaan. Mulai ada keraguan khususnya tentang realita Yesus Kristus. Tapi saya tidak punya keberanian untuk menanyakan pada pendeta atau teman-teman biarawati lainnya. Saya terlalu takut mereka akan menentang pemikiran saya," kata Sally.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi saya biarkan saja semua keraguan saya menggantung. Saya bahkan membiarkan diri saya mengucapkan sumpah pertama saya sebagai biarawati, dan saya terus memperbaruinya setiap tahun sampai selama 10 tahun ! Hingga sampai pada satu titik saya tidak tahan lagi melakukan kaul kesucian dan kemiskinan, mengakui Yesus Kristus sebagai pilihan dan mengakui Yesus Kristus adalah Tuhan dan anak Tuhan ... Saya berdoa lebih keras lagi, meminta petunjuk pada Tuhan agar menunjukkan jalan yang benar," papar Sally.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang memberatkan perasaannya saat itu adalah, orang tuanya akan sangat terluka jika ia meninggalkan biara. Ayah Sally yang sangat keberatan jika putrinya keluar dari biara, bahkan jika alasannya Sally ingin punya keluarga sendiri. Sally tidak ingin menyakiti keluarganya, terutama ibu dan dua saudara lelakinya yang menjadi pendeta, serta empat saudara perempuannya, yang semuanya menjadi biarawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di atas itu semua, saya juga tidak mau bersikap munafik dan berpura-pura bahagia menjalani sesuatu yang sebenarnya bertentangan dengan prinsip-prinsip saya. Maka, saya tidak menyerahkan surat permohonan profesi dan saya bicara pada atasan saya bahwa saya ingin keluar dari biara," tutur Sally.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia akhirnya keluar dari biara tanpa memberitahu keluarganya, dan mencari pekerjaan untuk bertahan hidup. Tak berapa lama kemudian, ia bertemu dengan sahabat dekatnya yang sudah menjadi pendeta. Sally ditawari untuk bekerja dengan sahabatnya itu di sebuah gereja di Marawi sebagai kordinator paroki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang sama, orang tua Sally tahu bahwa ia sudah meninggalkan biara. Meski berat menerima kenyataan itu, orang tua Sally masih berharap suatu hari Sallu akan kembali ke biara. Sally sendiri menerima tawaran kerja sebagai kordinator paroki. Tapi pendeta yang menjadi atasan Sally, tidak memperlakukannya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia tidak membayar gaji saya dan berusaha melakukan pelecehan seksual pada saya," ungkap Sally.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung, Sally selalu lolo dari nafsu setan pendeta itu. Ia berdoa lagi, meminta Tuhan untuk selalu melindunginya dan memberinya kebahagiaan, karena Sally merasa tidak pernah merasakan kedamaian dalam hidupnya. Jiwa dan pikirannya selalu diliputi kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Baru, Semangat Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi, tanggal 17 Juni 2001, Sally mendengar sebuah suara yang indah di telinganya, tapi ia tidak paham itu suara apa. "Saya kira suara itu datang dari masjid di dekat tempat tinggal saya. Begitu saya mendengar suara itu, saya merasa seperti ditenggelamkan dalam air yang sejuk. Saya tidak bisa menjelaskan apa yang saya rasakan," tutur Sally.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hari itu, saya merasakan kebahagiaan merasuk ke dalam hati, meski saya tidak paham apa yang saya dengar. Setelah mendengar suara itu, saya berkata pada diri saya sendiri 'ada hari baru, sebuah awal baru'," sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sally lalu bertanya tentang suara yang didengarnya, dan ia tahu bahwa itu adalah suara panggilan salat untuk kaum Muslimin. Tapi Sally merasa aneh, ia datang ke Marawi awal Mei 2001, mengapa selama ini ia tidak pernah mendengar suara itu dan baru mendengarnya pada pagi hari di bulan Juni?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu juga, Sally memutuskan untuk mencari tahu apa itu Islam dan Muslim. Ia membaca banyak buku. Sally juga akhirnya memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai kordinator paroki dan pulang ke rumah keluarganya di Pampanga. Sesampainya di rumah, ia baru tahu bahwa ayahnya sudah meninggal dunia, yang membuat Sally selama beberapa saat merasa tertekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Sally terus belajar Islam. Ia kembali ke Manila, berharap ada seseorang yang bisa memberikan penjelasan padanya tentang Islam. Di dalam hatinya, Sally merasa bahwa ia siap untuk memeluk Islam, tapi tak tahu bagaimana caranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sally tak menyerah. Ia mencari tahu lewat internet, bergabung dengan forum-forum di dunia maya dengan harapan menemukan seorang muslim yang memberikan pencerahan tentang Islam padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha Sally tak sia-sia. Pada tanggal 16 Juni 2004, Sally bertemu dengan seorang muslim di Manila yang menjawab semua keingintahuan Sally tentang Islam. Hingga suatu hari, Sally akhirnya mengucapkan syahadat, sebagai syarat untuk menjadi seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di hari yang menentukan itu, saya seperti menemukan sebuah rumah rumah, rumah itu adalah agama Islam. Rumah dimana saya bisa menemukan cinta, kebahagiaan dan kegembiraan. Sekarang, saya bisa tersenyum. Senyum yang datang dari hati terdalam. Hari itu, saya bisa tidur dengan nyenyak," ungkap Sally tentang perasaannya setelah masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiap kali saya berdoa, saya menangis, bukan airmata kesedihan, tapi airmata kebahagiaan. Kebahagiaan yang tidak bisa dibeli dengan uang. Kebahagiaan yang tak terlukiskan," tambah Sally.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun teringat, dulu pernah berbincang-bincang dengan kakeknya, seorang pendeta Katolik. Kakeknya mengatakan, "Kalau kamu ingin pindah agama, pindahlah ke Islam !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allahu Akbar ! Semoga Allah membuka hati keluarga saya pada cahaya Islam. Amiin," doa Sally. (kw/RoI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/kalau-mau-pindah-agama-pindahlah-ke-islam.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-6352340495036553955?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/6352340495036553955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/kalau-mau-pindah-agama-pindahlah-ke.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/6352340495036553955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/6352340495036553955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/kalau-mau-pindah-agama-pindahlah-ke.html' title='&quot;Kalau Mau Pindah Agama, Pindahlah ke Islam!&quot;'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-786368720523471575</id><published>2011-10-01T11:14:00.000+07:00</published><updated>2011-10-01T11:14:05.221+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Perempuan Jerman, "Membaca Al-Fatihah, Jantung Saya Berdebar Hebat"</title><content type='html'>Khadija Acuna Pihan, perempuan asal Jerman ini bersyahadat pada tahun 2005. Pilihannya menjadi seorang muslimah membuatnya harus "kehilangan" seluruh keluarganya yang tidak bisa menerima keislamannya. Namun ia yakin, suatu saat Allah Swt akan mengembalikan keluarganya dan memahami mengapa ia memilih masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Islam adalah jalan kebenaran yang akan saya jalani. Sekarang, setiap kali saya berdoa, saya merasa sedang bicara pada Tuhan, dan Tuhan sedang mendengarkan saya," kata Pihan mengawali cerita di awal ia menjadi seorang muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, Islam adalah satu-satunya agama yang memiliki ajaran yang jelas. "Siapa yang membaca Qur'an dengan hatinya, akan menemukan sebuah agama yang terang. Saya meyakini bahwa hanya ada satu Tuhan dan saya bahagia menemukan jalan saya dengan-Nya. Saya yakin sudah melakukan tindakan yang benar dengan masuk Islam. Saya bersyukur, Tuhan menuntun saya ke jalan yang benar," ujar Pihan yang memilih nama Islam, Khadija setelah bersyahadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acuna Pihan lahir dan dibesarkan dalam ajaran Kristen. Ia dan keluarganya rajin ke gereja. Namun, saat datang ke gereja dan mendengar cerita pendeta bahwa Yesus adalah anak Tuhan, selalu terpintas dalam pikiran Pihan mengapa pendeta ini bicara seperti itu dan Pihan tidak mau mengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya membaca doa yang saya pelajari sejak saya berusia 7 tahun. Tapi saya merasa tak seorang pun mendengarkan doa saya, bahkan Yesus. Mengapa orang-orang ini datang ke gereja dan setelah itu para lelaki pergi ke restoran untuk minum minuman keras, lalu para perempuan bertengkar dengan mereka karena pulang dalam keadaan mabuk. Inikah ajaran Kristen?" tanya Pihan dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihan yakin pasti ada hal lain yang diajarkan agama. Ia pun mempelajari berbagai agama. "Banyak agaman yang aneh. Orang menyembah Buddha sebagai Tuhan atau menyembah matahari, sapi, bunga, bahkan setan. Hal semacam itu bukan agama saya," batin Pihan ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu menemukan buku tentang Nabi Muhammad Saw. dan mengetahui bagaimana Rasulullah Saw. menyebarkan agama Islam serta betapa berbahayanya hidup sebagai seorang muslim di zaman itu. Pihan juga membaca sejarah kehidupan Nabi Muhammad Saw, mulai dari silsilah keluarganya, kehidupan rumah tangganya dan siapa saja istri-istri beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak bisa berhenti saat membaca buku itu, sehingga saya membaca semua buku-buku itu dalam satu hari. Buku yang saya baca menceritakan tentang kitab suci Al-Quran yang berisi firman-firman Allah dan rasa ingin tahu saya tentang Quran pun muncul," ujar Pihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika saya membaca surat Al-Fatihah, jantung saya berdebar hebat. Saya terus membaca surat-surat lainnya dan saya hati saya tenang saat membacanya. Ketika saya membaca surat Maryam dan mengetahui apa yang tertulis di surat itu, saya jadi paham mengapa saya tidak bisa memercayai apa yang dulu dikatakan pendeta di gereja," tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan, "Dalam Kristen, kami belajar bahwa Yesus adalah anak Tuhan dan kami harus berdoa padanya. Itulah yang kami lakukan selama ini. Lalu, saya membaca Quran yang usianya sudah ribuan tahun, dan isinya selalu sama bahwa Yesus hanya seorang nabi seperti juga Nabi Muhammad Saw serta nabi-nabi lainnya. Quran juga menyatakan bahwa Tuhan tidak punya anak dan kita dilarang menyembah Tuhan yang lain kecuali Allah Swt."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata dalam Quran yang membuat Pihan beralih ke agama Islam. Selain itu, yang membuatnya meyakini Quran, meski kitab suci itu sudah berusia ribuan tahun, isinya tidak berubah. Berbeda dengan kitab suci umat Kristiani, Kita Perjanjian Lama isinya berbeda dengan Kitab Perjanjian Baru, padahal dalam ajaran Kristen disebutkan bahwa Tuhan mengatkan "Jangan mengubah kata-kata ku kecuali aku perintahkan kalian mengubahnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kristen memiliki 10 ajaran suci. Salah satunya adalah dilarang membunuh manusia. Tapi ketika orang-orang Kristen datang ke Amerika Selatan, mereka membunuh banyak orang Indian karena orang-orang Indian itu menolak masuk Kristen. Hal yang sama dilakukan orang-orang Kristen di Afrika," papar Pihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, bagaimana mereka mengajarkan kita jangan membunuh, jika mereka sendiri membunuh. Semua itu membuat saya ingin pindah agama. Saya capek dengan kebohongan ajaran Kristen dan saya menemukan Islam satu-satunya agama yang memiliki ajaran yang jelas ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Islam membawa kembali kebebasan dalam jiwa saya dan saya bahagia sejak awal saya masuk Islam. Islam adalah hidup saya. Tanpa Islam saya bukan apa-apa, dan jika Allah Swt memalingkan wajah-Nya, saya tak mampu hidup," tandas Pihan. (kw/RtI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/perempuan-jerman-membaca-al-fatihah-jantung-saya-berdebar-hebat.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-786368720523471575?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/786368720523471575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/perempuan-jerman-membaca-al-fatihah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/786368720523471575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/786368720523471575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/perempuan-jerman-membaca-al-fatihah.html' title='Perempuan Jerman, &quot;Membaca Al-Fatihah, Jantung Saya Berdebar Hebat&quot;'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-2818929697005389568</id><published>2011-10-01T11:13:00.000+07:00</published><updated>2011-10-01T11:13:07.730+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Margaret Templeton, Perempuan Atheis yang Masuk Islam pada Usia 65 Tahun</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-eTMEoyRFqic/ToaTMC-OmqI/AAAAAAAADKU/xcYBaZLPQw0/s1600/maryam_noor1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="236" width="354" src="http://3.bp.blogspot.com/-eTMEoyRFqic/ToaTMC-OmqI/AAAAAAAADKU/xcYBaZLPQw0/s400/maryam_noor1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Margaret Templeton, perempuan Skotlandia ini terlahir dari keluarga atheis. Di rumahnya, anggota keluarga tidak pernah dibolehkan untuk bicara tentang Tuhan. Bahkan ketika Margaret belajar tentang Tuhan di sekolah, ia tidak boleh mengatakan apapun yang diketahuinya di lingkungan rumah, atau ia akan mendapat hukuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Margaret terus mencari kebenaran atas sejumlah pertanyaan, mengapa ia ada di dunia ini, untuk apa ia hidup di dunia dan apa yang seharusnya ia lakukan. Hingga usianya beranjak senja, Margaret memulai pencariannya tentang "seseorang yang disebut Tuhan", yang sering disebut-sebut oleh banyak orang sepanjang hidupnya. Saat itu, ia hanya mencari informasi tentang Tuhan, bukan mencari informasi tentang agama tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kebenaran, sesuatu yang masuk akal untuk saya, yang membuka hati saya dan membuat hidup saya lebih bermakna. Saya mendatangi hampir setiap gereja di Inggris Raya, tapi tidak pernah terjadi pada saya untuk berpikir tentang Islam," ujar Margaret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Margaret mulai mengenal dan tertarik dengan agama Islam, AS melakukan invasi ke Irak dan Margaret membaca banyak hal buruk yang ditulis media massa tentang muslim. Sebagai orang yang sudah mempelajari berbagai agama, ia yakin apa yang dibacanya tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Media massa mengabarkan kebohongan. Makanya saya mencari seorang guru yang bisa mengajarkan saya tentang tata cara hidup berdasarkan ajaran Islam, agar saya bisa membantah apa yang mereka katakan tentang Islam, yang sebenarnya salah, hanya kebohongan dan datangnya dari syetan, sebutan yang lalu saya berikan buat mereka yang menggambarkan muslim itu buruk," papar Margaret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Margaret sempat memeluk agama Katolik Roma dan berusaha mengamalkan doktrin agamanya. "Salah satu hal yang saya lakukan adalah bersikap ramah dengan semua orang. Saya biasa tersenyum pada setiap orang dan menyapa mereka 'hello', 'apa kabar?' dan 'bagaimana hari Anda hari ini?' ... seperti Yesus yang selalu menyebarkan kebahagiaan dimanapun ia berada," ungkap Margaret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ia merasa sangat tidak bahagia menjadi seorang penganut Katolik Roma. Margaret lalu meninggalkan gereja dan tak tahu kemana harus berpaling. Ia lalu mencoba mencari seorang guru agama Islam. Ia berdoa dan berdoa setiap hari pada Tuhan, memohon pertolongan dan itu berlangsung selama hampir dua tahun karena ia tak tahu apa yang harus dilakukannya dan kemana ia harus pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya seorang teman dari temannya mengenalkan Margaret pada seorang alim ulama bernama Nur El-Din, keturunan Arab. Ulama itu mengundang Margaret ke rumahnya dan Margaret memenuhi undangan itu. Ia juga memberi rekomendasi sejumlah buku yang bisa dibeli Margaret dan meminta Margaret menanyakan langsung padanya jika ada pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itulah awal hubungan kami. Buku itu terdiri dari tujuh jilid, yang mengomentari tentang Quran, bukunya bagus sekali," ujar Margaret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mempelajari buku itu dari bagian depan, dimulai dengan Surah Al-Baqarah. Lalu Margaret membaca Surah Al-Fatihah. Ketika membaca surat itu, Margaret merasa seperti tersambar petir. "Air mata saya menetes, deras seperti Niagara Falls. Jantung saya berdegup kencang ... saya berkeringat .... gemetaran ... saya ketakutan bahwa ini adalah syaitan yang mencoba menghentikan saya karena saya mungkin telah menemukan jalan, karena buku ini mungkin menunjukkan saya jalan kebenaran, yang selama ini saya cari," tutur Margaret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu menelpon ustaz Nur El-Din, yang kemudian meminta Margaret menemuinya. Di tengah musim dingin yang menggigit, Margaret datang ke kediaman ustaz itu dengan tubuh yang hampir membeku. Ia lalu menceritakan apa yang dialaminya saat membaca Surah Al-Fatihah dan ustaz Nur El-Din hanya mengatakan, "Margaret, Kamu akan menjadi seorang muslim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Margaret menjawab, bahwa ia membaca buku-buku itu bukan untuk menjadi seorang muslim, tapi agar bisa menyanggah kebohongan-kebohongan yang diceritakan tentang kaum Muslimin. "Saya tidak mau menjadi seorang muslim," kata Margaret ketika itu pada ustaz Nur El-Din.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustaz Nur El-Din merespon, "Margaret, Kami akan menjadi seorang muslim, karena saya harus mengatakannya pada kamu, bahwa ada campur Illahi dalam hidupmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu, Margaret berusia 65 tahun. Ia terus belajar dengan ustaznya itu. Setelah empat bulan belajar, ia malah tidak sabaran untuk segera mengucapkan syahadat. Margaret bertanya apakah tidak terlalu terburu-buru baginya, karena ia benar-benar tidak mau menjadi seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi saya yakin, saya akan belajar dan Tuhan akan memaafkan saya karena tidak menghargai karunia yang sangat besar, yang telah Dia berikan pada saya," ujar Margaret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Margaret akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat pada 11 Februari 2003 dengan bimbingan Ustaz Nur El-Din. "Apa yang tadi saya ucapkan?" tanya Margaret pada Ustaznya, yang kemudian menjelaskan arti dua kalimat syahadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan saya sekarang seorang muslim?" tanya Margaret lagi. Ustaz El-Din menjawab, "Ya, dan nama kamu sekarang adalah Maryam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, Margaret Templeton menyandang nama islami Maryam Noor. Ia masuk Islam saat usianya sudah 65 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak bisa bilang bahwa saya seorang muslim yang baik, karena itu sangat, sangat sulit. Saya kehilangan semua teman-teman Katolik saya, semua teman yang dulu saya ajak berbincang. Anak perempuan saya berpikir saya gila! Cuma anak lelaki saya yang percaya bahwa saya telah menemukan kebenaran, dan dia satu-satunya pada saat itu yang mungkin menjadi seorang muslim," tutur Margaret "Maryam" tentang pengalamannya setelah masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hal kedua yang membuat hidup saya sangat berat adalah, saya tinggal di negara sekuler dan bukan di negara muslim. Dengan sepenuh hati, saya ingin menetap di sebuah negara muslim dan hidup di tengah masyarakat muslim. Saya satu-satunya muslim di tempat saya tinggal. Tapi Allah sangat baik, karena di tengah semua kesulitan ini, saya bahagia, saya terus belajar," sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maryam hanya memohon pertolongan pada Allah agar tetap istiqomah dalam keislamannya. "Ingatlah duhai Allah, yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, bahwa saya benar-benar hanya seorang bayi, seorang bayi berusia 65 tahun. Saya menghadapi kesulitan dan Engkau harus menolong hamba," doa Maryam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan inilah cara Allah menolong saya," tandasnya. (kw/oi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/margaret-templeton-perempuan-atheis-yang-masuk-islam-pada-usia-65-tahun.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-2818929697005389568?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/2818929697005389568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/margaret-templeton-perempuan-atheis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/2818929697005389568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/2818929697005389568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/margaret-templeton-perempuan-atheis.html' title='Margaret Templeton, Perempuan Atheis yang Masuk Islam pada Usia 65 Tahun'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-eTMEoyRFqic/ToaTMC-OmqI/AAAAAAAADKU/xcYBaZLPQw0/s72-c/maryam_noor1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-1408114664657643954</id><published>2011-10-01T11:06:00.000+07:00</published><updated>2011-10-01T11:06:12.496+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Perjalanan Perempuan Afrika Selatan Menemukan Cahaya Islam</title><content type='html'>Nozibele Phylis Mali, perempuan kelahiran Transkei--bekas wilayah apartheid di Afrika Selatan--datang ke Cape Town pada tahun 1991 untuk mencari pekerjaan. Allah menganugerahkannya cahaya Islam ketika ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah Mehrunisa Dawood, sebuah keluarga muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu tahun 1995, Mali seperti biasanya melakukan tugas rutinnya di rumah keluarga Dawood. Saat sibuk menyapu lantai, ia mendengar suara anak lelaki keluarga itu yang bernama Shafeeq sedang melantunkan hapalan Al-Qurannya. Seketika Mali terpesona mendengarnya. Ia tidak paham artinya, tapi lantuanan ayat Al-Quran itu membuatnya merasa aneh dan ingin tahu. Diam-diam ia memperhatikan Shafeeq yang sedang duduk khidmat membaca kitab suci Al-Quran di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa anak ini duduk seperti itu?" tanya Mali dalam hati. Bagi Mali pemandangan yang ia lihat sungguh indah. Keindahan yang memicu rasa ingin tahunya. Ia bertanya-tanya lagi dalam hati, "Apa yang sedang dilakukan Shafeeq? Mengapa aku begitu terpesona dengan suara yang mengalun begitu merdu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, jiwa dan pikiran Mali selalu teringat dengan apa yang ia lihat dan ia dengar hari itu. Mali kagum melihat seorang anak yang dengan khidmat membaca Al-Quran. Ia tidak tahu apa itu Quran. Ia juga tidak tahu soal agama Islam. Tapi ketika ia melihat seorang anak membaca Quran, dan mendengar ayat-ayat suci yang dilantunkannya, Mali mengakui ada sebuah kekuatan yang besar yang meyakinkannya pada sebuah kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bacaan yang dilantukannya itu datang dari dalam hati," ujar Mali yang mulai tersentuh dengan bacaan Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebenarnya, bukan cuma bacaan Al-Quran Shafeeq yang membuat hati Mali tersentuh. Ia juga mengagumi Mehrunisa Dawood sebagai seorang perempuan yang murah senyum. "Perempuan ini, setiap pagi saat saya datang, wajahnya selalu dihiasi senyum," kata Mali, bahkan ketika ia melakukan kesalahan saat bekerja, majikan perempuannya itu tetap bersikap baik, sehingga Mali tak khawatir kemungkinan akan mendapat hukuman karena melakukan kesalahan saat bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mali menceritakan, sikap dan perlakuan Mehrunisa Dawood sangat berbeda dengan sikap majikannya terdahulu, meski sama-sama Muslim. Di keluraga Mehrunisa, Mali tidak merasa diperlakukan semata-mata hanya sebagai pembantu atau antara majikan dengan pekerjanya. Tapi ia merasakan hubungan yang lebih hangat dan kekeluargaan. Ini yang membuat Mali merasa bahagia bahkan terharu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu siang, Mali memperhatikan Mehrunisa yang sedang berwudu lalu salat dengan mengenakan baju panjang dan jilbab. Saat itu, Mali belum tahu soal wudu dan keheranan melihat apa yang dilakukan majikan perempuannya. Mali ingin bertanya tapi agak takut. Semakin lama ia memperhatikan kebiasaan keluarga Mehrunisa, pertanyaan dalam kepalanya makin menggunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mehrunisa ternyata merasakan keingintahuan Mali. Ia tahu, Mali yang lahir dari keluarga Gereja Metodis, sedang membutuhkan bimbingan spiritual. Mehrunisa lalu mengajak Mali diskusi soal agama, gereja dan keyakinan agama Mali. Pembicaraan itu tidak membuat Mali puas. Mehrunisa menasehati Mali untuk berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat kamu keluar dari pintu ini, katakanlah pada Tuhan 'Oh, Tuhan, tolonglah aku, tunjukan aku kebenaran'. Bacalah doa itu saat kamu berjalan sampai tiba di rumahmu, dan Tuhan akan menunjukkan jalan bagimu, " ujar Mali menirukan perkataan Mehrunisaa ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian, Mehrunisa mengajak Mali ke kantor Gerakan Dakwah Islam. Seorang imam di kantor tersebut menjelaskan tentang Islam pada Mali yang tanpa menunda-nunda waktu lagi memutuskan untuk memeluk Islam. Saat itu tahun 2005, momen saat Mali mengucapkan dua kalimat syahadat menjadi momen yang mengharukan. Setelah resmi masuk Islam, Mali menggunakan nama Islami Fatima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah masuk Islam, Fatima Mali merasakan perubahan yang lebih dalam kehidupannya. Ia yang biasanya hanya memikirkan kebutuhannya sendiri, menjadi lebih peka pada orang lain yang membutuhkan. Tapi, ia juga harus menerima kenyataan pahit tidak semua orang senang dengan pilihannya menjadi seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bekerja di Cape Town, Fatima hidup menumpang di rumah saudara lelakinya bernama Douglas. Saudara lelakinya itu tidak pernah mempermasalahkan perpindahan agama Fatimah dan tetap bersedia menampung Fatima di rumahnya. Yang menjadi batu sandungan adalah istri Douglas, yang tidak menentang keislaman Fatima dan secara terbuka menunjukkan kebenciannya pada Fatima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski hidupnya makin berat karena sikap iparnya itu, Fatima berusaha sabar dan bertahan. Tapi lama kelamaan, Fatima tak kuat menghadapi sikap iparnya dan memilih meninggalkan rumah. Ia kemudian menumpang di rumah seorang teman perempuannya yang muslim, bernama Nadia. Di lingkungannya yang baru, Fatima bersama Nadia membantu seorang tetangga dan dua anaknya yang terlantar karena ibunya seorang pemabuk. Ayah dua anak itu sangat terkesan dengan sikap Fatima dan Nadia dan membuatnya memutuskan masuk Islam, dengan mengajak dua anaknya. Fatima merasa bahagia. Ia merasa itulah pertama kalinya ia melakukan hal baik sejak ia masuk Islam. (kw/TTI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/alunan-ayat-suci-al-quran-membuat-perempuan-afrika-selatan-itu-masuk-islam.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-1408114664657643954?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/1408114664657643954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/perjalanan-perempuan-afrika-selatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/1408114664657643954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/1408114664657643954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/perjalanan-perempuan-afrika-selatan.html' title='Perjalanan Perempuan Afrika Selatan Menemukan Cahaya Islam'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-6444085894935769444</id><published>2011-10-01T11:04:00.000+07:00</published><updated>2011-10-01T11:04:45.733+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Hidayah Setelah Dua Hari Mengalami Pergolakan Batin yang Berat</title><content type='html'>Sebelum masuk Islam, hidup Tanya bisa dikatakan sangat kacau, tanpa landasan dan akar yang kuat. Perempuan asal Kanada itu, hanya tinggal dengan ibunya yang beragama Kristen, tapi tidak memiliki latar belakang agama yang kuat dan itu berpengaruh pada kehidupan Tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia hidup di jalanan selama beberapa bulan sebelum akhirnya tinggal di rumah singgah. Tiga kali, Tanya pindah rumah singgah, dan di tempat terakhir Tanya tinggal cukup lama, hampir enam tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama waktu itu saya benar-benar sendirian. Saya tidak punya ibu, tidak punya ayah dan tidak ada teman, tidak ada yang bisa menjadi tempat saya mengadu, dan saya pikir saat itulah yang benar-benar membuka pintu bagi saya, melakukan pencarian diri saya," ungkap Tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibu saya tidak pernah menanamkan akar yang kuat pada diri saya. Jadi saya sendiri yang terlibat. Anda bisa bilang bahwa saya kurang mendapatkan ajaran tentang kekristenan, untuk itu saya mulai mengunjungi Gereja Pantekosta. Setiap hari Minggu saya berharap bisa pergi ke gereja, karena saya tidak mendapatkan pendidikan spiritual yang cukup di rumah," sambung Tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap menghadiri sekolah Minggu di gereja, Tanya selalu melontarkan banyak pertanyaan, salah satunya tentang siapa Yesus. Ketika guru sekolah Minggunya menjelaskan tentang Yesus, Tanya teringat teori klasik "telur" yang terdiri dari cangkang, putih telur dan kuning telur. Jika salah satunya diambil, maka telur itu tidak utuh lagi. Begitulah gambaran konsep Trinitas dalam kepala Tanya, dimana Yesus dijelaskan sebagai Bapak, Anak, sekaligus roh kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya mengakui, tapi saya merasa ada sesuatu yang hilang dalam ajaran tersebut," ujar Tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menemukan Jalan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat di sekolah menengah, Tanya sempat aktif dalam berbagai kegiatan gereja. Tapi kemudian ia keluar lagi dari aktivitas gereja dan lebih senang berkumpul dan bersenang-senang dengan teman-teman sebayanya. Meski demikian, pertanyaan-pertanyaan tentang hakikat kehidupan kerap mengganggu pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada seorang siswa di kelas saya yang Muslim. Saya mencoba menjelaskan kepadanya lebih banyak tentang Kristen dan ia juga menjelaskan kepada saya tentang Islam. Saya ingat, sempat berbincang dengannya dan dia menyangkal hal-hal tertentu tentang kekristenan, dan itu benar-benar memukul perasaan saya, bagaimana bisa ia menyangkal beberapa hal dalam kekristenan," tutur Tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya tidak mau begitu saja terpengaruh dengan pendapat teman muslimnya itu. Ia ingin melawan penyangkalan itu dengan pendapatnya sendiri. Ia mulai pergi ke perpustakaan dan mencari tahu tentang apa itu agama, Islam, Kristen, semua agama. Dan pintu itu mulai terbuka buat Tanya, pintu menuju keislaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang membuat saya tertarik kepada Islam adalah keindahan di dalamnya. Ketika saya mulai membaca buku-buku tentan Islam, saya dihadapkan pada diri saya sendiri, mulai dari didikan masa kecil dan gaya hidup saya pada waktu itu. Saya pada dasarnya hanya menjalani hidup, tanpa arah tertentu," ujar Tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kondisi itu membuat jiwa saya trauma. Saya tidak bisa makan, tidak bisa tidur, tidak bisa berpikir, tidak bisa hidup layak lagi, saya tidak tahu mana yang benar dan mana yang tak masuk akal. Saya bisa tidak tidur sehari semalam, hanya untuk mencoba mendapatkan pegangan yang bisa bicara tentang Tuhan, agar saya mengetahui siapa Dia. Sampai titik ini, saya pikir Tuhan itu hanya nama, Ia tidak hidup, Ia tidak ada di hati saya," papar Tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia masih ingat, pada suatu malam, ia berlari ke luar akhir sambil menangis dan berkata, "Tolong jawab saya, memberi saya petunjuk, beri saya pijakan, beri saya pegangan, saya sedang tersesat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya merasa putus dan tidak ingin hidup lagi. Tapi ia sadar tidak bisa merenggut nyawanya sendiri. Pada saat yang sama, ia bingung Tuhan yang mana yang akan ia mintai pertolongan. Apakah Tuhan dalam agama Kristen atau Tuhan dalam agama Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolong beri aku jawaban, saya perlu tahu, saya tidak bisa terus seperti ini," doa Tanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan mendengar permohonan Tanya, karena dalam waktu dua hari, ia mendapatkan jawaban itu. "Saya sedang berada belajar matematika untuk kelasa 11, dan saya sedang membaca sebuah buku. Saya yakin sudah mempelajari syahadat sendiri dari buku itu. Saya telah belajar tentang Muhammad dan hal-hal lain tentang Islam ... Ini dia, aku telah menemukannya," tukas Tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaannya tiba-tiba penuh suka cita, air matanya membanjir dan ia berlari keluar kelas. Seorang gurunya bertanya, "Tanya, kau mau kemana?". Tanya tidak menjawab, ia terus berlari menuju kamar mandi. Saat itu Tanya belum tahu soa wudu, tapi saat di kamar mandi, ia menyiram wajahnya agar bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya pikir waktu itu saya sedang mencoba berwudu. Tapi sata cuma bisa bilang 'aku sudah menemukannya'" ungkap Tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu melihat seorang muslimah berjilbab dan bertanya, "Apakah kami seorang Muslim?". Siswi berjilbab itu menjawab "Ya." Tanya lalu meminta waktu untuk bicara. Setelah itu, siswi muslimah itu mengundang Tanya ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bertemu dengan keluarga siswa muslimah itu, Tanya diberi pakaian, buku-buku dan makanan. Tanya sangat terkesan dengan keramahan keluarga itu. Ia lalu diajak ke masjid dan di masjid itulah Tanya akhirnya bersyahadat, meski kesulitan mengucapkannya, Tanya merasa bahagia setelah dinyatakan resmi menjadi seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hidup saya berubah total setelah masuk Islam. Sekarang saya tahu, mengapa saya ada di dunia dan kemana saya akan menuju. Saya akan kembali pada Sang Pencipta saya kelak," tandas Tanya. (kw/oi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/allah-memberinya-petunjuk-setelah-dua-hari-mengalami-pergolakan-batin-yang-berat.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-6444085894935769444?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/6444085894935769444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/hidayah-setelah-dua-hari-mengalami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/6444085894935769444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/6444085894935769444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/hidayah-setelah-dua-hari-mengalami.html' title='Hidayah Setelah Dua Hari Mengalami Pergolakan Batin yang Berat'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-4436397815015621293</id><published>2011-10-01T11:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-01T11:01:18.025+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Terkesan Sosok Nabi Muhammad Saw. Janna Masuk Islam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-VfR04aN2kRk/ToaQdO4WRUI/AAAAAAAADKM/CfTz-Sxx_b0/s1600/jannayunan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://3.bp.blogspot.com/-VfR04aN2kRk/ToaQdO4WRUI/AAAAAAAADKM/CfTz-Sxx_b0/s400/jannayunan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Suara azan yang didengarnya pertama meninggalkan kesan yang begitu mendalam dalam hatinya. Ia tak pernah mengerti apa yang terjadi, tapi sejak itu ia merasa ada sesuatu yang berubah pada dirinya. Ia ingin tahu apa makna semua itu, apa arti kata-kata yang didengarnya saat azan. Dan semua itu terjawab bertahun-tahun kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya Janna, orang Yunani asli tapi lahir di Jerman. Keluarganya adalah penganut agama Kristen ortodok yang sangat taat. Kedua oran tuanya memastikan semua anak-anaknya, termasuk Janna, dididik dan dibesarkan dengan ajaran Kristen, dengan cara ortodok yang tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Janna selalu pergi liburan bersama-sama. Ketika berusia antara 12-13 tahun, Janna dan keluarga besarnya berlibur ke Uni Emirat Arab. Inilah liburan yang paling berkesan bagi Janna sepanjang hidup. Siapa kira liburan itu yang kemudian menuntunnya pada Islam. Agama yang dipeluknya sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janna kembali mengingat kembali liburannya ketika itu. Sepekan pertama, ia dan keluarganya berkeliling Uni Emirat Arab. Suatu hari, di hari Jumat, mereka sedang dalam perjalanan menuju Pasar Al-Souq. Tiba-tiba terdengar suara azan dan Janna melihat orang-orang di sekitarnya langsung menghentikan aktivitasnya. Yang sedang mengendarai mobil pun berhenti, mengambil sajadah, menggelarnya, lalu menunaikan salat meski di pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suara azan telah mengubah sesuatu dalam diri saya, subhanallah. Saya tidak tahu apa itu, tapi setelah itu saya merasa ada perubahan dan perubahan itu mengendap dalam diri saya. Saya ingin tahu arti kata-kata dalam azan, apa maknanya," tutur Janna mengingat kembali pengalamannya ketika pertama kali mendengar azan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut Kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janna adalah tipikal orang yang sangat takut dengan hal-hal yang berhubungan dengan kematian. Ia selalu menghindari perbicangan tentang kematian dan tidak pernah menghadiri acara pemakaman. Tapi semuanya berubah ketika ia menyaksikan sendiri proses kematian di depan matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paman saya menghembuskan napas terakhirnya di hadapan saya. Pengalaman itu mengubah saya. Saya mulai merasa bahwa kehidupan ini tidak seperti yang ada dalam pikiran saya. Kita menginvestasikan banyak tenaga dan waktu untuk banyak hal yang bisa lenyap begitu saja dalam hitungan detik," tukas Janna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah menyaksikan proses kematian pamannya, Janna hampir tak bisa tidur dengan tenang. Ia menjalani masa-masa dimana ia terbangun tiga kali sepanjang malam, hanya untuk melihat apakah ayah dan ibunya masih bernapas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah belajar Islam, Janna tahu apa penyebab ketakutannya pada hal-hal yang berkaitan dengan kematian. "Saya selalu merasa takut pada kematian karena saya berpikir bahwa kematian adalah akhir dari segalanya," ujar Janna. Sedangkan dalam Islam, kematian hanya pemutus kehidupan di dunia untuk melanjutkan kehidupan yang lebih kekal di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketakutan itu membuat saya makin bersemangat untuk mencari tahu tentang Islam. Saya sudah mempelajari agama-agama lainnya, tapi saya belum menemukan kebenaran apapun dalam agama-agama itu atau kebenaran yang membuat saya benar-benar yakin," tukas Janna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biografi Nabi Muhammad dan Syahadat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janna merasa benar-benar yakin dengan Islam ketika membaca biografi Nabi Muhammad Saw, yang mengingatkan nya pada apa yang pernah ia ketahui dan pernah ia baca tentang Yesus (Nabi Isa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan saya terus membaca dan membaca. Figur ini (Nabi Muhammad Saw.) adalah orang yang mulia dengan karakter dan kepribadian yang sangat mengagumkan, dan saya kira, saya tidak pernah menemukan orang seperti ini sebelumnya," papar Janna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca buku biografi itu, Janna yakin bahwa saya harus menghapus semua yang saya tahu tentang Islam yang selama ini ternyata salah. Janna lalu memulai kembali pencariannya. Tidak butuh waktu lama bagi Janna untuk mengetahui bahwa Islam-lah kebenaran itu dan tidak ada satu agama pun di dunia ini yang bisa menandinginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika saya mulai membaca buku-buku tentang Islam, saya menemukan semua jawaban yang tidak saya temukan dalam agama saya sendiri," tukas Janna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah merasa yakin dengan Islam, Janna masih takut untuk bersyahadat karena ia tahu orang tua dan keluarganya tidak akan pernah menerima Islam. "Jika mereka tahu tentang hal ini, hidup saya akan berubah secara dramatis," kata Janna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu bertemu dengan seorang muslimah asal Mesir, bernama Noha di Jerman. "Noha banyak membantu saya, karena saya berjumpa dengannya tepat ketika saya mulai berdoa agar saya segera menemukan kebenaran dan memiliki keberanian atas apa yang sedang saya lakukan," ungkap Janna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janna dan Noha sering bertemu dan berdiskusi tentang Islam. Noha menjelaskan semua hal tentang Islam dan menjawab semua pertanyaan Janna, karena Janna yakin bahwa agamanya selama ini salah dan ia tidak mau hidup dalam kesalahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekira satu setengah bulan Janna memikirkan tentang kebenaran yang diketahuinya. Ia pun memutuskan masuk Islam. Janna mengucapkan dua kalimat syahadat di asrama mahasiswi di Jerman. Awalnya hanya ada Noha dan Janna di ruangan, tapi akhirnya banyak mahasiswa yang yang tahu ada seseorang yang akan masuk Islam, sehingga ruangan akhirnya dipenuhi 20 orang yang menjadi saksi keislaman Janna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah, hari itu, saya mengucapkan syahadat. Saya tidak akan pernah melupakannya, dan saya tidak akan pernah melupakan pertama kali saya menunaikan salat," tukas Janna. (kw/oi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/terkesan-sosok-nabi-muhammad-saw-janna-masuk-islam.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-4436397815015621293?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/4436397815015621293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/terkesan-sosok-nabi-muhammad-saw-janna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/4436397815015621293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/4436397815015621293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/terkesan-sosok-nabi-muhammad-saw-janna.html' title='Terkesan Sosok Nabi Muhammad Saw. Janna Masuk Islam'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-VfR04aN2kRk/ToaQdO4WRUI/AAAAAAAADKM/CfTz-Sxx_b0/s72-c/jannayunan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-5502146012595771477</id><published>2011-10-01T10:58:00.000+07:00</published><updated>2011-10-01T10:58:42.934+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Monica, Pramugari Asal Jepang yang Jatuh Cinta pada Islam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Q42Me5aTisg/ToaP1eAMdJI/AAAAAAAADKE/JU8ytkCMABE/s1600/luvislamdeh.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="225" width="225" src="http://2.bp.blogspot.com/-Q42Me5aTisg/ToaP1eAMdJI/AAAAAAAADKE/JU8ytkCMABE/s400/luvislamdeh.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Monica tumbuh di tengah keluarga yang harmonis, yang memberinya peluang untuk sukses baik dalam pendidikan maupun dunia kerja. Sebagai orang Jepang, Monica juga sudah terbiasa dengan kehidupan yang serba berteknologi tinggi. Hampir tak ada masalah dalam hidup Monica, ia benar-benar menikmati kemudahan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Monica adalah keluarga Jepang yang menganut agama Budha. Tapi sejak kecil ia tidak diberi bekal pendidikan agama yang dianut keluarganya, dan kedua orangtuanya pun tidak terlalu mempermasalahkan soal agama pada anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kendati demikian, sejak kecil saya sering bertanya-tanya tentang alam semesta, keberadaannya dan tentang kehidupan. Pertanyaan-pertanyaan itu masih sering menghantui pikiran saya hingga saya berusia 20 tahun, saat saya menyelesaikan kuliah dan mulai bekerja sebagai pramugari di sebuah maskapai penerbangan Jepang," tutur Monica.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya berharap menemukan kedaiaman dan sesuatu yang bermakna lewat pekerjaan saya, tapi saya tetap merasa hidup saya sangat kosong. Seperti ada sesuatu yang hilang, dan saya hampir putus asa untuk menemukan apa yang hilang itu," sambung Monica.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Allah Maha Pengatur segalanya. Tahun 1981 Monica ditakdirkan untuk bekerja sebagai penerjemah untuk delegasi negara Jepang di sebuah badan pariwisata di Mesir. Ia bekerja sebagai penerjemah selama satu tahun. Lewat perkenalan dengan teman-teman barunya selama di Mesir, Monica mulai mengenal dan mempelajari agama Islam. Setelah masa kerjanya selesai dan kembali ke tanah airnya, Jepang, Monica bertekad untuk terus mempelajari Islam dengan harapan mendapat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sejak lama menggantung di pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mempelajari Islam, ia menyadari bahwa informasi yang ia dapatkan tentang Islam selama ini dari sekolah dan televisi, sangat terbatas dan sudah terdistorsi. "Sama dengan kebanyakan orang Jepang lainnya yang membaca dan mendengar berita tentang dunia Islam, tidak lebih hanya berita-berita tentang kekerasan," ujar Monica.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu tiba kembali di Jepang, Monica berkunjung ke Islamic Center di Tokyo dan meminta Al-Quran yang terjemahannya dalam bahasa Jepang. Selama tiga tahun, Monica berkunjung ke Islamc Center secara rutin, dan belajar agama Islam dengan para ulama di Islamic Center itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seiring dengan berjalannya waktu, pemahaman dan penghargaan saya terhadap agama Islam makin bertambah. Saya menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan folosofis saya selama bertahun-tahun, pada agama yang indah ini," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monica menyatakan sangat terkesan dengan bagaimana Islam menempatkan kaum perempuan pada posisi yang mulia. "Bagaimana Islam melindungi dan menghormati kaum perempuan, baik perasaannya, pemikiran serta persoalan susila, lebih dari apa yang saya bayangkan selama ini," tukas Monica, "saya mulai merenung sendiri dan berdoa pada Allah agar memberi petunjuk pada saya sebuah jalan kebenaran."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghayati keberadaan dan kebesaran Allah Swt. Monica kerap melakukan meditasi, mentadaburi ciptaan-ciptaan Allah mulai dar pohon, bunga-bunga, hewan, dan bagaimana Allah Swt. dengan sempurna menciptakan disain kehidupan yang seimbang di bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan saya melihat Allah dalam ciptaan-ciptaanya, hati dan kekaguman saya menuntun saya pada Islam. Saya merasakan cahaya Allah menerangi hati saya. Kebahagiaan saya membuncah, seiring dengan tumbuhnya rasa keimanan ini. Saya merasa Allah selalu bersama saya di setiap waktu," tukas Monica.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi Allah membuka jalan bagi Monica untuk lebih mengenal Islam. Ia kembali bekerja sebagai pramugari maskapai penerbangan yang melayani rute penerbangan dari dan ke Indonesia selama satu tahun. "Saya terkesan dengan Muslim Indonesia yang taat dan selalu berusaha menerapkan apa yang ada dalam Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari mereka. Teman-teman Indonesia juga banyak membantu saya memahami Islam lebih baik, sehingga kecintaan saya pada Islam makin besar," ungkap Monica.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengaku menghadapi kesulitan dengan keluarganya saat mengetahui ketertarikan Monica pada Islam. Namun Monica bertekad untuk menjadi seorang muslimah apapun tantangan yang akan dihadapinya. Ia mulai menunaikan salat lima waktu dan belajar menghapal Al-Quran agar bisa menunaikan salat dengan baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1991, Monica berkunjung ke Mesir dan mengucapkan dua kalimat syahadat di Universitas Al-Azhar, Kairo. Di Mesir, ia mendapatkan pekerjaan, lalu menikah dengan seorang lelaki Mesir. Sekarang, Monica menetap di Mesir dengan suami dan seorang anak perempuannya bernama Maryam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah, saya bahagia menjalani kehidupan saya yang sekarang, dengan agama baru dan keluarga baru yang muslim. Saya tetap menghapal Al-Quran dan kalau ada waktu senggang, saya dan suami belajar dan membaca Quran bersama-ssama ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya berharap bisa mengajak keluarga saya yang lain untuk masuk Islam, Insya Allah. Terus terang, pada umumnya, masyarakat Jepang kehilangan satu komponen penting untuk mencapai kehidupan yang bahagia, meski secara peradaban mereka adalah masyarakat yang hidup dengan teknologi serba maju. Saya yakin, banyak diantara mereka yang akan masuk Islam, jika mereka mendapatkan informasi dan pemahaman yang benar tentang Islam," tandas Monica. (kw/TTI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/monica-pramugari-asal-jepang-yang-jatuh-cinta-pada-islam.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-5502146012595771477?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/5502146012595771477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/monica-pramugari-asal-jepang-yang-jatuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/5502146012595771477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/5502146012595771477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/monica-pramugari-asal-jepang-yang-jatuh.html' title='Monica, Pramugari Asal Jepang yang Jatuh Cinta pada Islam'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Q42Me5aTisg/ToaP1eAMdJI/AAAAAAAADKE/JU8ytkCMABE/s72-c/luvislamdeh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-7469486800087713118</id><published>2011-10-01T10:56:00.000+07:00</published><updated>2011-10-01T10:56:03.100+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Sunaku: Islam, Kebahagiaan yang Selama Ini Saya Impikan</title><content type='html'>Meski dibesarkan oleh orang tua tunggal, kehidupan Sunaku bisa dibilang nyaman dan serba kecukupan. Sejak ayahnya meninggal, ibunyalah yang membesarkan dan mendidik Sunaku. Ibunya yang selalu berusaha memberikan rasa aman dan memastikan putri satu-satunya bahagia dan terpenuhi kebutuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi sejak kecil, saya sebenarnya tidak pernah betul-betul merasa bahagia. Saya malah sering diserang rasa gelisah yang berlebihan," ujar perempuan asal Jepang itu, "saya berusaha mengatasi rasa itu dengan memusatkan perhatian pada studi saya dan jalan-jalan keliling dunia sebagai turis. Tapi rasa gelisah itu tetap sering muncul saya sampai saya lulus sekolah menengah dan berangkat ke Inggris untuk kuliah jurusan Bahasa Inggris."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika saat liburan, Sunaku bersama teman-temannya yang juga dari Jepang berwisata ke Yordania. Seorang temannya yang sudah pernah ke Yordania, mengatur agar Sunaku bisa tinggal dengan warga lokal, sebuah keluar Muslim Yordania. Keluarga muslim itulah yang menimbulkan rasa kagum Sunaku pada Islam, sekaligus membuyarkan penilaiannya yang selama ini negatif terhadap Islam dan Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya melihat kehidupan mereka sangat praktis dan teratur. Rumah mereka selalu bersih. Saya terkesan dengan kuatnya hubungan antar anggota keluarga mereka dan rasa tanggung jawab yang mereka tunjukkan pada lingkungan sekitar. Ada ketulusan dan rasa saling mempercayai diantara mereka, yang tidak pernah saya saksikan di manapun," kata Sunaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suami di keluarga itu bekerja untuk menafkahi keluarganya, sedangkan istrinya mengatur rumah dan terlihat senang dan puas dengan pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga. Saya merasa inilah kebahagiaan yang saya impikan. Pada saat yang sama, saya menyadari bahwa gambaran saya selama ini tentang Islam ternyata salah besar ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak tahu realita Islam yang sebenarnya karena tidak pernah bergaul dengan orang Islam. Gambaran saya tentang muslim semata-mata hanya berdasarkan pada apa yang saya lihat di berita-berita tv, dan saya sudah semena-mena menganggap orang-orang Islam sebagai orang yang menyukai kekerasan," papar Sunaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan perjalanan ke Yordania, ia memutuskan untuk mempelajari Islam dan mencari tahu pesan-pesan apa sebenarnya yang diajarkan Islam. Sunaku lalu mengunjungi Islamic Center di Tokyo dan meminta satu buah Al-Quran dengan terjemahan bahasa Jepang. Ia juga mendapat sebuah buku tentang kehidupan Nabi Muhammad Saw. Selanjutnya, secara rutin Sunaku belajar Islam di Islamic Center tersebut dengan bimbingan para ulama asal Jepang, Pakistan dan negara-negara Arab, hingga ia benar-benar menyadari bahwa Islam adalah agama kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunaku merasa keyakinannya bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta dan Pemelihara alam semesta, semakin teguh. "Makin banyak saya membaca tentang Islam, keyakinan dan pemahaman saya pada Islam makin kuat. Saya menemukan bahwa Islam-lah yang mengangkat derajat kaum perempuan dan membebaskan kaum perempuan secara intelektual," tukas Sunaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah enam bulan belajar Islam, Sunaku memutuskan untuk menjadi seorang muslimah dan mendeklarasikan dua kalimat syahadat. Ia mulai menunaikan salat lima waktu dan berpuasa di bulan Ramadan. Sunaku juga mulai menghapal surat-surat dalam Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah memberikan kemampuan pada saya untuk menghapal surat-surat pendek dalam Al-Quran. Saya tertarik pada bahasa Arab, sejak pertama kali saya mendengar bahasa itu. Makanya saya memutuskan untuk mempelajari bahasa yang indah itu. Saya mengambil kursus di bahasa Arab di Islamic Center di Tokyo, dan nanti saya ingin melanjutkannya ke Mesir dengan mengambil studi Islam ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya berdoa semoga Allah Swt. menjadikan saya dan kisah saya ini sebagai petunjuk bagi yang lainnya untuk menemukan cahaya Islam, karunia terbesar bagi orang yang menerimanya," tandas Sunaku. (kw/TTI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/sunaku-islam-kebahagiaan-yang-selama-ini-saya-impikan.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-7469486800087713118?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/7469486800087713118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/sunaku-islam-kebahagiaan-yang-selama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/7469486800087713118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/7469486800087713118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/sunaku-islam-kebahagiaan-yang-selama.html' title='Sunaku: Islam, Kebahagiaan yang Selama Ini Saya Impikan'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-5411978344524730901</id><published>2011-10-01T10:53:00.000+07:00</published><updated>2011-10-01T10:53:53.680+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Profesor Frankel: 20 Tahun Menuju Islam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-WUlNZ9y2Ais/ToaOnGlshFI/AAAAAAAADJ8/yayCrU3a5Lc/s1600/james-frankel2.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="275" width="375" src="http://1.bp.blogspot.com/-WUlNZ9y2Ais/ToaOnGlshFI/AAAAAAAADJ8/yayCrU3a5Lc/s400/james-frankel2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;James D. Frankel adalah seorang profesor bidang perbandingan agama dan sekarang mengajar di Universitas Hawai. Di universitas itu, Frankel juga mengajar mata kuliah tentang Islam dan ia sendiri adalah seorang mualaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kediamannya di Honolulu, Hawai, Profesor Frankel berbagi cerita tentang perjalanannya menjadi seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pindah ke Hawai dua tahun yang lalu, Frankel menetap di New York, kota tempat ia dilahirkan dan dibesarkan. Frankel tumbuh dalam lingkungan keluarga bahagia. Orang tuanya tidak menerapkan ajaran agama tertentu dan hanya menanamkan nilai-nilai moral, meski sebenarnya keluarga Frankel memiliki latar belakang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya koneksi yang pernah menghubungkannya dengan soal agama adalah nenek dari pihak ayahnya, yang masih menjalankan ajaran-ajaran agama Yahudi. Dari neneknya itulah, Frankel belajar sedikit tentang kisah-kisah dalam alkitab dan kisah-kisah nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua Frankel pernah mengirimnya ke sekolah Yahudi agar Frankel bisa belajar banyak tentang agama Yahudi. Tapi itu tidak berlangsung lama karena Frankel merasa tidak nyaman di sekolah itu, dan sebenarnya ia dikeluarkan dari sekolah karena terlalu banyak bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin itu sudah karakter saya. Sampai sekarang, sebagai seorang muslim dan seorang prfesor, saya tetap jadi orang yang banyak tanya," ujar Frankel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah ia tumbuh remaja tanpa basis ajaran agaman apapun. Di usia remaja, Frankel punya dua pengalaman yang menurutnya menjadi pengalaman hidup yang penting. Pada usia 13 tahun, Frankel membaca manifesto Karl Marx dan ketika itu ia memutuskan untuk menjadi seorang komunis. Ia terkesan dengan filosofi komunis yang menurutnya bisa menyejahterakan semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia itu juga, Frankel merasa untuk pertama kalinya mulai mendengar tentang agama Islam. Karena sekolah di sekolah internasional, Frankel punya teman dari berbagai negara. Salah satu teman baik Frankel saat itu seorang siswa muslim asal Pakistan. Temannya itu memberikan Al-Quran dan ingin Frankel membacanya.&lt;br /&gt;"Saya tidak mau kamu masuk neraka," ujar Frankel menirukan ucapan temannya saat memberikan Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frankel mengatakan, selama hidupnya ia tidak pernah memikirkan soal neraka. Ia hanya menerima Al-Quran itu dan menyimpannya di rak buku selama bertahun-tahun. Frankel tidak pernah membuka-bukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian, Frankel menjadi ragu dengan komunisme yang dianutnya setelah melihat bagaimana prinsip komunisme di praktekkan di banyak negara. Ia lalu memutuskan untuk tidak lagi menjadi seorang komunis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frankel mengungkapkan, sejak kecil sebenarnya ia sudah memikirkan tentang apa makna hidup ini sesungguhnya; mengapa ia ada di dunia ini, kemana ia akan menuju dan mengapa ada orang yang menderita. Tapi pikiran-pikiran hanya mengendap di kepalanya, hingga beranjak dewasa dan kuliah, Frankel hanya memfokuskan aktivitasnya pada belajar. Hingga ia mengalami hal yang akan membawa perubahan padanya, kematian nenek dimana Frankel pernah belajar tentang Alkitab dan kisah nabi-nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian Nenek yang Mendadak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman ini menggetarkan hati Frankel. Betapa tidak, sehari sebelum ia menerima kabar kematian sang nenek, Frankel dan neneknya sempat menikmati makam malam. Waktu itu, Frankel masih mahasiswa dan tinggal di Washington DS, ia mendapat kejutan berupa kunjungan nenek, bibi dan seorang sepupunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frankel menghabiskan waktu sepanjang sore berbincang-bincang dengan neneknya. Frankel menceritakan keinginannya untuk pindah kuliah dan memperdalam studi tentang China. Malamnya, Frankel, nenek, bibi dan sepupunya pergi keluar untuk makam malam. Frankel tidak melihat tanda-tanda bahwa itulah malam terakhir ia bertemu dengan neneknya. Setelah makan malam, Frankel diantar pulang ke asrama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi dinihari, Frankel dikejutkan oleh dering telepon dari sepupunya, mengabarkan bahwa nenek meninggal dunia. Franke kaget dan tak percaya. Sepupunya bilang, nenek terkena serangan jantung saat tidur. Frankel langsung terbayang kembali pertemuan dengan neneknya semalam, ia tak menyangka neneknya akan "pergi" secepat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frankel pulang ke New York untuk menghadiri pemakaman neneknya. Pemakaman dilakukan dengan tradisi Yahudi. Pada Rabbi yang memimpin pemakaman, Frankel menanyakan tentang tradisi yang dilakukan keluarga Yahudi saat salah satu anggota keluarga meninggal dunia. Ia menanyakan, mengapa saat pemakaman, Rabbi mengatakan bahwa nenek sudah diambil kembali oleh Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu dimana nenek sekarang? Setelah diambil Tuhan, kemana nenek pergi? kemana kita juga akan pergi, dan mengapa kita ada di dunia ini," tanya Frankel pada Rabbi ketika itu.&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan-pertanyaan itu, sang Rabbi, ungkap Frankel, melihat jam tangannya dan berkata, "Saya harus pergi" tanpa memedulikan betapa marahnya Frankel mengalami hal semacam itu, pertanyaan-pertanyaannya sama sekali tak dijawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari Kebenaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frankel mencoba mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya itu. Saat itu, usia Frankel masih 19 tahun. Ia mengunjungi komunitas Yahudi, tapi jawaban yang diberikan tidak memuaskannya. Orang-orang Yahudi itu mengatakan, Tuhan--yang ingin diketahui Frankel--adalah satu-satunya Tuhan milik orang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Frankel memutuskan untuk belajar sendiri. Ia mulai membaca isi Alkitab. Saat berkunjung ke Inggris, ia didekati oleh sejumlah orang penganut Kristen Evangelis. Tentu saja orang-orang itu ingin menarik Frankel sebagai penganut Kristen Evangelis, dan Frankel berpikir untuk mencobanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat membaca Alkitab, Frankel merasakan cinta yang kuat dan penghormatan terhadap Yesus. Tapi yang tidak bisa diterimanya, Alkitab menyuruhnya menerima Yesus sebagai Tuhan dan penyelamatnya. Bagi Frankel, Yesus tidak lebih seperti kakak kesayangan atau seperti seorang guru. Lagi-lagi Frankel merasa tidak menemukan jawaban yang memuaskan atas pertanyaan-pertanyaannya tentang ketuhanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frankel kembali mempelajari hal-hal lainnya, mulai dari filosofi agama Budha, filosofi Yunani, Romawi dan sejarah. Tapi semuanya belum menjawab pertanyaan Frankel. Saat kembali ke New York dari Inggris, Frankel bertemu dengan beragam pemuka agama. Ia mencoba berdiskusi dengan mereka soal agama, meski ia sendiri skeptis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi dengan Al-Quran dan Menjadi Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksinya pertama Frankel dengan Quran berawal ketika ia bertemu dengan para aktivis Nation of Islam. Salah seorang diantara aktivis itu memberinya salinan Surat Al-Kahf beserta terjemahannya. Frankel membawa salinan salah satu surah dalam Quran itu ke rumah, dan ia teringat akan Al-Quran yang pernah diberikan temannya enam tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frankel mulai membaca isi Al-Quran lembar demi lembar. Frankel merasakan sesuatu yang berbeda dibandingkan ketika ia membaca Alkitab. Membaca Quran, Frankel merasa Tuhan sedang bicara langsung padanya. Di satu titik, Frankel pernah sampai meneteskan air mata, merinding, ia merasa bulu kuduknya berdiri, saat membaca isi Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Januari 1990, Frankel bertemu dengan teman-temannya semasa sekolah menengah. Mereka minum kopi sambil berbincang menanyakan kabar masing-masing. Seorang teman yang tahu bahwa dulu Frankel adalah seorang komunis bertanya, "Apa yang kamu yakini sekarang?" dan spontan Frankel menjawab, "Yah, saya percaya pada Tuhan. Hanya ada satu Tuhan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban itu tentu saja membuat teman-temannya terpana. Mereka bertanya, darimana Frankel tahu bahwa Tuhan itu satu. Frankel menjawab, ia tahu dari Al-Quran. Salah seorang temannya yang muslim menanyakan apakah Frankel membaca Quran, dan oleh sebab itu, Frankel pun harus percaya bahwa Quran adalah pesan-pesan Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Frankel menjawab "ya", ia percaya Muhammad utusan Allah. Temannya lalu mengatakan, maka Frankel sudah menjadi seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frankel hanya tertawa mendengar perkataan temannya yang asal Pakistan itu. "Saya seorang muslim? Kamu yang muslim, kamu dari Pakistan. Saya cuma orang yang percaya pada Tuhan," tukas Frankel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi temannya bersikeras, "Tidak, kamu adalah seorang muslim. Kamu percaya tidak ada Tuhan selain Tuhan yang satu dan percaya bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Maka, kamu adalah seorang muslim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frankel syok mendengar perkataan sahabatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama beberapa hari kemudian, ia memikirkannya. Frankel memutuskan untuk menelpon Mansour, teman yang dulu memberinya Al-Quran. Mansour kuliah di Pennsylvania dan bekerja di Asosiasi Mahasiswa Muslim di sana. Frankel meminta Mansour mengirimkan literatur-literatur tentang Islam dan persyaratan untuk menjadi seorang muslim.&lt;br /&gt;Mansour mengiriminya sekira dua buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari buku-buku itu, Frankel membaca tentang rukum Islam, bagaimana caranya salat, wudu dan ucapan dua kalimat syahadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frankel mulai mempraktekkan salat diam-diam di kamarnya--karena waktu itu ia sudah tinggal lagi dengan orang tuanya--bahkan untuk pertama kalinya ia ikut berpuasa di bulan Ramadan. Kondisi itu berlangsung hampir 8 bulan, dan itulah kehidupan pertamanya sebagai muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frankel tak bisa menyembunyikan keinginannya lagi. Ia menceritakan semua pada orang tuanya bahwa ia ingin menjadi seorang muslim. Ibunya bereaksi keras, menangis dan menanyakan mengapa semua ini bisa terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Frankel dengan kedua orang tuanya jadi kaku. Frankel mencoba meyakinkan ayah ibunya bahwa ia menjadi mahasiswa dan manusia yang lebih baik setelah memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah, kedua orang tua saya akhirnya menerima keislaman saya. Buat saya, ini adalah perjalanan selama hampir 20 tahun dan hanya Allah yang tahu, bagaimana dan kemana semua ini akan berakhir," ujar Frankel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka pesan saya bagi para mualaf maupun mereka yang sudah lama menjadi muslim, untuk selalu bersabar dan lihatlah kejutan yang akan diberikan Allah pada kita, bukan dengan ketakutan tapi dengan cinta dan harapan," tukas Frankel. (kw/oi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/profesor-frankel-20-tahun-menuju-islam.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-5411978344524730901?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/5411978344524730901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/profesor-frankel-20-tahun-menuju-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/5411978344524730901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/5411978344524730901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/profesor-frankel-20-tahun-menuju-islam.html' title='Profesor Frankel: 20 Tahun Menuju Islam'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-WUlNZ9y2Ais/ToaOnGlshFI/AAAAAAAADJ8/yayCrU3a5Lc/s72-c/james-frankel2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-1881918144764226742</id><published>2011-10-01T10:39:00.002+07:00</published><updated>2011-10-01T10:39:36.608+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Pengakuan Kebenaran Islam Dalam Salah Satu Episode Oprah</title><content type='html'>Dalam episode yang ditayangkan siang itu, fokus pembicaraan adalah tentang diskriminasi rasialis terhadap umat Islam. Ceritanya, selama 30 hari penuh, seorang lelaki dari AS yang apriori terhadap Islam diajak tinggal bersama sebuah keluarga Muslim dan bahkan disuruh ‘menyamar’ sebagai seorang Muslim, lengkap dengan janggut dan pakaian gamis panjang seperti yang dipakai oleh orang-orang Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu misinya adalah mengenali kehidupan seorang Muslim yang sebenarnya dan merasakan sendiri bagaimana rasanya menjadi seorang Muslim yang sering menerima diskriminasi oleh orang lain di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, ia merasakan betul bagaimana pahitnya menjadi seorang Muslim yang dicurigai hanya lantaran janggut dan baju gamis, padahal semua tuduhan itu sama sekali tanpa bukti. Ia telah berkeliling kota dengan penampilan seperti itu, dan respon instan yang diberikan orang-orang terhadapnya sangat menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sebagian besar warga AS yang diajaknya bicara secara terang-terangan menolak untuk tidak mendiskriminasikan umat Islam karena mereka yakin betul bahwa semua Muslim adalah teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, 30 hari yang dihabiskannya bersama sebuah keluarga Muslim benar-benar menunjukkan sebaliknya. Ia merasa bahwa keluarga itu sangat harmonis, dan meskipun banyak kebiasaan yang tidak dipahaminya, namun ia mengakui bahwa banyak masalah bisa terpecahkan dengan ajaran Islam. menjelma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bagian yang paling menarik adalah ketika lelaki itu duduk dan mengobrol bersama istri sang tuan rumah berdua di sebuah ruangan. Kemudian sang tuan rumah datang dan mengatakan bahwa dalam Islam dijelaskan bahwa ketika dua orang lawan jenis yang bukan muhrim dan bukan suami istri berada dalam satu ruangan, maka akan ada pihak ketiga bersama mereka, yaitu syetan. Hal pertama yang dipikirkan oleh sang lelaki non-Muslim tersebut adalah bahwa prinsip ini benar-benar gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di hadapan Oprah dan semua penonton di studio saat itu, akhirnya ia mengakui bahwa prinsip hubungan antar lawan jenis dalam Islam seperti demikian itu sepertinya benar-benar bisa mengakhiri banyak masalah yang terjadi dalam pergaulan di AS yang serba bebas. Pencabulan, perzinaan, penyimpangan seksual, perselingkuhan, sampai penyebaran HIV / AIDS pun bisa dicegah dengan cara ini, lebih efektif daripada cara apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…dan saya pun terpana dengan mulut terbuka lebar mendengar pengakuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak pernah menyangka seorang non-Muslim akan dengan begitu beraninya mengakui kebenaran Islam di hadapan begitu banyak kamera televisi. Dan walaupun saya mengakui keberanian Oprah dalam mengangkat tema-tema yang kontroversial, saya tetap terpana melihat bagaimana ia berani menggiring acara talk show tersebut dengan cara yang amat objektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sekarang jelaslah tugas kita semua. Anda bisa melihat sendiri betapa buruknya citra Islam di mata banyak orang. Oprah telah membuka jalan bagi syiar Islam, yaitu dengan membuktikan bahwa keteladanan akan menghancurkan semua asumsi yang salah. Kalau mereka tidak mau percaya pada kata-kata, maka buktikanlah dengan perbuatan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktikanlah bahwa umat Islam bukan teroris! Kita harus membuktikan bahwa kita adalah sebenar-benarnya umat terbaik (khairu ummah) yang mampu memberikan solusi bagi seisi bumi. Kita harus menjadi bagian dari solusi, bukan justru menjadi beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita memang mampu memberikan solusi, asalkan kita terus berpegang pada Al-Qur’an dan Al-Hadits. Tidak ada petunjuk yang lebih jernih daripada keduanya. Sesungguhnya kebenaran adalah kebenaran. Tidak peduli ras mana pun, bangsa apa pun, atau bagaimana pun keadaannya, kebenaran akan selalu diterima sebagai kebenaran. Kalau mereka menolak, mungkin karena mereka belum melihat buktinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas kita sekarang adalah memberi pembuktian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://situslakalaka.blogspot.com/2011/05/pengakuan-kebenaran-islam-dalam-salah.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-1881918144764226742?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/1881918144764226742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/pengakuan-kebenaran-islam-dalam-salah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/1881918144764226742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/1881918144764226742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/pengakuan-kebenaran-islam-dalam-salah.html' title='Pengakuan Kebenaran Islam Dalam Salah Satu Episode Oprah'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-2262520457623803918</id><published>2011-10-01T10:30:00.000+07:00</published><updated>2011-10-01T10:30:42.643+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Awalnya Saya Belajar Al Quran untuk Serang Pendapat Teman</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-qh4lmEdd_ac/ToaJFEWt6jI/AAAAAAAADJk/4orD7I3UT5A/s1600/Myriam1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="267" width="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-qh4lmEdd_ac/ToaJFEWt6jI/AAAAAAAADJk/4orD7I3UT5A/s400/Myriam1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saya adalah Mahasiswa pascasarjana Oxford University bidang Politik Timur Tengah yang memeluk Islam pada tahun 2003 lalu saat usiaku 21. Bagiku (Myriam Francois Cerrah), Alquran adalah puncak perenungan filosofis. Alquran pula yang kemudian mengantarkanku pada Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, awalnya saya yang sarjana filsafat lulusan Universitas Cambridge membuka Alquran dengan "marah". Saya sering berdiskusi soal Tuhan dengan teman kuliah. Sang teman, menggunakan dalil ketuhanan sesuai apa yang disebutkan dalam konsep Islam. Dan saya mempelajarinya sebagai bagian dari upaya untuk membuktikan pendapat teman saya yang seorang Muslim itu salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya mulai aktif membaca dengan pikiran yang lebih terbuka. Pembukaan Al Fatihah, dengan alamat untuk seluruh umat manusia betul betul mencengangkan saya. "Dalam Islam, seluruh tindakan manusia, dia sendiri yang akan menanggung konsekuensinya. Itulah pentingnya dia mengambil jalan lurus, jalan Tuhan,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia yang diatur oleh relativisme, bagi saya hanya ada dua panduan: moral objektif dan landasan moralitas. "Sebagai seseorang yang selalu memiliki minat dalam filsafat, Alquran terasa seperti puncak dari semua renungan filosofis saya. Hal ini dikombinasikan Kant, Hume, Sartre dan Aristoteles. Entah bagaimana berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan filosofis mendalam yang diajukan selama berabad-abad tentang eksistensi manusia dan menjawab satu yang paling mendasar, "mengapa kita di sini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Nabi Muhammad, saya mengenalinya sebagai seorang pria yang ditugaskan dengan misi penting, seperti para pendahulunya, Musa, Isa, dan Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin lama saya belajar Alquran, makin besar keinginan saya untuk menganut agama Islam. Tujuan semula, mendebat argumentasi teman, berubah menjadi pengakuan, "Kamu benar tentang agamamu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mau buang waktu, saya segera bersyahadat. "Beberapa teman dekat saya melakukan yang terbaik untuk mendukung saya dan memahami keputusan saya. Saya tetap sangat dekat dengan beberapa teman masa kecil saya dan melalui mereka saya mengakui universalitas pesan Ilahi, bahwa nilai-nilai Tuhan bersinar melalui perbuatan baik manusia, Muslim maupun bukan,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya konversi keimanana bukan sebagai 'reaksi' terhadap, atau oposisi terhadap budaya Barat. "Sebaliknya, itu merupakan validasi dari apa yang selalu saya pikirkan," seraya mengkritik beberapa masjid di Inggris yang menutup pintu dialog tentang ketuhanan dan terlalu dogmatis. "Catat: aturan dan protokol mereka banyak yang membingungkan dan malah bikin stres."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak segera mengidentifikasi dengan komunitas Muslim. Saya menemukan banyak hal aneh dan banyak sikap membingungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pendapat saya, adalah tugas Muslim untuk membuat Islam tampil tidak sebagai agama yang asing. Dan kini, saya menjadi bagian untuk turut mengemban tugas itu. "Menjadi Muslim, tidak berarti kita kehilangan semua jejak diri kita sendiri. Islam adalah validasi yang baik dalam diri kita dan sarana untuk memperbaiki yang buruk," (republika.co.id)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-2262520457623803918?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/2262520457623803918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/awalnya-saya-belajar-al-quran-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/2262520457623803918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/2262520457623803918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/awalnya-saya-belajar-al-quran-untuk.html' title='Awalnya Saya Belajar Al Quran untuk Serang Pendapat Teman'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-qh4lmEdd_ac/ToaJFEWt6jI/AAAAAAAADJk/4orD7I3UT5A/s72-c/Myriam1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-6224850118874920917</id><published>2011-10-01T10:17:00.000+07:00</published><updated>2011-10-01T10:17:12.853+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Kisah Taubat Seorang Peragawati dari Negeri Barat</title><content type='html'>Febian, seorang peragawati model busana dari Perancis. Ia seorang pemudi yang berusia dua puluh delapan tahun. Saat ia tenggelam dalam ketenaran dan hangar bingarnya duniawi, hidayah Allah menghampirinya. Sehingga ia menarik diri dan meninggalka dunianya yang gelap itu. Lalu pergilah ke Afghanistan, untuk bekerja pada camp perawatan para mujahidin Afghan yang terluka, di tengah-tengah kondisi yang keras dan hidup yang sulit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Febian berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seandainya, jika bukan karena karunia Allah dan kasih sayang-Nya kepadaku, niscaya hidupku akan hilang di dalam dunia. Banyak manusia yang mengalami kemunduran seakan mereka adalah binatang, semua keinginannya hanyalah untuk memuaskan hawa nafsu dan tabiatnya yang tidak berharga”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia menceritakan kisahnya, sebagai berikut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sejak masa kecil, aku selalu bermimpi ingin menjadi perawat yang baik. Bekerja untuk meringankan beban penderitaan pada anak-anak kecil yang sakit. Seiring dengan berjalannya waktu, aku mencapai dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah aku merawat kecantikan wajah dan postur tubuhku yang bagus. Semua teman-temanku memberikan dorongan –termasuk keluargaku- agar meninggalkan impian masa kecilku, dan memanfaatkan kecantikan wajahku dalam pekerjaan yang dapat mendatangkan keuntungan materi yang banyak, ketenaran dan gemerlapnya dunia, serta impian apa saja yang menyenangkan, bahkan sekalipun hal-hal yang mustahil diraih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan untuk menuju itu terasa mudah. Atau memang seperti itulah yang nampak bagiku. Sehingga dengan cepat aku menjadi orang yang terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai macam hadiah yang mahal dan belum pernah aku membayangkannya berdatangan silih berganti membanjiri tempatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi semua itu harus aku bayar dengan harga yang sangat mahal…..&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan itu, aku harus bisa melepaskan diri dari fitrafku sebagai manusia. Syarat kesuksesan dan keberhasilanku itu, harus menghilangkan rasa malu yang selama ini melekat dalam diriku. Menghilangkan kecerdasanku, aku enggan belajar apapun kecuali gerakan-gerakan tubuhku dan alunan musik. Selain itu, aku juga harus mengharamkan bagi diriku segala makanan lezat , mengkosumsi berbagai multivitamin kimiawi. Obat penambah tenaga dan obat penumbuh semangat. Sebelum itu semua, aku harus menghilangkan naluriku sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak memiliki benci…., tidak memiliki rasa cinta…, tidak memiliki rasa untuk menolak segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh! Rumah-rumah model busana itu telah menjadikan diriku seperti patung yang bergerak. Tujuannya hanyalah menyia-nyiakan hati dan akal. Aku dididik menjadi manusia yang dingin, keras, angkuh, hatiku kering. Diriku hanyalah seakan kerangka (badan) yang mengenakan pakaian. Aku menjadi benda mati yang bergerak: tersenyum namun tidak merasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena itu bukan aku saja yang mengalami, bahkan setiap kali seorang peragawati sukses dalam melepaskan dirinya dari sifat kemanusiaannya, nilainya akan bertambah dalam dunia yang dingin, angkuh dan sombong itu. Jika mereka tidak mengikuti pelajaran-pelajaran dalam busana model itu, dirinya pasti dihadapkan dengan berbagai bentuk siksaan jiwa, dan juga jasmani…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah berkeliling ke seluruh penjuru dunia sebagai peragawati. Rancangan model busana terbaru dengan semua apa yang ada di dalamnya: tabarruj (berhias ala jahiliyah, mempertontonkan aurat dan sejenisnya), dan tipuan, mengikuti kehendak-kehendak setan serta menampakkan hal-hal yang menarik dalam diri wanita tanpa rasa gelisah atau malu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Febian melanjutkan ceritanya, dan berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selama itu, aku tidak pernah merasakan keindahan model pakaian yang terbalut di atas badanku yang kosong, -kecuali udara dan kerasnya hati-. Pada saat itu aku merasakan pandangan mereka yang merendahkan terhadap diriku sebagai manusia. Mereka hanya menghargai terhadap apa yang aku kenakan dan gerakan tubuhku. Setiap aku bergerak dan berlenggok, mereka selalu berkata, “Seandainya.” Setelah masuk Islam, aku baru tahu bahwa kalimat ‘seandainya’ hanyalah membuka pintu perbuatan setan. Sungguh, hal itu adalah benar, karena kami telah hidup di alam kehinaan dengan segala dimensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakalah, bagi orang yang mengalaminya dan berusaha cukup dengan pekerjaannya saja”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai perubahan Febian yang drastis, dari kehidupan berfoya-foya dan sia-sia menuju kehidupan yang lain (berkah), dia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat itu, kami sedang dalam perjalanan di Beirut yang hancur. Di tengah kehidupan yang carut marut itu, aku melihat banyak orang sedang membangun hotel-hotel berbintang dan rumah-rumah yang megah. Kemudian aku melihat sebuah rumah sakit anak-anak di Beirut. Aku tidak sendirian, ada beberapa teman wanitaku dari patung-patung manusia. Mereka cukup melihat tanpa ada rasa peduli, seperti kebiasaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dalam masalah ini, aku tidak bisa sama dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh- melihat kenyataan itu, pada deti itu pula, terasa hilang kepopuleran, kemuliaan dan kehidupanku yang palsu. Lalu aku menuju anak-anak kecil yang sakit, berusaha menyelamatkan mereka yang masih hidup. Aku tidak kembali kepada teman-temanku di hotel, padahal disana kamera sedang menantiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hari itu, mulailah perjalananku dengan membawa misi kemanusiaan, hingga aku menemukan jalan menuju cahaya hidayah, yaitu Islam. Aku tinggalkan kota Beirut, lalu aku pergi ke Pakistan. Saat di perbatasan Afghanistan, sungguh aku merasakan hidup yang sebenarnya, aku belajar bagaimana menjadi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama delapan bulan aku di sana, membantu keluarga yang kesusahan karena perang. Aku merasa hidup bahagia bersama mereka. Mereka memperlakukan aku dengan baik. Sejak aku memeluk Islam, kebahagiaanku semakin bertambah. Aku rela ia sebagai agama dan undang-undang dan sistem kehidupanku. Dan, aku juga rela hidup bersama keluarga wanita Afghanistan dan Pakistan, dan cara mereka yang religius dalam kehidupan mereka sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku mulai belajar bahasa Arab, yaitu bahasa Alquran. Dalam hal ini, aku telah berhasil mendapatkan kemajuan yang berarti, padahal dahulu aku adalah seorang peragawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ilmu itu, kehidupanku sejalan dengan landasan-landasan Islam dan kerohaniannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Febian menuturkan respon negatif dari rumah-rumah busana model dunia itu, setelah ia mendapatkan hidayah. Mereka berusaha dengan berbagai upaya menghalanginya dengan tekanan-tekanan materi secara intensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengirim barang-barang berharga yang berlipat ganda melebihi dari gajinya setiap bulan, bahkan hingga tiga kali lipat. Mereka selalu mengirimkan berbagai macam hadiah yang mahal kepadanya, agar dia kembali kepada kehidupan semula dan keluar dari Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dia selalu menolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melanjutkan dengan ceritanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akhirnya mereka berhenti membujukku. Tetapi mereka terus berusaha untuk membuat jelek diriku didepan keluarga wanita Afghanistan. Mereka melakukan itu dengan menyebarkan sampul-sampul majalah yang bergambar diriku saat pekerjaanku masih menjadi peragawati. Mereka menggantungkannya di jalanan, seakan-akan mereka merasa tersiksa dengan taubatku. Itu mereka lakukan agar terjadi fitnah antara aku dan keluargaku yang baru, tetapi keinginan mereka itu sia-sia, Alhamdulillah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Febian memandang tangannya dan berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidak pernah menyangka, tanganku yang selama ini selalu ku jaga kehalusannya, aku gunakan untuk pekerjaan yang sulit ini di tengah-tengah gunung. Tetapi kesulitan ini menmbah kesucian tanganku, dan insya Allah akan ada balasan yang baik disisi Allah subhanahu wata’ala, Insya Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah Qiblati Vol.01/ No. 08 , hal 80-84 April-Mei 2006 / Rabi’ul Awwal 1427 H&lt;br /&gt;http://kisahmuslim.com/kisah-taubat-seorang-peragawati-dari-negeri-barat/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-6224850118874920917?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/6224850118874920917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/kisah-taubat-seorang-peragawati-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/6224850118874920917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/6224850118874920917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/kisah-taubat-seorang-peragawati-dari.html' title='Kisah Taubat Seorang Peragawati dari Negeri Barat'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-7879404380612509741</id><published>2011-10-01T10:03:00.002+07:00</published><updated>2011-10-01T10:03:57.814+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Ketika Hidayah Islam Merengkuh Jiwaku</title><content type='html'>Namaku Erlina, aku ingin berbagi cerita kepada saudariku muslimah, bukan untuk mengajarkan tentang fiqih atau hadits atau hal lainnya yang mungkin ukhti muslimah telah jauh lebih dulu mengetahuinya daripada aku sendiri. Karena di masa lalu, aku beragama Kristen…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil aku beserta kedua adikku dididik secara kristen oleh kedua orangtuaku, bahkan aku telah dibaptis ketika masih berumur 3 bulan dan saat berusia 18 tahun aku telah menjalani sidhi, yaitu pengakuan setelah seseorang dewasa tentang kepercayaan akan iman kristen di depan jemaat gereja. Aku juga selalu membaca Alkitab dan membaca buku renungan –semacam buku kumpulan khotbah– bersama keluargaku di malam hari. Seluruh keluargaku beragama Kristen dan termasuk yang cukup taat dan aktif. Bahkan dari keluarga besar ayah, seluruhnya beragama Kristen dan sangat aktif di gereja sehingga menjadi pemuka dan pengurus gereja. Sedang dari keluarga ibu, nenekku dulunya beragama Islam, namun kemudian beralih menjadi Katholik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil aku adalah anak yang sangat aktif dalam kegiatan keagamaan. Tentu saja kegiatan keagamaan yang aku anut saat itu beserta keluarga besarku. Kecintaanku pada agama Kristen demikian kuat mengakar dan terus bertambah kuat seiring pertumbuhanku menjadi wanita dewasa. Sedari kecil aku sangat rajin ikut Sekolah Minggu, bahkan hampir tidak pernah absen. Aku selalu ingin mendengarkan cerita agama Kristen atau cerita dari Alkitab di Sekolah Minggu. Setiap pelajaran Sekolah Minggu kucatat dalam sebuah buku khusus. Cerita-cerita tersebut kuhafal sampai detail, sehingga setiap perayaan Paskah dan Natal aku selalu menjadi juara lomba cerdas tangkas Sekolah Minggu. Pernah suatu ketika, karena aku sering sekali menang, seorang juri memberikan tes tersendiri. Hal ini untuk memastikan bahwa aku layak mendapatkan juara pertama, apalagi saat itu aku masih lebih muda dari peserta dan juara lainnya. Ternyata aku bisa menjawab pertanyaan juri tersebut. Akhirnya aku tetap mendapatkan hadiah, namun hadiah khusus di luar juara satu sampai tiga. Kebijakan ini untuk memberikan kesempatan pada peserta lain untuk menjadi pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku menginjak usia SMP dan SMA, aku tetap aktif dalam kegiatan persekutuan remaja dan pemuda di sekolah. Aku juga aktif di tingkat yang lebih besar yaitu kegiatan persekutuan antar siswa Kristen dari sekolah-sekolah se-kota Magelang, juga persekutuan remaja di gereja. Bahkan aku juga ditunjuk menjadi ketua persekutuan remaja di gereja. Setiap minggu aku disibukkan dengan kegiatan persekutuan, mempersiapkan acara, topik, pembicara, membuat undangan dan menyebar undangan. Aku tidak pernah bosan mengundang rekan-rekan untuk hadir. Walaupun aku tahu ada di antara mereka yang malas hadir, aku tetap memberikan undangan kepada mereka. Betapa semangatnya aku saat itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus SMA, aku meneruskan kuliah di FKG UGM. Dan seperti sebelum-sebelumnya, aku kembali aktif di kegiatan keagamaan (Kristen). Kali ini aku mengikuti kegiatan persekutuan mahasiswa di FKG dan di tingkat UGM. Aku sangat senang dan menikmati kegiatanku tersebut saat itu. Bermacam-macam aktifitas, perayaan Natal, Paskah, panitia lomba vokal grup lagu gerejawi dan lainnya aku ikuti. Aku sering mengajak teman-teman-teman satu kos untuk menyanyi bersama lagu-lagu gerejawi di kos, berdiskusi pemahaman kitab dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata keaktifanku dalam kegiatan keagamaan ini semakin masuk ke dalam ketika aku diajak bergabung dengan pelayanan “Para Navigator”. Pesertanya sebagian besar mahasiswa. Di sini kami belajar banyak hal tentang kekristenan, dibimbing oleh pembimbing rohani dalam satu kelompok, mengadakan diskusi pemahaman Alkitab setiap minggu dengan menggunakan buku panduan seperti kurikulum yang bertingkat dari dasar ke tingkat tinggi. Di sini kami juga diajarkan dan diminta untuk menghafal ayat-ayat Alkitab –dengan diberikan panduan berupa kartu yang berisi ayat untuk dihafalkan-, dan setiap minggu harus bertambah ayat yang kami hafal. Akhirnya aku dapat menyelesaikan paket kurikulum dan diminta membimbing anak rohani. Metode pelayanan ini biasa dikenal dengan metode sel, belajar berkelompok, kemudian berkembang dengan masing-masing anggota yang akan memiliki anak-anak lain untuk dibimbing, sehingga orang-orang yang terlibat di dalamnya akan berkembang dan bertambah banyak. Dalam pelayanan ini, terkadang kami pun diajarkan dan dianjurkan untuk berdakwah mengajak orang lain mengenal dan mengikuti ajaran Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa, setelah aku masuk stase (tingkatan) klinik, mulai ada beberapa teman (muslim) yang mendekati dan ingin memperkenalkan Islam kepadaku. Reaksiku? Jelas marah dan kutolak mentah-mentah. Pernah juga aku dipinjami Al-Qur’an dan diminta untuk membacanya oleh seorang teman. Sungguh aku sangat marah terhadapnya sampai-sampai aku tak ingin berbicara dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya aku bertemu dengan dia –sebut saja A– yang alhamdulillah kini telah menjadi suamiku. Kalau teman-teman lain ingin memperkenalkan Islam dengan cara langsung dengan Al-Qur’an dan hal-hal lainnya yang jelas-jelas berbau Islam, maka A mengenalkan Islam dari sisi yang beraroma Kristen. Dan aku sangat antusias saat itu. Apalagi ia menyatakan bahwa jika Kristen lebih benar dari Islam, maka dia akan mengikuti agama Kristen. Kesempatan emas! Pikirku. A juga banyak bertanya tentang Bible, bahkan ia katakan telah tamat membaca Alkitab Perjanjian Baru sebanyak tiga kali! Aku pikir, orang ini benar-benar tertarik akan agama Kristen. Aku saja belum pernah membaca dari awal hingga akhir kitab tersebut secara berurutan. Aku semakin bersemangat saat itu. Banyak yang dia ketahui tentang Alkitab Kristen dan tentang Kristen. Ternyata sejak kecil ia bersekolah di sekolah Katholik dan mempelajari agama Katholik serta sejarahnya, dan ketika ia kuliah di UGM, ia juga terkadang berkunjung ke toko buku Kristen untuk membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang terjadi selanjutnya ternyata di luar dugaanku. A memang banyak tahu tentang agamaku, namun ia juga memiliki pengetahuan tentang Islam. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang diajukan olehnya dan berkaitan dengan agamaku, yang terkadang pertanyaan itu begitu mudah, namun aku sangat kesulitan menjawabnya. Diskusi-diskusi yang kami lakukan membuat kami menjadi dekat. Aku pun telah lulus kuliah dan bekerja. Begitu pula A, hanya saja dia bekerja di Jakarta. Namun, kami masih terus melanjutkan diskusi tentang agama Kristen yang telah kami lakukan sebelumnya. Ya… masih berlanjut seperti itu, pengenalan tentang agama Islam yang dilakukan dengan cara tidak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari diskusi-diskusi itulah ia terkadang memasukkan sentilan Islam secara tidak langsung dan tidak aku sadari (karena pertanyaan dan hal-hal yang didiskusikan sebenarnya telah jelas jawabannya di Islam). Banyak bentrok di antara kami dalam diskusi tersebut. Kadang bahkan membuat aku marah, menangis, jengkel. Namun diskusi itu terus berlanjut. Masih ada rasa penasaran, jengkel dan marah yang berbaur menjadi satu. Namun… banyak sekali pertanyaan darinya yang tidak bisa aku jawab. Akhirnya A mengusulkan agar meminta pendeta yang ahli untuk diajak diskusi bersama. Wah!! Betapa senangnya aku mendengar sarannya itu. Orang ini benar-benar bersemangat belajar Kristen. Aku sangat berharap akhirnya nanti dia bisa beragama Kristen. Rasanya bahagia jika aku berhasil membuat ia mengikuti iman Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sebab tersebut, aku mencari dan menghubungi pendeta yang terkenal, senior dan sangat berkualitas di Jogja. Sebut saja pendeta X. Aku berharap pendeta X dapat membantuku ‘memberi pelajaran’ tentang Kristen kepada A. Keluargaku pun ikut bersemangat dan sangat mendukung rencanaku ini. Saat itu, aku bersyukur bapak pendeta ini mau dan bersedia membantu rencanaku. Akhirnya, kami melakukan diskusi bertiga. Keadaannya saat itu, bukanlah sebagaimana seseorang yang ingin saling berdebat antar agama. Tidak. Kondisi saat itu, baik A maupun aku sama-sama sebagai orang yang belajar dan mencari kebenaran. Walaupun tidak ada pernyataan sebagaimana yang A lakukan bahwa jika Islam lebih benar aku akan mengikuti agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah kami berdiskusi setiap pekan di hari Sabtu. Beberapa pertanyaan yang A ajukan antara lain adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan dan bagaimana cara Yesus berpuasa? Mengapa orang Kristen tidak berpuasa?&lt;br /&gt;Tentang penghapusan hukum Taurat (Yesus menolak membasuh tangan sebelum masuk rumah).&lt;br /&gt;Benarkah kisah yang menceritakan Yesus berdoa dengan bersujud? Dan bagaimana orang Kristen berdoa saat ini? Dahulu, orang Yahudi termasuk Yesus dikhitan. Mengapa orang Kristen sekarang tidak? Pendeta menjawab, orang Kristen ada yang berkhitan tapi bukan untuk mengikuti hukum Tuhan (Taurat), tetapi untuk alasan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa orang Kristen tidak mengenal najis? Padahal hal najis di Taurat lebih berat daripada hukum Islam. Pendeta menjawab, dalam Kristen hal itu tidak perlu karena di dalam tubuh kita juga ada najis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah surga itu bertingkat-tingkat menurut Kristen?&lt;br /&gt;Pendeta menjawab, “Tidak, dalam Kristen surga tidak bertingkat-tingkat.”&lt;br /&gt;Lalu kami bertanya, “Mengapa dalam injil dikatakan ada surga rendah dan surga tinggi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat ramalan dalam Alkitab tentang kedatangan anak manusia ‘Ia akan berada di perut bumi tiga hari tiga malam’ seperti kejadian nabi Yunus di dalam perut ikan. Siapakah dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeta menjawab, “Jelas ramalan untuk Yesus setelah kematian di kayu salib dan dikubur di gua.”&lt;br /&gt;Akhirnya kami bertiga sama-sama menghitung. Dan berkali-kali, hasil perhitungan itu adalah dua hari dua malam atau maksimal adalah tiga hari dua malam dengan konsekuensi memasukkan hari minggu sebagai satu hari penuh, padahal minggu pagi –sebelum matahari terbit- , kubur Yesus telah kosong. Karena perhitungan tersebut tidak cocok dengan ramalan tiga hari tiga malam, pertanyaan tersebut ditunda untuk didiskusikan pekan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kami datang pekan berikutnya, pendeta sudah memiliki jawaban, yaitu perhitungan hari orang Yahudi berbeda dengan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu kami tercengang, heran namun akhirnya tersenyum mengerti bahwa sebenarnya pertanyaan ini tidak dapat dijawab oleh sang pendeta. Padahal kejadian nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam gua selama tiga hari tiga malam mestinya lebih bisa menjawab ramalan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, saudariku… sebenarnya masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang kami diskusikan saat itu. Kiranya ini cukup untuk menggambarkan diskusi yang terjadi saat itu. Pertanyaan-pertanyaan kami bukanlah pertanyaan yang berat yang berkaitan dengan akidah. Bukan tentang trinitas ataupun ketuhanan Yesus. Namun, itupun banyak yang tidak terjawab. Dan dalam diskusi ini, A tidak pernah mendebat dengan dalil-dalil Islam, Al-Qur’an dan hadits. Sehingga memang terkesan bahwa kami berdua sedang berguru kepada pendeta tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak pernah berdebat, menyalahkan atau mempermalukan beliau. Kami tetap hormat, dan pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan berkesan layaknya konfirmasi, “Apakah ini benar”, “Mengapa seperti ini”, dan semacamnya, kemudian menilai jawaban yang pendeta tersebut berikan. Dan jika kami tahu sebenarnya beliau tidak dapat menjawab pertanyaan kami, dan tampak jawabannya dipaksakan, tidak logis (seperti tentang ramalan tiga hari tiga malam), maka kami hanya tersenyum dan tidak memperpanjang pembahasan hal tersebut. Saat itu, pendeta tersebut menganjurkan agar kami membaca buku karangan seorang Pastor yang berjudul Gelar-Gelar Yesus. Namun, aku malah mendapati, si pengarang justru mengatakan bahwa di Alkitab tidak ada yang secara langsung menyebutkan bahwa Yesus itu Tuhan dan dia tidak pernah menyatakan diri sebagai Tuhan. Sehingga anjuran ini justru menjadi semakin menambah pertanyaanku dan memperbesar keraguanku akan iman Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diskusi berlangsung beberapa kali, pendeta tersebut minta maaf karena tidak bisa melanjutkan diskusi lagi karena akan pergi ke luar negeri selama beberapa waktu. Beliau merekomendasikan dua orang pendeta untuk menggantikan posisi beliau selama beliau tidak ada. Pendeta pertama adalah seorang yang dulunya beragama Islam namun keluar (murtad) dari agama Islam dan menjadi pendeta. Saat kami mendatangi rumah pendeta ini, dari pembicaraan dengannya terkesan bahwa beliau menolak dan menghindar dengan alasan yang tidak jelas. Pendeta kedua adalah seorang doktor teologia ahli perbandingan agama dan memiliki kedudukan yang cukup tinggi di sebuah universitas. Karena kesibukan dan kedudukan beliau inilah, kami agak kesulitan menemui beliau. Ketika akhirnya kami berhasil menemuinya, ternyata beliau keberatan dan tidak bersedia berdiskusi bersama kami dengan alasan sibuk. Pendeta kedua ini menyarankan agar kami kembali berdiskusi dengan pendeta X. Karena proses diskusi ini (yang tadinya aku berharap begitu banyak para pendeta ini dapat memberi pelajaran pada A) ternyata sedikit terhambat, akhirnya aku mendatangi pendeta X seorang diri. Aku menceritakan semua hal berkenaan dengan latar belakang diskusi ini dan aku memohon kepada beliau untuk membantuku meneruskan proses diskusi dengan A. Sayangnya… ternyata beliau menolak permintaanku dengan alasan yang tidak jelas –bahkan bisa dikatakan tanpa alasan-. Sebagaimana harapan besar lainnya – yang jika tertumpu pada seseorang namun ternyata tidak dipenuhi oleh orang tersebut-, maka kekecewaan yang besar pun kurasakan waktu itu. Ketika aku pamit pulang, pendeta tersebut masih sempat berpesan kepadaku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apapun yang terjadi, jangan sampai kamu menikah dengan dia (A). Kalau dia tidak mau masuk agama Kristen, pertahankan imanmu (iman Kristen).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gundah, bingung, sedih, dan kekecewaan yang menumpuk, semua bergumul menjadi satu setelah mendapat berbagai penolakan dari pihak-pihak yang aku harapkan dapat membantuku memberi penjelasan tentang agama Kristen ini kepada A. Bahkan pihak-pihak ini adalah orang yang kuanggap pakar dan ahli sehingga dapat membantuku menjawab dan menjelaskan tentang agama Kristen kepada A. Aku pun merasakan sesuatu yang janggal dari pesan terakhir dari pendeta X. Aku simpulkan bahwa sebenarnya mereka tidak memiliki argumen dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dan aku merasakan bahwa ada sesuatu yang kurang dari agama ini (Kristen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itulah, aku berusaha melihat dan menilai Islam dan Kristen sebagai dua agama yang sejajar kedudukannya, dan aku berusaha berada pada posisi netral seakan-akan sedang menjadi juri untuk keduanya. Berat dan tertekan. Itu yang aku rasakan ketika harus bergumul dan berusaha keras untuk melepaskan diri dari doktrin Kristen. Doktrin yang telah aku cintai sejak kecil dan telah kuikat secara sungguh-sungguh. Namun, dari sinilah aku mulai membuka diri dengan selain Kristen. Aku baru bisa mulai mempelajari seperti apa Islam sebenarnya. Kesan pertama yang kudapatkan dalam penilaianku adalah, ‘Apa yang jelek dari Islam? Kelihatannya ajarannya ok ok saja.’ Sambil melakukan ini, aku tetap terus membaca Alkitab Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, A mengajukan suatu ayat dalam Alkitab yang mengatakan, ”Jangan sampai kita sudah setiap hari menyeru ‘Tuhan-Tuhan,’ tetapi tidak selamat seperti yang tertulis dalam Injil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata ini terpatri dalam benakku. Malam harinya, aku mencari ayat itu dalam Alkitab dan menemukannya, yaitu pada Matius 7:21, yang isinya, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan!’ akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-ku yang di sorga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku termenung seakan-akan tak percaya yang aku baca. Perlahan-lahan ‘ku tutup Alkitab yang sedang kubaca tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya dan hari-hari sesudahnya terasa seperti hari penuh perenungan untuk pikiran dan benakku. Walaupun aku (berusaha) beraktifitas seperti biasa, namun pikiranku tidak tenang memikirkan ayat tersebut. Untuk meyakinkan diriku, ‘ku baca kembali ayat tersebut berulang-ulang, namun ternyata aku justru menjadi ketakutan setelah memikirkan makna yang terkandung di dalamnya. Sepertinya ayat ini sangat berkaitan dengan apa yang telah aku lakukan selama ini, dan aku takut ternyata aku termasuk yang pada akhirnya tidak masuk surga. Jangan-jangan apa yang kulakukan selama ini walaupun dengan kecintaan dan kesungguhan dan penuh perjuangan adalah hal sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, aku mulai tertarik dengan Islam dan menjadikannya alternatif pengganti agamaku. Aku mulai bekerja di luar kota Yogyakarta di sebuah Puskesmas di Banjarnegara. Sendirian… tanpa sanak saudara ataupun teman dekat dan sahabat yang dapat kuajak diskusi tentang Islam. Aku belajar tentang Islam dari pengajian-pengajian masjid di desa yang terdengar dari pengeras suara atau acara desa dan kecamatan yang biasanya terdapat sentilan tentang ajaran Islam. Dan tentu saja tak ketinggalan, aku belajar dari diskusi yang sangat sangat banyak dengan A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada akhirnya, A menawarkanku untuk masuk Islam, dan akupun menyetujuinya walaupun tidak langsung melaksanakannya. Aku masih terus berdiskusi, belajar dan berpikir sehingga aku benar-benar merasa yakin dan mantap untuk memeluk agama Islam. Dan ketika keyakinan ini bertambah kuat, aku merasa ada kebutuhan mendesak yang harus kulakukan, yaitu aktifitas menyembah Allah. Rasanya keyakinanku akan sia-sia dan terasa hampa jika tidak ada aktifitas ibadah yang harus aku lakukan untuk menyembah Allah. Namun, aku sama sekali belum bisa cara beribadah yang ada pada Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat orang sholat di televisi dan memperhatikan teman sholat, akhirnya aku berusaha meniru gerakan sholat. Tentu saja segala sesuatunya masih kacau saat itu. Dengan hanya memakai piyama tidur (tanpa tahu ada aturan harus menutup seluruh aurat saat shalat) menggelar selimut untuk dijadikan sajadah, dan berdiri tidak mengetahui harus menghadap kemana, aku sholat. Ya! Aku sholat! Hanya dengan tiga kalimat yang aku ketahui, bismillahirrahmanirrahim, allahu akbar, dan alhamdulillah dan dengan gerakan yang tanpa urutan dan aturan. Rasanya melegakan karena aku melepaskan keinginan untuk menyembah satu Ilah dan hanya Ilah inilah yang harus aku sembah. Aku lakukan ini berkali-kali tanpa diketahui oleh siapapun. Aku masih belum mengetahui tentang pembagian sholat yang lima waktu. Aku masih sendirian saat itu, menjadi kepala Puskesmas, dan aku pun masih merahasiakan statusku dari siapapun termasuk staf di kantor bahkan Si A tidak tahu kalau aku melakukan sholat karena aku masih malu, takut dan masih menutup diri. Sehingga tidak ada seorangpun yang dapat mengajariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah waktunya…&lt;br /&gt;Aku dan A memberanikan diri datang kepada orangtuaku. Di situ, A mengutarakan keinginanku untuk memeluk agama Islam kepada orangtuaku. Dapat dibayangkan apa yang terjadi. Kekagetan luar biasa, marah, tidak percaya mengelegak keluar. Orangtua memintaku mengutarakan sendiri hal tersebut, dan aku pun mengatakan hal yang sama, “Aku ingin masuk Islam.” Mereka tetap tidak percaya dan memintaku memikirkannya kembali. Aku kembali ke Banjarnegara dan A juga kembali ke Jakarta tempat ia bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian, Bapak, Ibu dan adikku menemuiku di Banjarnegara. Menanyakan kembali keputusan akhirku. Saat itu, aku meminta A menemaniku, karena aku dalam kondisi sangat takut dan kalut. Jawabanku pun tetap sama, “Aku ingin masuk Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa orangtuaku marah mendengarnya. Sebuah kemarahan yang aku belum pernah menyaksikan sebelumnya. Ibu berkata, “APA KAMU SANGGUP MENGHIANATI YESUS!!! TEGANYA ENGKAU DENGAN YESUS!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya hatiku teriris mendengar teriakan marah dan kekecewaan yang luar biasa dari kedua orangtuaku tersebut. Aku pun memahami jika akan seperti ini, karena seluruh keluarga besar beragama Kristen dan hampir seluruhnya adalah aktivis-aktivis gereja, sering berkhotbah di gereja. Tidak ada satupun yang beragama lain. Dan… aku yang diperkirakan juga akan mengabdi dengan sesungguhnya pada agama Kristen ternyata menjadi orang pertama yang masuk ke agama Islam. Tentu ini hal yang sangat berat terutama untuk kedua orangtuaku. Anggapan-anggapan negatif baik dari pihak keluarga, jemaat gereja, keluarga besar lainnya tentu akan datang bertubi-tubi menekan mereka. Dengan keputusanku yang tidak berubah ini, akhirnya hubunganku dengan keluarga menjadi agak renggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derai air mata sejak itu masih terus mengalir. Aku sempat ragu ketika mengingat perkataan ibuku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sanggupkah engkau mengkhianati Yesus.”&lt;br /&gt;“Tegakah pada Tuhan Yesus.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiranku terus berkecamuk, ‘Benarkah itu? Benarkah aku harus menyembah Yesus? Benarkah jika aku memeluk Islam, Yesus akan marah?’ Berkutat pada kebimbangan antara perkataan orangtuaku dan apa yang telah kupelajari dalam Islam. Dalam puncak kebingunganku, aku bermimpi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hendak pergi tidur. Tiba-tiba… terdengar ketukan dari jendela kayu yang bersebelahan dengan tempat tidurku. Kubuka jendela tersebut dan aku kaget karena ternyata di depanku ada sesosok Yesus (wajahnya memang tidak jelas, namun berjubah dan dalam mimpi itu aku dipahamkan bahwa itu adalah Yesus). Sosok itu tidak berbicara apa-apa namun tampak seperti tersenyum, tidak marah dan mengulurkan tangannya (seperti) hendak menyalamiku. Sosok tersebut tidak berbicara namun aku dipahamkan bahwa maksud beliau adalah mengucapkan selamat kepadaku. Setelah itu sosok tersebut berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun terbangun dalam keadaan bingung dan takut. ‘Apa maksud mimpi ini?’ pikirku. Apakah ini suatu tanda bahwa pilihanku benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktupun berlalu dan aku semakin mengokohkan keputusanku untuk memeluk agama Islam. A yang hampir selalu hadir dalam perjalananku menggapai hidayah Islam ini akhirnya melamarku. Alhamdulillah… akhirnya orangtuaku pun mengizinkan kami menikah. Hubungan kami dengan keluargaku sudah baik kembali sampai saat ini. Kami menikah dengan wali dari KUA. Rasa haru dan bahagia menyelimutiku saat itu. Setelah menikah, aku langsung minta dibelikan mukena dan minta diajarkan shalat. Dan A terus mendampingiku dan mengajarkanku shalat lima waktu. Sampai aku telah dapat melakukan shalat sendiri, A baru bisa menjalankan kewajibannya untuk shalat di masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalananku dalam memahami Islam tentu saja tidak berhenti sampai di situ. Setelah lima tahun sejak aku masuk ke dalam agama Islam, aku melanjutkan studi S2 di FK UGM, jurusan Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis (minat Histologi dan Biologi Sel) dan aku seperti tersentak untuk kedua kalinya. Aku baru menyadari dan memahami betapa Allah mengatur segala sistem dalam tubuh kita dengan begitu rapi, canggih, teratur, beralasan dan sempurna sampai ke tahap molekuler, tanpa kita sadari. Aku banyak termenung saat menyadari hal itu, namun juga menjadikanku banyak bertanya kepada dosen pakar saat itu. Subhanallah, Dia-lah pencipta, pengatur, pemelihara yang sedemikian rupa rumitnya. Dan tidak mungkin semua itu berjalan, berproses dan bermekanisme dengan sendirinya. Mulai saat itulah aku lebih terpacu lagi untuk belajar dengan membaca dan memahami Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan proses belajar itu terus berlangsung sampai sekarang. Dahulu aku telah mengetahui bahwa Allah-lah, Ilah yang disembah dalam agama Islam. Namun, perlu waktu bertahun-tahun untuk aku memahami bahwa hanya Allah-lah Ilah yang BERHAK untuk disembah. Dan pemahaman ini ternyata suatu perkembangan, semakin kita belajar mengenal Rabb kita, insya Allah semakin bertambahlah pemahaman dan ketauhidan kita, dan akan semakin sadar bahwa masih banyak sekali hal yang tidak kita ketahui. Dari proses pembelajaran inilah aku semakin memahami siapakah Allah yang selama ini aku sembah, mengapa hanya Allah yang harus aku sembah. Kini aku sedikit lebih paham (karena masih banyak hal yang belum aku pahami), tentang kekuatan rububiyah Allah (sebagai pencipta, yang berkuasa) yang melazimkan bahwa hanya Dia-lah yang berhak disembah dan mengapa aku tidak boleh mempersekutukan-Nya karena jika aku melakukan kesyirikan maka ia akan menjadi dosa yang tak terampuni (jika tidak bertaubat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku… agama Islam terlalu tinggi, canggih dan terlalu sempurna, dengan konsepnya yang sangat jelas, sehingga agama-agama lain menjadi sangat lemah untuk menjadi pembandingnya, termasuk agama Kristen yang aku anut dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas diceritakan langsung oleh Erlina kepada redaksi Muslimah.or.id, dan redaksi KisahMuslim.com juga mengenal Erlina. Semoga Allah menjaga hamba-hamba-Nya yang beriman…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://kisahmuslim.com/mualaf-masuk-islam/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-7879404380612509741?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/7879404380612509741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/ketika-hidayah-islam-merengkuh-jiwaku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/7879404380612509741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/7879404380612509741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/10/ketika-hidayah-islam-merengkuh-jiwaku.html' title='Ketika Hidayah Islam Merengkuh Jiwaku'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-2127796946747658536</id><published>2011-09-24T10:43:00.002+07:00</published><updated>2011-09-24T10:43:46.779+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Ibu Katolik, Ayah Yahudi, Sang Anak Memilih Islam</title><content type='html'>Lahir dari seorang ibu yang memeluk Katolik dan ayah penganut Yahudi menjadi jalan tersendiri bagi Safiyyah Jihad Levine untuk menemukan hidayah. Agama yang dipeluk kedua orang tuanya tidak serta-merta membuat Levine 'taklid'. Perbedaan agama yang dipeluk kedua orang tua membuatnya berupaya untuk menemukan jalan yang diyakini kebenarannya.&lt;br /&gt;Islam kemudian menjadi pilihannya. Levine menganggap Islam merupakan agama yang bisa menyeimbangkan perbedaan antara Katolik dan Yahudi. Selama bertahun-tahun dia pun aktif dalam dialog antariman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya dia tertarik untuk mempelajari cinta Yesus dalam Katolik. Namun ternyata hal itu sangat tidak bisa diterima oleh Yahudi. Hal itu pun terus menjadi pertanyaan. Jawabannya baru dia temukan setelah mendapatkan hidayah untuk memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kemudian dipertemukan dengan seorang pria Muslim, yang lantas menjadi suaminya. Buku-buku tentang Islam yang diberikan sang suami pun dibacanya dengan lahap. Di tahun 1998 dia memutuskan untuk memeluk Islam. Saat itu ibunya sudah meninggal. Begitu mengucap syahadat, sang ayah lantas tidak mengakuinya sebagai anak. "Saya masuk Islam bukan karena suami saya, tapi karena saya sendiri," tutur dia seperti ditulis The Daily Item.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusannya untuk memeluk Islam pun lantas memutuskan hubungan dengan ayahnya. Padahal dia menyadari bahwa sang ayah adalah 'segalanya' setelah ibunda Levina meninggal. "Tapi ternyata dia tidak mau lagi memiliki saya," ujar dia. Ini termasuk bagian dari fase sulit yang harus dilaluinya saat mulai menikmati Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya meninggal tepat satu bulan menjelang peristiwa 11 September 2001. Saat itu dia sudah disingkirkan oleh para kerabat dan keluarganya. Namun hal itu tidak membuatnya menyerah. Dia justru semakin yakin dengan kebenaran Islam. Tak lama setelah mengucap syahadat, dia tak pernah melepas hijabnya ke mana pun pergi. Dia mengaku tidak pernah menghadapi kesulitan dengan jilbab yang dikenakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, dia menjadi salah satu ustadzah yang aktivitasnya terkait dengan Sunbury Islamic Center. Dia sudah menjalani kesibukan tersebut selama tiga tahun terakhir. Banyak orang bertanya tentang Islam kepadanya. Dia pun mengaku sangat senang dengan banyaknya pertanyaan tentang Islam yang harus dijawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Red: irf&lt;br /&gt;Sumber: The Daily Item / Republika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.mualaf.com/kisah-a-pengalaman/muallaf-foreigner/5702-ibu-katolik-ayah-yahudi-sang-anak-memilih-islam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-2127796946747658536?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/2127796946747658536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/09/ibu-katolik-ayah-yahudi-sang-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/2127796946747658536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/2127796946747658536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/09/ibu-katolik-ayah-yahudi-sang-anak.html' title='Ibu Katolik, Ayah Yahudi, Sang Anak Memilih Islam'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-2427076053473947801</id><published>2011-09-24T10:40:00.001+07:00</published><updated>2011-09-24T10:40:51.891+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Kisah Yesus Menjadikannya Seorang Muslim</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-A1hBCWIhvdU/Tn1RMBsyp2I/AAAAAAAADJc/c6aj43hh3Yw/s1600/vicente_mote_alfaro.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="260" width="360" src="http://2.bp.blogspot.com/-A1hBCWIhvdU/Tn1RMBsyp2I/AAAAAAAADJc/c6aj43hh3Yw/s400/vicente_mote_alfaro.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Tak pernah terlintas dalam pikirannya bahwa kelak dia akan menjadi seorang Muslim. Dia tahu mengenai agama Islam. Namun, agama yang diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW itu tak pernah diketahuinya secara mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum sejak kecil hingga dewasa, Vicente Mote Alfaro, termasuk seorang kristiani yang taat pergi ke gereja. Setiap pekan dia rajin menghadiri kebaktian dan tak pernah lupa membaca alkitab, sekalipun sedang di rumah. Apalagi, dia tinggal di Spanyol, negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya di saat usianya 20 tahun, Alfaro 'diperkenalkan' dengan Islam oleh tetangganya, seorang Muslim Aljazair. ''Ketika berbincang-bincang, dia mengatakan bahwa seluruh umat manusia adalah keturunan Adam dan Hawa, dan semuanya merupakan anak dari Nabi Ibrahim,'' ujarnya mengisahkan kejadian itu. ''Saya terkejut mengetahui bahwa dalam Islam juga mengenal Adam, Hawa, dan Ibrahim''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan itu rupanya begitu berbekas di diri Alfaro. Perkataan tetangganya itu terus teringat dikepalanya, membuat dirinya semakin ingin mengetahui tentang agama yang kali pertama diturunkan di Makkah ini. Untuk memuaskan keingintahuannya itu, dia coba mencari referensi mengenai Islam dari perpustakaan. Saat itu, dia sudah kuliah. ''Selanjutnya, saya meminjam salinan Alquran (dan terjemahannya) dari perpustakaan,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alfaro membawanya pulang dan membaca Alquran tersebut dengan teliti. Ayat demi ayat, lembar demi lembar, Alquran itu dibacanya dengan perlahan. Hingga akhirnya, dia mendapatkan ayat-ayat Alquran yang mengisahkan tentang Yesus (Nabi Isa) dan kejadian penyalibannya. Penjelasan dan kisah tentang Yesus yang dimuat dalam Kitab Suci umat Islam itu rupanya mengguncang hati kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Saya sudah sering membaca dalam Injil bahwa Yesus adalah anak Tuhan dan Tuhan mengirim anaknya ke bumi untuk dibunuh dan disiksa guna membebaskan dosa-dosa manusia. Saya sebenarnya selalu bermasalah dengan hal itu, terutama untuk bisa mempercayai cerita itu,'' tutur Alfaro mengungkapkan isi hatinya ketika belum bertemu dengan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca Alquran, dia seakan menemukan jawaban yang sebenarnya mengenai kisah Yesus dan penyalibannya. ''Saya temukan jawabannya dalam Alquran. Yesus tidak pernah disiksa ataupun disalib,'' katanya. ''Muslim meyakini Yesus sebagai salah satu Rasul yang sangat dihormati. Dalam Islam, Yesus tidak mengalami penyaliban, namun diangkat ke surga dan kelak akan diturunkan kembali ke bumi pada akhir zaman.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah mengenai Yesus dalam Alquran itu tampaknya menjadi tonggak penting bagi Alfaro untuk menuju cahaya Islam. Setelah hatinya kian mantap, dia pun mengucapkan dua kalimat syahadat. ''Dengan cepat saya menyadari bahwa Alquran adalah Kitab Tuhan yang sesungguhnya, dan saya tidak pernah menyesal menjadi seorang Mualaf,'' ujar pria yang kini memiliki nama Mansour itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini jika masyarakat bertanya kepada Alfaro bagaimana dia dapat menjadi seorang Mualaf, dia akan memberikan jawaban yang sederhana. ''Allah telah menjadikan Islam sebagai agama dan hidupku,'' katanya dengan penuh kerendahan hati. ''Saya membaca Alquran, menemukan kebenaran tentang Yesus, dan saya putuskan menjadi Mualaf.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Alfaro senang dengan agama barunya. Bahkan, pengetahuannya tentang Islam telah berkembang dengan pesat. Pada 2005, dia menjadi anggota Dewan Direktur Islamic Cultural Center of Valencia (CCIV). Bahkan, dia menjadi mualaf pertama di Spanyol yang menjadi imam masjid di CCIV. ''Dia pantas dipilih karena pengetahuannya agamanya yang luas,'' ucap El-Taher Edda, Sekretaris Jenderal Liga Islam untuk Dialog dan Koeksistensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari Republika.com, arikel asli ada &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/10/10/01/137650-vicente-mote-alfaro-kisah-yesus-menjadikannya-seorang-muslim"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-2427076053473947801?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/2427076053473947801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/09/kisah-yesus-menjadikannya-seorang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/2427076053473947801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/2427076053473947801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/09/kisah-yesus-menjadikannya-seorang.html' title='Kisah Yesus Menjadikannya Seorang Muslim'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-A1hBCWIhvdU/Tn1RMBsyp2I/AAAAAAAADJc/c6aj43hh3Yw/s72-c/vicente_mote_alfaro.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-840538839209646875</id><published>2011-09-24T10:37:00.000+07:00</published><updated>2011-09-24T10:37:19.851+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>TIA AFI</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-fL51ekRlmT0/Tn1QThOmQVI/AAAAAAAADJU/7nZ2XRVhIWY/s1600/Tia_AFI-03.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="180" width="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-fL51ekRlmT0/Tn1QThOmQVI/AAAAAAAADJU/7nZ2XRVhIWY/s400/Tia_AFI-03.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Nama saya Theodora Meilani Setiawati, namun akrab dikenal dengan nama Tia AFI, dilahirkan di sebuah kota yang tenang. Tepatnya di Kota Solo Jawa Tengah, tanggal 7 Mei 1982 dari pasangan orang tua yang berbahagia. Ayahku bernama Bambang Sutopo (46), sedangkan ibuku tercinta bernama Rini Sudarwati (42). Kota ini tidak jauh dari Kota Yogyakarta, bila naik mobil bisa ditempuh selama satu jam setengah. Ayahku seorang penganut agama Nasrani yang sangat taat, demikian pula ibuku. Sehingga, ketika aku dilahirkan 22 tahun yang silam, sudah barang tentu saya hidup mengikuti agama keyakinan ayah dan ibuku. Bahkan sesekali dalam napasku terbiasa dengan kalimat-kalimat yang mengagungkan Tuhan. Bahkan ada yang berkumandang di sekelilingku dengan memperdengarkan lagu-lagu puja-puji terhadap Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak pertama dalam keluarga, konon ekonomi keluargaku belumlah terlalu mapan. Keadaan saat itu memang serbasulit, tetapi ayah dan ibu tidak putus asa. Saat dilahirkan, ibuku tidak bisa langsung membawa pulang sang bayi yang montok dan cantik, karena tidak cukup untuk menebus biaya melahirkan di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ayahku tidak kalah semangat, ia lalu meminjam uang secukupnya pada seniman kawakan Srimulat, Bu Jujuk. Atas jasa beliaulah kemudian bayi yang diberi nama lengkap Theodora Meilani Setiawati itu, bisa meninggalkan rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki sekolah SD hingga SMP saya tumbuh sebagaimana anak kebanyakan. Ayahku yang beda keyakinan dengan ibuku meski sama-sama Nasrani, melewati hari-harinya dengan tetap saling menghormati satu sama lain. Ibu rajin ke gereja, ayahku pun demikian. Mau tidak mau, saya pun sering diajak oleh ayah atau ibu ke gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain saya tentu tumbuh di lingkungan yang kedua orang tuaku berharap kelak, dapat menjadi anak yang berguna bagi agama yang dianut oleh keluargaku. Tetapi harapan tidak berarti sebuah anjuran. Karena ternyata di dalam keluargaku, diberi kebebasan dalam memilih cita-cita di kemudian hari. Juga bebas meyakini agama yang dianut masing-masing asal bisa bertanggung jawab dengan agama yang diyakini tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat demokrasi yang tumbuh dalam keluargaku inilah, mempermudah langkahku dalam pencarian keyakinan yang mendektai kebenaran yang hakiki. Semua agama memang sama. Agama adalah persoalan keyakinan, yang dipercaya mampu membawa kemaslahatan. Membawa kita kearah kebaikan. Sebuah pedoman agar kita tidak tersesat. Dan persoalan ketenangan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;imageTetapi begitulah yang namanya hidayah jika sudah atas kehendak-Nya, insya Allah dijalani dengan sebaik-baiknya oleh umat yang menjalaninya. Setelah saya memeluk agama Islam, saya tidak ingin mengganti namaku, karena akan berefek pada semua identitasku yang formal seperti keterangan di rapor sekolahku. Biarlah namaku seperti yang sekarang. Toh tidak memberatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari di bulan Ramadan beberapa tahun silam, ketika itu saya masih duduk di bangku SMA kelas satu. Tiba-tiba saja hatiku berdegup kencang karena kekaguman yang sangat luar biasa. Ketika senja mulai turun, saat bedug magrib bertalu dan suara azan berkumandang, berbondong-bondong orang-orang bersatu untuk berbuka puasa dan shalat Maghrib. Lalu bersama-sama pula berangkat ke masjid untuk shalat Isya dan Tarawih. Alangkah indahnya kebersamaan itu, sambil mengenakan mukena warna putih. Pikirku alangkah sucinya saat menghadap Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan sekolahku pun ikut mendukung, teman-temanku hampir semua beragama Islam, tiba-tiba saya iri ingin menikmati kebersaman itu, yang sebelumnya tidak saya temui di agama keyakinan terdahulu. Saya ingin merasakan bagaimana puasa, bagaimana mendirikan shalat Tarawih bersama-sama. Pertama-tama saya minta dituntun teman, tetapi lama-kelamaan saya memperoleh kekuatan untuk bicara pada kedua orang tuaku. Sampai suatu hari saya sampaikan niat untuk memeluk agama Islam. Kaget juga saat niat baik itu disampaikan, terutama saya melihat reaksi ibu dan ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama mereka terdiam. Kami tanpa kata-kata. Akhirnya ibu berkata tulus, kalau kamu sudah yakin dengan pilihanmu, jangan sampai mempermainkan agama. Dan asalkan kamu menjalankannya dengan segala tanggung jawab silakan saja. Saya tahu ibu berat melepas anaknya untuk berseberangan keyakinan dengan dirinya. Mungkin ibu menyadari, di antara mereka (ayah dan ibu) saja sudah berseberangan, tetapi bisa hidup rukun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya seperti memperoleh setetes air dipadang pasir yang gersang. Air itu saya teguk dengan lahap, dan berdesis Allahu Akbar tanpa sadar saya bersujud, karena kedua orang tuaku ternyata merestui akan pilihan keyakinanku. Sebelumnya memang sudah saya bayangkan tidak akan sulit saya peroleh, karena kehidupan beragama dalam keluargaku sudah tampak berwarna sejak sebelum saya dilahirkan ke bumi. Maka begitu saya memperoleh izin dan tanpa ada intervensi dari pihak luar, sejak itulah saya mengucapkan dua kalimat syahadat yang dibimbing oleh seorang pemuka agama di Solo. Sejak itulah saya terus belajar sendiri dan banyak bertanya pada teman-teman sepergaulanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;imageKetika saya putuskan untuk memeluk agama Islam, saya tidak dalam posisi dipengaruhi oleh siapa pun, dan tidak juga oleh pacar yang kebetulan sekarang ini sama-sama beragama Islam. Karena waktu itu saya belum bertemu Mas Endy (30). Oleh sebab itu agama dalam keluargaku sekarang ini semakin berwarna. Tetapi tetap rukun dalam tiga agama yang dianut, ada Islam, ada Katolik, dan Protestan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang dalam perjalanan keislaman saya yang masih banyak kekurangannya, tidak henti-hentinya saya selalu memohon bimbingan-Nya agar saya senantiasa diberi kekuatan untuk menjalankan agamaku dengan sepenuh hati. Puasa yang kini saya jalani di Jakarta, memang nikmat, tetapi lebih nikmat saya menjalankan puasa itu di rumah sendiri di Solo. Kalau di Solo, ibu selalu ikut bangun memasak dan membangunkan untuk sahur, padahal ibu agamanya tidak sama dengan saya. Saya terkadang rindu masakan ibu, saat-saat puasa seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini di Jakarta, saya masak seadanya, banyaknya beli jadi. Dan kebanyakan pula disediakan di Indosiar untuk mengisi acara "Pondok AFI" saat sahur menjelang. Saya hanya selalu berusaha agar puasa yang saya lakukan tiap tahun meningkat kadar kualitas menjalankannya. Dan berharap dosa-dosa yang pernah diperbuat dapat diampuni Allah SWT. Amin. (Ratna DJuwita/"PR")[pikiran-rakyat.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.mualaf.com/kisah-a-pengalaman/mualaf-celebritis/32-tia-afi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-840538839209646875?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/840538839209646875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/09/tia-afi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/840538839209646875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/840538839209646875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/09/tia-afi.html' title='TIA AFI'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-fL51ekRlmT0/Tn1QThOmQVI/AAAAAAAADJU/7nZ2XRVhIWY/s72-c/Tia_AFI-03.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-7643856928711181783</id><published>2011-09-24T10:35:00.000+07:00</published><updated>2011-09-24T10:35:02.413+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Iga Mawarni : Memeluk Islam Karena Berdebat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-sjq3IF-1B1Y/Tn1PqhIACZI/AAAAAAAADJM/uiShIH-eygo/s1600/imawarni.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="133" width="111" src="http://2.bp.blogspot.com/-sjq3IF-1B1Y/Tn1PqhIACZI/AAAAAAAADJM/uiShIH-eygo/s400/imawarni.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Islam lebih Realistis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MALAM mulai turun di sebuah kamar kost di bilangan Depok, Jawa Barat, tahun 1993. Seorang perempuan cantik, hatinya bergejolak. Malam itu, seorang mahasiswi Sastra Belanda Universitas Indonesia (UI), baru saja berdiskusi antarteman, masing-masing mempertahankan pendapatnya. Sharing pendapat ini bukan hal baru dilakukan, tetapi sudah sering berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya, perdebatan itu menyisakan kepenasaran dan melahirkan sebuah pemikiran logis. Di suatu malam itulah, wanita bersuara merdu itu harus mengambil sebuah keputusan penting dalam hidupnya. Perempuan yang dimaksud adalah artis penyanyi terkenal, Iga Mawarni, putri kelahiran Bogor, tetapi berdarah Solo. Lagu 'e2'80'9dKasmaran'e2'80'9d sempat melambungkan nama Iga Mawarni di tahun 1991. Tanpa dipengaruhi orang ketiga, penyanyi bersuara jezzi ini, akhirnya memutuskan meninggalkan kepercayaan lamanya dan memeluk Islam dengan pendekatan rasional. Ia melakukannnya dengan sepenuh hati, tanpa emosi sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'e2'80'9dTidak ada pengalaman khusus yang saya temui untuk pindah keyakinan ini, misalnya mendengarkan azan sayup-sayup lalu hati saya bergetar. Bukan peristiwa itu. Keyakinan mengkristal justru berangkat dari lingkungan di mana saya tinggal. Sebagai anak kost kami sering berdebat, ketika kami masih kuliah di UI,'e2'80'9d cerita Iga Mawarni mengenang masa lalunya, ketika dihubungi 'e2'80'9dPR'e2'80'9d, Rabu (13/10), ia tengah berlibur di Yogyakarta bersama anaknya Rajasa (3.5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berikrar memeluk Islam, persoalan pun muncul, terutama dari keluarganya. 'e2'80'9dTadinya saya tidak ingin mengatakannya terus terang, tetapi semakin saya tutupi, justru perasaan bersalah saya muncul,'e2'80'9d desahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan untuk berterus terang kepada kedua orang tuanya itu, bukan tanpa risiko. 'e2'80'9dSemua orang tua pasti tidak rela anaknya berkhianat terhadap agamanya. Saya memakluminya ketika ayah dan ibu saya menjauhi saya. Saya harus kuat, Allah sedang menguji kekuatan saya saat itu. Dan saya berhasil menerima ujian itu,'e2'80'9d kata Iga sedikit tersendat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iga Mawarni 'e2'80'9dYang membuat saya terharu, ketika pikiran saya mengingat mereka sebagai orang tua yang telah melahirkan saya. Begitu kuat rasa hormat itu muncul, tetapi di sisi lain saya seperti memperoleh kekuatan yang maha dahsyat untuk tetap bersikukuh, berdiri berseberangan dalam menegakkan keyakinan. Tadinya ada keinginan, semoga apa yang telah saya lakukan ini ditiru lingkungan keluarga besarku di Solo, tetapi tentu itu tidak mudah, tetapi Alhamdulillah adik kandung saya, sejak dua tahun silam telah mengikuti jejak saya menjadi pengikut Muhammad saw.,'e2'80'9d kisah pengagum tokoh B.J. Habibie ini bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dianggap tersesat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensi memeluk Islam secara sadar, adalah perlakuan dari keluarga di Solo yang tidak lagi ramah. Hubungan komunikasi pun nyaris putus, bahkan suplai dana untuk biaya hidup di Jakarta dihentikan. 'e2'80'9dPadahal saya butuh biaya untuk kuliah, skripsi, biaya hidup. Tetapi Tuhan selalu memberi jalan pada umatnya. Saat itu saya terus berdoa, semoga diberi kekuatan. Maka timbul ide untuk bekerja secara part time di Jakarta. Tawaran nyanyi juga mengalir meski tidak gencar. Dari sana saya semakin meyakini kebenaran itu selalu ada,'e2'80'9d tegas Iga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh tahun, ia harus saling menjaga jarak dengan keluarga. Jika tidak dihadapi dengan kepala dingin, mungkin segalanya bisa porak poranda. Iga berhasil meredam semuanya dengan tanpa gembar-gembor. 'e2'80'9dTujuh tahun saya lewati hari-hari saling menjaga perasaan, tidak pernah ada rasa gentar, atau takut. Saya pernah dianggap sebagai anak tersesat oleh keluargaku di Solo. Saya tetap menikmatinya sambil terus mempelajari kedalaman keyakinan saya lewat Alquran, buku-buku penunjang lainnya, sehingga saya mengetahui mana yang menjadi larangan dan mana yang dibolehkan,'e2'80'9d terang Iga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pencarian memahami Islam itulah pada akhirnya ia dipertemuakan dengan seorang laki-laki yang kemudian menjadi suaminya sekarang, Charlie R. Arifin (pengusaha) yang satu ihwan. 'e2'80'9dSaya bersyukur Tuhan mengutus laki-laki pendamping yang setia, saleh dan punya masa depan. Saat itu semakin teguh keyakinan saya memeluk Islam secara tulus ihlas.'e2'80'9d&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iga tak lagi sendiri mendirikan salat, atau berpuasa. Ia sudah menemukan imam dalam rumah tangganya. Bersama Charlie dan Rajasa, buah kasih mereka, terkadang melakukan salat berjamaah di rumah. Bila bulan Ramadan tiba, mereka melaksanakan salat tarawih di masjid raya. Dipilihnya Masjid At-Tien TMII Jakarta Timur, sebagai tempat salat terdekat dari rumah tinggalnya, di kawasan Jakarta Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'e2'80'9dSaat puasa tiba, sebenarnya bukan hal asing bagi saya. Karena ketika masih menganut Nasrani, ada juga instruksi mendirikan puasa. Saya juga suka melakukan puasa, hanya caranya yang berbeda,'e2'80'9d papar Iga yang mengaku semoga tahun ini ia bisa melaksanakan puasa dengan tanpa kekalahan yang berarti dan mendapat ampunan dosa-dosa dari Allah SWT. (Ratna Djuwita/'e2'80'9dPR'e2'80'9d)***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.mualaf.com/kisah-a-pengalaman/mualaf-celebritis/57-iga-mawarni--memeluk-islam-karena-berdebat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5138343132923533868-7643856928711181783?l=konversituhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://konversituhan.blogspot.com/feeds/7643856928711181783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/09/iga-mawarni-memeluk-islam-karena.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/7643856928711181783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5138343132923533868/posts/default/7643856928711181783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konversituhan.blogspot.com/2011/09/iga-mawarni-memeluk-islam-karena.html' title='Iga Mawarni : Memeluk Islam Karena Berdebat'/><author><name>Adam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01269522601662820351</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SKoIHZfvYGI/AAAAAAAAAEw/xAhoDzlrgAU/S220/Balik_Badan2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-sjq3IF-1B1Y/Tn1PqhIACZI/AAAAAAAADJM/uiShIH-eygo/s72-c/imawarni.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5138343132923533868.post-6030589715419791976</id><published>2011-09-24T10:26:00.002+07:00</published><updated>2011-09-24T10:26:32.222+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Okto Rahmat Tobing : Menemukan Istri sedang Shalat</title><content type='html'>Nama saya Okto Rahmat Tobing, lahir di Tanjung Pinang, Riau, dari keluarga Kristen Protestan. Ayah saya salah satu pengurus gereja di HKBP Tanjung Pinang atau lebih dikenal dengan Situa HKBP Sebagai keluarga yang fanatik terhadap agama, saya diharuskan aktif mengikuti kegiatan gereja.&lt;br /&gt;Sebenamya, lingkungan tempat kami tinggal, mayoritas beragama Islam. Tetapi sepengetahuan saya, agama Islam yang mereka anut sebagian besar hanya Islam abangan. Mereka banyak juga yang ikut Natalan, tidak shalat, mabuk-mabukan, bahkan berjudi. Memang, toleransi beragamanya cukup tinggi. Saya sendiri suka mengikuti kegiatan tarawih di bulan Ramadhan bersama teman-teman. Menginjak remaja, saya mulai risih dengan semua itu. Apalagi bila mendengar suara azan yang membisingkan telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijrah Ke Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamat SMA, saya hijrah ke Jakarta, melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Saya memutuskan kuliah di Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan tinggal bersama kakak yang juga seorang aktivis gereja. Saya suka sekali kuliah di kampus tersebut, bahkan aktif mengikuti kegiatan kampus. Salah satu kegiatannya adalah lomnba dayung yang diadakan Universitas Islam Indonesia (UII) di Yogyakarta. Saya termasuk kontingen yang mewakili kampus UKI, di kota gudeg itu, saya berkenalan dengan gadis beragama Islam dan selanjutnya kami berpacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kami sama-sama lulus kuliah, saya dan si dia memutuskan tinggal dan mengadu nasib di Jakarta. Niat itu kesampaian, Saya mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mantap secara ekonomi, saya memberanikan diri datang ke rumah pacar saya itu dan menjelaskan ke orang tuanya mengenai hubungan kami. Tetapi, apa yang saya harapkan sirna setelah orang tuanya mengetahui saya beragama Kristen. la menolak hubungan kami, kecuali bila saya bersedia masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, kami selalu sembunyi-sembunyi menjalin hubungan. Saya sebagai seorang Kristen yang fanatik, ketika itu berniat mengkristenkan pacar saya itu. Berbagai upaya saya lakukan untuk meyakinkan si dia. Ternyata tidak sia-sia. Pacar saya itu pun akhirnya bersedia masuk Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terus mengajaknya ke gereja untuk mempelajari agama Kristen (Bibel) lebih jauh, dan selanjutnya ia dibaptis di HKBP Bekasi. Setelah itu, karni melangsungkan pernikahan di Gereja HKBP Rawamangun dengan pesta adat tanpa restu kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M
